Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
BAB 34.


__ADS_3

" Selamat pagi sayang?" ucap Sandra yang tiba-tiba merangkul pundak Richard dari belakang.


"Apa yang dilakukan wanita licik ini, tahan Richard untuk saat ini kamu harus tahan emosi dan amarah kamu ke dia. Ingat masih ada kasus yang belum terpecahkan jadi berpura-pura lah menjadi Richard yang dulu, Richard yang selalu emosi dan terlihat bodoh dimatanya,"batin Richard yang mengepal tangannya.


"Sayang kamu kok diam sih aku kan sedang berbicara denganmu?"tanya Sandra lagi.


"Maaf sayang aku terkejut tadi makanya aku belum sempat mengatakan apa-apa?"balas Richard yang tanpa mau berbasa-basi.


"Sayang, ponsel aku kemaren dijambret oleh seseorang jadinya sekarang aku tidak punya ponsel buat alat berkomunikasi lagi?"


"Kamu dijambret, tapi kamu gak terluka kan?"


"Kamu tenang saja aku tidak terluka sedikit pun kok. Karena penjambret itu hanya merampas ponselku saja.


"Ya sudah kalau gitu kamu jangan pikirkan soal itu, nanti kita kita beli yang lebih mahal lagi ya.


"Kamu serius sayang?"


"Iya aku serius."


"Terima kasih ya sayang kamu itu memang Suami yang paling pengertian,"balas Sandra dengan mengecup pipi Richard.


"Iya aku memang Suami yang paling pengertian. Dan kamu Istri yang tidak tahu diri dan bermuka ular!"batin Richard dengan menunjukkan senyuman sinisnya.


Dalam pembicaraan mereka yang hendak akan melakukan sarapan pagi. Tiba-tiba suara ketokan pintu pun terdengar dari luar pintu.


"Sayang siapa yang mengetok pintu pagi-pagi gini apa kamu ada masalah?"tanya Sandra dengan ekpresi wajah penasaran.


"Biar saya yang membukanya Tuan?"timpal Bibik yang kemudian ia pun berjalan menuju pintu depan.


"Baik Bik."


Cklekk.


"Maaf kalian cari siapa ya?"tanya Bibik pada ketiga petugas laki-laki berkumis cukup tebal.


"Maaf apa benar ini dari kediaman Tuan Richard?"tanya salah satu dari seseorang itu.


"Iya benar ini kediaman Tuan Richard, kenapa?"tanyanya lagi.


"Bisa panggilkan beliau?"perintah salah satu petugas.


"Baik saya akan panggilkan, mohon tunggu sebentar!"


"Baiklah!"

__ADS_1


"Maaf Tuan ada beberapa petugas yang mencari Tuan.?"ucap Bibik yang menghampiri Richard disalah satu kursi meja makan.


"Petugas, kamu sedang memangil beberapa petugas sayang?"tanya Sandra.


"Iya aku memang memangilnya kamu kan tahu kalau sekarang itu lagi musimnya demam berdarah, jadi aku sengaja menyuruh mereka untuk menyemprot desinfektan pada seluruh ruangan Rumah ini apa lagi melihat wajah kamu kemaren ada bekas gigitan nyamuk dan bentolan merah jadi aku takut kalau kamu harus menggalami luka gigitan lagi jika aku tidak segera memangil petugas kesini,"cela Richard.


"Sayang kamu itu romantis Banget sih, aku jadi terharu?"ucap Sandra yang mulai tersipu malu.


"Kenapa setiap kali melihat mereka mesra seperti ini kenapa hatiku rasanya jadi sakit ya? Apa mungkin perlahan-lahan aku sudah mulai menaruh perasaan kepadanya. Apa keinginanku yang juga inggin diperlakukan dengan lembut dan penuh dengan perhatian apa semua itu hanya akan jadi mimpi, mimpi yang tidak akan pernah tercapai.


Batin Resya dengan raut wajah yang terlihat sedih, air matanya yang rasanya inggin terjatuh tapi ia tahan dengan perasaan sedikit terluka akhirnya tanpa berkata mau pun mengatakan sesuatu, Resya yang baru aja hendak akan pergi meninggalkan tempat ini. Tiba-tiba Richard pun menarik tangannya dan menghalanginya.


"Siapa yang menyuruhmu untuk pergi, kita semua akan pergi jadi mau kemana kamu dan apa kamu berfikir kalau aku akan melepaskan mu begitu saja? Tidak, itu tidak akan mungkin, jika aku lakukan itu kamu pasti akan gunakan kesempatan ini untuk bisa melarikan diri dariku bukan?"tegas Richard pada Resya.


"Ya sudah karena kita sudah sarapan, gimana kalau sekarang kita pergi dan refreshing kan diri dulu, gimana apa kamu setuju sayang?" ucap Richard yang melihat kearah Sandra dan sesekali ia melirik kearah Resya.


"Itu ide yang bagus sayang, sudah lama kita tidak liburan jadi aku setuju sama ide yang kamu rencanakan saat ini?"


"Baiklah kalau gitu kalian bersiaplah dan kemasi barang-barang yang hendak akan kalian bawa nanti. Sekarang aku inggin ngasih tahu petugas itu untuk menunggunya terlebih dulu."


"Baiklah."


Giliran mereka semua yang pada sibuk berkemas diri. Richard akhirnya menghampiri para petugas yang ternyata mereka semua adalah anak buah yang ditugaskan oleh Richard sendiri.


"Tuan gimana penyamaran kita, genius bukan?"ucap Gibran dengan memainkan kumis palsunya.


"Baik Tuan kita tidak akan gagal sekarang, tapi nanti kita boleh kan menyusul Tuan ke tempat wisata?"ucap Reza dengan menaikkan mengedipkan aliasnya.


"Baiklah kalian boleh menyusulnya nanti, tapi ingat laksanakan dengan benar tugas yang saya perintahkan ini?"


"Siap Tuan."


Mendengar suara langkahan kaki seseorang yang menuju kearah mereka. Richard pun memulai lagi aktingnya.


"Baiklah Pak kalau kalian semua sudah mengerti dengan apa yang saya katakan tadi, jika kalian sudah selesai cepat kabari saya?"


"Baik Tuan kita akan mengabari Tuan nanti?"


"Nyonya ini Bibik sudah membawa semua barang-barang milik Nyonya?"ucap Bibik.


"Baiklah cepat masukkan ke bagasi mobil sekarang!"perintahnya yang kemudian, ia pun terkejut lantaran Richard yang tiba-tiba langsung memotong pembicaraannya.


"Tunggu!"


"Ada apa sayang?".

__ADS_1


"Mendingan kamu masukkan semua koper-koper kamu kedalam bagasi Mobil kamu. Apa kamu lupa Mobilku platnya bisa terdeteksi jadi jika aku mengunakannya. Yang aku takutkan ada Polisi yang akan mengetahui keberadaan ku nanti, jadi kamu mengerti kan?" cengkal Richard.


"Astaga iya aku lupa, baiklah Bik cepat masukkan kedalam bagasi mobilku aja."


"Baik Nyonya!"


Rupanya penyamaran yang dilakukan para anak buah Richard berhasil tanpa ada rasa kecurigaan yang dirasakan oleh mereka semua. Bergegas mereka pun mulai memasuki Mobil dan melajukan laju kendaraannya.


Dan tidak sampai menempuh jarak sekitar 2 jam tak lama mereka pun telah sampai disalah satu Hotel Permata Indah yang dimana Hotel tersebut sudah mendapat predikat Hotel termegah lantaran kualitasnya sangat tinggi, ditambah lagi dengan adanya beberapa fasilitas yang sudah terpampang nyata disana.


Setelah memesan dua kamar Hotel, Richard akhirnya berhasil merasa lega dan meletakkan koper Sandra di ruangan tersebut.


"Akhirnya kita sampai juga di Hotel ini!.ucap Richard dengan menjatuhkan tubuhnya diatas ranjang. Kemudian dia pun kembali bangkit setelah ia ingat akan rencananya.


"Astaga aku baru minggat ponselku tertinggal di dalam Mobil jadi aku ambil dulu ya sayang?"


"Baiklah apa kamu inggin aku temani kamu?" tawar Sandra.


"Tidak perlu aku hanya sebentar kok nanti aku juga akan kembali."


"Baiklah kalau gitu jangan lama-lama ya?"


"Iya hanya sebentar saja kok."


"Rencanaku untuk menjebak mereka semua sudah berhasil terlaksana. Jadi sekarang giliranku untuk menjalankan misi ini untuk meletakkan alat pengintai ini tapi dimana aku harus menaruhnya. Jika aku taruh diatas mau pun didepan, Sandra pasti akan mengetahuinya jadi kemana aku harus meletakkan alat ini agar dia tidak mencurigai mau pun mengetahuinya.


Sembari berfikir dan mencari tempat yang cocok buat meletakkan alat ini, pandangan Richard yang tadinya hanya terus berputar ke segala arah akhirnya tak lama pandangannya tertuju pada salah satu titik tempat yang terbilang cukup sempit dan gelap tapi masih ada ruang untuk bisa meletakkan barang yang ukurannya hanya seukuran botol aqua bahkan alat ini lebih kecil dari ukuran botol tersebut.


Dengan warna yang hitam dan berukuran sangat kecil jadi akan menyusahkan bagi seseorang untuk mengetahui apa alat itu.


Dengan hanya perlu menempelkannya pada batang besi. Otomatis alat itu akan tertempel dan merekat dengan sendirinya pada alat HDleans lantaran ada magnet yang mampu untuk menarik gaya gravitasi ketika sedang bersentuhan dengan batang besi yang sudah bersentuhan tersebut.


Berhasil merekat dalam satu sama lain. Richard hanya perlu menonaktifkan huruf On yang nantinya data tersebut otomatis akan menyala secara langsung dan tersambung lewat jaringan ponsel Richard sendiri.


"Misi selesai!"ucap Richard yang bisa merasa lega akhirnya ia bisa menjalankan semua secara rencana. Dan tak lama ia pun menggambil benda pipih yang berada di sakunya dan menekan salah satu nomor yang tertera pada layar ponselnya.


📞 "Gibran gimana apa disana rencana bisa berjalan sesuai rencana?"


📞" Tuan tenang saja kita sudah berhasil memasangkan alat itu mulai dari sudut ruangan sampai ke bagian ruangan yang lainnya. Bahkan kita juga memasangkan perekam suara khusus untuk bagikan kamar mandi, kan tidak mungkin kalau kamar itu kita kasih CCTV juga bukannya itu sudah melanggar peraturan bukan?"


📞" Ia benar sekali. Baguslah kalau ternyata kalian bisa bekerja tambah lebih baik sekarang, ingat jika kalian sudah berhasil memasangkan semuanya kabari aku lagi ya.


📞" Baik Tuan nanti kita akan kabari Tuan lagi. Ya sudah kalau gitu saya matikan dulu ya?"


🙏 "Baiklah."

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2