
Didalam sebuah ruangan dan Rumah yang sangat besar dan megah situasi Rumah ini yang tadinya damai dan tidak ada suara berisik yang menganggu. Kini situasi damai itu pun berubah menjadi mencekam sesaat Richard dan Resya yang tiba-tiba datang sembawa sebuah kertas putih yang sedang ia bawa, Sandra yang melihat kepulangan Richard ia pun langsung menghampirinya.
"Rich ada apa? Kenapa kamu jam segini sudah ada di rumah Pestanya sudah selesai tapi kok cepat sekali?" tanya Sandra.
"Iya sebenarnya sekarang masih jam acara itu berlangsung, tapi karena aku masih ada keperluan yang sangat mendadak sekarang, jadinya aku pun memutuskan untuk pulang terlebih dulu sekarang?"balas Richard dengan dia yang terus-menerus menatap kearah Sandra.
"Keperluan mendadak? Keperluan apa sayang? Itu surat apa yang kamu bawa itu?"tanya Sandra yang akhirnya membuat Richard pun angkat bicara.
"Ini adalah surat gugatan ceraiku untukmu yang sudah aku buat tadi. Sekarang aku inggin kamu mendatangani surat ini!"balas Richard yang spontan membuat Sandra yang mendengarnya pun terkejut tidak main.
"Apa ini sayang kenapa tiba-tiba kamu akan menceraikan ku?" tanya Sandra dengan wajah tidak mengerti. Setelah ia mendengar perkataan yang barusan Richard katakan barusan.
"Iya karena ini sudah jadi keputusanku, jadi aku mau sekarang kamu cepat tanda tangani surat ini!" pinta Richard dengan tegas dan tak lupa ia pun langsung memberikan sebuah kertas putih tersebut.
"Gak aku gak mau bercerai sama kamu Richard aku sangat mencintai kamu. Aku tidak mau kehilangan kamu? Aku mohon tolong kamu jangan ceraikan aku seperti ini, aku mohon!" ucap Sandra dengan memohon yang kemudian ia pun menatap balik kearah Resya.
"Ada apa dengan kamu sayang? Kemaren kamu sendiri yang sudah sepakat mau bercerai dia. Tapi kenapa kamu malah bersikap seperti ini kepadaku ada apa? Angin apa yang membuatmu sampai mau menceraikan ku, apa yang terjadi dengan mu?"
"Aku mohon Richard tolong kamu jangan ceraikan aku seperti ini, aku janji aku akan melakukan apa aja yang kamu inginkan, asal kamu jangan ceraikan aku, aku mohon!" ucap Sandra dengan dengan menangis berlinang air mata yang tiba-tiba langsung membasahi kedua pipinya. Sedangkan Richard yang melihatnya ia sama sekali tidak memperdulikannya dan hanya terdiam membisu.
Belum juga Richard mengatakan sesuatu pada Sandra, tiba-tiba Sandra pun jatuh pingsan setelah ia yang merasakan pusing yang secara mendadak. Karena terkejut dengan apa yang terjadi pada Sandra sekarang, Resya pun langsung menghampirinya.
BRUAK.
" Sandra bangun Sandra bangunlah?"ucap Resya dengan menepuk pipi Sandra.
"Apa lagi ini?" ucap Richard yang gak ada rasa khawatirnya sama sekali.
"Richard kenapa kamu diam saja, apa kamu tidak tahu Mbak Sandra sedang pingsan sekarang. Cepat kamu bawa dia kerumah sakit?" bentak Resya yang merasa kesal dengan apa yang dilakukan Richard saat ini.
"Astaga Resya, kenapa kamu khawatir gitu sih sama dia, bisa jadi semua ini ide liciknya. Jadi ngapain harus menolongnya segala?"
"Richard?" Bentak Resya yang akhirnya membuat Richard pun menghampirinya.
"Iya...iya?" balas Richard yang kemudian tanpa berkata lagi, ia pun langsung mengangkat tubuh Sandra. Dan segera melarikannya ke Rumah sakit.
Setelah menempuh perjalanan selama 1 jam menuju ke Rumah sakit. Akhirnya tak berselang lama, mereka pun telah sampai juga di Rumah sakit PERMATA INDAH yang dimana letak Rumah sakit itu tak jauh dari kediamannya, setelah Dokter memeriksanya, tak lama Dokter pun keluar.
__ADS_1
"Dok kenapa dengan dia Dok? Apa dia sedang sakit keras? Kenapa dia tiba-tiba bisa jatuh pingsan?" tanya Resya yang mulai mengkhawatirkan keadaan Sandra saat ini.
"Kalian gak perlu khawatir dengannya, dia pingsan seperti ini, sudah jadi hal biasa bagi Wanita yang sedang hamil muda seperti dia?"ucap sang Dokter Laki-laki yang kemudian membuat Richard dan juga Resya pun seketika terkejut.
"Apa?"
"Apa maksud Dokter, dia..dia hamil?" ucap Richard yang tidak mempercayai dengan ucapan yang barusan dikatakan oleh Dokter.
"Iya dia ini sedang mengandung. Dan usia kehamilannya sudah menginjak usia satu bulan, kalau boleh tahu anda siapa? Kelihatannya anda sangat terkejut mendengar kabar kehamilan Wanita ini?" tanya Dokter yang merasa penasaran.
"Saya Suami dari Wanita ini? Saya tidak mengetahui kalau Istri saya ini sedang hamil makanya saya terkejut mendengar kabar ini?"balas Richard mencoba meyakinkan Dokter.
"Oh baiklah kalau seperti itu ceritanya? Ya sudah saya tinggal dulu? Kalian boleh menjenguk Pasien. Karena dia sudah siuman tadi?"
"Baik Dok!"
"Mbak Sandra sedang mengandung anak kandung dari Richard, terus sekarang apa yang akan dia lakukan, apa setelah mengetahui Sandra sedang mengandung apa dia akan tega menceraikannya?"batin Resya yang sembari menatap kearah Richard secara diam-diam, sedangkan Richard yang merasa bingung dengan situasi yang terjadi saat ini.
"Kenapa kejadiannya malah jadi seperti ini, sekarang apa yang harus aku lakukan sekarang. Dan siapa ayah dari anak yang ia kandung sekarang ini. Apa jangan-jangan anak itu adalah anaknya Alex?" batin Richard yang merasa sangat bingung.
"Iya Res?" balas Richard dengan spontan.
"Mendingan kita masuk kedalam aja. Dan kita lihat kondisi mbak Sandra sekarang, Pasti dia sedang menunggu kita disana?" ajak Resya dengan menggandeng tangan Richard.
"Baik ayo?" balas Richard yang kemudian dia pun melangkahkan kakinya untuk memasuki kamar rawat Sandra.
Sesampainya mereka dikamar rawat Sandra, Sandra yang pada saat itu sedang terbaring diatas ranjang Rumah sakit. Dia pun terkejut melihat kehadiran Resya dan juga Richard yang akhirnya membuat Sandra pun seketika langsung memeluk Richard.
"Richard aku bener-bener sangat bahagia sekarang ini, akhirnya setelah lama kita menunggu sekarang aku bisa mengandung anak kamu juga?" ucap Sandra sambil memeluk erat Richard.
"Sudahlah Sandra, kamu pikir aku gak tahu rencana apa yang kamu rencanakan saat ini, apa kamu pikir aku bodoh karena tidak mengetahui semua ide licik kamu ini?"gertak Richard yang kemudian dia pun melepaskan pelukan Sandra secara paksa.
"Apa maksud kamu Richard, aku tidak mengerti?" tanya Sandra dengan wajah bingungnya.
"Sudahlah jujur aja padaku, sebenarnya kamu tidak mengandung kan. Apa yang diucapkan Dokter tadi, semua itu pasti ide licik kamu kan? Ayo katakan, atau mungkin jika kamu hamil itu sebenarnya bukanlah anak kandungku tapi itu anak dari Pria yang jadi selingkuhanmu saat ini yaitu Alex?" gertak Richard yang kemudian membuat Sandra pun terkejut dan tak segan-segan ia pun memberikan satu tamparan untuknya.
"Aku bener-bener tidak tahu, apa sampai segitunya kamu membenciku sekarang Richard Aku memang jahat karena udah melakukan tindakan jahat padamu tapi menyangkut soal kehamilanku ini, aku bener-bener tidak berbohong ataupun merencanakan semua ini. Aku bener-bener mengandung Anak kandung kamu Richard, apa kamu tidak percaya dengan kehamilanku ini?" balas Sandra yang mencoba mengelak perkataan yang diucapkan oleh Richard tadi.
__ADS_1
Apa kamu perlu Dokter kandungan untuk memeriksaku lagi?" biar kamu percaya kalau aku memang sungguh-sungguh sedang mengandung anak kamu saat ini, ayo katakan Rich, ayo katakan apa kamu lupa kita juga sudah sering melakukan hubungan seperti ini tapi kenapa kamu mempermasalahkan soal kehamilanku ini?"
"Maaf aku tidak pernah bermaksud seperti itu?" tapi sifat kamu lah yang membuat diriku bisa berkata seperti itu sama kamu?" balas Richard yang kemudian dia pun memalingkan pandangannya dari Sandra.
"Dan sekarang kamu sudah mengetahui kalau aku saat ini sedang mengandung anak kamu? Apa kamu akan tega untuk menceraikan aku? Apa kamu tidak kasihan dengan anak yang ada dikandungan ku ini?"
"Resya kamu kan juga seorang Wanita. Dan sekarang kamu juga sedang mengandung sekaligus menjadi calon ibu untuk anak yang ada dikandungan kamu ini. Apa kamu tega melihatku jika pada saatnya nanti aku akan melahirkan, tidak ada Richard disampingku.
Dan gimana perasaan anakku nanti, jika dia lahir nanti, dia harus menerima kenyataan jika orang tuanya sudah bercerai. Aku berkata seperti ini sama kamu, karena aku tahu kamu punya hati yang sangat baik, jadi aku mohon bujuk Richard agar dia tidak akan menceraikan ku.
Seenggaknya anggap aja kamu melakukan semua ini untuk anakku jika nanti anak kita sudah besar, aku tidak akan masalah jika kamu akan menceraikan aku Richard. Tapi aku mohon tolong kasih aku kesempatan kedua kali, ini demi anak kita aku mohon. Aku janji aku akan berusaha untuk menjadi orang yang lebih baik lagi aku mohon.
"Richard yang dikatakan Mbak Sandra menang benar, aku tahu yang dia lakukan selama ini memang sangatlah salah, tapi seenggaknya kita bisa kasih dia kesempatan kedua kan? Ini demi anak kamu juga, sebagai seorang Wanita aku mengerti apa yang dirasakan oleh Mbak Sandra sekarang.
Dan dia sangat benci kepadaku itu juga sebenarnya salahku juga. Jika hubungan kita tidak poligami seperti ini, mbak Sandra juga gak akan menjadi orang yang sangat membenciku seperti ini, jadi aku mohon tolong kasih dia kesempatan aku mohon?"
"Aku bener-bener tidak tahu hati kamu itu sebenarnya terbuat dari apa Resya? Kenapa kamu segampang itu memaafkan dia. Jika dia berniat inggin mencelakai kamu gimana nanti?"
"Jika nanti Mbak Sandra bener-bener melakukan itu? Hukuman yang tepat untuk dia adalah hukuman didalam jeruji besi. Dan aku sendirilah yang akan memasukkannya kedalam sel penjara nanti?" tegas Resya.
"Baiklah jika itu memang sudah jadi keputusan kamu, baiklah aku tidak jadi menceraikannya. Dan aku kasih dia waktu 8 bulan lagi, jika nanti anakku sudah lahir. Jangan salahkan aku kalau aku akan langsung menggugat kamu Sandra?"
"Baik Richard aku tidak masalah tentang itu. Sekali lagi terima kasih karena kamu sudah memberiku kesempatan yang kedua. Dan kamu Resya terima kasih ya karena kamu sudah membujuk Richard untuk tidak menceraikan ku. Aku bener-bener sangat bersalah sama kamu Resya , padahal selama ini aku sudah sangat jahat sama kamu, tapi ini balasan kamu tunjukkan ke aku? Sekali lagi terima kasih Res, terima kasih?" ucap Sandra sambil Sandra yang langsung memeluk Resya dengan erat.
"Iya Mbak Sandra tapi aku ada permintaan buat Mbak Sandra?"
"Permintaan, permintaan apa Resya?"
"Kita kan hidup dalam nasib yang sama. Kita juga hidup dalam satu tiang Rumah yang sama, dan Suami yang sama. Aku inggin mulai sekarang kita juga bisa bersikap adil satu sama lain, sekaligus menerima situasi kita saat ini yaitu memiliki satu Suami yang sama. Aku mau kita juga bisa sama-sama menghargai sebagai Istri kedua maupun Istri pertama. Karena aku mau kebencian ini akan berakhir sekarang. Mulai sekarang aku mau tidak ada lagi yang namanya kebencian diantara kita yang ada hanyalah ketulusan dan keikhlasan apa Mbak Sandra tidak keberatan dengan permintaanku ini?"pinta Resya yang akhirnya membuat Sandra pun angkat bicara.
"Aku sama sekali tidak keberatan dengan permintaan kamu ini Resya. Mulai sekarang aku akan berusaha untuk menjadi Wanita yang penyabar dan berhati malaikat seperti kamu sekarang. Aku mau kamu membantuku apa kamu bersedia?" pinta balik Sandra dengan senyumannya.
"Iya aku bersedia membantu kamu Mbak Sandra? Karena ini yang aku inginkan dari dulu?" balas Resya dengan tersenyum.
"Terima kasih Res, terima kasih?" jawab Sandra yang kemudian mereka pun kembali berpelukan.
BERSAMBUNG
__ADS_1