
Bergegas Rasyel pun menggeluarkan semua barang yang berada dikotak daruratnya yang terdiri dari beberapa jenis barang seperti, gunting, jarum suntik, pisau bedah , selang oksigen sekaligus infus darurat,dan juga air alcohol sekaligus obat-obatan yang lainnya.
"Kalian jika tidak inggin melihat pemandangan yang langkah seperti ini, maka kalian boleh menutup kedua mata kalian."
"Ba...baik tuan!.
"Ini adalah tindakan pertama kalinya bagiku melakukan tindakan operasi darurat seperti ini. Dan tidak ada cara lain lagi jika aku tidak segera melakukan tindakan nekat ini maka taruhan pertama adalah nyawa dari korban itu sendiri. Tuhan bantu aku menyelesaikan niatku untuk menolong nyawa pasien ini, apa pun resikonya nanti aku sudah berpasrah menerima resiko besar yang akan aku hadapi nanti, jadi hamba mohon tolong bantu hamba ...bantu hamba." batinnya yang kemudian ia pun memulainya.
Dengan langkah berhati-hati dan semua perasaan yang tiba-tiba menyerangnya, Rasyel pun berusaha sekuat tenaga dan tetap tenang agar ia berhasil menjalankan operasi ini.
Langkah pertama setelah ia memasang infus dan menyuntikkan obat bius sekaligus menyiram alcohol itu pada luka yang akan ia bedah nanti. Rasyel pun meminta bantuan pada salah satu seseorang.
"Pak bisakah saya meminta tolong pada bapak, tolong pegang infus ini?"pinta Rasyel.
"Baik tuan!.
"Bismillahirrahmanirrahim.
Dengan langkah berhati-hati akhirnya Rasyel pun mulai melakukan pembedahan awal pada bagian titik setelah awal pertama ia tadi yang mencoret titik tersebut. Setelah berhasil merobeknya dengan menggunakan pisau bedah kecil yang terlebih dulu ia siramkan alcohol tadi.
Darah merah segar pun mengalir dengan sangat deras dari bagian pembedahan tersebut. Dan orang-orang yang pada melihatnya mereka pun tidak berani untuk melihat pemandangan yang sangat langka terjadi seperti ini, dimana ada tindakan operasi yang dilakukan di jalanan umum dengan banyaknya pengendara atau pun pejalan kaki yang ramai berlalu lalang.
Selama satu jam tindakan operasi darurat ini berjalan dengan sangat sempurna dan korban pun akhirnya bisa bernafas kembali.
Dan kemudian mobil Ambulan pun datang.
__ADS_1
"Alhamdulillah Korban bisa bernafas?"
"Apa yang terjadi ini?"tanya petugas Ambulan yang begitu terkejut melihat suasana disini.
"Bukan saatnya untuk bertanya, sekarang cepat larikan korban ke Rumah sakit. Karena aku orang yang sudah nekat menggambil tindakan operasi ini, jadi apapun yang terjadi resikonya aku sudah menerimanya jadi aku akan ikut mengantarkan korban sekarang ini," ucapnya bergegas Rasyel pun ikut masuk kedalam mobil ambulan tersebut.
"Gimana keadaan pasien Dok. Apa dia baik-baik saja?" tanya Rasyel pada salah satu Dokter laki-laki yang menanggani korban tadi.
"Maaf anda siapa. Apa anda keluarga dari pasien?" balas Dokter tersebut.
"Sa ...saya bukanlah keluarga pasien, tapi saya orang yang telah melakukan tindakan operasi darurat tadi!" saya ngaku kalau saya salah dan ceroboh dan tidak seharusnya saya melakukan tindakan se-ceroboh itu maafkan saya ...maafkan saya," ucap Rasyel dengan menunjukkan wajah memelas-nya.
Terdiam dan hanya bisa menundukkan kepalanya kebawah dengan merasakan penyesalan yang dalam. Dokter yang melihatnya ia pun akhirnya langsung memegang pundak kanan Rasyel sembari berkata.
"Saya sebagai Dokter bedah saya akui anda sangatlah genius dan pemberani. Dan jarang ada orang yang bertingkah dengan sigap seperti anda. Sekarang saya tanya apa anda seorang Dokter?" tanya Dokter itu dengan wajah seriusnya.
"Iya Dok dia seorang Dokter. Apa nama anda Itu Rasyel wijaya Dokter bedah baru yang bertugas di Rumah sakit Hospitality?" tanya salah satu seorang Dokter yang juga dalam bidang ahli kedokteran di Rumah sakit ini.
"Iya Dok saya memang Dokter yang bertugas di Rumah sakit Hospitality," jawab Rasyel nampak malu dan hanya bisa menundukkan kepalanya.
"Wah hebat sekali, pantas kamu sangat ahli dalam bidang ini. Bahkan setelah saya periksa korban tadi, korban tidak mengalami luka pembedahan yang parah padahal anda melakukannya dalam kondisi mepet tadi," timpal Dokter satunya yang memuji kemampuan Rasyel, Rasyel yang mendengarnya ia nampak malu.
"Ya sudah karena korban sudah sadar, mendingan anda jenguk-lah pasien saya rasa anda sangat ingin tahu kondisinya jadi silahkan," ucapnya yang kemudian tak lama Rasyel akhirnya masuk setelah kepergian dua Dokter tadi.
Memasuki salah satu ruangan terdapat-lah satu pria yang masih terbaring lemas diatas brangkar Rumah sakit. Akan tetapi biar pun lemas pria itu nampak menatapnya dengan tatapan tulus layaknya sudah menunggu kehadirannya sejak sedari tadi.
__ADS_1
"Gimana keadaan anda. Apa anda sudah mulai membaik? apa luka pembedahan tadi merasa lebih sakit dari pada luka pembedahan pada umumnya?" tanya Rasyel yang nampak cemas.
"Apa anda seseorang yang sudah menyelematkan nyawa saya?" tanya seseorang itu.
"Iya saya seseorang yang sudah menyelematkan saya anda," balasnya.
"Sekali terima kasih nak, terima kasih karena kamu sudah berbaik hati mau menyelematkan saya terima kasih," ucapnya dengan wajah ketulusannya yang berbinar-binar.
"Sama-sama Pak, saya senang bisa membantu bapak. Apalagi melihat kondisi om yang mengalami luka parah seperti tadi, tidak mungkin jika saya akan berdiam diri tanpa melakukan sesuatu. Oh iya sebelum itu saya juga ingin tanya pada om apa yang sebenarnya terjadi kenapa om bisa sampai mengalami kecelakaan seperti itu. Apa om sedang mengantuk atau mungkin kehilangan kendali disaat melajukan laju kendaraan itu?"
"Saya sendiri juga kurang tahu. Pada saat saya sedang melajukan laju kendaraan-ku tiba-tiba saja rem mobil tidak bisa dikendalikan. Dan disaat ada seseorang yang sedang menyebrang saya kehilangan kendali dan akhirnya tabrakan pun tidak bisa hindari lagi. Akan tetapi yang bikin saya heran padahal saya sudah sering menyervis kendaraan saya tapi entah kenapa saya bisa lalai sampai rem blong seperti ini karena ini pertama kalinya.
"Tapi yang terpenting anda tidak kenapa-kenapa. Dan saya bersyukur anda berhasil selamat dari kecelakaan yang hampir saja merenggut nyawa anda. Ya sudah besok saya akan mengunjungi anda lagi, tapi sekarang saya harus pergi karena saya masih ada tugas shift malam jadi anda gak masalah kan kalau saya tingal dulu?"
"Iya gak papa, sekali lagi terima kasih, terima kasih atas bantuannya ya nak saya doakan semoga Dokter panjang umur," ucap korban.
"Amin ...terima kasih Om atas do'anya, ya sudah mari saya tingal dulu," ucap Rasyel.
"Iya hati-hati ya nak,"
Dalam perjalanan menulusuri bariton Rumah sakit terdapat-lah dua pria yang menggunakan seragam putih yang tak lain adalah seragam buat penjaga, sembari menggenakan masker yang menutupi sebagian wajahnya, mereka pun lantas hendak akan memasuki ruangan 13 dimana ruangan itu adalah ruangan yang ditempati korban tersebut.
Terlihat sebelum seseorang itu masuk nampak korban masih dalam terbaring lemas diatas brangkar dan sedikit melamun lantaran tidak ada satu pun keluarga yang menjenguknya .
Dan belum juga lamunannya tersadar langkah seseorang terdengar mulai memasuki ruangan ini.
__ADS_1
Ceklek.
BERSAMBUNG.