
"Tidak itu tidak mungkin, nenek dia tidak mungkin meninggal itu tidak mungkin!"
Meratapi tulisan nama yang tertera pada batu nisan dengan nama Minah Pujiati, hati Nurma seketika hancur berkeping-keping bahkan ia tidak sanggup lagi untuk menopang tubuhnya sendiri.Air matanya mengalir dengan sangat deras sampai-sampai ia tidak sanggup untuk mengatakan sepatah kata pun lagi.
"Sekarang sudah mau malam apa kamu masih mau disini? Setelah aku bertemu denganmu aku sedikit lega karena aku bisa menyampaikan pesan terakhir dari nenek kamu sendiri jadi bisakah anda ikut denganku hari ini?"
"Pesan terakhir?"
"Iya sebelum nenek kamu meninggal. Dia sempat memberikan pesan kepadaku untuk menyampaikan sesuatu sama anda. Dan yang jelas aku tidak tahu apa isi dari benda itu jadi kamu mau kan?"
"Baiklah."
"Ini."
__ADS_1
✍️✍️🧾🧾
Nurma sayang maafkan nenek mungkin nenek adalah nenek yang paling jahat karena nenek tidak pernah berani untuk menemui cucu kandung nenek sendiri.
Maafkan nenek jika nenek lebih memilih hidup sendiri daripada harus ikut menemani kamu. Nenek sangat menyayangimu tapi nenek lemah. Nenek lemah karena nenek tidak bisa menerima kenyataan jika nenek gagal mendidik putra kandung nenek sendiri. Nenek gagal karena nenek telah gagal menjadi seorang nenek yang baik dan penyayang pada cucu kandung nenek sendiri.
Jika kamu mau marah dan membenci nenek, nenek sudah siap dengan lapang dada. Sekali lagi maafkan nenek Nurma, maafkan nenek.
Dan mungkin tiba saatnya kamu bisa membaca surat dari nenek ini. Mungkin nenek sudah tidak bisa lagi mendekam-mu seperti dulunya nenek selalu mendekam tubuh kecilmu jika petir datang menyambar dan selalu mengeluarkan suara yang sangat menakutkan dirimu. Maafkan nenek Nurma , maafkan nenek. Dan gelang itu simpanlah gelang itu untuk kamu. Biar pun gelang itu tidaklah berharga mahal. Nenek mau kamu mau menyimpannya seperti kamu menjaga sesuatu yang sangat berharga untuk kamu.
"Kamu kelihatanya sangat menyayangi nenek kamu. Tapi kenapa kamu disaat nenek kamu memutuskan dari rumah kenapa kamu tidak berusaha untuk mencegahnya. Kenapa selama 20 tahun lamanya kamu baru bertemu dengannya biar pun itu semua sudahlah percuma karena nenek kamu sudahlah meninggal. Kenapa juga aku perhatian kondisi kamu cukup buruk seperti ini padahal kan papa kamu orang kaya raya kenapa kamu lebih memilih jadi maaf gelandangan seperti ini?"
"Biar pun papaku orang kaya akan lebih baik aku hidup terlantar daripada aku harus hidup disiksa secara terus-menerus sama Papa kandungku sendiri?"
__ADS_1
"Disiksa? Memangnya Papa kamu sering menyiksa kamu?"
"Sejak kepergian Mamaku akibat kecelakaan beberapa tahun yang lalu. Papa berubah sangat membenciku. Bahkan dia tidak lagi menjadi seorang ayah yang mampu mendamaikan putri kesayangannya. Tapi dia malah sebaliknya menghukum dan berani memukulku dengan tangan ringannya!"
"Astaga apa Papa kamu sejahat itu biar pun itu sama Putrinya sendiri. Terus sekarang kamu tingal dimana?"
"Selama ini aku tingal dipinggir jalan menjadi anak jalanan. Biar pun setiap aku hidupku terbilang sangat menderita tapi aku senang setidaknya aku bisa lega dan terhindari dari kejahatan papa kandungku sendiri!"
"Baiklah. Kamu seorang perempuan dan itu akan sangat membahayakan buat kamu jika kamu tidur dijalanan itu akan sangat membahayakan. Apalagi kejahatan seksual sering terjadi belakangan ini jadi mendingan mulai sekarang kamu tinggallah bersamaku dan anggap aja aku ini Abang kamu sendiri!"
"Apa kamu tidak keberatan?"
"Tidak aku tidak akan keberatan. Aku akan sangat menyesal jika keinginan nenek kamu yang menyuruh ku untuk menjagamu telah gagal aku laksanakan. Jika sesuatu terjadi sama kamu itu akan tambah sangat melukai hatiku karena lalai melaksanakan perintah yang nenek kamu ajukan jadi kamu mau kan?"
__ADS_1
"Baiklah aku mau," balas Nurma dengan pandangannya yang masih fokus menatap kearah foto neneknya.
BERSAMBUNG