
Membantu Sifa masuk kedalam mobil Rasya. Pandangan keduanya tak terlihat saling bersahutan, Sifa yang terus saja menatap Rasya tanpa ia sadari, sedangkan Rasya yang masih sibuk dengan setir mobil yang sedang digenggamnya.
"Kenapa kamu hanya diam saja?"tanya Sifa.
"Terus kenapa kalau aku hanya diam, apa itu masalah buat kamu?"balas Rasya secara singkat.
"Tidak, bukan seperti itu, oh iya sekali lagi terima kasih atas bantuan kamu tadi jujur jika tadi kamu tidak datang tepat waktu aku tidak tahu apa yang akan terjadi jadi sekali lagi terima kasih.
"Syukurlah kalau kamu sudah mulai ada perubahan.
"Perubahan apa maksud kamu?"tanya balik Sifa
"Ya perubahan untuk mementingkan keselamatan sendiri, bukankah kamu itu orangnya bisa dibilang lebih mementingkan orang lain dari pada diri kamu sendiri sudahlah jangan dibahas lagi aku malas untuk membahasnya.
"Baiklah aku tidak akan membahas lagi.
Perjalanan yang tidak membutuhkan waktu yang lama Rasya akhirnya sampai tepat didepan kediaman Sifa. Segera turun dari mobil, Sifa terlebih dulu berkata terima kasih untuknya.
__ADS_1
"Sekali lagi terima kasih karena kamu udah mau mengantarku pulang. Ini sudah malam jadi berhati-hatilah.
"Baiklah kalau gitu aku pulang dulu.
"Baiklah.
Membuka pintu secara perlahan, berjalan layaknya seorang pencuri yang sedang mengamati suasana aman. Sifa yang sudah sampai didepan pintu kamarnya ia akhirnya merasa lega lantaran kedua orang tuanya tidak ada yang menyadari jika dirinya baru pulang.
Setelah menyalakan lampu kamar, ia dikejutkan dengan adanya Papanya yang ternyata sudah siaga dibelakang pintu dengan ekpresi wajah cukup menegangkan.
Terkejut tidak main Sifa yang mengetahuinya ia seketika tersungkur ke-kasur berbarengan dengan teriakannya.
"Kenapa kamu jam segini baru pulang?" tegas Richard, Sifa yang mendengarnya ia mengalihkan pandangannya.
"Hey seseorang yang sedang berbicara dengan-mu ada dihadapan-mu kenapa kamu malah melirik kearah kursi itu apa kamu menyamakan Papa dengan kursi belajar kamu?" tegasnya lagi.
"Ist Papa ini udah ya jangan marah ini udah malam waktunya tidur jadi cepat tidur ya ...ya ...," perintah Sifa yang mendorong Papanya untuk mau keluar dari dalam kamarnya tapi Papanya menolak.
__ADS_1
"Papa baru akan pergi kalau kamu memberitahu Papa soal petunjuk apa yang kamu dapatkan dari sana sampai-sampai kamu pulang selarut ini?"
"Baiklah Sifa bakal jelasan ke Papa. Dan ini Pa tadi aku dan juga Rasya sudah menemukan data diri dari beberapa mahasiswa yang pernah menempuh pendidikan seangkatan dengan korban itu. Jadi aku rasa kita bisa menemukan titik terang melalui kelima orang ini?"
"Bisa Papa lihat data dari mereka?"
"Ini Pa!"
"Kamu tenang saja besok Papa akan menyuruh anak buah Papa untuk mencari tahu identitas dari kelima orang ini. Atau perlu Papa akan gunakan cara sedikit licik yaitu menculiknya.
"Apa Papa serius ini tidak terlalu berbahaya?"
"Tidak sayang Papa hanya ingin bertanya saja pada mereka. Karena jika hanya bertanya tanpa menekannya Papa rasa usaha ini akan sia-sia saja.
"Baiklah kalau itu sudah jadi rencana Papa Sifa akan ikuti semua rencana Papa
"Baiklah ya sudah kamu pasti kecapean cepat pergi ke-kamar dan istirahatlah.
__ADS_1
"Baik Pa.
BERSAMBUNG.