
Ruangan yang terlihat sepi dan hanya ada satu orang yang terbaring diatas brangkar rumah sakit. Tak lama seseorang itu nampak terbangun dari tidurnya.
"Ada dimana aku ini, kenapa aku bisa ada disini?" gumamnya kemudian ia mengingat akan kejadian penculik-kan.
"iya aku ingat tadi Sandra menculik-ku tapi kenapa sekarang aku sudah ada disini. Dan siapa yang menolong-ku?" tanyanya pada dirinya sendiri.
Merasa bingung dengan apa yang dia alami. Tak lama langkah seseorang mulai menghampirinya. Dengan terperanjat kaget ia kemudian memalingkan pandangannya pada seseorang itu.
"Kamu? Untuk apa kamu datang dan menjengukku apa kamu senang lihat aku menderita dan terluka seperti ini?" tanya Resya akan tetapi belum ia selesai berkata. Tamparan tepat mengenai pipi kanannya.
"Kamu? Apa yang kamu lakukan kenapa kamu menamparku? Punya hak apa kamu bisa melakukan tindakan ini padaku?"gertak Resya akan tetapi Nurma hanya membalasnya dengan senyuman terpaksa-nya.
"Ternyata anda masih sama aja seperti dulu. Anda sangatlah bodoh! Iya itulah kata yang cocok untuk anda dapatkan saat ini.
"Apa maksudmu?"tegas Resya.
"Baiklah apa kamu tahu siapa aku? Baiklah yang pertama aku bakal kasih tahu aku bukanlah wanita ****** yang anda kira telah merusak hubungan rumah tangga kalian. Tapi aku? Aku adalah Nurma! Cucu kandung dari Bibik Minah asisten rumah tangga yang pernah kerja di keluarga Richard sejak kecil. Apa kamu tahu apa yang membuat Richard bersikap kasar dan berbeda dengan mu, apa kamu tahu?"
"Dan jika disini ada orang yang harus disalahkan itu bukanlah Richard tapi itu anda sendiri. Apa anda tahu apa sedang diderita oleh Suami anda? Apa anda tahu pengorbanan apa yang selama ini telah ia lakukan untuk anda? Dia sekarang lagi kritis, bahkan hidupnya kemungkinan tidak akan lama apa anda puas sekarang! Ini kan yang anda inginkan?"
"Apa maksud kamu?"timpal Resya yang seketika ingin bertanya-tanya.
"Dia sekarang lagi ada di Rumah sakit, kondisinya sangat kritis lantaran kemaren dia lebih memilih menolong nyawa kamu dari pada menyelematkan dirinya sendiri!"
"Apa kamu tahu pengorbanan apa yang telah ia lakukan untukmu? Tusukan? bahkan tembakan telah menghancurkan dirinya. Semua itu terjadi karena siapa? Karena kamu! Karena dia lebih memilih menyelamatkan kamu daripada harus menyelematkan dirinya sendiri. Dan apa kamu tahu apa yang membuatnya menjadi berubah kasar sama kamu? Akibat kecelakaan kemaren ia harus mengalami luka tusukan yang parah di bagian ginjal kirinya alhasil sekarang ia hanya hidup dalam satu ginjal yang dimilikinya setelah mendengar dan melihat semua pengorbanan Richard pada anda apa kamu masih akan membencinya?"
__ADS_1
"Dimana dia sekarang?" tanya Resya dengan pandangannya yang tidak percaya dengan apa barusan dikatakan Nurma saat ini.
"Sekarang dia berada di ruangan 57 ruangan khusus pasien!"
Tak memperdulikan Nurma yang masih menjelaskannya. Dengan langkah cepat segera Resya turun dari atas brangkar dan segera mencari ruangan dimana Richard dirawat saat ini.
Baru juga ia melangkahkan kakinya didepan pintu, wajah Resya yang tadinya sudah terlihat sangatlah panik , kini ekpresi wajah Resya pun seketika berubah memerah. Setelah ia melihat dengan kedua matanya sendiri, siapa orang yang terbaring lemas diatas brankar rumah sakit ini.
Seseorang yang dalam kondisi sudah tidak berdaya terbaring lemas dengan wajah yang sedikit pucat. Beberapa selang yang sudah tertempel pada tubuh Richard sendiri.
Beberapa langkah ia berhasil menginjakkan kakinya memasuki ruangan ini. Air matanya tidak berhenti mengalir mengingat akan kejadian dan perilaku yang selama ini dilakukan Richard nyatanya sebanding dengan perasaan hancur yang ia rasakan saat ini.
Raut wajah pucat terlihat jelas nampak dari wajah Richard. Biar pun kedua mata yang sudah terpejam ia masih terlihat sangatlah tampan.
"Richard, tidak ini tidak mungkin apa yang aku lihat ini pasti tidak mungkin. Richard kenapa kamu sangat bodoh kenapa kamu sangat bodoh sampai rela mengorbankan nyawa kamu seperti ini katakan ini tidak mungkin kan?"
"Aku mohon Richard sadarlah aku mohon. Aku tidak akan memaafkan diriku sendiri kalau terjadi sesuatu sama kamu, jadi aku mohon maafkan aku! Maafkan aku!"
Beberapa kata yang berhasil ia ucapkan. Melihat seseorang yang ia duga sangatlah jahat kepadanya terbaring lemas tidak berdaya. Air mata Resya tak henti-hentinya menetes hinga akhirnya tak lama rasa lega ia rasakan setelah salah satu jemari Richard yang perlahan-lahan mulai bergerak. Kelopak matanya yang mulai terbuka dengan secara perlahan-lahan.
"Richard kamu sudah bangun, kamu ...beneran sudah bangun?" gumamnya yang kemudian Richard memberikan tatapan terkejutnya pada Resya.
"Resya, kamu ngapain ada disini?"
"Richard, kamu ...kamu sudah sadar? Apa yang kamu rasakan saat ini. Apa kamu pusing? Apa kamu capek apa yang kamu rasakan sakit saat ini," tanyanya yang terus berkata tanpa terhenti.
__ADS_1
"Resya cukup! Apa maksud kamu? Aku tidak mengerti apa yang kamu maksud tadi. Dan kenapa kamu bisa ada disini bukannya kita sudah tidak ada hubungan lagi. Kenapa sekarang kamu ada disini. Aku tidak mau kamu ada disini jadi mendingan kamu pergilah, kamu pergi saja karena aku sudah tidak membutuhkan kamu lagi, pergi!" usirnya dengan mengalihkan pandangannya.
"Berhenti Richard! Berhenti, kamu sekarang sudah tidak perlu lagi berusaha untuk menjauhi aku. Dan kamu juga sudah tidak perlu lagi untuk berakting lagi didepan-ku karena aku sudah mengetahui semuanya. Aku sudah mengetahui kalau kamu sekarang hanya mempunyai satu ginjal dan hidup kamu? Karena penyakit kamu ini kamu menjadi berubah dan kamu berusaha untuk menjauhi aku, karena kamu tidak inggin jika aku sampai mengetahui penyakit kamu ini kan?"Sedangkan Richard pun terkejut mendengar ucapan Resya barusan.
"Kamu sudah mengetahui semuanya? Jangan bilang kamu sudah tau tentang kondisiku saat ini?"
"Iya aku sudah mengetahui semuanya."
"Terus apa yang kamu lakukan disini. Kamu sudah mengetahui semuanya terus kenapa kamu tidak mencari laki-laki yang lebih tampan dan lebih sempurna dan tidak penyakit'an seperti-ku Kenapa?"
Tanpa berkata sepatah kata lagi, Resya yang mendengar ucapan Richard ia apapun memberikan satu tamparan padanya .
"Tega sekali kamu! Kamu pikir aku wanita yang matre karena hanya butuh disaat senang saja. Apa kamu pikir dengan aku tahu kondisi kamu yang lemah ini. Aku akan ninggalin kamu dan mencari laki-laki yang lebih kaya raya dari kamu! Apa itu yang ada dipikiran kamu. Baiklah jika itu yang ada dipikiran kamu dan yang kamu ingin aku pergi, baiklah aku akan pergi!"
Niatnya yang selangkah akan pergi meninggalkannya. Richard yang mendengar perkataan Resya ia langsung menarik tangan Resya dan mendekapnya.
"Aku mohon tolong kamu jangan tinggalkan aku, aku mohon!"
"Jadi kamu?"
"Aku harap kamu mau memaafkan ku atas perbuatan dan perilaku yang selama ini aku telah lakukan sama kamu. Aku hanya tidak tahu apa yang harus aku lakukan dengan kondisiku yang lemah ini, maafkan aku! Maafkan aku!"
"Aku tahu, aku mengerti dengan keadaan yang kamu rasakan saat ini, tapi kamu harus tahu kalau kamu tidak sendirian. Aku akan slalu ada disamping kamu, aku tidak perduli jika kondisi kamu seperti ini. Aku tidak perduli. Karena yang aku pikirkan sekarang aku hanya mencintai kamu dan aku tidak mau kehilangan kamu, aku tidak mau kamu pergi ninggalin aku dan calon anak kita aku tidak mau!"
"Terima kasih ya Resya, terima kasih karena kamu sudah mengerti dengan kondisi ku saat ini terima kasih," balas Richard yang kemudian ia memeluk Resya lagi.
__ADS_1
BERSAMBUNG.