
Dia adalah Silvi adik kamu, kurang lebih hampir beberapa bulan ia disekap disalah satu ruangan rahasia dan hanya mengandalkan cairan yang diduga adalah cairan yang mampu memperlambat daya otak seseorang itu.
Dan Silvi hanya mampu tersadar jika cairan itu tidak sampai masuk kedalam tubuhnya. Akan tetapi jika cairan itu sampai berhasil disuntikkan kedalam tubuhnya paling lama Silvi beberapa Minggu ia akan bisa tersadar kembali.
"Tega sekali orang yang melakukan semua ini pada Adikku. Apa orang jahat yang tega menyakitinya adalah keluarga dari Reno sendiri apa mungkin Mamanya juga dalang dibalik semua ini.
"Iya itu benar semua ini memang Reno dan keluarganya dalang dibalik semua ini. Ada ada satu hal lagi yang perlu kamu ketahui kalau mereka mempunyai rencana lagi untuk membuat Silvi menggalami kecelakaan agar jasadnya hancur dan tidak teridentifikasi. Karena ia sengaja agar identitas Silvi yang asli tidak diketahui oleh semua orang jika aslinya ia bukanlah Putri kandungnya.
"Sangat kejam sudah membuat Silvi menderita sampai seperti ini, ia masih belum puas juga dan ingin menghancurkan semuanya. Tidak, aku tidak terima kita harus menggagalkan semuanya.
"Siang nanti jasad palsu yang ia kira adalah Silvi akan dibawa pulang menggunakan salah satu Ambulance yang sudah direncanakan olehnya. Sedangkan Permasalahannya aku tidak mungkin menggunakan Silvi asli sebagai umpannya karena dugaanku ambulance itu pastinya akan sengaja diterjunkan kesalah satu jurang jadi jika aku gunakan Silvi bukankah itu sama aja aku membunuhnya. Jika aku menggunakan jasad orang lain aku tidak tega untuk melakukan semua itu.
"Kamu tenang aja dalam masalah ini bukan Silvi mau pun orang lain yang akan jadi korbannya, tapi aku sendirilah yang akan melakukannya. Akan tetapi tujuanku bukan untuk menyerahkan nyawa ku sendiri pada mereka akan tetapi aku sendirilah yang akan bikin mereka jadi korbannya.
"Apa kamu yakin, tapi bagaimana mungkin caranya? tanya Rasyel yang terlihat bingung.
"Sudahlah nanti kamu juga akan tahu yang jelas aku minta kamu sekarang cepat bawa Silvi keluar dari Rumah sakit ini.
"Tapi bagaimana caranya.
"Mana ruangan rahasia yang dimana jasad orang lain berada didalam sana. Apa kamu bisa mengantarkan ku ke sana? tanya Sifa.
"Baiklah aku akan mengantarkan mu, tapi sebelum mengantarkan mu ke sana terlebih dulu kita harus menyabotase sesuatu karena didalam ruangan rahasia itu penjagaannya sangatlah ketat, jadi aku rasa untuk bisa masuk kedalam sana itu tidaklah mudah jadi kita harus memikirkan caranya sekarang.
"Kebakaran mungkin dengan bantuan alarm kebakaran kita akan berhasil menyelinap disana,"ucap Sifa yang kemudian Rasyel pun menimpalinya.
"Alarm kebakaran apa kamu yakin dengan ide kamu itu? tanyanya lagi.
"Iya aku yakin. Karena dengan alarm itu berbunyi otomatis orang-orang yang mendengarnya mereka akan berhamburan menyelematkan diri mereka masing-masing. Dan jika suasana sudah aman barulah kita masuk kedalam sana apa kamu mengerti dengan rencana ku ini? tanya Sifa
"Baiklah kayaknya ide kamu ada benarnya juga.
"Sedangkan kamu Rasya, kamu bisa membantuku dengan membawa Silvi keluar dari sini kan . Dan aku sangat berharap kamu bersedia mau membantu kami saat ini.
__ADS_1
"Baiklah aku akan membantumu, aku adalah seorang Polisi jadi sudah jadi tugasku untuk ikut berpatisipasi dalam penyelamatan dan pemberantasan kejahatan seperti ini.
"Baiklah sekarang kalian keluarlah. Aku akan menukarkan pakaian yang aku kenakan saat ini untuk Silvi. Sedangkan aku sendiri akan berpura-pura menjadi pasien disini.
"Baiklah.
20 MENIT KEMUDIAN.
"
"
"
"Apa kamu sudah siap? tanya Rasyel yang melihat Sifa dan Silvi sudahlah bertukar tempat.
"Iya aku sudah siap.
"Kamu tenang aja Silvi, kakak janji kakak akan kembali dan Kakak tidak akan mengecewakan semuanya.
"Ingat berhati-hatilah.
"Baiklah.
"Sebelum aku membawamu ke ruangan rahasia terlebih dulu kita harus membuat alarm kebakaran berbunyi. Aku akan meminta bantuan pada Dokter Kim.
"Baiklah.
"Ya sudah Rasya sekarang kamu bawalah Silvi keluar dari kamar ini. Dan ingat apa yang kita rencanakan saat ini tidak boleh sampai ada orang yang mengetahuinya termasuk Papaku apa kamu paham?
"Iya aku paham, kamu tenang aja aku bisa menyelesaikan semua ini.
"Papa... maksud kakak apa? apa kakak lupa, Papa kan sudah meninggal belasan tahun yang lalu apa Mama menikah lagi setelah ia mengira kalau aku sudahlah meninggal? tanya Silvi yang merasa penasaran.
__ADS_1
"Soal itu kakak belum bisa menjelaskan semuanya sama kamu, yang ikutlah bersama Rasya," perintah Sifa.
"Baiklah Kak," balas Silvi yang kemudian ia pun mengikuti Rasya.
"
"
"
Sesosok Wanita dengan rambut terurai yang dengan anggun dan terdiam telah terbaring diatas brangkar Rumah sakit ini. Dan tidak terlihat dari seseorang itu yang sedang membuka kedua matanya.
Tak berapa lama langkah seseorang pun datang menghampirinya dengan raut wajah senyumannya.
"Ini Nyonya Putri Nyonya yang sudah tidak bisa kami selamatkan, maafkan kami...maafkan kami karena kami telah gagal menyelematkannya maafkan kami,"
"Anda tidak perlu bersedih seperti itu, ini mungkin sudah takdir dari yang diatas. Dan sekarang aku minta bisakah kamu meninggalkan ruangan ini sebentar karena aku ingin mengucapkan kata terakhir pada Putri kesayanganku ini.
"Baiklah Nyonya aku akan pergi sekarang, mari..," ucapnya yang kemudian Dokter itu pun bergegas berpamit padanya.
Setelah perginya Dokter itu. Sandra pun mengusap air mata palsunya dan berlalu ia pun tertawa melihat apa yang ia inginkan akhirnya berhasil dengan sangat sempurna.
"Silvi sungguh gadis yang sangat malang kamu pasti sangat tersiksa kan dengan semua ini, tapi kamu tenang aja ini yang terakhir kalinya aku menyakitimu sayang karena setelah ini aku gak akan lagi memperlakukanmu layaknya seekor hewan seperti ini jadi kamu tenang aja ya sayang, oh iya aku lupa kamu kan sudah ma*i dan apa yang ada di hadapanku ini kan hanyalah jasad yang sudah tidak bernyawa jadi ngapain aku harus memintamu untuk tenang kan pada kenyataannya kamu sudahlah tenang di alam sana. Tapi maafkan saya..maafkan saya kalau aku masih perlu melakukan satu kali lagi rencana pada tubuhmu ini. Karena masih ada satu kejutan lagi untukmu sayang," bisiknya dengan tersenyum sinis.
Setelah berkata seperti itu ia lantas segera pergi dari ruangan rahasia ini. Dan berlalu ia pun menyuruh anak buahnya untuk membawa jasad yang diduga adalah jasad Silvi.
"Bajingan tetap aja bajingan. Apa yang sudah kamu perbuat apa Mama dan Papaku mau pun saudara kembar ku aku sendirilah yang akan membuatmu merasakan semuanya ingat itu," batin Sifa.
Sekalian ijin promo karya teman-ku ya. Ceritanya gak kalah seru dan pastinya sangat sayang untuk dilewatkan yuk mampir
BERSAMBUNG.
__ADS_1