Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
APAKAH ORANG ITU AKAN MENGAKU


__ADS_3

"Ini semua gara-gara kamu nih coba aja kalau gak pake acara ngerjain mungkin tubuhku gak akan mengalami luka bintik-bintik seperti ini, mana panas lagi gara-gara kena gigit semut rangrang tadi,"


"Masih untung Tuan cuma digigit aja. Lah aku malah tanganku ini aku kaya keseleo belum lagi punggungku ini.


"Lagian salah kamu sendiri," timpal Richard.


Sembari mengolesi luka bintik-bintik merah pakai minyak kayu putih. Pandangan Richard yang tadinya hanya fokus pada luka itu, tak lama pandangannya teralihkan pada satu ekor semut merah itu yang kondisi tidak berdaya sehabis dipijak olehnya.


"Semut rangrang?"ucapnya sembari terus saja memperhatikannya.


"Iya kenapa Tuan apa ini pertama kalinya bagi Tuan menyentuh semut itu?"tanya Gibran yang nampak terheran-heran.


"Bukan!"balas Richard.


"Terus apa?"tanya balik Gibran.


"Satu semut aja gigitannya sangat menyakitkan seperti ini. Jika 100 semut kamu bisa membayangkan kan seperti apa rasa sakit yang diderita oleh seseorang itu?"gumamnya beralih Gibran menatapnya dengan tatapan sedikit bingung.


"Maksud Tuan apa aku kok masih tidak mengerti dengan apa yang Tuan maksud saat ini?"


"Aku punya ide gimana kalau kita gunakan senjata semut ini untuk mencoba memaksa pelaku untuk berkata jujur?"ucap Richard yang akhirnya membuat Gibran tak bisa berkedip.


"Dengan semut ini tapi gimana caranya?"


"Kita culik Ayah Burhan itu, kemudian kita takuti dia dengan ribuan semut yang sudah kita siapkan, kan otomatis orang itu bakalan ketakutan lantaran satu semut saja rasa sakitnya tidak karuan gimana jika ribuan semut siap menyerangnya kamu paham kan maksud aku?"


"Jadi maksud Tuan? Tuan ingin menyiksanya terlebih dulu baru menyuruh pelaku untuk bicara?Tuan, kalau menurutku cara ini tidak seharusnya kita lakukan karena ini sangat berbahaya bukankah selama ini tuan sudah berjanji tidak akan membunuh seseorang tapi cara yang tuan rencana ini bukan hanya membunuh tapi ini menyiksanya secara brutal. Bahkan rasa sakit yang akan diterima pelaku lebih dari mendapatkan tembakan secara bertubi-tubi?"jelas Gibran.


"Astaga aku kira kamu bakal paham dengan apa maksud aku ini. Ingat aku tidak pernah bilang kalau aku ingin membunuhnya. Aku mengunakan senjata semut ini hanya sebatas senjata ancaman untuk membuat pelaku itu angkat bicara hanya itu saja.


"Jadi tuan tidak ingin membunuhnya?"


"Ya jelas tidaklah tidak mungkin aku bakal membunuh seseorang dalam kondisi sekarang Istriku lagi dalam kondisi mengandung, sudah kita lupakan sejenak masalah ini, ini udah malah sudah waktunya kita istirahat


"Baiklah Tuan kita pulang sekarang.


"Ternyata ada untungnya juga Resya mengidam mangga muda jadi aku punya ide dadakan buat ngerjain pelaku itu!"batin Richard dengan tersenyum sinis.


\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_


"Gimana apa permintaan yang aku minta tadi malam sudah kamu laksanakan?"


"Iya Tuan saya sudah memenuhi semua permintaan tuan termasuk mendapatkan semut rangrang sebanyak yang tuan mau.

__ADS_1


"Baguslah kalau gitu, sekarang tinggal kita jalankan tugas kita selanjutnya.


"Baik Tuan kalau untuk menculik pelaku itu saya rasa itu ide yang sangat mudah, tapi yang membuat aku rada-rada takut apa pelaku itu akan takut dengan ancaman yang tuan berikan ini?"


"Soal itu kamu tenang saja aku rasa dia akan takut. Apalagi yang kita tunjukkan padanya bukan hanya 10 ekor semut tapi ini ada jutaan jadi aku rasa dia tidak akan bisa mencoba berbohong lagi pada kita.


"Baiklah kalau tuan Richard sudah seyakin itu.


Mengatur rencana dengan berpura-pura menjadi supir pribadinya. Gibran nampak gagak mengunakan seragam serba hitam dan masker hitam yang sudah menutupi hampir semua wajahnya.


Melihat laki-laki bernama Reyhan yang mulai menghampirinya. Gibran dengan siaga mulai beraktingnya. Memasuki mobil ini, pria itu nampak tak ada rasa curiga yang sedang ia rasakan.


"Pak cepat antarkan saya ketempat perusahan karena ada pertemuan kecil saya dengan seseorang.


"Baik Tuan," balas Gibran tak lama Pria itu tiba-tiba memangilnya.


"Tunggu sejak kapan bapak suaranya jadi beda kaya gitu?" tanya Pria itu.


"Maaf Tuan saya merasa lagi tidak enak badan, saya rasa ini perubahan yang membuat suara saya agak berbeda," balas Gibran dengan santai.


"Apa kamu serius?" tanya Pria itu lagi.


"Iya saya serius Tuan, kalau Tuan tidak percaya apa saya perlu membukakan masker saya?"


"Baik Tuan.


"Sasaran sudah masuk kedalam jebakan jadi sekarang giliran-ku menyemprotkan obat bius ini pada pelaku," batin Gibran, segera ia pun menyemprotkan cairan bening kearah Pelaku yang kemudian membuat Pelaku matang terlihat berkunang-kunang yang akhirnya ia pun jatuh pingsan.


"Tuan pelaku sudah terbius dan sekarang dia tidak sadarkan diri, selanjutnya saya perlu membawanya kemana?"tanya Gibran.


"Cepat bawa dia ke markas ku!" balas Richard.


"Baik Tuan.


\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_


"Kalian siapa kalian kenapa kalian bisa ada disini?"


"Sudahlah aku sudah tidak ada waktu buat ngeladenin omong kosong kamu jadi sekarang anda hanya harus jujur apa benar ada telah menyogok para orang-orang untuk menghilangkan kasus pelecehan yang terjadi disalah satu universitas**** dengan biaya termahal apa benar


"Anda siapa berani sekali anda menculik dan dengan beraninya juga anda menuduh saya seperti itu. Apa kalian tidak tahu siapa aku? Apa anda tidak salah mencari masalah denganku.


"Gibran berikan dia pukulan

__ADS_1


"Baik Tuan.


Bug ...


Bug ...


Bug ...


Beberapa kali pukulan tepat mendarat mengenai wajah mau pun perut pelaku yang akhirnya nampak membuat pelaku sedikit meringis kesakitan.


"Dasar bedebah jadi kalian berani bermain-main denganku dengan cara pengeroyokan seperti ini? Jika kalian jantan cepat buka topeng wajah kalian ayo buka!"


"Omong kosong!"


"Apa anda masih berani untuk melawan kita hanya dengan omong kosong kamu itu? Apa anda masih berani berkata pengeroyokan jika anda sendiri melakukan semua itu lebih kejam dari apa yang aku lakukan ini?"


"Apa maksud kamu?"


"Pertama anda sudah membela orang yang salah. Apa kalian pikir dengan menghilangkan kasus pelecehan itu anda berfikir kasus ini akan tengelam setelah dua tahun lamanya tidak ada orang yang berani menuntaskan masalah ini? Apa anda pikir dengan cara menghilangkan semua jejak termasuk membunuh korban kalian pikir kasus ini akan hilang bagaimana ditelan bumi? Tidak, selama aku masih hidup aku tidak akan membiarkan sekongkolan seperti kalian bisa hidup damai atas penderitaan orang lain itu tidak akan pernah terjadi. Jadi sudahlah aku cukup muak malas ribut dengan anda. Aku bisa saja membunuhmu kali ini juga tapi aku berfikir membunuhmu itu adalah cara yang salah lantaran anda tidak akan merasakan rasa sakit yang dulunya pernah dialami oleh korban jadi sebagai pemanasan maka nikmatilah ini Gibran cepat masukkan dia kedalam ruang kecil berisi semut rangrang itu?"


"Baik Tuan.


"Apa anda sudah gila apa anda sudah gila lepaskan aku! Lepaskan aku!"


"Jangan harap saya akan melepaskan anda, selama saya belum mendapatkan apa yang saya inginkan jangan harap saya akan melepaskan anda anda mengerti!"


"Tidak lepaskan aku! Lepaskan aku, aku berjanji aku akan membunuh kalian semua lepaskan aku.


Mengurung dalam satu tempat bersama ribuan semut rangrang yang berada dalam satu wadah kotak bening yang siap memangsanya. Tatapan pelaku nampak ketakutan.


"Kenapa apa anda sangat ketakutan sekarang?"


"Apa mau anda? Dan siapa anda sebenarnya?"


"Aku bukanlah orang yang tidak penting untuk anda ketahui yang perlu anda lakukan hanyalah berkata jujur apa yang telah anda lakukan selama ini. Baiklah aku sedikit kasihan sama anda jadi cepat beritahu aku alasannya kenapa anda setega itu membela Putra anda yang jelas-jelas salah apa hanya karena takut kehilangan jabatan anda setega ini menghancurkan mimpinya sampai-sampai dengan teganya menghabisi korban tanpa rasa kasihan sedikit pun.


"Iya memang akulah orang yang sudah menyogok mereka untuk menutup kasus itu. Bahkan aku juga yang menyogok Dokter dan juga para Polisi agar bungkam menangani kasus ini karena dengan begitu hidup keluarga -ku akan tenang dan pastinya apa yang kita inginkan sekarang akhirnya telah tercapai yaitu memiliki apapun yang kita inginkan.


"Sangat biadab apa anda juga yang telah membunuhnya?"


"Bukan. Bukan aku yang telah membunuhnya tapi pelaku yang sebenarnya adalah Putraku sendiri.


"Maksud anda?" tanya Richard, tapi Reyhan nampak sinis sembari terus saja menatapnya dengan tatapan tajamnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2