Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
BAB 58 " BERPASRAH DIRI "


__ADS_3

58


Melihat Sandra yang masih terbaring diatas ranjang dengan keadaan bersantai, Resya yang melihatnya ia pun akhirnya sudah tidak tahan lagi yang kemudian dengan cara paksa ia pun menarik Sandra agar bangkit dari tempat tidurnya.


"Ayo ikut aku!" tegas Resya yang tanpa memberi ampun dia langsung menarik tangan Sandra dengan sangat kasar dan tidak memperdulikan jika Sandra merasa kesakitan akibat cengkraman kasar yang Resya lakukan.


"Apa yang kamu lakukan? Kemana kamu akan membawaku, kenapa kamu membawaku kesini, apa kamu berniat inggin mencelakai ku lagi?"tanya Sandra yang terkejut melihat Resya yang membawanya naik keatas blangkon.


"Diam. Aku sudah cukup bersabar menahan semua ini, aku sudah cukup bersabar menghadapi Wanita licik sepertimu jadi cepat katakanlah padaku, semua ini rencana licik kamu bukan, rencana licik yang kamu gunakan untuk membodohi Richard cepat katakan!" tegas Resya dengan dia yang sengaja mengancam Sandra dengan inggin mencekik Sandra yang dimana belakang Sandra hanyalah pagar pembatas dari blangkon tersebut.


"Resya apa kamu inggin membunuhku sekarang?"tegas Sandra yang terlihat ketakutan melihat Resya terlihat sangatlah marah.


"Jangan banyak bertanya jika kamu tidak inggin aku mendorongmu sekarang, hatiku sudah dipenuhi dengan kebencian dan kekecewaan akan dirimu jadi jangan bikin aku tambah marah dan tak segan-segan akan menyingkirkan mu dari dunia ini. Aku tidak perduli jika Richard akan tambah marah dan membenciku aku tidak perduli dengan semua itu. Karena bagiku dengan melihatmu mati aku sudah cukup tenang karena tidak akan ada lagi orang yang bakal mengganggu hubungan kita lagi jadi cepat katakan jika kamu tidak inggin aku lebih kasar sama kamu cepat katakan!"tegas Resya dengan menunjukkan raut wajah yang dipenuhi dengan amarahnya.


"Iya memang aku sengaja menjebak kamu karena aku inggin mendapatkan Richard seutuhnya tanpa harus berbagi Suami denganmu. Awalnya aku memang sengaja inggin membunuhmu tapi setelah itu aku sadar jika tempat itu terdapat lah Cctv yang pengintai diwilayah tersebut. Sekejab aku pun mendapatkan ide yang dimana didalam kejadian itu seakan-akan kamulah yang sengaja inggin membunuhku dan semua berhasil dengan sangat sempurna bukan? Sekarang rencanaku berhasil dengan sangat sempurna karena aku bisa dengan sangat lega lantaran bisa puas melihatmu menderita dan menderita secara terus menerus. Apalagi Melihat Richard yang sangat membencimu aku tambah semakin semangat untuk menghancurkan hubungan kalian ini."balas Sandra dengan menunjukkan sen sinusnya. Tak terima mendengar perkataan yang barusan dikatakan Sandra, Resya pun akhirnya memberikan satu tamparan tepat mengenai pipi kanan Sandra.


Plak..


"Kamu, berani sekali kamu memukulku!" ucap Sandra yang begitu terkejut lantaran Resya yang dengan beraninya memberikan tamparan itu kepadanya.

__ADS_1


"Kenapa apa kamu inggin mendapatkan pukulan itu lagi dariku rasakan ini."plak"


"Kamu berani sekali kamu menamparku lagi dengan cara terus menerus seperti ini. Rasakan ini!"


Baru aja Sandra inggin menampar Resya dengan tangan kanannya yang sudah melayang dan siap menimpa pipi Resya. Resya yang melihatnya ia lantas langsung menangkap dan mencengkram tangan Sandra dengan sangat kasar lagi.


"Ingat jangan coba-coba kamu berani menyentuhku lagi. Karena aku tidak akan sudi pipiku yang lembut ini akan tersentuh oleh tangan kotor kamu jadi singkirkan itu," bentak Resya yang tanpa aba-aba ia pun langsung menghempaskan tangan Sandra.


"Berani kamu berkata seperti itu. Apa kamu tidak lupa dengan siapa kamu berhadapan sekarang!"


"Kenapa apa aku harus takut ketika berhadapan dengan Wanita ular sepertimu, untuk apa aku harus takut. Ingat Sandra, Resya yang kamu kenal sekarang bukanlah Resya yang dulu yang hanya akan diam dan diam ketika kamu menindasku. Karena yang jelas Resya Yang sekarang telah berubah menjadi Resya yang kuat. Jika kamu menginginkan Richard baiklah ambillah karena aku sudah tidak ingin lagi memperdulikan itu. Karena bagiku dengan adanya anak yang ada dikandungan ku ini, ini sudah membuat semangat baru buatku, jadi, kalian paham kan sekarang!"


"Aku sudah tidak ada waktu lagi untuk meladeni omong kosong kamu jadi dari pada aku harus berada disini dan melihatmu, lebih baik aku pergi!" langkahnya yang kemudian membelakangi Sandra.


"Akhirnya sekarang kamu mengalah juga dari peperangan ini ngomong-ngomong gimana perasaan yang kamu rasakan saat ini. Sesakit apa luka yang kamu rasakan saat ini?"ejek Sandra dengan tawa sinisnya.


Tak tahan dengan ejekan yang dilontarkan Sandra. Resya yang tadinya sudah membelakangi Sandra kini langkahnya pun kembali mengarah kearah Sandra.


Tak lupa tangannya yang hendak akan memberikan satu tamparan pada Sandra, niatnya pun terhenti setelah tiba-tiba seseorang pun datang dan menghalanginya dengan mencengkram tangannya kanannya dan seseorang itu yang tak lain dia adalah Richard.

__ADS_1


"Berani sekali kamu melakukan ini lagi, bukannya aku sudah mempertegas kan ke kamu tapi ternyata ucapanku sama sekali tidak ada artinya bagimu!"bentak Richard dengan memberikan tatapan tajamnya kearah Resya.


"Kenapa aku harus menuruti apa kata kamu, bukannya kamu sendiri yang bilang kalau aku telah memperlakukan dia dengan jahat, jadi sekarang aku sudah membuktikannya jadi untuk apa kamu harus marah sama aku. Bukannya jika kita melakukan sesuatu kita perlu bukti untuk membuktikan dan meyakinkannya dan sekarang aku sudah membuktikannya padamu jadi kamu lega kan sekarang?"balas Resya yang tanpa berkata ia langsung menghempaskan cengkraman Richard darinya.


"Dan kamu Wanita ular, ini kan yang kamu inginkan dari dulu? Sekarang aku mengalah jadi nikmatilah masa-masa kalian, dan kamu Richard aku menyesal karena selama ini aku sudah mencintaimu. Aku juga menyesal karena aku sudah memiliki perasaan ini. Bagiku perasaan ini seperti lah sampah ini. Soal anak yang ada dikandungan aku kamu tenang saja aku pasti bisa membesarkannya sendiri tanpa adanya seorang Suami yang mendampingiku. Terima kasih karena kamu sudah memberikan luka ini dan luka yang aku rasakan ini mungkin aku tidak akan pernah bisa untuk aku melupakannya dan satu hal lagi yang perlu kamu ketahui.


Kemudian Resya pun melepaskan cincin berlian yang melekat disalah satu jari tengah Resya. Setelah berhasil melepaskannya Resya pun kemudian menunjukkannya tepat dihadapannya Richard.


" Dan satu hal lagi yang aku lupa dan harus kamu terima. Karena aku sudah tidak butuh lagi cincin ini karena bagiku cincin ini sudah tidak ada artinya lagi jadi ambillah ini.


Dengan sengaja Resya pun melemparkan cincin tersebut tepat dihadapan Richard. Melihat tindakan apa yang dilakukan Resya saat ini, Richard hanya bisa menatapnya dengan tatapan tajam tanpa ada suara mau pun berlawanan yang dilakukannya.


Tanpa mengucapkan satu kalimat lagi pada Richard, Resya pun akhirnya membalikkan tubuhnya dan membelakangi mereka. Langkahnya pun perlahan-lahan mulai meninggalkan mereka tidak ada ucapan mau pun kata yang terlontar pada mulut Resya dan yang bisa ia lakukan sekarang hanya berjalan dan berjalan menjauhi mereka.


"Richard kenapa kamu hanya diam saja, kenapa kamu tidak mengejarnya?" tanya Sandra yang seketika membuyarkan lamunan Richard yang sedari tadi telah melamunkan sesuatu.


"Sudahlah biarkan saja dia pergi, dia sendiri yang sudah memutuskan jadi untuk apa aku harus mempertahankannya. Jadi sudahlah lupakanlah mendingan kita pergi dari sini sekarang!" ajak Richard yang kemudian Sandra pun menyetujuinya. Sama-sama saling membelakangi Richard dan Sandra pun akhirnya ikut pergi tapi berbeda arah.


"Akhirnya berhasil juga aku menyingkirkan Wanita itu dari Nyonya di Rumah?" batin Sandra dengan tersenyum sinis.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2