Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
Resya hamil


__ADS_3

Tak berselang lama setelah seseorang itu membaringkan tubuh Resya kembali diatas brangkar Rumah sakit, sesekali orang itu pun memandang wajah Resya sembari membelai wajah Resya dengan sangat lembut yang kemudian seseorang itu tanpa berkata.


"Dok sebenarnya apa yang terjadi dengannya kenapa dia bisa jatuh pingsan seperti ini dia gak lagi mengalami luka dalam kan Dok?"tanya seorang laki-laki yang tak lain adalah Richard.


"Anda tenang aja kondisi seperti ini sudah sering dialami oleh banyak orang termasuk seseorang yang lagi hamil muda seperti ini," ucap Dokter yang seketika membuat raut wajah Richard dipenuhi dengan kebahagiaan.


"Hamil muda? maksudmu Dokter?" tanya baliknya.


"Maksud saya istri anda sedang dalam kondisi mengandung selamat ya Tuan," balas Dokter kemudian memberikan selamat pada Richard.


"Alhamdulillah terima kasih Dok terima kasih. Sebentar lagi aku akan jadi ayah, aku akan jadi ayah,"


"Ya sudah saya pamit pergi dulu!"


"Mari!"


"Baik Dok sekali lagi terima kasih!"


"Iya sama-sama."


Wajah bahagian terlihat telah terpancar dari wajah Richard. Menggenggam tangan kanan Resya dan mengecupnya.


"Terima kasih Resya terima kasih. Terima kasih akhirnya kamu memberiku keturunan terima kasih. Tapi maafkan aku disaat kamu sedang dalam mengandung anak kita, maafkan aku kalau aku tidak bisa bersamamu maafkan aku. Melihatmu mengandung aku tidak akan berdiam diri mengorbankan kalian akibat permusuhan ini biarlah Revan menjagamu karena dia lebih pantas untuk menjagamu!"


"Suster bisa tolong hubungi nomor ini. Karena dialah orang yang wanita ini cintai," pinta Richard


"Baiklah!"


"Tapi saya mohon jangan bilang kesiapan-siapa kalau akulah orang yang membawanya kesini apa Suster mau?"

__ADS_1


"Baiklah saya tidak akan bilang ke siapa, jadi anda gak perlu cemas,"balas Suster itu yang kemudian laki-laki itu pun bergegas melangkahkan kakinya untuk pergi dari ruangan ini.


"Maafkan aku sayang, maafkan Papa kalau Papa harus menelantarkan kalian, maafkan Papa," berlalu Richard memberikan satu kecupan pada kening Resya dan tak lupa ia mencium calon anaknya yang masih berada dalam kandungan Resya.


BEBERAPA MENIT KEMUDIAN.


"Astaga Resya apa yang terjadi dengannya Suster? Apa yang terjadi dengannya kenapa dia bisa masuk rumah sakit?" tanyanya yang terlihat sangat panik.


"Dia tadi jatuh pingsan dijalan. Untungnya ada pengguna jalan yang berbaik hati mau menolongnya, tapi anda tidak perlu khawatir dia baik-baik saja dia cuma lagi mengalami kondisi hamil muda."


"Hamil muda jadi dia hamil Dok?"


"Iya ya sudah mari saya tinggal dulu!"


"Baiklah!"


"Iya sama-sama!"


"Ada apa Resya apa kamu tidak suka dengan kabar kehamilan-mu ini?"


"Sejujurnya aku senang dengan kabar ini. Bahkan rasanya hatiku sangatlah bahagia mendengarnya. Akan tetapi kabar bahagia itu rasanya telah tenggelam setelah aku sadar jika lagi-lagi aku harus mengandung anak dari si-bajingan itu tanpa ada pertanggung jawaban darinya. Apa aku ini wanita yang sangat Revan apa aku sangatlah bodoh!"


"Resya kamu gak boleh berkata seperti itu. Semua ini adalah takdir yang sudah diatur yang diatas, sedangkan anak kamu dia adalah titipan dari Tuhan jadi kamu tidak boleh mengabaikannya seperti ini. Apalagi sampai berfikir jika kamu menyesal telah mengandungnya itu tidak baik!"


"Kamu tenang aja aku bakal menelfon-nya jadi kamu jangan khawatir sebentar lagi dia bakal kesini!"


"


"

__ADS_1


"


"Richard kamu ada dimana sekarang?" tanyanya dengan nada tegas.


"Revan ada apa kenapa kamu menelfon-ku apa kamu tidak ada kerjaan sampai-sampai kamu sangat senang menganggu-ku seperti ini?"


"Aku malas berdebat sama kamu jadi mendingan sekarang kamu cepatlah datang ke Rumah sakit Media jaya karena disini Resya menunggumu. Dan pastinya calon anak kamu juga ingin sekali merasakan akan hadirnya seorang ayahnya. Jadi cepatlah kesini,"perintah Revan akan tetapi Richard nampak sedikit linglung.


"Sudahlah kalau tujuan kamu hanya ingin mengabari-ku kabar yang sama sekali tidak ada gunanya itu. Akan lebih baik kamu putuskan sambungannya karena aku sedang sibuk sekarang!"


"Richard aku sedang serius aku tidak lagi bercanda apa kamu sedang mabuk sekarang, kenapa suara kamu seperti itu, cepat kemari lah jika kamu tidak ingin aku membunuhmu hari ini juga cepatlah datang kesini, Richard!"


"Aku kan udah bilang, disini itu lebih menyenangkan jadi kamu jangan ganggu-ganggu kesenanganku apa kamu mengerti. Dan asal kamu tahu ditempat karaoke permata ini para gadis sangatlah cantik dan Seksi sedangkan Resya kamu tahu sendiri kan seperti apa bodinya itu?"


"Baiklah Richard jika kamu ingin mati hari ini juga baiklah aku akan bawakan Pistol agar kamu bisa merasakan seperti apa rasa sakit yang telah diderita oleh Resya jadi tunggulah aku," gertaknya yang langsung mematikan sambungan telfonnya.


"Revan apa yang terjadi kenapa kamu sangatlah marah ada apa?"tanya Resya.


"Richard sedang mabuk sekarang, jadi aku harus menemuinya dan memberi perhitungan padanya jadi kamu tunggu disini biar aku yang memberinya perhitungan!"


"Aku ikut!"


"Apa maksud kamu? Kamu kan lagi mengandung jadi akan lebih baik jangan!"


"Karena aku akan merasa lebih puas dan lebih bertenaga kalau aku juga memberikan perhitungan kepadanya. Dan mungkin tamparan lah yang telat untuk ia dapatkan!"


"Baiklah!"


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2