Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
BAB 25. Kembali ke rumah Richard


__ADS_3

"Ini Tuan Istri yang tuan cari!"ucap Gibran yang menyerahkan Resya pada Tuanya.


"Kerja yang bagus."


"Berani sekali kamu kabur dariku larilah sejauh mungkin karena biar pun kamu meloloskan diri sampai ke ujung dunia sekali pun, Richard pasti akan menemukannya kembali . Dan sekali lagi aku pertegaskan ke kamu, sekali lagi kamu berani kabur maka jangan salahkan aku kalau aku tidak segan-segan akan membunuhmu apa kamu mengerti!"tegas Richard tepat dihadapan Resya dengan menunjukkan raut wajah geramnya.


"Yang dikatakan wanita tadi memang benar, jika kebaikanku tidak mampu untuk meluluhkan nya maka cara satu-satunya adalah yaitu dengan cara menggodanya baiklah jika itu cara satu-satunya untuk bisa membuat ia berubah aku akan lakukan itu. Karena selain itu masih ada tugas yang harus aku lakukan yaitu membongkar identitas Sandra yang sesungguhnya,"batinnya yang kemudian ia pun menundukkan kepalanya.


"Kenapa kamu malah terdiam. Apa kamu sedang merencanakan sesuatu?" tanya Richard yang mulai curiga.


"Aku sadar dan aku mengaku kalau aku sudah merasa sangat lelah dengan semua ini. Sudah beberapa kali aku berusaha melarikan diri tapi apa yang aku dapat, lagi dan lagi aku malah mendapat hukuman lagi dan lagi, dan ini adalah terakhir kalinya aku melarikan diri karena setelah ini aku tidak akan melakukan itu lagi. Maafkan aku! Maafkan aku!"ucap Resya yang seketika membuat raut wajah Richard pun berbeda.


"Ternyata wanita sepertimu mudah sekali ya nurutnya, tapi baguslah dengan keputusan kamu ini aku tidak perlu susah-susah lagi menghukum mu. Gibran, Reza ayo ikut aku sekarang!"ucap Richard dengan menunjuk kearah kedua anak buahnya.


"Baik Tuan!"balas Gibran.


"Baik Tuan!"balas Reza.


"Oh iya sekalian aku ingin memberitahu kalian kalau sekarang dia sudah mengandung anakku jadi aku minta jaga dia baik-baik dan jangan sampai biarkan dia untuk kabur lagi. Apa kalian paham!"perintahnya pada kedua wanita yang berada dihadapannya.


"Iya Richard kita paham!"timpal Sandra kemudian.


"Ya sudah kalian berdua ayo ikut aku!"ajak Richard yang kemudian kedua anak buahnya pun mengikutinya. Dan setah perginya mereka.

__ADS_1


"Heyy wanita kampung masih punya nyali juga kamu berani kembali lagi ke Rumah ini?" bentak Mamanya Sandra dengan tatapan sinisnya.


"Kenapa? Ini kan bukan Rumah kalian dan ini Rumahnya Richard, sedangkan Richard dia kan Suamiku juga jadi sudah sepantasnya kalau aku kembali lagi kesini. Dan ingat Resya yang kalian kenal dulu telah berubah, dan sekarang yang ada dihadapan kalian hanyalah Resya yang baru.


"Rupanya sekarang kamu sudah menjadi wanita yang cukup berani, sampai-sampai kamu berani membantah Mamaku seperti itu?"ucap Sandra yang langsung menghampiri Resya dengan tatapan khususnya.


"Terus kenapa kalau aku berani, sudah sepantasnya aku bangkit dan mengalahkan dua wanita ular seperti kalian."


"Ma. Mama lihat rupanya sekarang dia sudah sangat pemberani bukan?" ucap Sandra dengan tertawa sinisnya, yang kemudian dibalas dengan Mamanya.


"Resya...Resya ..kamu itu ternyata Wanita yang paling bodoh yang pernah aku temui, kamu punya nekat yang sangat tinggi untuk melawan kita, tapi itu tidaklah penting bagiku karena aku sekarang tambah merasa sangat lega karena rencanaku berhasil membuat hubungan kalian tambah semakin jauh bahkan aku tidak menyangka jika rencanaku berhasil dengan sangat sempurna. Dengan aku melihat Richard sekarang jadi tambah semakin membencimu aku tambah semakin semangat untuk membuat Rumah tangga kalian hancur lebur!"tegas Sandra yang kemudian dia malah tambah semakin mendekatkan diri ke Resya. Dan membisikkan sesuatu kepadanya.


" Tapi aku sarankan sama kamu ya, mendingan mulai sekarang kamu jaga baik-baik janin yang ada dikandungan kamu ini. Jika sekarang kamu merasa sangat senang atas kehadiran calon anak kalian ini yang ada didalam perut kamu ini akan bisa merubah semua nasib ku, tapi kalau seumpama tiba-tiba janin ini tiba-tiba akan menghilang gimana? Karena aku mempunyai firasat kalau janin yang ada dikandungan kamu ini tidak akan bertahan lebih lama didalam sini?" bisik Sandra dengan memegang perut Resya yang mulai masih rata.


"Apa kamu mengancam ku? Apa kamu lupa, belum apa-apa aja kamu sekarang udah kalah, Mana mungkin kamu bisa mengalahkan ku? Tapi aku suka sama semangat kamu ini, jadi kita lihat saja siapa yang akan menang. Dan siapa yang akan kalah dalam permasalahan ini."


"Untuk kali ini aku pastikan aku tidak akan kalah melawan wanita bajingan seperti kamu. Dan aku tahu kebaikan tidak akan kalah melawan kejahatan paham!"ucap Resya yang kemudian dia pun menatap tajam kearah Sandra.


"Baiklah aku pegang omongan kamu itu?" jawab Sandra yang kemudian dia pun pergi meningalkan Resya.


"Kayaknya mulai sekarang aku harus berhati-hati berada di rumah ini, karena jujur aja setelah melihat sifat Sandra yang sebenarnya aku takut kalau dia benar-benar nekat akan melukai calon anakku ini. Dan aku lebih takut lagi jika dugaanku memang benar, jika Mamanya juga ada hubungannya dengan semua ini Tuhan hamba hanya manusia biasa yang tak luput dari segala dosa. Dan hamba hanya minta satu pertolongan padamu, tolong lindungi anakku ini hanya itu yang bisa hamba lakukan sekarang?"ucap Resya sambil melihat keatas dan mengelus-elus perutnya.


Berjalan menuju ke dapur, Resya akhirnya melihat Bibik yang sudah memasak di dapur. Dan menunggu Resya pun memangil nama Bibik, bibik yang terkejut ia lantas langsung mengalihkan pandangannya kearah arah suara itu berasal.

__ADS_1


"Bibik?"ucap Resya yang spontan membuat Bibik pun terkejut.


" Nyonya Resya, syukurlah nyonya sudah kembali Bibik lega sekarang!"balas Bibik dengan memeluk Resya.


"Iya Bik maafin Resya ya kalau kemaren Resya pergi tanpa pamit sama bibik maafin Resya." Balas Resya yang kemudian membalas pelukan yang dilakukan Bibik.


"Iya gak papa kok Nyonya, ya sudah mendingan sekarang Nyonya makan dulu Nyonya pasti lapar bukan?"perintah Bibik yang kemudian Resya hanya membalasnya dengan senyuman.


"Enak aja kamu baru datang langsung makan, ingat kamu itu disini hanyalah Istri kedua Richard dan tidak sepantasnya kamu menikmati apa yang dimiliki oleh Richard menantu saya. Dan makanan ini itu tidak pantas untuk orang sepertimu, jadi ini yang paling cocok buatmu tempe sama tahu makanlah!"tegas Mak Lampir yang tidak tahu dari mana asal datangnya ia langsung menggambil kembali makanan yang diberikan Bibik barusan.


"Resya kamu harus kuat ingat kamu harus kuat kamu tidak bisa semudah itu putus asa dan menangis kamu harus kuat!"batin Resya yang mencoba untuk bertahan dengan mengepal tangannya.


"Bagiku makan seperti tidak masalah bagiku. Karena makan ayam goreng aku sudah terbiasa. Dan bilang aja kalau kalian itu jarang kan makan -makanan seperti ini makanya kalian jadi rakus karena bisa menghabiskan seporsi langsung dan sekalian habisin tuh piringnya agar kalian bisa tambah kenyang."


"Dasar anak kampung berani sekali kamu berkata seperti itu."


"Kenapa apa kalian pikir aku akan takut dengan ancaman yang kalian lakukan tadi. Dan apa kalian pikir aku akan nurut dengan semua perkataan yang kalian ucapkan tadi, mimpi itu hanya mimpi kalian jadi nikmatilah sekalian ini makanlah sambal pedas yang merah seperti warna lipstikmu?"sindir Resya dengan menggambil dua sendok sambal yang ia kasih ke dalam piring Mamanya Sandra.


"Dasar wanita menyebalkan, awas saja kamu nanti!"tegas Mamanya Sandra."


"Sudah jangan banyak berkata cepat makanlah!"perintahnya dengan menunjukkan wajah yang sama sekali tidak takut.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2