
"Om lagi memikirkan apa kok pagi-pagi udah melamun aja, ingat Om, om itu masih muda jadi jangan suka melamun tidak baik bagi kesehatan takut ya Om malah kesurupan nanti," balas anak itu dengan cara berbicaranya yang sudah kaya orang dewasa.
"Anak kecil mana tahu urusan orang dewasa sana pergi!" usirnya tapi anak itu tak mau pergi.
"Tidak aku tidak mau pergi. Aku akan pergi sebelum Om kembalikan Bola itu," timpalnya sembari menunjuk kearah bola yang dipegang Rasya.
"Baiklah ambillah dan sekarang pergilah!"usirnya tapi anak itu masih tidak mau pergi.
"Om sudah mengusir-mu tapi kenapa kamu masih aja tetap disini apa lagi yang kamu tunggu?"balas Rasya yang langsung kembali duduk di-kursi.
"Om lagi melamun soal apa sih? Om gak melamun soal Wanita kan?"
"Orang tua kamu kemana kenapa anak kecil kepo seperti mu dibiarin keluyuran. Dan ingat tidak baik menjawab perkataan orang tua kalau tidak lagi bertanya jadi diam-lah!"
"Baik Om," hanya menganggukkan kepalanya.
"Kemana orang tua kamu atau pengasuh kamu?"tanya Rasya, tapi anak itu hanya menggelengkan kepalanya l.
"Hai kamu kenapa hanya diam? Om lagi bertanya padamu?"
"Kan tadi Om sendiri yang nyuruh aku untuk diam!"balasnya spontan.
"Oh iya aku lupa!" balas Rasya dengan menggaruk kepalanya yang tidak sakit.
"Kalau Om lagi patah hati entah karena soal apa, apa Om bisa memandang kearah langit diatas sana?"ucap anak itu sembari menunjuk kearah langit.
"Langit itu?" ucapnya sambil melihat bintang-bintang di langit.
"Apa Om melihat beberapa bintang yang lagi berkumpul diatas sana?"
"Iya aku melihatnya kenapa memangnya?"
"Dan apa Om juga melihat satu Bintang yang sendiri tanpa ada satu bintang pun yang menemaninya?"
"Iya Om melihat kenapa?"
"Harusnya om itu iri pada bintang yang sendiri itu, biar pun dia hanya sendirian tanpa ada satu pun bintang yang mendekatinya,ia mau pun menemaninya ia tetap bisa menjadi bintang yang paling terang dan bersinar diantara semua bintang-bintang disana, jadi harusnya Om juga sama seperti Bintang itu tetap bersinar terang tanpa memikirkan masalah apapun lagi."
"Kamu itu masih kecil tapi kenapa kamu sudah punya pikiran layaknya orang dewasa? Kedua orang tua kamu pasti bangga memiliki kamu yang sangat pandai seperti ini. Oh iya siapa namamu?"
"Om tidak perlu tahu siapa namaku karena Om sudah tahu siapa aku dan keluargaku," balas anak itu dengan tersenyum.
"Om mengenal keluarga kamu tapi kapan? Om tidak melihat siapa-siapa disini? Om juga tidak kenal dengan seperti apa wajah dari kedua orang tua kamu?"balas Rasya nampak penasaran.
"Tapi apa yang ia ucapkan memanglah benar!"
Suara tiba-tiba muncul dan membuat Rasya yang sadar akan suara itu. Ia kemudian berbalik membalikkan tubuhnya kebelakang dan betapa terkejutnya dia saat ia tahu siapa seseorang itu.
"Sifa ...? kamu?"
"Iya Rasya ini aku gimana kabar kamu? Apa kamu baik-baik saja apa kamu masih mengingat-ku?"
"Iya aku masih mengingatmu," balas Sifa hanya bisa tersenyum, sedangkan Rasya berbalik tak menunjukkan senyumannya pada Rasya.
"Jadi anak kecil ini siapa kamu?"tanya Rasya dengan juteknya.
__ADS_1
"Dia itu Rasya adik kecilku," balas Sifa, Rasya yang mendengar ia pun terkejut.
"A ... Adik kecilku maksud kamu dia itu Putra dari Mama dan Papa kamu yang dulu Mama kamu sedang mengandung?"tanya Rasya tidak percaya.
"Iya," balas Sifa nampak hanya bisa tersenyum.
"Pantesan pinter Papanya aja seorang penjahat berhati malaikat," gumamnya dengan sendiri.
"Kamu bicara apa?"tanya Sifa.
"Tidak. Aku tidak lagi bicara apa-apa ya sudah aku mau pergi masih ada urusan yang harus aku selesaikan. Dan untuk Rasya kecil ini akan lebih baik kamu suruh siapa untuk menjaganya takutnya dia akan diculik seseorang," ucap Rasya spontan.
"Kenapa kamu menyuruh orang lain untuk melakukannya, kan ada kamu harusnya kamu yang membantuku untuk menjaganya bukan memerintahkan orang lain," balas Sifa dengan cemberut.
"Maksud kamu? Bukankah kamu akan menikah seorang Pria yang nantinya akan jadi saudari iparnya Rasya kenapa harus aku yang menjaganya aneh-aneh saja!"
"Siapa yang bilang kalau aku akan menikah?"
"Pria bertubuh tinggi layaknya tiang listrik, dia sendiri yang bilang kalau kamu akan menikah dengannya?"
"Ternyata orang seperti-mu bisa juga dibohongi ya, padahal kamu itu seorang calon Polisi yang sudah biasa menuntaskan kasus kejahatan yang bisa membodohi musuh tapi sekarang kamu sendiri yang bodoh karena percaya akan perkataan-ku waktu itu," timpal Pria itu yang tiba-tiba datang.
"Om Gibran kok ada disini?"tanya Sifa.
"Jadi maksudnya bukan dia yang akan menikahi-mu?" tanya Rasya dengan ekspresinya tak percaya.
"Tidak, itu bukan aku, tapi lebih tepatnya orang yang menikah dia adalah Putri dari anak buah Papaku dialah orang melangsungkan pernikahan pada hari itu. Karena kan kamu tahu Papa paling tidak tega melihat orang kesusahan jadi memberikan tempat gratis untuk penyelenggarakan acara resepsi itu. Dan dia adalah paman Gibran apa selama 6 tahun kamu tidak pernah bertemu kamu sudah lupa akan wajah Paman Gibran, dia kan ....
Belum juga Sifa selesai bicara. Satu pelukan akhirnya Rasya berikan pada Wanita yang sudah ada dihadapannya. Tak percaya dengan apa yang ia rasakan saat ini, Rasya yang merasakannya ia hanya bisa mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas apa yang telah ia dapatkan sekarang ini.
"Terima kasih, terima kasih kamu sudah mau menunggu-ku sampai enam tahun lamanya terima kasih," ucapnya dengan memeluk dengan sangat erat.
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_
Kehidupan. Kehidupan di dunia ini memang pada dasarnya selalu ada jalan yang menikung, curam yang harus dengan siaga kita hadapi jika sewaktu-waktu jalanan yang kita tanjak bisa membelokkan kita pada jurang kehancuran.
Terima kasih Tuhan. Terima kasih karena engkau telah menunjukkan sisi Baiknya seseorang seperti Rasya. Terima kasih karena engkau telah menyadarkan dia akan arti kehidupan yang sesungguhnya terima kasih.
Wajah bahagia telah terpancar dari keduanya. Suka duka telah mereka rasakan selama ini. Dan cinta sejati? Mereka telah membuktikan jika cinta sejati akan tahu kemana dan dimana hati itu akan pulang pada tempat asalnya.
Siapa sangka kehancuran, kebencian dan keegoisan yang selama ini terjadi pada mereka akan berbalik menjadi hubungan yang mengerti akan perjuangan dan kehilangan satu sama lain. Menunggu hinga 6 tahun lamanya ternyata telah membukakan dan memperlihatkan hubungan sepasang kekasih yang telah lama berpisah.
Bahkan bisa dibilang hubungan yang sudah berada dititik kehancuran itu pun berbalik menjadi satu ikatan yang akhirnya membuat keduanya memilih untuk menjalin hubungan kembali.
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_
Pernak-pernik khas hiasan pernikahan mengitari gedung mewah itu, bunga-bunga tampak segar tertata rapi di sekitar ruangan.
Hari sudah menjelang pagi, sayup-sayup terdengar suara angin di luar sana. Tampaknya, langit hari ini pun mengerti akan hari bahagia yang sudah mereka tunggu sejak sedari dulu.
Berbalut gaun putih yang menjulang sangat panjang, Sifa yang mengenakannya nampak sangat cantik, nan sangat indah untuk dipandang.
Dari jarak depan terdapat-lah Rasya yang sudah menanti akan kehadiran Sifa yang sebagai calon Istrinya.
Berbalut jas berwarna putih membuat akan ketampanan yang dimiliki Rasya semakin nampak sangat tampan.
__ADS_1
Berhadapan satu sama lain, pandangan keduanya nampak saling bersahutan menatap kearah satu sama lain dengan senyuman keduanya yang sudah menantikan hari bahagia ini sejak sekian lama.
Ijab kabul yang akhirnya diucapkan oleh Rasya telah membuktikan jika keduanya sudah sah menjadi sepasang Suami-istri.
Memasangkan cincin berlian dijari tengah Sifa, tak lama Sifa kembali melakukan itu berbalik dengan apa yang Rasya lakukan barusan.
Wajah keduanya berbinar-binar, diselimuti wajah kebahagian yang tidak bisa lagi dibohongi kedua sepasang pengantin baru ini.
Tangan mau pun tubuh yang serasa kaku bahkan seperti tidak ada tenaga yang membopong. Kini tubuhnya seketika bertenaga setelah seseorang yang berada dihadapannya memberikan pelukan hangat untuknya.
Dekapan yang Rasya lakukan mempererat pelukan pada lekuk tubuh Sifa membuat Sifa berbalik dan membalas pelukan hangat tersebut.
Berlinang air mata dengan dilihat banyak orang yang menyaksikan pertemuan ini membuat mereka ikut terharu. Dan benih-benih tetesan air mata tidak bisa lagi untuk mereka pendam.
Berjalan kedalam kamar serba putih. Melihat Sifa yang sudah bersiaga diatas ranjang dengan balutan piyama yang terlihat seksi jika dipandangnya.Rasya serasa puas dan bergairah melihat sang istri yang sudah membaringkan tubuhnya diatas ranjang.
"Apa kamu sudah berani menggodaku?"ledek Rasya dengan kedua tangannya yang ia lipatkan kedepan.
Perlahan-lahan langkah kaki Rasya pun mulai mendekati kearah Sifa. Tatapannya yang semakin menjadi sesaat ia memperhatikan bibir mungil yang dimiliki Gadis cantik yang sudah berada dihadapannya, tidak tahu perasaan apa yang dirasakan Rasya saat ini, ia tambah semakin mendekat lagi ... Dan lagi.
Ikut merebahkan tubuhnya diatas ranjang dan menindihnya tepat diatasnya. Rasya merasa sangat puas jika setengah lagi ia akan bisa menguasai istri tercinta dengan sepenuhnya.
Sifa yang menyadari jika rasya tambah semakin mendekati dirinya. Dan tak segan-segan ingin melahapnya secara habis-habisan.
Dan melihat Rasya yang berniat inggin menciumnya, lantas Sifa dengan sigap ia langsung merangkul pundak Rasya dengan pandangannya yang sudah bersiap.
Pandangan Rasya yang sedari tadi hanya tersenyum licik dan memainkan bibirnya hingga berhasil menghisap l3h3r Istrinya secara ba*i buta.
"Aw, kamu? Kenapa kamu mengigit-ku?" tanya Sifa dengan tatapan manjanya.
"Maafkan aku sayang. Aku janji setelah ini aku tidak akan melukaimu lagi," balasnya dengan senyumannya.
Tak sampai disitu tangannya mulai nakal hingga melepaskan satu persatu resleting yang berada dalam ikatan piyama sang istri. Memandang sebuah pemandangan yang jarang ia lihat, ia nampak hanya tersenyum manis.
"Apa kamu sudah siap sayang?" tanya Rasya mencoba meyakinkannya.
"Iya aku sudah siap tapi bisakah kamu pelan-pelan," balasnya yang sedikit malu.
"Kamu tenang saja aku tidak akan menyakitimu sayang. Aku janji," balas Rasya yang kemudian ia pun mematikan lampu meja yang berada diatas nakas sampingnya.
Menarik selimut hingga menutupi sekujur tubuh mereka. Gempa yang berada diatas ranjang nampak akan terjadi
SENSOR
Pagi yang cerah telah terlihat telah menampakkan sinarnya hinga menembus gorden jendela. Sedangkan Sifa yang perlahan-lahan mulai menggerakkan badannya, sekaligus membuka matanya dia merasa seperti ada yang memeluk tubuhnya itu. membuka matanya secara perlahan sambil mengumpulkan nyawanya. Hampir saja dia berteriak saking kagetnya ia menyadari jika masih ada Rasya yang tertidur pulas menghadapnya sambil memeluk pinggang Sifa dengan cukup erat.
Aku sangat bahagia akhirnya kebahagiaan ku yang sesungguhnya telah kembali menghampiri-ku. Dulu aku pernah kehilangan Papa dan Silvi dan mengira jika mereka telah pergi meninggalkan kita semua, tapi semua itu ternyata hanyalah cobaan yang harus aku hadapi bersama dengan Mama. Aku sangat beruntung memiliki seorang Ibu yang sangat kuat biar pun sudah berapa banyak rintangan yang sudah ia hadapi sebelum aku dilahirkan ke-dunia ini.
Dan yang terakhir dia? Laki-laki yang sangat aku cintai dan pertama bagi diri-ku mengenal akan cinta dan seorang laki-laki yang sangat tulus mencintai dan mau menerima semua kekuranganku. Biar pun hubungan kita layaknya seperti layangan putus yang mampu untuk disambungkan ketika ditengah-tengah jalan terputus tanpa sebab. Aku sadar semua itu terjadi karena Tuhan lagi menguji akan kemampuan dan ketulusan dua hati kita masing-masing dan sekarang kita sudah melewati ujian itu.
Kamu pangeran yang aku sangat cintai. Aku sangat mencintaimu dan aku berharap kamu mampu menjadikan-ku sebagai Ratu didalam hidupmu hinga sampai akhir hayat mu.
Satu kecupan telah dilontarkan Sifa pada Suami tercintanya, satu kecupan yang mungkin mampu mempererat akan hubungan keduanya.
Dan aku SIFA dan RASYA sudah membuktikan semua ketulusan kita dan sekarang giliran kalian yang harus membuktikan akan ketulusan kalian terdapat pasangan kalian sampai jumpa lagi 😘 😘
__ADS_1
❤️❤️❤️HAPPY ANDING❤️❤️❤️
🥰🥰SAMPAI JUMPA LAGI 🥰🥰