Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
BAB 65.( BERHASIL TERTANGKAP)


__ADS_3

"Karena sekarang keadaanmu sudah mulai angsur membaik, jadi hari ini kamu sudah diijinkan untuk pulang."


"Pulang, terus gimana dengan biaya Rah sakit ku aku kan belum membayarkannya?"ucap Resya yang kemudian Revan pun menimpalinya.


"Soal biaya kamu gak perlu khawatir. Karena semua biaya Rumah sakit sudah aku yang mengurusnya, jadi cepat bersiaplah karena setelah ini kita akan membawamu ke suatu tempat."


"Apa kalian akan membawaku kembali ke Rumah terkutuk itu. Apa kalian akan memenjarakan ku didalam Rumah yang dipenuhi banyak orang jahat itu?" tanya Resya akan tetapi Natalia dan Revan pun enggan pun bersuara.


"Sudahlah nanti kamu juga akan tahu kemana kita akan membawamu pergi!"balas Natali yang kemudian dia pun membantu Resya untuk beranjak pergi dari brankar Rumah sakit ini.


Membawa Resya dan memasukkannya kedalam mobil mereka. Tak lama kemudian akhirnya mereka pun telah sampai juga disalah satu Rumah yang lumayan besar yang dimana Rumah ini adalah Rumah Natalia dan Revan.


"Dimana aku sekarang. Dimana kalian membawaku pergi? Apa kalian benar membawaku ke Rumah terkutuk itu, tapi kenapa tidak ada suara nenek lampir dan Mak lampir yang terdengar disini. Apa kalian serius membawaku kembali ke Rumah itu?" tanya Resya yang mulai cemas dan sedikit kebingungan.


"Kamu tenang aja ya Resya, untuk saat ini kamu akan aman bersama kita. Karena kamu sekarang ada di kediaman kita, Papa dan Mama kita lagi ada tugas di luar negeri jadi tidak ada alasan bagi kita mengijinkan-mu untuk tinggal di Rumah kita ini. Aku inggin kamu jangan sungkan mau pun ragu ya. Anggap saja Rumah ini sudah seperti Rumah kamu sendiri!"ucap Natalia dengan memegang pundak Resya.


"Iya yang dikatakan Natalia memang benar anggap saja Rumah ini sudah seperti Rumah kamu sendiri jangan ragu mau pun sungkan ya. Karena kita sudah sangat ikhlas untuk menolong mu!"timpal Revan yang kemudian Resya pun mengatakan sesuatu.


"Aku tidak tahu kenapa kalian benar-benar mempunyai hati yang sangat baik dan tulus seperti ini. Padahal kita sama-sama saling tidak mengenal lebih dekat, tapi apa yang kalian lakukan saat ini sangatlah membuatku terharu dan tidak bisa mengatakan apa-apa lagi?"balas Resya yang rasanya inggin sekali ia menangis.


"Resya kamu Wanita yang sangat baik, dan juga kuat, bodohnya Richard karena dia telah menelantarkan Wanita cantik dan baik sepertimu, ya sudah kalau gitu aku antar kamu ke kamar ya?" ucap Natalia yang kemudian ia pun membantu Resya untuk melangkahkan kakinya mulai memasuki Rumah ini.


"Oh iya aku sampai lupa aku ada urusan di Kantor kepolisian jadi kalian gak papa kan , kalau aku tinggal dulu?"timpal Revan yang kemudian Natalia pun menjawabnya.


"Iya gak papa kok kak pergilah!"balas Natalia.


"Baiklah kalau gitu. Aku permisi dulu ya!"ucap Revan yang kemudian ia pun mulai masuk kedalam Mobil dan segera ia pun mulai menjalankan lagi laju kendaraannya.

__ADS_1


"Iya berhati-hatilah. Ya sudah mari Resya aku antar kamu ke dalam kamar!"ucap Natalia yang kemudian ia pun menggandeng tangan Resya.


"Aku tidak tahu apa kabar ini akan menjadi kabar bahagia buatku lantaran apa yang aku inginkan akhirnya berhasil terkabul juga, yaitu tinggal bersamanya. Biarpun aku juga sadar jika dia sudahlah bersuami. Apa aku salah jika aku harus mencintainya secara diam-diam seperti ini?"gumam Revan yang kemudian pandangannya pun tertuju pada spion kanannya.


Dalam perjalananya Revan menuju ke Kantor kepolisian Gangnam ia dikejutkan dengan adanya seseorang yang telah membuntutinya dari belakang.


"Mobil hitam, aku rasa aku telah melihat Mobil seperti itu tapi dimana?" gumam Revan yang kemudian ia pun mengingat sesuatu.


"Astaga Richard, iya itu beneran dia?" gumam Revan lagi yang kemudian tanpa berkata ia pun mencari pun mulai memelankan laju kendaraannya.


Menyadari jika niatnya telah dicurigai oleh Revan, Richard yang berniat akan mempercepat laju kendaraannya, ia pun dibuat terkejut setelah Revan yang dengan sengaja membanting setir ke kanan yang akhirnya membuat Richard tidak bisa lagi menghindar dan mobilnya yang harus terjepit lantaran Revan yang langsung menerobosnya ke kanan dan membuat mobil Richard pun terpojok.


"Sial dia berhasil menjebak ku, membuatku tidak berdaya seperti ini!"


"Hey pengecut keluarlah, keluarlah anda sudah terpojok sekarang jadi cepat keluarlah!" teriak Revan sembari menodongkan sebuah pistol kearah Richard.


Lantaran posisinya yang sudah terpojok lantaran pintu mobil kanan yang terpepet tembok, dengan terpaksa Richard pun akhirnya keluar dari pintu kanan. Sesaat ia keluar Revan yang dengan langsung ia pun menendang menendang kaki Richard yang seketika membuatnya berlutut dan mencium aspal.


"Aku tidak masalah jika kamu akan memasukkan ku kedalam jeruji besi dan memberi hukuman yang setimpal kepadaku. Karena apa yang aku lakukan selama ini sudah sangatlah kejam dan sangat pantas untuk mendapatkan semua hukuman itu, tapi aku mohon sebelum kamu memasukkan aku kedalam jeruji besi dan menahan ku disana aku mohon ijinkan aku untuk memecahkan misteri yang selama ini telah aku jalankan! Ijinkan aku untuk menjalankan semua misi dan rencana yang selama ini telah aku rencanakan aku mohon!"


"Apa kamu sekarang sedang mencoba untuk merayuku. Ngomong-ngomong akting kamu sangat bagus sekali hari ini, bahkan kamu mengalahkan sang aktor , tapi sayangnya aku bukanlah Polisi bodoh yang akan termakan oleh akting mu itu. Jadi diam-lah jika kamu tidak inggin aku memberikan peluru panas untuk bisa kamu rasakan paham!"


"Karena jujur selama ini aku sudah sangat gemas sama kamu, bahkan gara-gara kamu juga aku hampir saja dikeluarkan dari kepolisian lantaran ulahmu yang menyamar dan memakai identitasku sebagai seorang hacker yang berhasil menyusup didalam Kantor kepolisian itu, jadi diam-lah jika kamu tidak inggin aku menyakitimu apa kamu mengerti!"


"Aku tahu memang orang sepertiku sangatlah tidak cocok untuk dimaafkan, tapi bilang aja kamu membenciku karena adanya satu alasan kan. Alasan karena kamu mencintai Resya, dan karena kamu kesal lantaran Resya lebih memilihku dan menikah denganku sebelum kamu mengungkap isi hatimu yang sesungguhnya.


BUK...BUK..

__ADS_1


Satu benturan pun tepat mengenai Richard lantaran tak terima Richard berkata seperti tadi. Akhirnya tahan Revan pun dengan sengaja telah membenturkan kepala Richard mengenai tembok yang akhirnya darah pun mengalir dari sudut kanan keningnya. Tak sampai disitu Revan pun dengan beraninya ia langsung mencengkram kemeja Richard dengan menunjukkan tatapan tajam dan amarah yang seketika memuncak.


"Darimana kamu tahu soal itu. Apa benar jika selama ini kamu telah memata-matai ku, ayo jawab brengsek!"gertak Revan yang amarahnya pun sudah mulai tidak tertahan lagi.


"Singkirkan tanganmu itu dan cengkeraman ku. Aku adalah seorang Mafia jadi aku bisa gunakan cara apa aja untuk mendapatkan apa yang aku inginkan termasuk secara diam-diam memata-matai mu. Bahkan aku juga tahu jika Resya sekarang tinggal bersama dengan kalian kan, tapi tenanglah biar pun aku sudah mengetahui keberadaan Resya aku tidak akan mengambilnya darimu!"tegas Richard dengan menunjukkan tatapan sinisnya yang kemudian Revan lagi-lagi ia pun menyerang Richard dengan memukul Richard secara babi buta. Sedangkan Richard entah apa yang ia pikirkan saat ini, melihat dirinya menjadi santapan panas Revan ia hanya diam dan diam tanpa mau melawannya.


"Dasar laki-laki bajingan apa yang sebenarnya yang kamu inginkan. Apa kamu sangat menginginkan melihat Resya menderita. Apa kamu sangat menginginkan jika Resya akan mati dengan begitu kamu akan terbebas dan berbahagia dengan Istrimu itu. Apa itu alasan kamu yang sesungguhnya! Sekarang apa kamu sudah bangga dan bersenang hati lantaran apa yang kalian inginkan akhirnya telah tercapai juga. Apa itu keinginanmu yang sesungguhnya, ayo bangunlah! Ayo bangunlah dan tunjukkan jati dirimu ayo bangun!" gertak Revan yang henti-hentinya ia memberikan pukulan itu pada Richard.


BUK...BUK...BUK...


"Hay pengecut apa yang sedang merasuki dirimu. Apa yang membuatmu jadi berdiam dan tidak berdaya seperti ini. Ayo lawan aku! Ayo lawan aku! Hayy brengsek ayo lawan aku! Ayo pukul aku kenapa kamu hanya diam. Apa kamu sudah tidak bisa mendengar ku? Apa kamu sudah tuli bangunlah, bangun pengecut!"bentak Revan yang terus menerus akan tetapi Richard hanya terdiam dan tidak peduli jika dirinya menjadi bahan pukulan Revan.


"Aku tidak perduli jika anda akan membunuhku saat ini juga aku tidak akan perduli, tapi aku mohon tolong jaga Resya...tolong jaga dia. Hanya kamulah orang yang bisa membantuku saat ini, tolong jaga dia!"ucap Richard yang seketika membuat pandangan Revan pun beralih fokus kearah Richard, pukulannya yang secara terhenti.


"Apa maksud kamu, kenapa kamu berkata seperti itu?" tanya Revan yang merasa terheran.


"Jika anda inggin aku menjelaskan semuanya tidak ada waktu yang lama bagiku untuk menjelaskan semua itu. Jika anda inggin membunuhku mau pun memasukkan aku ke Penjara, aku mohon beri kesempatan kepadaku untuk menyelesaikan misi dan rencana yang selama ini telah aku rencanakan jangan buat semua pengorbananku terbesarku lenyap tanpa adanya hasil. Aku mohon beri kesempatan ke aku untuk memecahkan misteri siapa orang yang sudah membunuh kedua orang tuaku dengan sangat keji aku mohon!"


Terkejut dengan perkataan apa yang dikatakan Richard saat ini, hati Revan pun rasanya seketika terbuka. Bahkan yang tadinya ia mencengkram Richard tanpa ampun, kini cengkeraman itu itu perlahan-lahan mulai ia lepaskan sesaat ia melihat tatapan yang Richard berikan kepadanya saat ini.


"Apa kamu bisa berjanji? Apa perkataanmu itu bisa meyakinkanku?" tanya Revan.


"Aku tidak tahu apa perkataan yang aku katakan ini akan membuatmu percaya. Akan tetapi sebagai seorang anak pastinya anda tidak akan berdiam diri dan merasa lega jika orang yang paling kamu sayangi telah pergi meninggalkan kamu dengan meninggalkan bayang-bayang yang akan terus muncul dan muncul ketika kamu sedang tertidur.


Dan itu yang aku alami selama ini, anda tidak pernah tahu seperti apa penderitaan yang aku rasakan selama ini. Dulu di usiaku yang dulu masih menginjak 8 tahun keluargaku menggalami kejadian perampok sekaligus pembunuhan yang akhirnya telah menewaskan mereka secara tragis! Sampai sekarang penjahat itu masih berkeliaran dan sampai detik ini juga aku belum menemukan siapa penjahat itu yang sesungguhnya! Inilah alasanku kenapa aku menjadi Pria sekejam ini!"


"Aku sadar ternyata inilah yang membuatmu menjadi Pria yang paling ditakutin oleh semua orang. Ada satu hal lagi yang bikin aku sangat penasaran dan inggin sekali aku ketahui! Aku akan mempercayaimu jika kamu inggin berkata jujur kepadaku apa kamu benar-benar mencintai Resya, atau kamu hanya memanfaatkan dia sebagai kambing hitam?"

__ADS_1


"Mungkin jawaban yang akan aku berikan ke kamu nanti tidak akan membuatmu terkejut dan pastinya kamu tidak akan akan percaya, tapi jujur aku juga sebenarnya sangat mencintainya. Tapi aku sadar dengan kehadirannya di kehidupanku, dia bukan malah akan membuatku bahagia. Tapi dia tambah akan membuatku menderita, menderita dalam bayang-bayang penyesalan terbesarku karena aku, aku bukan akan membuatnya tambah bahagia bersamaku. Akan tetapi malah sebaliknya, aku akan bikin hidupnya dalam bahaya lantaran harus hidup bersama seorang Mafia yang pastinya memiliki banyak musuh yang inggin mencelakainya. Tak terkecuali orang itu adalah Sandra, Istri pertamaku!"


BERSAMBUNG


__ADS_2