
Aku tidak tau lagi kesalahan apa yang aku perbuat kepadanya kenapa dia sampai segitu membenciku. Bahkan dengan melihatnya memperlakukan aku layaknya seperti seorang pembantu, aku sadar jika anak yang ada dikandunganku ini juga mungkin gak pernah dianggap olehnya.
Apa yang harus aku lakukan sekarang, maafkan aku sayang gara-gara Mama, kamu harus ikut mengalami penderitaan seperti ini, maafkan Mama. Melihat perlaku Mama yang semakin buruk kepadaku haruskah aku mengalah dan mundur dalam peperangan ini.
Sudahlah daripada aku terus menerus memikirkan masalah yang tidak ada habisnya ini, ini akan membuatku tambah semakin terluka. Jadi lebih baik aku lanjutkan lagi perjalananku saja!. Ucapnya yang kemudian dia pun perlahan-lahan memejamkan kedua matanya dan kemudian dia membukanya lagi denga bersamaan nafas yang ia keluarkan.
Mungkin ini keputusan terbaik buatku saat ini, aku gak perduli jika aku harus merawat dan membesarkan anakku sendiri nanti. Karena menurutku kebahagiaanku itu nomer satu. Dan jika aku terus menerus tinggal disana aku takut akan membahayakan janin yang ada dikandunganku ini.
Sayang bantu Mama agar Mama bisa kuat menghadapi setiap cobaan yang akan menghampiri Mama nanti, semoga suatu saat nanti kamu juga akan menjadi anak yang berbakti dan mengerti kondisi Mama sekarang ini. Cukup Mama aja yang menderita.
Karena Mama gak akan pernah membiarkanmu kamu ikut larut dalam penderitaan Mama ini.
Mama sangat menyayangi kamu!. Batin Resya yang sembari mengelus-mengelus perutnya yang masing rata.
Jika kebanyakan seorang yang lagi mengandung muda pasti bawaannya akan berperilaku manja kepada sang Suami tercinta. Dan sebaliknya sang Suami akan memperlalukannya dengan sangat lembut agar sang Istri tercinta tidak menggalami stres mau pun kelelahan.
Tapi apa yang dialami Resya saat ini sangatlah kebalikkan dari kenyataan manis itu yang semua orang rasakan. Boro-boro mendapat perilaku lembut dari sang Suami, mendapat ciuman manis saja ia tidak pernah.
Berjalan tanpa ada tujuan yang pasti telah Resya rasakan saat ini. Dengan menulusuri jalan, rasa lelah tiba-tiba menyerangnya. Kaki yang mulai kram akhirnya mengharuskan dia untuk beristirahat sembari melindunggi hal yang tidak diinginkan yang akan terjadi pada sang janin yang ada didalam rahimnya.
Memutuskan terduduk dikursi halte Bis, Resya akhirnya bisa merasa lega lantaran kedua kakinya yang merasa sangat kram bisa ia istirahat kan sebentar.
Tak lama kemudian ada seseorang yang datang dari arah belakangnya dan memangil dirinya. Karena terkejut ada seseorang yang memangilnya Resya pun lantas menenggok kebelakang. Dan ternyata orang itu seorang wanita yang merasa kasihan dengan kondisi Resya saat ini.
__ADS_1
"Astaga Mbak ini ngagetin aku saja aku kira siapa mbak." Timpal Resya yang kemudian menyuruh wanita yang itu duduk disampingnya.
"Apa yang kamu lakukan disini kenapa kamu terduduk sendiri dan terlihat sangat bersedih. Apa kamu ada masalah?". Tanya wanita itu.
"Tidak, saya tidak ada masalah kok mbak itu hanya perasaan mbak saja." Balas Resya yang tidak bisa menyembunyikan raut wajah kesedihannya.
"Kamu bisa bohonggi aku, tapi kamu tidak bisa bohonggi raut dari wajah kamu yang kamu tunjukkan saat ini. Aku tahu kalau kamu ada masalah, sebagai sama-sama wanita aku mau jadi teman curhatmu. Karena aku lihat kamu itu wanita yang dipenuhi banyak masalah, ingatlah hidup kita itu cuma sekali jadi jangan bersikap pendiam dan terlihat bodoh ketika kita sedang diinjak-injak oleh seorang lelaki kita harus mampu bangkit dan berdiri dan menunjukkan pada laki-laki itu kalau kita bukanlah wanita yang lemah dan mudah tertindas."
"Yang kamu katakan memang benar, tapi aku bukanlah wanita sekuat sepertimu, banyak sekali rintangan hidup yang harus aku jalani. Bahkan aku berfikir wanita sepertiku mungkin tidak cocok untuk bisa merasakan apa arti itu kebahagiaan. Hinaan, siksaan dan kehancuran semua itu sudah aku alami setiap harinya bahkan rasanya aku inggin sekali mengakhiri kehidupanku yang hanya akan diselimuti penderitaan dan air mata yang tak terhenti berapa banyak sudah menetas dan menjatuhi kedua pipiku ini. Tapi aku sadar jika aku melakukan itu aku mungkin akan jadi Wanita yang sangat egois karena hanya mementingkan diri sendiri, sedangkan janin yang ada dikandunganku ini masih membutuhkanku.
"Jadi kamu sedang mengandung, terus dimana Suamimu?". Tanya Wanita itu.
"😠Suami. Aku rasa kata itu sangatlah tidak pantas untuk disebutkan. Suami yang harusnya ada disaat Istri sedang membutuhkan ia malah sama sekali tidak perduli denganku. Baginya aku ini hanyalah Istri yang sangat tidak berguna dan lebih pantasnya Istri sepertiku memang harus silenyapkan simuka bumi ini.
Aku sendiri juga tidak tahu apa yang membuatnya membenciku separah ini padahal jujur aku baru mengenalnya sekali. Dan aku tidak menyangka jika awal pertemuan yang tidak disengaja itu akan jadi awal kehancuran bagiku.
Kini saatnya kamu untuk bangkit dan menunjukkan pada Suamimu kalau kamu itu bukanlah wanita lemah yang mudah ditindas, bangkitlah iya bangkitlah karena itu hanya itu satu cara yang bisa menolongmu sekarang ini, jika dengan cara kebaikkan kamu belum mampu melumpuhkannya masih ada banyak cara yang bisa kamu pakai termasuk mengoda suami kamu sendiri.
Terkejut dengan apa yang dikatakan Wanita ini. Resya pun berganti bertanya balik kepadanya.
"Mengoda?" maksud kamu aku harus mengoda Suamiku sendiri?".
"Iya bagiku itu cara yang terbaik, karena laki-laki jika di rayu aku rasa dia akan mulai luluh, belum lagi jika kamu menunjukkan sifat kamu yang sebenarnya, memang sekarang dia membencimu, tapi ingatlah tidak akan ada yang namanya orang yang bakal membenci seseorang jika tidak ada luka di awalnya.
__ADS_1
Mungkin dia sekarang lagi salah faham denganmu makanya dia sampai membencimu seperti ini. Apalagi dengan adanya calon anak kalian nanti, aku rasa dia perlahan-lahan pasti bisa luluh dan mencintai kamu.
Gunakan anak yang ada dikandungan kamu ini untuk membuat dia berubah menjadi Suami yang lebih baik lagi, aku yakin kamu pasti bisa. Jadi berjuanganlah.
"Jadi maksud kamu?" Kamu inggin aku membuktikannya kalau aku itu tidaklah salah?"
"Iya seperti itu?". jadi semangat dan berjuanglah.
"Makasih ya, kamu itu wanita yang sangat baik terima kasih." Ucap Resya dengan memberikan pelukan pada wanita itu.
Dalam pembahasan mereka yang belum kelar, tiba-tiba dua mobil hitam tiba-tiba berhenti tepat dihadapan mereka. Terkejut dengan siapa yang datang, Resya yang inggin melarikan diri tenaganya pun tak mampu untuk melarikan diri. Dan akhirnya kini ia pun lagi-lagi tertangkap oleh anak buah Richard yang sudah sedari memperhatikannya dari kejauhan.
"Lepaskan aku...lepaskan aku.
"Jangan mencoba berusaha untuk memberontak jika anda tidak inggin kami akan kasar kepadamu, jadi ikut dan masuklah kedalam Mobil." Perintah David dengan tegasnya.
"Gak aku gak mau lepaskan aku...lepaskan aku.."
Mereka yang melebihi tiga orang membuat wanita itu yang melihatnya tidak mampu untuk menolongnya mau pun melakukan sesuatu.
Resya yang sempat melihat kembali kearah Wanita itu, wanita itu pun hanya bisa menggangukkan kepalanya sembari memberi kode atas perkataan yang barusan ia ucapkan tadi.
"Kenapa dia menganganguk kepalanya, apa dia memberi kode kepadaku jika menyuruhku untuk berdiam dan melakukan apa yang ia perintahkan tadi?". Batinnya yang seketika terdiam yang akhirnya mereka pun memasukkannya ke dalam Mobil hitam tersebut.
__ADS_1
"Apa wanita itu mengerti akan kode yang aku tunjukkan tadi, semoga aja dengan cara ini wanita itu bisa terbebas dari jeratan Mafia kejam itu. Sunguh aku merasa kasihan sekali kepadanya, tapi mau gimana lagi, aku tidak mampu untuk menolongnya apalagi berhadapan dengan para Mafia itu. Mendingan sekarang aku pergi dan kasih tahu Revan soal ini!. Batinnya yang kemudian ia pun cabut.
BERSAMBUNG.