
BEBERAPA JAM KEMUDIAN.
Ketika Resya terus berteriak, kawanan penjahat yang sudah tidak sabar lagi bergegas mereka datang dan menyumpal mulut sekaligus mempererat ikatan tangan dan kakinya agar Resya tidak berhasil meloloskan diri dari mereka.
Selain itu salah satu dari mereka juga menarik rambut Resya dan menampar wajah manis miliknya, hingga mengeluarkan darah segar.
Melihat Resya yang tidak takut akan ancaman yang dilontarkan penjahat itu, Ia pun kembali mendapat satu tamparan sampai sudut bibirnya mengeluarkan darah segar.
__ADS_1
Ketika salah satu dari penjahat itu menodongkan senjatanya kearah Resya, beberapa personil kepolisian sudah mengepung tempat Resya dimana ia disekap dan disiksa disini. Pengintaian pun dilakukan Polisi untuk mengetahui kondisi didalam gedung.
Melihat penjahat itu yang sudah menodongkan senjata kearah Resya. Tiba tiba sebuah pukulan yang amat dahsyat mendarat di kepalanya membuat tubuh penjahat itu sampai terpental sejauh tiga meter.
Beberapa personil kepolisian sudah membereskan ketiga anak buah Erlangga yang berjaga diluar. Setelah membereskan anak buah Erlangga pihak kepolisian langsung meringkusnya dengan membekuk kedua tangan penjahat dari belakang.
Resya yang sudah lemas akibat sekapan yang dia lakukan penjahat tadi tiba-tiba ia jatuh pingsan. Tepat terjatuh dihadapan Richard ia langsung menggendong tubuh Resya dan membawanya kedalam mobil untuk dibawa ke Rumah sakit terdekat.
__ADS_1
setelah melakukan perjalanan sekitar 20 menit lamanya mereka pun tiba di Rumah sakit terdekat dari tempat Resya disekap. "
Melihat Richard yang menggendong Resya dengan terburu. Dokter sekaligus Suster yang kebetulan melihatnya bergegas mereka pun mengambilkan brangkar untuk ditempati pasien.
Dokter dan suster datang menghampiri Richard sembari membawa Brangkar, segera ia menaikkan Resya dan suster langsung mendorong Resya menuju keruang UGD.
Ketika Resya di bawa keruang UGD, terlihat dari ekpresi wajahnya yang terlihat sangat kuatir seolah olah ia takut kehilangannya. Dokter dan Suster pun memeriksa keadaannya.
__ADS_1
Rasa cemas dan ketakutannya yang tiba-tiba menyerangnya secara bersamaan, bahkan tidak terlihat jika ia sesekali duduk di kursi untuk menenangkan dirinya agar lebih tenang. Ia terus berjalan bolak-balik menunggu akan keputusan dari Dokter yang sedang memeriksa orang yang ia sayangi. Hinga kemudian datanglah seseorang yang membuat Richard seketika berdiri.
BERSAMBUNG.