Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
EMPAT EPISODE TERAKHIR


__ADS_3

Melangkah menghampiri Sifa yang sedang duduk di atas kursi dengan kondisi kedua tangan dan kakinya yang terikat. Seseorang itu menunjukkan raut wajah cerah dan terlihat senang. Akan tetapi dibalik wajah senangnya ada sesuatu yang aneh terjadi didalam diri Wanita itu.


"Hai, gadis manis apa kamu masih mengingat siapa aku. Jelas pastinya kamu masih mengenalku bukan? Sebuah suara cukup cempreng yang datang dari Wanita dengan serba hitamnya dengan Bella memicingkan mata.


"Kau satu-satunya manusia yang tidak gentar melihat wajahku dengan tatapan tajam seperti itu. Apa hanya kamu masih ingat gimana rasanya aku menembak-mu kemaren?"


Seperti biasa, Sifa hanya diam memperhatikan setiap gerak gerik yang Bella lakukan. Wajahnya sama sekali tidak menampakkan ingin menjawab setiap kalimat yang dilontarkannya. Bagi Sifa waktunya terlalu sia-sia dengan hal yang tak berguna untuk ia menjawab pertanyaan yang dilontarkan Wanita kejam yang berada dihadapannya.


Bella mengangkat tangannya ke atas, seakan ingin memberikan tamparan keras pada gadis yang usianya jelas-jelas kalah jauh darinya.


Memperhatikan setiap tatapan yang ditunjukkan pada Wanita kejam ini. Sifa akhirnya buka suara karena ia tahu dengan berdiam diri mungkin cara itu tidak akan bisa menyelesaikan masalah. Apalagi musuh yang ada dihadapannya bukanlah seseorang yang biasa.


"Apa sebenarnya mau mu apa kamu ingin membunuhku? Jika kamu ingin membunuhku silahkan karena aku tidak akan pernah takut!"

__ADS_1


"Apa kamu bilang? Apa kamu mengancam ku?"


Bella tertawa kecil. Entah apa yang lucu. Ia bertepuk tangan tiga kali, lalu bangkit dari duduknya."


Bella menatap Sifa dengan tatapan tajamnya. Dan kemudian ia menempelkan jari telunjuk di dagu Sifa.


"Kau anak muda yang baru saja merasakan masa remaja, bersopan lah sedikit pada seseorang yang lebih tua darimu. Dan satu hal lagi apa kamu pernah bertemu dengan seseorang Laki-laki yang paling kamu sayangi?"tanya Bella dengan wajah sinisnya.


"Jika kamu masih punya mulut yang terbuka cepatlah tunjukkan dan katakan dimana Rasya berada sekarang. Aku hanya akan percaya jika aku melihat Rasya dengan kedua mataku sendiri apa anda paham!"


Pandangan mata yang sedari tadi fokus melihat ke depan, betapa terkejutnya Sifa setelah ia melihat seorang pria terikat dengan rantai dengan tubuh banyak memar. Dan juga terdapat luka sayatan di sekujur tubuh pria tersebut. Bahkan rambut panjang yang dimiliki pria itu terlihat sangatlah kotor seperti tidak pernah terawat. Kumis tebal yang dimiliki laki-laki tidak berdaya.


Mata yang seketika terbuka lebar dan tidak akan pernah menyangka dengan pandangan apa yang ia lihat saat ini.

__ADS_1


"Rasya ... Ini beneran kamu? Kamu beneran masih hidup?"ucap Sifa/ Sifa dengan wajah tidak percayanya.


"Gadis manis apa kamu masih tidak bisa mempercayainya? Apa kamu masih tidak percaya dengan siapa kamu sedang berhadapan saat ini. Apa kamu masih tidak mempercayainya atau mungkin kamu tidak percaya kalau Rasya laki-laki yang kamu cintai ternyata masihlah hidup. Baiklah berubung aku orang baik aku akan menceritakan semuanya sama kamu karena mungkin hari ini adalah hari pertama karena untuk yang pertama kalinya kamu bisa bertemu langsung dengan Laki-laki yang kamu cintai ini yang selama ini telah kamu anggap sudah meninggal. Dan mungkin nasib buruknya ini adalah hari terakhir kamu akan melihatnya karena setelah ini mungkin kamu yang akan pergi ninggalin dia untuk selamanya.


"Brengsek lepaskan aku...lepaskan aku...


"Vernando mendingan sekarang kamu buka borgolnya biarlah dia menghirup udara segar untuk sementara waktu. Karena aku rasa biar pun kita membukanya dia juga gak akan mampu untuk berdiri mau pun melindungi Wanita yang ia cintai ini," perintah Bella.


"Baik Nyonya," balasnya segera anak buah itu pun membuka borgol beserta rantainya.


Entah apa yang ada dibenak Bella atau ia hanya bersandiwara belaka dengan rasa percaya diri yang tinggi dan kesombongannya itu. Tanpa berfikir yang kedua kalinya Bella pun memerintahkan Vernando yang tak lain anak buahnya untuk membuka borgol tersebut.


Kedua pergelangan tangan yang tadinya telah terborgol dan terikat kencang dengan rantai besi kini dalam hitungan menit semua ikatkan sekaligus borgol itu pun terlepas dari kedua tangan Rasya.

__ADS_1


Dengan keadaan terduduk tepat dihadapan Bella, dengan kasarnya Bella pun memberikan pukulan demi pukulan yang membuat darah segar pun mengalir dari kedua sudut bibir Sifa.


BERSAMBUNG.


__ADS_2