Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
BAB 59." RESYA KECELAKAAN "


__ADS_3

Mendengar perkataan yang barusan diucapkan oleh Resya, membuat mulut Richard pun seketika terbungkam dan tidak mampu mengucapkan sepatah kata pun lagi kepadanya. Jika tadinya Richard marah-marah tanpa henti, kini ia pun berganti menjadi terdiam bak seperti patung dan tidak sepatah kata pun yang ia ucapkan pada Resya.


"Kenapa lagi dan lagi aku harus merasakan rasa sakit ini lagi? Kenapa hidupku harus se'menderita ini, kenapa? Mereka orang yang paling aku percayai selama ini, tapi kenapa mereka sama sekali tidak menghargai ku, Tuhan dosa apa yang sebenarnya pernah hamba lakukan selama ini, sampai-sampai kamu tega membuat hidup hamba jadi sehancur ini.


Hujan yang telah melanda, baju Resya yang tadinya kering, kini menjadi basah kuyup membuat tubuhnya merasa sangatlah keinginan, sesekali ia berusaha mendekap tubuhnya untuk merasa lebih hangat akan tetapi semua tindakannya itu sia-sia saja lantaran ia masih bisa merasakan hawa dingin yang menyengat tubuhnya.


Akan tetapi Resya tidak perduli dengan semua itu, walaupun hujan deras telah menguyur tubuhnya ia tetap berjalan menulusuri anak jalan yang ia lewati sekarang ini. Dengan air matanya yang sampai sekarang belum juga surut ia tetap berjalan walaupun tidak tahu kemana, dan langkahnya ia akan membawa tubuhnya sekaligus janin yang ada di kandungannya saat ini, yang sudah penuh dengan luka kehancuran.


Pagi yang tadinya cerah tanpa ada masalah yang menganggu dirinya, kini telah berubah menjadi gelap gurita ditambah lagi dengan adanya hujan deras yang menguyur wilayah ini membuat suasana terlihat agak mencekam. Langkah demi langkah telah ia lalui, dan kemudian karena sudah sangat kecapean, ia pun akhirnya berteduh disalah satu pos ronda yang kelihatannya tidak berpenghuni mau pun kosong.


"Aku sudah sangat kelelahan sekali, harus kemana lagi aku melangkahkan kakiku ini. Maafkan Mama sayang, maafkan Mama karena Mama hanya bisa membuatku menderita seperti ini maafkan Mama!" ucapnya yang kemudian ia pun melihat pos ronda yang berada dipinggir jalan.


"Itu ada pos ronda, alhamdulillah akhirnya kita bisa gunakan tempat itu untuk berteduh sekaligus beristirahat sayang!" tanpa berfikir lagi, ia pun langsung melanjutkan lagi jalannya menuju tempat tersebut.


Sesampainya ia di pos ronda , Resya pun melihat sebotol Aqua yang masih utuh yang berdiri dipojokkan, walaupun segelnya sudah terlepas.


"Ada air, kira-kira ini air punya siapa ya? Sudahlah mendingan aku minta sedikit aja, aku sudah haus banget soalnya, maafkan Mama sayang karena untuk saat ini Mama hanya beberapa mampu memberimu air ini sebagai pengganjal perut maafkan Mama!"


Dua cegukan pun akhirnya bisa mengganjal perut Resya yang sedang kehausan, lantaran sedari tadi ia tidak meminum ataupun memakan apapun. Tiba-tiba dari arah samping ada seseorang yang bertanya padanya.


"Cantik lagi apa disini?" tanya seorang itu yang spontan membuat Resya pun terkejut, lantaran melihat ada dua preman yang tiba-tiba menghampirinya.


"Kalian, apa yang kalian lakukan disini?" tegas Resya yang terlihat sangat tegang menatap kearah mereka.


"Kayaknya hujan-hujan gini, bakal enak nih kalau gadis cantik ini mau menemani kita berdua?"ucap salah satu teman preman itu, sambil melihat Resya dari bawah sampai ujung rambut.


"Apa kamu sangat kehausan sekali ya, sampai-sampai perut kamu menjadi buncit seperti itu?" ledek salah satu Preman itu sambil menunjukkan senyum sinisnya.


"Gimana ini, apa yang harus aku lakukan, sekarang lagi sepi kalau mereka berniat macam-macam sama aku gimana, apa yang harus aku lakukan sekarang?" batin Resya yang tanpa berfikir lagi, ia pun berlari meninggalkan mereka.


"Heyy jangan kabur, mau kemana kamu!" teriak si preman


"Ayo tunggu apa lagi, jangan sampai kita kehilangan jejak gadis itu, cepat kita kejar dia!" perintah preman yang satunya.


Dengan berlari sangat kencang ia pun berusaha menghindari dua preman yang berniat jahat kepadanya.


Akan tetapi sesampainya Resya di jalanan bukan pertolongan yang akan ia dapatkan, melainkan sebuah hantaman sangat keras yang tepat mengenai tubuhnya.


Setelah ada sebuah mobil avanza hitam yang melaju kearahnya dengan kecepatan sangat tinggi yang akhirnya telah menabrak dirinya, dan membuat tubuhnya pun terpental jauh hingga beberapa kilo meter, dengan kepalanya yang menghantam kaca mobil dengan sangat keras membuat kaca depan pun retak dan pecah. Bahkan lebih parahnya lagi kaca itu pun terpental tepat mengenai kedua bola mata Resya.

__ADS_1


PYAR....BRUAK....


Darah pun mengalir dengan sangat deras di bagian mata, kepala belakang Resya , kuping dan juga hidungnya setelah menghantam kaca depan tersebut, mencoba bangkit tapi apa daya, tubuhnya sudah tidak mampu lagi untuk bangkit yang kemudian tubuhnya pun tersungkur dan terjatuh pingsan dengan kondisi sudah berlumuran darah.


Para preman yang melihat kejadian itu, mereka pun seketika langkahnya terhenti, dan tidak berniat inggin menolong nya melainkan malah menjauhinya. Karena tidak mau dipenjara akibat ulahnya yang akhirnya membuat gadis incarannya jadi korban.


Dan seseorang yang telah menabrak Resya ia tak tak lain ternyata adalah Mamanya Sandra yang pada saat itu sedang terburu-buru inggin pergi ke suatu tempat. Akan tetapi setelah ia yang berusaha inggin menjangkau ponselnya yang terjatuh dibawah, dan tanpa menghentikan laju kendaraanya terlebih dulu tabrakan pun akhirnya tidak bisa terhindari lagi.


"Astaga apa yang barusan aku tabrak tadi, apa aku beneran menabrak seseorang?"ucap Monika yang tanpa menunggu ia pun melepaskan sabuk pengamannya, dan menggambil payung untuk dia gunakan untuk berteduh.


Mengetahui jika dirinya telah menabrak seseorang, ia pun lantas turun dari mobilnya dan mengecek seseorang itu, sesaat ia keluar ia pun membalikkan tubuh seseorang yang sudah tergeletak diaspal, betapa terkejutnya dia setelah ia melihat siapa orang yang barusan ia tabrak yang tak lain adalah Resya.


"Astaga Resya?" ucap Monika yang seketika membungkam mulutnya sendiri setelah ia melihat siapa orang yang tergeletak disini.


"Apa yang barusan aku lakukan, aku..aku sudah menabraknya, sekarang apa yang harus aku lakukan, astaga gimana dong ini? Gak! Aku gak mau dipenjara, aku tidak sengaja jadi ini belum tentu kesalahan ku, kayaknya gak ada orang yang melihatku, jadi yang harus aku lakukan sekarang aku harus pergi dari sini, iya aku harus pergi!" tanpa berfikir yang kedua kalinya, ia pun bergegas pergi meninggalkannya


Dipenuhi dengan rasa takutnya, tanpa memperdulikan kondisi Resya yang tergeletak dan berlumuran banyak darah, Monika pun dengan teganya meninggalkan Resya sendiri tanpa mau menolongnya terlebih dulu.


Dipenuhi dengan rasa takutnya, tanpa memperdulikan kondisi Resya yang dalam kondisi tergeletak dan berlumuran banyak darah di bagian kepalanya, Monika pun dengan teganya meninggalkan Resya sendiri tanpa mau menolongnya terlebih dulu.


Sesaat Monika pergi meninggalkan tempat kejadian ini, ada seseorang pengendara mobil yang kebetulan lewat jalan itu, dan melihat ada seseorang yang tergeletak tak berdaya di tengah jalan. Karena situasinya sekarang lagi hujan deras ia pun lantas turun dan mengecek denyut nadinya.


"Astaga Natalia kamu itu bawel banget sih, ini juga udah pelan mau pelan kaya gimana lagi sih?"


"Astaga dikasih tahu baik-baik juga masih aja membantah, memang abangku yang satu ini tidak bisa di ajak bicara baik-baik ya."


"Sudahlah jangan bawel abangmu ini lagi konsentrasi untuk menyetir jadi jangan coba-coba mengalihkan fokus kakak."


"Iya...iya..." astaga Kak siapa itu yang tergeletak ditengah jalan. Apa itu seseorang?"tanya Natalia yang seketika membuat Revan pun menghentikan laju kendaraannya.


"Astaga dia pasti korban tabrak lari cepat kita periksa kondisinya!"ucap Revan yang kemudian mereka pun turun dari Mobil dan mengecek keadaan seseorang itu.


Setelah mereka turun dan mengecek kondisi seseorang yang tergeletak itu, betapa terkejutnya mereka setelah mereka tahu siapa orang menjadi korban tabrak lari ini.


"Astaga Resya?" ucap Revan yang begitu terkejut melihat siapa orang yang sedang terluka parah ini.


"Resya, Kakak dia kan...."ucap Natalia yang seketika terhenti, Revan yang melihat kondisi Resya sudah sangat memperihatinkan, ia lantas menyuruh Adiknya untuk memanggil ambulance.


*****

__ADS_1


Tak berapa lama mobil ambulance pun akhirnya telah sampai di Rumah sakit Citra medika yang lokasinya tak jauh dari lokasi kejadian tadi. Dan hampir 30 menit lamanya Resya telat mendapat pertolongan, wajah Resya yang tadinya segar, kini pun terlihat sangat pucat bersimbah darah.


Resya yang berada diatas brankar Rumah sakit dengan cepatnya orang-orang pun mendorongnya, dan langsung memasukkannya keruang ICU lantaran kondisinya yang sudah sangat memperihatinkan, dan harus segera ditangani dengan segera.


Dokter dan Suster yang melihat kondisi Resya yang sudah sangat memperihatinkan, dengan segera mereka pun memeriksanya dan tak lupa memasangkan infus terlebih dulu.


" Pasien sudah banyak kehilangan darah, dan sekarang detak jantungnya sudah mulai melemah, kita harus memberi pertolongan pertama dengan melakukan tindakan operasi saat ini juga, jadi cepat kamu keluarlah dan beritahu keluarganya sekarang. Karena kita sudah tidak punya banyak waktu!" perintah Dokter itu pada Suster


"Baik Dokter!" balas sang Suster yang tanpa menunggu lagi, ia pun keluar dari ruang ICU.


"Maaf apa anda keluarga korban?" tanya salah satu Suster kepada mereka berdua yang menolong Resya barusan.


"Tidak, korban ini, korban tabrak lari, kebetulan saya melihatnya sudah dalam kondisi Mengenaskan! Jadi saya bukan keluarganya?"balas Revan kemudian.


"Astaga pasien kondisinya sangat memperihatinkan, jika dia tidak segera ditangani ini akan berakibat fatal nanti. Karena dia harus melalukan tindakan operasi, jika tidak ada anggota keluarganya maka ini akan sangat sulit!"


"Kita gak ada waktu lagi, pasien dalam kondisi sangat memperihatinkan, dia harus segera dioperasi. Soal biayanya Dokter tenang saja aku yang akan menanggung semuanya,"balas Revan dengan langsungnya.


"Ya sudah tunggu apa lagi Dok, apa yang Dokter tunggu sekarang, cepat lakukan operasi sekarang juga!" pinta Natalia.


"Baiklah kita akan melakukan operasi nya sekarang juga. Sus cepat siapkan alat-alat medisnya kita sudah tidak ada waktu lagi, cepat siapkan!" perintah salah seorang Dokter laki-laki.


"Tapi kita masih ada satu masalah Dok, golongan darah pasien A sedangkan di Rumah sakit ini kita lagi kehabisan golongan darah A tersebut?" timpal Suster yang seketika membuat mereka pun terlihat sangat bingung.Dan kemudian seseorang pun menimpali pembicaraan mereka.


"Tidak Dok tadi ada seseorang laki-laki yang tiba-tiba datang dan bersedia menawarkan darahnya untuk didonorkan bagi siapa pun orang yang membutuhkan. Kebetulan sekarang disini ada Pasien yang sangat membutuhkan golongan darah A tersebut jadi tunggu apa lagi cepat kita lakukan tindakan operasi sekarang juga!" perintah Suster yang kemudian para Dokter yang mendengarnya pun bergegas menjalankan tindakan operasi ini.


Bergegas brankar yang ditempati Resya berbaring pun dikeluarkan dari ruang ICU, dengan segera dipindahkan keruang operasi.


terlihat sedikit redup dengan adanya sinaran cahaya dari beberapa lampu yang menyala tepat diatas berlangsungnya operasi yang dilaksanakan pada malam hari ini.


Beberapa Dokter yang menggunakan seragam hijau pun terlihat sangat sibuk, tidak bisa diganggu membuat suasana terlihat mencekam dan sedikit tegang.


Sedikit demi sedikit Suster pun membersihkan percakan da*ah yang sudah memenuhi hampir seluruh tubuh Resya, mulai dari Mata, kepala, lengan tangan dan wajahnya. Dengan kondisi membalikkan tubuh Resya menjadi tengkurap, Dokter pun menjalankan operasinya . Setelah hampir 6 jam lamanya, akhirnya operasi pun berjalan dengan sangat lancar tanpa ada hambatan.


Dan kemudian setelah operasinya selesai, Brangkar yang digunakan Resya berbaring pun akhirnya dipindahkan keruangan IGD untuk mendapat penanganan medis selanjutnya.


MAAF BUAT PARA READER SETIA JIKA EPISODE YANG INI TELAH MEMBUAT KALIAN TERKEJUT LANTARAN JALAN CERITA YANG TIDAK SESUAI DUGAAN DAN KEINGGINAN KALIAN. SEKALI MAAF YA.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2