
Setelah perginya Verlanta, Rasyel yang berniat ingin bertanya pada Silvi. Dan seketika wajah Rasyel menjadi terkejut setelah Silvi yang tiba-tiba menatapnya dengan tatapan tajam dengan mata melotot.
"Astaga kamu tuh apa-apaan sih, ngapain kamu melototi aku kaya gitu, serem tau.
"Hei kamu itu dari tadi panggil aku dengan sebutan hai, hei aja aku juga punya nama jadi lebih baik kamu panggil aku dengan sebutan namaku aja biar lebih nyaman.
"Iya-iya. aku akan panggil kamu dengan sebutan nama kamu tapi kamu juga harus panggil aku dengan sebutan nama aku juga.dan kenalin nama aku Rasyel
"Baiklah aku akan panggil kamu dengan sebutan Dokter Rasyel dan nama aku..
"Sudahlah Kamu tidak usah sebutin nama kamu aku tau siapa nama kamu, nama kamu itu Silvi kan?.timpal Rasyel.
"Jadi kamu udah tau nama ku? terus kenapa dari tadi kamu itu panggil namaku dengan sebutan lain?.
"Sudahlah itu tidak penting membahas masalah itu, yang terpenting sekarang bagaimana caranya nya kamu itu bisa pergi dari Rumah sakit ini, biar hidup aku tidak terancam lagi itu yang terpenting. Tapi ngomong-ngomong kenapa sekarang aku malah jadi terjebak di masalah kamu sih?. ucapnya dengan menggaruk-garuk kepalanya.
__ADS_1
"Ya mana aku tau, kan kamu sendiri yang menginginkannya. Tapi kenapa juga harus kamu sih yang menolongku, kenapa tidak laki-laki lain aja, kenapa juga aku harus ketemu Dokter nyebelin kaya kamu?.
"Astaga kamu tuh ya lagian siapa juga yang mau berdekatan sama kamu kalau bukan karena rasa penasaranku aku juga ogah kali, tapi kayaknya kamu itu harus berhati-hati?
"Berhati-hati sama siapa?.
"Ya sama aku lah, kan aku ini memiliki wajah yang sangat tampan dan banyak wanita yang terpesona sama ketampanan ku ini, jadi kamu jangan sampai tergoda sama kegantengan aku ini," ledeknya.
"Astaga kamu itu ternyata kepedean banget ya jadi laki-laki, ya gak mungkinlah aku itu sampai naksir sama kamu yang benar saja," balasnya dengan mengalihkan pandangannya.
"Ya sudahlah kalau gitu karena sekarang jam kerja aku udah selesai, jadi aku harus istirahat sebentar jadi aku akan tinggal kamu sendiri di sini. Dan kamu gak perlu cemas selain aku, tidak akan ada orang yang akan menyuntikkan cairan itu ke tubuhmu . Jadi kamu tidak perlu takut. Ya sudah aku tinggal dulu, ingat kamu harus tetap berpura-pura masih mengalami koma sekarang," ucap Rasyel.
"Baguslah kalau gitu,"
"Dokter itu lucu juga ternyata," gumamnya dengan tersenyum manis.
__ADS_1
Berbeda tempat yang tak lain adalah ruangan yang terlihat gelap dan hanya terdapat lampu penerang yang amat sangatlah gelap terdapat-lah seorang laki-laki yang hanya menundukkan kepalanya kebawah tanpa terlihat jelas siapa seseorang itu.
"Apa kamu sudah menyuntikkan obat itu padanya?" tanya salah seorang bertubuh kekar dengan pandangannya yang mengarah kebawah.
"Tuan tenang saja aku sudah menyuntikkannya. Jadi tuan tidak perlu takut jika dia akan kabur lagi!"
"Baiklah aku serahkan sepenuhnya pada anda. Dan ingat jika dia sampai berhasil kabur seperti kemaren maka taruhannya nyawa kamu sendiri apa kamu paham!"tegas pria itu.
"Baik Tuan saya paham!" balas seseorang itu dengan menundukkan kepalanya.
"Baguslah!" ucapnya yang kemudian pria itu bergegas pergi dari hadapannya.
"Tawanan Kita saat ini sangatlah berbahaya. Jika orang ini berhasil kabur kita sendiri yang akan mati ditangannya. Dan sama halnya dengan sebaliknya, jika ceroboh kita juga bakal mati ditangan bos Erlangga.
"Iya yang kamu katakan memang benar. Jadi yang harus kita lakukan sekarang kita harus berhati-hati dan waspada!" timpal teman sebelahnya.
__ADS_1
"Iya aku setuju rencana kamu!" balas pria itu yang kemudian mereka pun pergi.
BERSAMBUNG.