
"Akhirnya kasus pembegalan itu segera terungkap jadi lega deh sekarang," ucap Sifa dengan berjalan santai berdampingan bersama ketiga temannya.
" Oh iya sedari tadi kamu mengajak kita pergi memangnya kamu mau bawa kita kemana?" timpal Verrel pada Rasya.
"Kita mendapat perintah dari Kapten jika telah terjadi kasus penipuan yang beberapa kali terjadi di komplek ini. Dan korban yang tak lain adalah calon sepasang kekasih yang ingin melangsungkan pernikahan. Akan tetapi karena adanya kasus penipuan ini mereka rugi besar sekaligus gagal menikah jadi cepat atau lambat kita harus segera menangkap pelaku itu.
"Oh jadi itu alasan kenapa kamu membawa kita kesini, tapi apa kalian tau dimana keberadaan pelakunya sekarang?"
"Iya juga sih tadi kapten hanya memberikan foto dari pelaku, sedangkan tempat dan lokasi pelaku berada saat ini dia tidak menunjukkannya pada kami.
"Berarti itu artinya kita sendiri yang harus mengetahui keberadaan pelaku itu. Apa kita harus membuat si-pelaku itu muncul dengan sendirinya dengan begitu kita bisa menangkapnya.
"Maksudnya?"
"Maksudnya kita beri umpan si pelaku biar pelaku itu keluar dari persembunyiannya.Apa kalian ngerti kan yang aku maksud?"
"Iya kita mengerti, jadi kita harus menjebak pelaku tapi bagaimana caranya
"Kenapa kalian? Kenapa kalian menatap kita seperti itu?"
"Bukan gitu aku cuma punya ide aja kan tugas kita kali ini ada hubungannya sama sepasang kekasih. jadi disini harus ada yang menyamar jadi sepasang kekasih dan aku tidak bisa karena aku sudah punya kekasih terus siwon?"
"Sebenarnya aku juga masih sendiri, tapi ya itu terserah Sifa aja kalau dia setuju.
"Ya kalau soal itu ya terserah aja sih lagian aku juga tidak masalah kok.
"Jangan apa maksud kamu
"Bukan gitu ini kan tugas serius jadi kita tidak boleh menyepelekan karena aku lihat Gibran yang kurang pede untuk jadi tunangan pura-pura Sifa jadi lebih baik aku aja yang jadi tunangan pura-pura dia
"Kenapa kalian semua pada kompak menatapku dengan tatapan seperti itu?"
"Siapa yang kurang pd aku pd banget kok kalau harus jadi tunangannya Sifa oh maksudnya tunangan pura-pura Sifa itu tidak masalah buatku.
"Sudahlah kenapa kalian sekarang malah jadi rebutan mau jadi tunangan pura-pura Sifa sih kan tadi Gibran juga sudah setuju sedangkan Sifa sendiri juga sudah setuju jadi biar mereka ajalah.
"Baiklah tapi ingat kalau nanti ada kegagalan aku tidak mau tangung jawab ya.
"Iya ...iya kamu tenang lagi.
"Kenapa lagi ini? Kenapa aku malah kaya tidak suka jika Sifa harus bersama dengan Gibran tau'ah pusing.
"Apa yang barusan dilakukan Rasya kenapa dia terlihat seolah-olah cemburu kalau aku dekat dengan laki-laki lain. Apa dia beneran cemburu atau mungkin memang ia hanya menjalankan perintah dari pekerjaan ini saja?" batin Sifa yang mencoba menahan senyumannya.
"Sekarang sudah pukul 19:00 jadi cepat ayo kota berangkat?"
"Tunggu kita tunggu Sifa dulu
"Apa? Jadi dari tadi si lemot itu belum juga selesai dandannya?"
"Iya ini udah hampir 1 jam dia berada didalam.
"Woy ...ayo cepat kamu itu lama Banget didalam kamu itu itu sedang berdandan atau sedang pingsan sih di dalam cepat buruan.
"Iya sebentar lagi aku selesai kok
"Ayo cepat ....
"Iya ... iya
Hampir 30 menit Sifa sibuk dengan riasannya, tidak menunggu waktu lama ia akhirnya keluar dari tempat ganti dengan balutan gaun hitam pendek yang sangat cantik.
Setibanya ia keluar tatapan ketiga pria dihadapannya nampak terpukau. Bahkan kedipan mata tak terlihat.
"Astaga kau cantik sekali Sifa ya kan Verrel?"
"Astaga ternyata dia cantik juga kalau berias seperti ini?" batinnya
"Iya yang kamu katakan memang benar Gib, Sifa beneran sangat cantik hari ini. Dan dia sangat berbeda dengan Sifa yang aku kenal kemaren," balas Verrel yang tak henti-hentinya memandang Sifa dengan senyum. Rasya yang melihatnya ia segera menegurnya.
"Hey kau ini tidak bisa ber'sopan santun ya dalam hal pemakaian? Apa kamu tidak sadar pakaian kamu itu terlalu sexy jadi aku minta sama kamu cepat ganti sekarang.
"**** apa kau sakit? Menurut ku dia sopan kok dan pakaiannya juga tidak terlalu terbuka
__ADS_1
"Tetap saja aku tidak suka itu jadi cepat ganti sekarang.
"Astaga kau ini, memangnya kau siapa dia kenapa kau jadi mengatur-atur cara berpakaian dia.
"Heii aku kasih tau ya aku ketua disini jadi jika ada yang tidak beres aku berhak menindak tegas kalian.
"Ketua sejak kapan? Bukannya kita sama aja tidak ada ketua senior mau pun junior disini kita sama aja tapi kenapa kamu malah membuat peraturan baru seperti itu?"
"Udah jangan basa-basi lagi. Dan kamu cepat ganti sekarang atau kamu mau aku sendiri yg menyeret-mu masuk kedalam sana?"
"Iya iya aku akan ganti dasar bawell.
"Cepat sana.
"ya iya bawel.
Keluar dari tempat ganti, lagi-lagi pandangan ketiga Pria itu masih sangat fokus melirik kearahnya dengan tak ada satu pun kedipan mata uang terlihat.
Rasya yang nampak panik dan cemas dengan sendirinya. Lagi-lagi ia menyuruh Sifa untuk berganti lagi tanpa adanya alasan yang sempurna.
"Astaga kau ini harus berapa kali lagi aku bilang kalau pakaian kamu itu terlalu **** apa kamu masih tidak mau mendengarnya juga cepat ganti." perintah Rasya yang sesaat membuat Sifa yang mendengar rasanya darahnya pun mendidih.
"Bodoh amat aku tidak perduli apa kata kamu kalau kita cuma ribet hanya soal pakaian kapan kita akan menjalankan tugas ini. Ayo detektif Gibran dan juga Verrel mendingan sekarang kita langsung pergi aja," ucapannya yang terlebih dulu pergi dari pandangan ketiganya.
"Hei kau tidak mau mendengar-ku? Keras kepala banget dia..
Tidak membutuhkan waktu yang lama. Akhirnya mereka telah sampai disalah satu Restoran Cinta Resto yang lokasinya tidaklah jauh dari kantor kepolisian.
"Untung aja kapten cepat dapat info mengenai si pelaku itu, jadi kita tidak perlu susah payah mencarinya..
"Tapi kira-kira menurut kalian apa rencana ini akan berhasil?"
"Kita berdoa aja.
"Ya sudah ayo detektif Verrel kita masuk sekarang juga.
Dengan mengandeng tangan Verrel. Rasya yang melihatnya ia segera menepis tangan keduanya.
"Astaga kau ini sebenarnya kau itu habis kesedot apa sih. Kenapa perasaan disini kita santai-santai saja tapi kenapa cuma kamu org yang paling ribet sedunia dan suka ngatur-ngatur sudah detektif Verrel kita masuk sekarang juga.
"Oke baiklah ayoo.
Selangkah mereka berdua berniat ingin maju. Langkahnya terhenti setelah Verrel yang tiba-tiba meringis dengan menyebutkan kata jika perutnya sakit.
"Aw perutku?"
"Kamu kenapa detektif Verrel?"
"Tidak tau nih dari tadi aku agak mules aku juga tidak tau kenapa.
"Bagaimana mungkin gak akan mules kalau tadi sore kamu saja makan sambal yang tidak kira-kira jadi gini kan jadinya.
"Tau'ah aku ke-toilet dulu mules nih..
"Terus sekarang dimana dong klu Verrel sakit perut yang akan jadi tunangan pura-pura ku siapa
"Aku aja sudah mendingan sekarang kita langsung masuk aja.
"Kamj tuh apa-apaan sih kenapa kamu memaksa ku banget.
"Sudah jangan banyak omong ayo kita masuk.
"Astaga kau ini apa muka kamu itu tidak bisa dikondisikan apa ya kita sekarang ini lagi menyamar kenapa kamu malah menunjukkan wajah jutek kamu itu apa kamu ingin pelaku mencurigai kita?"
"Detektif sasaran sudah mendekat persiapkan diri kalian ya.
"Baiklah.
"Hey kamu jangan jutek terus sasaran sudah ada disini jadi kita harus pura-pura mesra dihadapan mereka sekarang biar rencana kita berhasil.
"mm ok _l
" Saya sengaja menyuruh kalian untuk berkumpul sini karena ada tugas baru buat kalian, gimana kapten baru mendapat laporan tentang ada nya kasih penipuan terhadap sepasang kekasih yang akan melangsungkan pernikahan. Akan tetapi mereka telah menjadi korban penipuan karena adanya pelaku menyamar sebagai agen prewedding tersebut. Dan saya mau kalian memberantas kasus ini dan menangkap si pelaku itu apa kalian paham.
__ADS_1
"Baik kapten kita paham.
"Bagus cepat jalankan tugas kalian
"Baik kapten.
Sedangkan pelaku yg melihat-melihat situasi disini, pandangan mereka tak henti-hentinya menjalar kesemua arah lantaran mencari target yang tak lain adalah sepasang kekasih yang berniat ingin melakukan prewedding.
"Apa Mama sudah menemukan sasaran yg cocok?
"Belum Pa tapi Mama kayaknya tau siapa yang akan kita jadikan sasaran kita selanjutnya
"Siapa ma?
"Mereka!" menunjuk kearah Rasya dan Sifa
"Kenapa pelaku itu melihat kita apa mereka mencurigai kita?"
"Aku rasa tidak!"
"Sayang kamu hari ini cantik sekali dan aku tidak salah mencari pendamping hidup seperti kamu
"Kenapa lagi ini, kenapa aku sekarang jadi gugup gini dan jantung ku kenapa jantungku berdegup kencang seperti ini ini rasanya kaya mau copot.
"Kenapa aku jadi lega gini ya bisa bertatapan langsung dengan Sifa seperti ini setelah lamanya dulu kita tidak pernah lagi sedekat ini. Astaga apa yang kau pikirkan ini Rasya kamu jangan mengada-ada dia menatapmu seperti ini karena dia hanya bersandiwara dan sandiwara tidak ada niatan lain oke," batin Rasya dengan memegang hatinya sendiri.
"Maaf mas, Mbak kalo saya lihat dari jauh kalian ini sangat romantis banget apa kalian ini sepasang kekasih?"
"Maaf anda siapa ya?"
" Kenalin saya meli dan ini suami saya rahadi kita ini salah satu agen prewedding yang biasanya bertugas untuk mengatasi tentang masalah wedding. Dan kalau saya lihat kalian ini sangat lah cocok kita cuma mau menawari aja jika suatu saat nanti kalian sudah memutuskan untuk menikah kalian bisa menyerahkan semuanya ke kita Insyaallah kita
"Wahh kebetulan banget memang saya dan juga tunangan saya ini kita juga akan segera melangsungkan pernikahan. Akan tetapi kita belum menemukan orang yang cocok untuk acara yang akan kita langsung nanti. Dan kebetulan kita menemukan org seperti kalian, jadi kita bisa bekerja sama dalam hal ini yakan sayang?"..
"Iya sayang aku setuju sama ide kamu jadi apa kalian sudah siap untuk bekerja sama dengan kami nanti.
"Tentu kita setuju banget tapi sebelum itu kita biasanya sebelum menjalankan rencana kerja sama itu, kalian harus terlebih dulu membayar biayanya karena kita perlu bersiap-siap terlebih dulu kan untuk pesta pernikahan besar ini kalian ini kita akan bikin besar-besaran dan n biaya yang harus kalian bayarkan senilai 100 juta apa kalian bersedia?"
"Bagiku uang segitu tidak masalah Tan. Apalagi ini untuk hari istimewa kita jadi tidak masalah jika kita harus mengeluarkan biaya banyak asal semua berjalan sesuai keinginan kita.
"Baiklah saya sangat senang bisa bekerja sama dengan kalian. Kapan kalian akan mentransfer semua biaya itu lebih baik lebih cepat agar kita bisa secepatnya menjalankannya.
"Itu permasalahan Tan, kita tidak pernah mentransfer lewat rekening bank apalagi sudah sering beredar adanya kabar jika ada seseorang yang tidak bertanggung jawab telah menipu banyak orang, jadi kami putuskan mulai sekarang kita tidak lagi menggunakan ATM untuk sementara waktu jadi apa kalian tidak masalah jika besok kita ketemuan lagi biar aku bisa serahkan semua biaya semua itu.
"MMM tidak masalah. Kalian keliatannya orang yang tidak pernah ingkar janji baiklah kapan dan dimana kita akan melakukan pertemuan itu?"
"Mumpung besok hari libur gimana kalau kita ketemuan dia taman Permata tempat ini sangat cocok, belum lagi jarak dari kediaman kita juga sangatlah dekat, kami cukup takut membawa uang sebanyak itu jika jaraknya lumayan jauh jadi kalian gimana setuju kah?"
"Gimana Pah apa Papa setuju?
"Iya saya setuju Ma pukul 08:00 pagi kita berkumpul besok ya.
"Baiklah aku cukup lega sekarang.
"Oh iya ngomong-ngomong kalian ini sudah lama berpacaran?"
"Kita?"
"Iya-lah kalian masak kita. Karena jujur aku perhatikan kalian kayak kurang mesra jika aku perhatian sedari tadi.
"MMM gimana ya menjelaskannya kita bukannya tidak mesra atau jarang romantis. Akan tetapi kita lagi menyesuaikan lokasi dan keadaan sekitar, disini sangat banyak orang jadi kita juga malu jika harus bermesraan ditempat umum.
"Tapi kalian beneran sepasang kekasih dan sudah melangsungkan pertunangan kan?"
"Iya kami memang sepasang kekasih. Dan kita juga sudah bertunangan apa kalian masih tidak percaya juga dengan kita?"
"Iya saya sendiri masih kurang percaya. Dan saya baru akan percaya jika kalian berciuman dihadapan kita semua apa kalian tidak keberatan?"
"Berciuman apa itu harus kita lakukan?"
"Iya itu memang harus apalagi ini demi sebuah bisnis kita jadi gimana kalian setuju kah?"
BERSAMBUNG.
__ADS_1