Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
Mendapatkan pendonor ginjal


__ADS_3

Pukul 19:00 Malam dilakukannya tindakan operasi pencangkokan ginjal yang sudah sepakati bersama. Richard beserta seseorang yang bersedia mendonorkan ginjalnya sama-sama terbaring bersebelahan. Dokter yang sibuk mulai menjalankan tindakan bedah, darah keluar dengan derasnya telah membuktikan jika pelaksanaan operasi ini mulai berjalan seiring berjalannya waktu. Beberapa saat kemudian lampu penerangan ruangan operasi mulai padam, dokter lantas keluar.


Setelah operasinya selesai, Brangkar yang digunakan Richard berbaring pun akhirnya dipindahkan keruangan IGD untuk mendapat penanganan selanjutnya.


"Gimana keadaanya Dok, apa operasinya berjalan dengan lancar?" tanya Resya.


"Anda tenang aja operasinya berjalan dengan sangat lancar tanpa ada halangan apapun, sekarang pasien masih dalam pengaruh obat bius jadi mungkin nanti malam ia akan tersadar kembali. Oh iya Sus pindahkan pasien keruang rawat sekarang," titah Dokter.


"Baik Dok," balas Suster.


" Oh iya karena pasien baru aja melakukan operasi besar saya ingatkan untuk sementara waktu pasien tidak boleh melakukan pekerjaan atau pun pergerakan yang berat. Karena jika itu sampai terjadi ada kemungkinan ginjalnya akan kembali terluka?"


"Baik Dok saya akan menjaganya.Dan saya akan melarangnya untuk jangan melakukan pergerakan dulu!"


"Baiklah ya sudah mari saya permisi dulu!"


"Baik Dok. Alhamdulillah semoga aja  dengan mendapat pendonor ini keadaan Richard bisa pulih total," ucapnya yang kemudian ia melihat Suster.


"Maaf Sus seseorang yang sudah berhati baik mau mendonorkan ginjalnya pada suamiku. Apa suster tahu pasien itu ada sekarang ada di-ruangan mana?"


"Pasien itu ada di-ruangan no 57!"

__ADS_1


"Baiklah terima kasih Sus!"


"Baiklah sama-sama ya sudah mari saya tingal dulu!"


"Baik Sus!"


Tepat dihadapan ruangan bernomor 57 dengan langsung Resya masuk. Setelah masuk ia terkejut setelah tahu siapa seseorang yang telah terbaring diatas brangkar.


"Nurma? Ini ...tidak mungkin, bukan kamu kan orang yang sudah mendonorkan ginjal pada Richard?"


"Orang itu memang aku Resya, memang akulah orang yang sudah mendonorkan ginjal itu untuknya?"


"Aku tidak perduli karena yang jelas hutangku padanya sudahlah lunas. Melihatnya kembali normal aku sudah cukup lega Resya, apalagi dia seperti ini semua ini karena ulah Papaku jadi tidak mungkin aku akan diam tanpa berbuat sesuatu!"


"Aku tidak tahu harus mengatakan apa lagi sama kamu Nurma, tapi yang jelas aku hanya bisa mengatakan, terima kasih, terima kasih karena kamu sudah mau mendonorkan ginjal kamu untuk Richard, terima kasih!"


"Iya sama-sama Resya aku juga senang bisa membantunya," balasnya dengan membalas pelukan yang diberikan Resya untuknya.


Setelah mengunjungi Nurma dan tahu jika dialah yang mendonorkan ginjalnya, Resya akhirnya mengunjungi Richard setelah melakukan transplantasi ginjal barusan. Melangkahkan kakinya memasuki ruangan rawat Richard, Resya sudah bisa lega melihat Richard yang sudah sadarkan diri.


"Richard Alhamdulillah kamu sudah tersadar sayang aku lega sekarang," balasnya dengan menunjukkan senyumannya.

__ADS_1


"Resya apa yang terjadi padaku kenapa perut kanan-ku seperti habis melakukan operasi. Apa aku baru saja melakukan operasi?"


"Iya Richard kamu baru aja menjalankan operasi. Dan Alhamdulillah ada seseorang yang berbaik hati mau mendonorkan ginjalnya untukmu!"


"Tapi siapa yang mendonorkannya?"


"Dia adalah Nurma!"


"Nurma, tapi apa alasannya?" tanya balik Richard.


"Entahlah yang pasti kamu harus berterima kasih padanya karena berkat dia kamu sudah bisa menjalani kehidupan baru kamu.


"Apa kamu boleh mengantarkan aku padanya?"


"Baiklah aku akan mengantar-mu tapi kamu harus menunggu kondisi kamu pilih dulu, kamu kan baru aja melakukan pembedahan apalagi luka jahitan kamu ini belumlah kering akan sangat beresiko jika kamu melakukan banyak gerak Richard jadi kamu paham kan maksud aku," ucapnya dengan wajah yang terlihat cemas.


"Baiklah aku akan nurut apa kata kamu Resya, sekali lagi terima kasih, terima kasih karena kamu juga sudah menjaga aku terima kasih,"


"Kamu suamiku jadi sudah sepantasnya aku melakukan semua ini sama kamu," balasnya dengan memberikan kecupan manis pada kening Richard, Richard yang melihatnya ia hanya bisa tersenyum.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2