
"Ada apa ini dengan hatiku, kenapa melihat mereka saling bertatapan seperti itu kenapa rasanya hatiku mulai sakit. Apa benar kalau aku benar-benar sudah mulai menyukai Richard. Apa semua itu benar?" batin Sandra yang merasa bingung pada dirinya sendiri.
@ Tuan, mendingan Tuan sekarang segera ke markas ada hal penting yang inggin saya beritahu pada Tuan sekarang?"
"Ada apa dengan Gibran, kenapa dia menyuruhku untuk datang ke Markas. Apa dia sudah menemukan titik terangnya?" batinnya yang seketika terdiam dan melamun, hingga Sandra yang menyadarinya ia lantas berkata.
"Sayang, ada apa?" tanya Sandra dengan menepuk pundak Richard.
"Ini Sandra, Gibran dia baru aja menghubungiku dan mengatakan kalau ada hal penting yang inggin dia sampaikan, jadi aku harus pergi dulu sekarang, kamu gak papa kan kalau aku tinggal"balas Richard yang tanpa berkata lagi, ia pun menggambil sebuah jaket hitamnya.
"Baiklah, gak papa berhati-hatilah!" balas Sandra yang kemudian Richard pun sesekali ia memandang kearah Resya tapi tidak berkata apapun kepadanya. Kemudian ia pun melanjutkan lagi langkahnya.
"Ada apa dengan Richard kenapa dia terlihat gugup seperti itu?" batin Resya yang kemudian Sandra pun menghampirinya.
"Kamu kenapa bersedih seperti itu. Kamu pasti terkejut sekaligus sakit kan karena Richard mengabaikan mu tanpa berpamit terlebih dulu?" sindir Sandra akan tetapi Resya sama sekali tidak menanggapi perkataan yang barusan dikatakan Sandra. Dan berlalu ia pun pergi mengabaikannya.
"Dasar diajak ngomong baik-baik juga malah diabaikan seperti ini, sudahlah mungkin dia lagi mau menenangkan pikirannya dulu?" gumamnya yang terlihat kesal dan berlalu pergi meninggalkan ruangan ini.
*******
"Gibran. Ada apa kenapa kamu menyuruhku untuk datang ke Markas. Apa kamu sudah menemukan titik terang dari permasalahan ini setelah aku menyuruhmu menyelidiki identitas kelima seseorang itu?" tanya Richard setibanya di Markas mereka.
"Iya saya sudah menyelidikinya Tuan. Saya juga sudah menemukan identitas mereka tapi masalahnya dari kelima seseorang itu hanya ada satu orang yang masih menetap tinggal di Jakarta sedangkan yang keempat lainnya mereka sudah pindah ke Negara tetangga, seperti Amerika, Ukraina , Filipina dan Australia Apa perlu kita harus mencarinya ke Negara tetangga juga Tuan?" tanya Gibran yang kemudian Richard pun menimpali pembicaraannya.
"Tidak perlu! Tadi kamu bilang kalau keempat seseorang itu sudah pindah ke Negara lain, sedangkan satunya lagi dia masih menetap di Jakarta, jadi kita masih punya satu sinyal lewat seseorang itu. Apa kamu tahu dimana dan tempat tinggalnya seseorang itu?" tanya Richard yang kemudian Gibran pun menjawabnya.
"Iya Tuan saya sudah mengetahui dimana keberadaan seseorang itu tuan. Dimana saat ini ia tinggal di Jakarta Timur, dan salah satunya beliau itu adalah Ceo terkaya yang sudah memiliki banyak perusahaan dan beberapa aset saham. Kabar baiknya saya mendapat informasi juga jika nanti malam beliau akan mengadakan pesta topeng dan ini saya sudah mendapatkan dua undangan agar Tuan berhasil masuk kedalam Pesta tersebut untuk bisa menyelinap didalam sana. Setelah Tuan berhasil masuk kedalam sana barulah Tuan culik seseorang itu dan kita bisa mengintrogasi orang itu mengenai masa lalu Papa Tuan."
"Baiklah saya setuju dengan ide yang kamu berikan saat ini Gibran."
"Jadi mendingan sekarang Tuan bersiaplah karena Pesta itu akan dimulai pukul 20:00 malam nanti!"
"Baiklah."
"Tunggu Tuan, jika Tuan inggin menghadiri acara itu Tuan harus terlebih mencari pasangan buat Tuan ajak kesana. Akan tetapi Istri Tuan kan ada dua jadi mana yang inggin Tuan ajak kesana?" tanya Gibran.
"Soal itu kamu tenang saja. Aku sudah putuskan kalau aku akan mengajak Resya nanti malam. Karena menurut saya dia pasti bisa diandalkan, sedangkan Sandra jika aku mengajaknya dia yang ada malah akan bertanya yang tidak-tidak.
"Baiklah jika itu sudah jadi keputusan Tuan, saya akan mengabari Tuan untuk misi yang selanjutnya?"
"Baiklah selalu waspada dan kasih tahu aku gerak gerik dari seseorang itu?"
"Baik Tuan!"
*****
"Sayang kamu kenapa lama sekali. Apa kamu ada masalah?" tanya Sandra yang melihat Richard baru aja melangkahkan kakinya memasuki Rumah ini.
"Aku tidak ada masalah kok sayang, hanya saja...."ucap Richard yang tiba-tiba terhenti ditengah jalan.
"Hanya saja apa sayang?" tanya Sandra lagi.
"Ini nanti malam aku ada acara pesta bersama temanku. Aku ingin mengajak Resya untuk menghadiri acara itu bersama denganku, agar adil kepadanya aku langsung bertanya saja sama kamu, pertanyannya apa kamu tidak keberatan jika aku hanya mengajak salah satu dari kalian. Jadi dimana apa kamu tidak keberatan kan? Kamu juga sudah sering aku ajak ke Pesta?" tanya Richard kepada Sandra Akan tetapi mereka berdua malah menatap balik kearah Resya yang baru aja turun dari anak tangga setelah mendengar pembicaraan mereka.
"Richard? Kenapa kamu malah berkata seperti itu sih? Kan pasti sudah sangatlah jelas jika Sandra lah orang yang sangat cocok berdampingan dengan kamu di acara pesta tersebut, jadi kenapa kamu malah berkata yang tidak masuk akal seperti itu?" timpal Mamanya Sandra yang juga tak sengaja mendengar pembicaraan mereka.
"Sedangkan kamu juga tahu sendiri kan kalau Resya itu dia hanyalah Wanita kampung jika kamu mengajaknya yang ada kamu malah akan dibuat malu olehnya nanti?" timpal Mamanya Sandra yang dengan percaya dirinya slalu membanggakan Sandra, tidak perduli akan perasaan orang lain seperti Resya.
__ADS_1
Sedangkan Resya yang mendengar perkataan yang dilontarkan Mamanya Sandra, ia hanya bisa menundukkan kepalanya.
"Sudah-sudah dari pada ada keributan disini biar aku aja yang mengalah, mendingan kamu ajak Resya aja Rich, dia kan butuh Refreshing diri sekaligus menenangkan diri jadi aku gak masalah kok jika Resya yang datang dan mendampingi kamu disana?"
"Baiklah jika itu memang keputusan kamu sayang. Jika kamu sudah setuju akan permintaan aku tadi? Aku akan ajak Resya nanti!" ucap Richard yang akhirnya bisa tersenyum lega. Karena sejujurnya aja Richard juga sangat menginginkannya jika Resya lah yang akan mendampinginya nanti.
Malam harinya mendapat ijin jika Resya lah yang akan mendampingi dia di acara pesta itu, Richard pun merasa sangat senang karena akhirnya dengan cara seperti ini dia bisa menghabiskan waktu berdua bersama dengan Resya.
Sedangkan Resya yang juga ikut senang dalam menyambut acara ini, tapi yang bikin dia bingung dia harus berpenampilan seperti apa ketika menghadiri acara itu. Belum lagi Resya juga tahu jika pastinya orang yang akan menghadiri acara tersebut juga dari kalangan pengusaha kaya raya.
"Aku gak mau mengecewakan Richard dengan penampilan yang agak norak seperti ini, tapi aku harus berpenampilan seperti apa? Karena aku juga sadar bajuku tidak ada yang pantas untuk kalangan pengusaha seperti mereka?" ucap Resya yang merasa sangat bingung. Kemudian tanpa Resya sadari ternyata Richard memperhatikan gerak gerik Resya sedari tadi.
"Kamu kenapa bingung?" tanya Richard yang seketika membuat Resya pun terkejut, menatap kearah Richard.
"Richard? Gak aku gak bingung kok. Aku hanya ...." balas Resya yang bingung harus berkata apa sembari ia yang menyembunyikan sebuah baju yang dia sembunyikan dibalik tubuhnya.
"Apa itu?" tanya Richard yang perlahan-lahan mulai mendekati Resya. Sedangkan Resya yang mulai tegang ia pun mundur dengan cara perlahan-lahan.
"Rich? Apa yang mau kamu lakukan? Apa kamu inggin melakukan hal seperti kemaren?" tanya Resya yang mulai was-was-was ketika Richard mendekatinya dengan cara seperti ini.
"Nanti kamu juga akan tahu!" timpal Richard dengan sedikit tersenyum.
Setelah pandangan mereka semakin dekat. Richard mulai mendekatkan wajahnya. Ia pun memberi tatapan manis pada Resya, merasa tambah lebih dekat dari arah pandangannya akhirnya Resya pun mulai memejamkan matanya.
Akan tetapi ternyata dugaan Resya sangatlah salah. Jika ia tadinya mengira kalau Richard akan menciumnya, ternyata semua dugaan itu sangatlah tidak benar yang ternyata adalah. Niat Richard mendekati Resya itu hanya karena dia inggin mengambil baju yang tadinya telah disembunyikan oleh Resya dari balik tubuhnya.
"Kenapa? Apa yang kamu lakukan, kenapa kamu memejamkan mata kamu seperti itu? Apa kamu sangat menginginkan ciuman itu?"
Bisik Richard yang kemudian membuat Resya seketika membuka matanya dan sedikit salah tingkah sekaligus sedikit menahan malu padanya. Sedangkan Richard ia hanya tersenyum melihat tingkah Resya saat ini.
"Terus ini apa maksudnya? Kenapa kamu menyembunyikannya dariku? Apa kamu malu mengunakan pakaian seperti ini?" tanya Richard pada Resya yang ketika ia berhasil menggambil pakaian itu dari belakang tubuh Resya.
"Bukan aku yang malu, tapi aku hanya tidak mau mengecewakan kamu saja? Aku takut dengan penampilanku yang norak nanti. Aku malah akan membuat kamu malu didepan orang-orang kaya nanti?" balas Resya yang dengan menundukkan pandangan kebawah.
"Baiklah jika kamu tidak mau mengecewakanku kamu ikut aku sekarang!" ajak Richard yang kemudian ia pun mengandeng tangan Resya.
"Kamu mau bawa aku kemana?" tanya Resya dengan wajah penasaran.
"Udahlah nanti kamu juga akan tahu?" balas Richard yang kemudian ia membawa Resya untuk pergi ke suatu tempat.
Setelah menempuh perjalanan selama setengah jam lamanya. Akhirnya mereka sampai juga disalah satu Salon termewah yang letaknya tak jauh dari kediamannya Richard.
Merasa bingung kenapa Richard membawanya kemari, ia pun lantas bertanya.
"Kenapa kamu membawaku kesini? Ini kan salon mahal?" tanya Resya.
"Sudah dari pada kamu banyak bertanya! Mendingan kita masuk saja!" ajak Richard yang kemudian ia pun berbicara pada pemilik salon ini.
"Tante saya titip istri saya ini ya, buat dia secantik mungkin, soal biaya berapapun saya akan membayarnya!" pinta Richard pada salah satu pemilik salon ini.
"Baiklah saya akan merubahnya secantik mungkin, kamu tinggal nunggu hasilnya nanti!" jawab wanita itu kepada Richard.
"Baik Tante saya akan menunggunya?"
********** ******** ******
Setelah sejam lamanya Richard menunggu, tak berapa lama akhirnya pemilik salon pun keluar.
__ADS_1
"Gimana Tante? Apa Tante sudah selesai merias Wanita tadi?" tanya Richard pada wanita tersebut.
"Semuanya sudah teratasi Tuan. Jadi Resya kamu keluarlah?" pinta Wanita tersebut, yang kemudian dengan perlahan Resya pun keluar dari salah satu ruangan ganti itu.
Sedangkan Richard yang ketika melihat Resya yang baru saja keluar dari ruangan tersebut. Dari ujung kaki sampai ke ujung kepala ia pun terkejut ketika melihat perubahan Resya yang berubah menjadi seorang Wanita yang sangatlah cantik. Dengan mengunakan balutan gaun berwarna putih yang menghiasi tubuhnya, ditambah lagi dengan riasannya yang tidak terlalu tebal membuatnya tambah semakin cantik dan anggun.
"Astaga ini beneran Resya? Dia..dia beneran sangatlah cantik?" batin Richard yang kemudian dia pun tersenyum dan akhirnya ia pun perlahan-lahan mulai menghampirinya.
"Dimana menurutmu? Apa aku sangatlah pantas memakai pakaian mahal seperti ini?" tanya Resya yang merasa kurang percaya diri.
"Kamu jangan punya pikiran jika kamu tidak pantas berpakaian seperti ini. Karena walaupun kamu berpakaian yang berharga murah sekalipun kamu akan terlihat tetep cantik. Apalagi kecantikan pertama itu bukan berasal dari wajah tapi berasal dari hati. Apa kamu mengerti?" ucap Richard yang seketika membuat pandangan Resya pun berubah balik menatapnya. Dan tak lupa ia pun berhasil dibuat tersipu malu setelah mendapat pujian dari Richard.
"mmmm iya aku mengerti!" balas Resya yang kemudian ia pun tersenyum kearah Richard .
"Ya sudah karena kita sudah siap, gimana kalau kita berangkat sekarang!"ucap Richard.
"Itu ide bagus!" balas Resya kemudian.
"Tapi kamu berhati-hati ya jalannya, aku tidak mau janin yang ada dikandungan kamu akan terluka nanti?"
"Iya aku akan berhati-hati!"
"Ya sudah kita berangkat!"
"Baiklah ayo!"
Kemudian mereka pun melakukan perjalanan menuju ketempat acara tersebut, setelah perjalanan yang mereka tempuh sekitar setengah jam.
Akhirnya tak berapa lama mereka pun sampai juga di lokasi itu, setelah sampai diparkiran Mobil, sesegera Richard pun keluar dari Mobil terlebih dulu. Yang kemudian hal pertama yang dia lakukan adalah dia membukakan pintu Mobil untuk Resya.
"Silahkan!" ucap Richard sembari membuka pintu tersebut.
"Terima kasih!" jawab Putri dengan tersenyum.
"Ya sudah mari kita masuk?" pinta Richard yang kemudian dia pun meminta Resya untuk mengandeng tangannya itu.
"Hm...baiklah!" balas Resya yang kemudian ia pun mengandeng tangan Richard.
"Terima kasih!" balas Richard dengan membalas senyumannya
Sesampainya Richard dan Resya ditempat pesta itu, mereka pun akhirnya memutuskan akan masuk. Akan tetapi sewaktu mereka yang hendak inggin memasuki gedung tersebut, tiba-tiba mereka dihalangi oleh seseorang yang tak lain orang tersebut adalah Satpam yang mengharuskan setiap tamu yang hendak akan hadir dalam acara ini, harap menyerahkan sebuah undangan terlebih dahulu.
"Maaf Mas, bisa serahkan undangannya terlebih dahulu?" pinta seseorang Satpam pada Richard.
"Undangan baiklah!" balas Richard dengan santai.
Sewaktu Richard yang hendak inggin mengambil undangan, ia pun terkaget lantaran ia lupa tidak membawa undangannya, lantaran ia yang sedari tadi membawa Resya ke salon terlebih dulu.
"Astaga!" ucap Richard dengan muka terkejut.
"Ada apa?" tanya Resya dengan terheran.
"Aku lupa tidak membawa undangan itu?"
"Apa?"balas Resya yang juga ikut terkejut.
BERSAMBUNG
__ADS_1