Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
Rencana Richard


__ADS_3

Berniat akan pergi dari hadapan Richard. Richard yang sudah siaga ia kembali menarik Resya dan mendorongnya kembali.


Tersungkur ke belakang, hingga akhirnya Richard pun mendorongnya hingga benar-benar terbaring di atas ranjang. Memegang kedua pergelangan tangan Resya dengan erat, mengunci dengan tangannya. Richard menatap wajah Resya dengan bringas. Memperhatikan pahatan indah dari wajah Istrinya itu.


Sedangkan cengkraman yang dilakukan Richard yang semakin mempersulit Resya untuk melarikan diri darinya, sedangkan Richard yang sudah menatapnya dengan tatapan bergairah bibirnya yang hampir saja menyentuh lekuk lehernya. Dan pandangan Richard yang semakin menjadi setelah ia memandang bibir Resya yang sangatlah mungil.


"Apa yang mau kamu lakukan?" tanya Resya yang terlihat cukup panik.


"Aku hanya ingin merasakan gimana rasanya lipstik yang kamu pakai ini. Kelihatannya sangatlah manis. Apa rasanya itu seperti strawberry," balas Richard dengan mengigit bibir bawahnya sendiri.


Karena terlalu mendalami perasaannya, Richard pun akhirnya memberanikan diri mendekati bibir mungil Resya yang memakai lipstik cantik tersebut. Perlahan-lahan Richard rasanya inggin sekali mengigit bibir mungil tersebut. Hanya berjarak sekitar lima senti Richard sudah hampir berhasil menguasai bibir tersebut.


Niat Richard yang inggin sekali mengecup bibir Resya sekali saja. Akan tetapi belum juga Richard berhasil menyentuh bibir mungil tersebut, ia sudah keduluan dengan adanya dering ponsel yang tiba-tiba menganggu konsentrasi mereka.


"Ist siapa sih yang menelfon?" gumam Richard yang terlihat kesal.


Tanpa aba-aba Resya seketika langsung mendorong tubuh Richard hinga tubuhnya pun terguling kebawah lantai.


"Aww...astaga Resya apa yang kamu lakukan kenapa kamu mendorong-ku?


"Itu akibatnya karena kamu sudah dengan beraninya menggodaku," balas Resya yang kemudian ia mengambil benda yang berbunyi tadi


" Siapa yang menelfon?"tanya Richard berlalu ia menghampiri Resya.


"Eyang verlanta!.


"Eyang...sejak kapan kamu punya eyang. Bukankah kamu itu anak tunggal sedari dulu kamu bilang," balas Richard yang merasa bingung.

__ADS_1


"Sudahlah aku jawab dulu.


"📞 Iya eyang ada apa maaf Resya tadi habis dikamar mandi jadi Resya tidak dengar dengan jelas kalau ponsel Resya berbunyi tadi?"


"📞 Iya tidak apa-apa nak. Oh iya dimana kamu sekarang?" tanya Eyang akan tetapi pandangan Resya fokus melirik kearah Richard.


"📞 Sekarang Resya berada di kediaman suami Resya. Dan Resya tidak bisa menjelaskannya secara rinci nanti Resya bakal menceritakan semuanya pada eyang!"


"📞 Baiklah. Oh iya sayang apa kamu hari ini sedang sibuk ada sesuatu yang ingin Eyang bicarakan pada kamu," balasnya lagi.


📞 Soal apa eyang?"tanya Resya balik.


"📞 Soal itu Eyang tidak bisa menjelaskannya, jadi bisakah kamu kesini?"


"📞 Baiklah Resya akan ke Rumah eyang sekarang!"


Segera Resya pun mematikan sambungan telfonnya. Akan tetapi wajah Resya nampak berbeda setelah eyang yang menyuruhnya kesana lagi.


"Eyang tadi menyuruhmu untuk kesana apa kamu tidak akan kesana. Atau mungkin kamu ingin menemaniku disini?" ledek Richard tapi tak dihiraukan oleh Resya, berlalu Resya pun pergi dari hadapannya dengan tatapan kesal yang ia tunjukkan.


*


*


*


"Iya eyang ada apa kenapa eyang menyuruh Resya untuk datang ke Rumah eyang?"tanya Resya yang mendapati eyang sedang bersantai dihalaman rumahnya.

__ADS_1


"Dia siapa?"tanya eyang balik yang melirik kearah pria disamping Resya.


"Dia Richard eyang laki-laki yang selama ini telah banyak Resya bicarakan sama eyang?"


"Jadi kamu laki-laki yang sering menyakiti cucu saya?"


"Maafkan saya eyang saya tahu saya yang salah. Aku akui memang kesalahan saya tidak sepantasnya untuk dimaafkan, tapi saya janji mulai sekarang saya akan lebih menyayangi Resya melebihi nyawa ku sendiri saya janji," ucap Richard dengan menundukkan kepalanya.


"Sudahlah Eyang aku yakin Richard akan bisa berubah. Maka karena hal itu aku memaafkannya. Oh iya eyang menyuruhku untuk datang kesini apa ada masalah yang terjadi pada eyang?"


"Iya Resya tujuan Eyang menyuruhmu datang kesini karena eyang mau mulai sekarang kamu yang akan menjalankan perusahaan Penta Groups. Perusahaan yang selama ini dengan sudah payah eyang berdiri-kan. Di dunia ini tidak ada seseorang yang eyang percayai untuk membantu eyang membangkitkan perusahaan itu. Akan tetapi setelah eyang bertemu dengan kamu eyang seketika percaya kalau kamu pasti bisa dipercaya menjalankan perusahaan itu jadi kamu bersedia kan Resya?"ucap Eyang akan tetapi Resya berbalik membelakangi Eyang.


"Tapi eyang. Aku rasa aku tidak pantas untuk menerima tawaran eyang itu. Apalagi Resya sadar jika Resya bukankah siapa-siapa eyang, bukan Cucu atau pun anggota keluarga jadi maaf Resya tidak bisa eyang maafkan Resya, maafkan Resya!"


"Eyang sudah menduga kalau kamu pasti akan menolak tawaran eyang ini. Tapi eyang tidak ada cara lain lagi Resya, hanya kamu satu-satunya jalan bagi eyang untuk melanjutkan perusahaan eyang. Eyang sudahlah tua dan tenaga eyang tidak cukup untuk bolak- balik kesana kemari mengurus masalah perusahaan?"


"Maaf Nek sebelumnya bukannya aku ingin ikut campur urusan kalian. Tapi kalau boleh tahu perusahaan yang nenek rintih sekarang apa sudah membuahkan hasil, jika selama ini nenek masih sanggup kenapa harus menyuruh seseorang untuk bisa mengendalikannya jika nenek sendiri masih bisa. Resya menolak bukannya dia tidak kasihan pada nenek, tapi Resya takut akan cacian dan bulyyan yang akan semua orang lakukan mengenai dirinya. Aku juga merasa jika Resya menerima tawaran eyang menjadi seorang Presdir di perusahaan gimana reaksi para karyawan yang lainnya dan juga para rekan kerja. Karena aku yakin nanti pasti banyak orang yang akan membully nya akibat masalah ini. Apalagi Resya bukanlah darah daging dari nenek jadi aku rasa ini akan sangat beresiko. Tapi jika nenek mengijinkan, kita berdua mau membantu nenek tanpa harus menyuruhnya menjadi seorang Presdir di perusahaan nenek ini?"


"Maksud kamu?"


"Maksud aku. Aku tahu niat pertama Nenek pasti nenek ingin tahu kan apa yang terjadi sebenarnya pada perusahaan nenek. Apa yang dilakukan para karyawan disaat melakukan pekerjaannya. Apa mereka benar-benar bisa diandalkan atau kah mereka sebenarnya sedang mempermainkan kebaikan nenek Karena aku baru ingat dan sadar akan salah satu anak buah nenek jika salah satu orang kepercayaan nenek ternyata secara diam-diam dia telah mempermainkan nenek dengan korupsi uang perusahaan nenek ini?"


"Kamu tahu dari mana kenapa kamu merasa sangatlah yakin dengan ucapan kamu itu?"


"Untuk saat ini Richard belum bisa menjelaskannya secara rinci. Tapi jika nenek mengijinkan kita untuk menyelidiki kasus ini aku siap membantu nenek. Pastinya Resya juga akan siap dengan permainanku ini?"


"Iya Nek yang dikatakan Richard memanglah benar. Aku tahu Richard itu seperti apa orangnya. Sekali ia melihat ada sesuatu yang tidak beres maka itu akan benar-benar membuktikan omongannya itu. Percaya pada Resya kalau nenek pasti tidak akan nyesel dengan ide yang diberikan Richard ini," timpal Resya yang mencoba meyakinkan eyang.

__ADS_1


"Baiklah jika itu memang sudah jadi keputusan kamu?" balas Eyang yang kemudian dibalas dengan senyuman oleh Resya dan Richard.


BERSAMBUNG.


__ADS_2