Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
Akankah Richard akan sembuh


__ADS_3

Perjuangan sekaligus rasa sakit yang ia rasakan saat ini tak lagi menjadi alasan, ia tetap akan bersemangat dan tetap tersenyum walaupun usianya tak lagi panjang.


"Bagiku kehidupan yang aku jalani selama ini hanya sebatas kehidupan sandiwara. Bahkan air mataku yang setiap harinya menetes aku sudah menganggap jika air mata itu hanyalah tetesan hujan yang berhasil aku hasilkan dari diriku sendiri.


Tak tahu kapan penderitaan ini akan berakhir, tapi Richard sadar dengan bersabar dan bertawakal ia yakin ia pasti bisa melewati masa sulitnya suatu hari ini. Jika kehidupannya hanya ditakdirkan untuk mendapatkan penderitaan biarlah penyakit yang ia rasakan saat inilah yang menuntunnya menuju kejalan kebahagiaan dengan bertemu kedua orang tuanya di surga nanti.


Sunyi sepi, gelapnya malam, cuaca yang dingin hingga menusuk tulang sum-sum mulai terasa. Jam menunjuk 'kan pukul 24:00 WIB, dimana semua orang sudah sibuk dengan mimpinya masing-masing. Lain halnya dengan Richard ia masih terjaga walaupun malam sudah sangatlah larut.


Sakit pada bagian ginjalnya menjadi alasannya utamanya untuk terjaga, ia hanya memijat perlahan isakan tangisan ia tahan agar tak membangunkan orang-orang tak terkecuali Resya yang sedang tertidur pulas disampingnya .


"Jika kehidupanku sudah ditakdirkan seperti ini, bantulah aku menyembunyikan rasa sakit ini Tuhan. Bantulah aku agar menjadi laki-laki yang lebih kuat agar orang-orang tidak menganggapku sebagai orang yang lemah, bantulah aku berjuang sendiri dalam menyerang rasa sakit ini. Aku tidak perduli sesakit apa rasa sakit yang aku rasakan saat ini, asal jangan sampai aku menunjukkan pada mereka kelemahan ku ini, termasuk pada Wanita yang sangat aku sayangi. Selama ini aku sudah membuatnya sangat menderita jadi jangan bikin aku harus membuatnya menderita lagi, cukup aku yang merasakan semua ini saja cukup aku," batinnya dengan membelai halus pucuk rambut wanita kesayangannya itu.


Ayam berkokok menandakan kegelapan yang penuh misteri telah lenyap.


Matahari mulai menampak 'kan cahayanya, tiada lagi ketakutan embun-embun pagi terlihat di setiap dedaunan.


Jam menunjukkan pukul 04:00 masih sangat pagi, sedangkan langit masih nampak sangat gelap.


Matanya yang mulai terbuka akan tetapi setelah ia bangun ia dikejutkan dengan posisi Richard yang sudah tidak ada lagi diatas ranjang tempat tidurnya.

__ADS_1


Beribu pertanyaan ingin ia tanyakan tapi dengan siapa ia akan bertanya.


"Richard dimana dia kenapa dia tiba-tiba menghilang," gumamnya yang kemudian ia mengambil ponsel yang berada diatas nakas.


"


"


"


Ruangan yang terlihat sedikit redup dengan adanya sinaran cahaya dari beberapa lampu yang menyala tepat diatas berlangsungnya operasi yang dilaksanakan pada hari ini.


Ia kepergian Richard bukanlah karena ia sengaja ingin membuat Resya panik. Akan tetapi ia sengaja pergi dengan cara diam-diam karena ia tidak mau jika kondisinya akan diketahui oleh Resya.


Dan kemudian setelah operasinya selesai, Brangkar yang digunakan Richard berbaring pun akhirnya dipindahkan keruangan IGD untuk mendapat penanganan selanjutnya


Sedangkan Resya yang merasa panik lantaran Richard yang tiba-tiba pergi tanpa berpesan kepadanya. Ia berniat akan mendatangi markas Tayger Lee untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi padanya. Akan tetapi baru juga ia sampai didepan teras rumahnya. Kedatangan Gibran mengejutkan dirinya.


"Gibran apa yang membuat kamu datang kesini?" tanya Resya yang begitu terkejut melihat kehadiran Gibran berlalu Gibran pun membalasnya.

__ADS_1


"Saya sengaja datang kesini saya hanya ingin menyampaikan pesan dari Tuan, kalau Tuan Richard untuk beberapa hari ini ia tidak bisa menemani Nyonya dikarenakan ada tugas dadakan yang harus Tuan jalankan di Amerika jadi saya harap Nyonya mengerti.


"Ke Amerika tapi kenapa dia tidak pernah bilang sebelumnya pada saya?"


"Kalau soal itu kebetulan kabar ini juga sangatlah dadakan. Apalagi melihat kondisi Nyonya kemaren yang sempat drop jadi Tuan tidak ada cara lain selain meninggalkan Nyonya disini. Tapi Nyonya tenang saja sebagai gantinya sayalah yang akan menjaga Nyonya mulai sekarang. Dan selain itu aku juga membawa surat dimana surat ini pemberian Tuan sendiri untuk nyonya.


Lembaran putih telah berada digenggaman-nya. Dengan mata yang mulai berkaca-kaca Resya akhirnya mulai membaca surat pemberian dari Richard sendiri.


✍️ Bintang maafkan aku mungkin apa yang aku lakukan akan membuatmu sangat kecewa dan marah kepadaku. Tapi kamu tenang aja cepat atau lambat aku akan kembali kedalam pelukanmu. Apalagi melihatmu yang tertidur sangatlah pulas dan nyenyak aku tidak tega untuk membangunkan-mu.


Belum lagi ada tugas penting yang harus aku jalankan. Jika aku menundanya ini akan berakibat fatal jadi maafkan aku kalau aku telah membuatmu panik mencari-ku.


Kamu tenang aja besok atau lusa aku mungkin akan kembali lagi, jadi kamu jangan cemaskan itu.


"Richard dia itu kenapa pergi dadakan seperti ini gak pamit lagi. Memangnya sesibuk-sibuknya dia untuk membangunkan-ku iya tidak berani," kesel Resya yang terlihat memanyunkan bibirnya.


"Sudahlah nyonya mungkin Tuan lagi ada masalah penting, besok dia mungkin udah kembali," balas Gibran mencoba meyakinkan Resya.


"Baiklah," balas Resya yang terlihat masih nampak kesal.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2