Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
Perubahan


__ADS_3

Waktu dengan cepat telah berlalu, hari demi hari telah mereka lalui akan tetapi perbedaan telah dirasakan oleh Sifa kepada adiknya. Gimana pada biasanya Silvi adalah anak yang cukup cerita biar pun dia agak pendiam, tapi perbedaan yang dialami oleh Silvi saat ini sudah sangatlah berbeda pada dulunya.


Dia sekarang telah berubah menjadi Wanita yang sangat pendiam dan suka melamun, beberapa kali Sifa bertanya pada Silvi apa yang terjadi pada dirinya. Akan tetapi jawaban yang selalu dilontarkan Silvi pasti selalu sama yaitu " Tidak apa-apa".


Akan tetapi Sifa tahu pasti ada sesuatu yang telah disembunyikan oleh Adiknya entah itu masalah apa, hingga pada saat Sifa yang berjalan dijalan menuju ke Sekolahnya ia pun hampir saja celaka dan tertabrak sebuah mobil hitam lantaran ia tidak fokus yang terus memikirkan kondisi Silvi, pada saat ia hendak ingin menyebrang.


Masih dalam keadaan terkejut, seseorang pengendara dari mobil hitam itu pun turun pandangan Sifa pun seketika tercengang sesaat ia melihat siapa pemuda yang hampir saja menabraknya tadi, tatapannya yang tadinya terdiam dengan bola mata yang terus memandangi wajah tampan laki-laki itu. Ternyata tak berselang lama, pandangan Sifa pun terhenti dan beralih terlihat sangat jengkel dan kesal sesaat ia tahu perilaku dan sikap dari pria yang barusan menabraknya tadi.


Iya laki-laki yang menabraknya yang tak lain ia adalah Rasya Betranto Pemuda tampan berusia 24 tahun dan terlahir dari keluarga kaya tapi sayang sifatnya sangatlah jutek, bergelar menjadi seorang Detektif pemula dan ketampanannya yang melebihi Aktor Korea nyatanya tidak sebanding dengan sifat yang dimiliki pria tersebut.


Lantaran tidak inggin mencari masalah dengan Pria itu, ditambah lagi dia sudah telat nyatanya pria itulah yang inggin mencari masalah dengannya dan terus melebarkan masalah Hinga ke akar-akarnya, hinga rasa kesal yang sedari tadi ditahan oleh Sifa pun memuncak.


"Anda ini lucu ya? Udah tahu kalau anda sendiri yang salah, tapi kenapa anda malah menyalahkan ku? Jika anda marah karena anda gagal menangkap penjahat itu, itu kan kesalahan anda karena anda kurang becus dan kurang taktik untuk menangkap pelaku. Sudahlah saya lagi buru-buru jadi jangan coba-coba menghalangi saya!"


ucap Sifa yang baru aja pergi dan melangkahkan kakinya ke depan, langkahnya pun terhenti sesaat Rasya yang tiba-tiba menarik tangan Sifa dengan kasar. Ia yang merasa tak tahan lagi, Sifa pun dengan sigap dan langsung menarik tangan Pria itu dan membanting tubuhnya ditengah jalan. Dalam suasana yang terlihat ramai akibat perdebatan mereka, pandangan semua orang teralih melihat mereka. Melihat pria itu sudah tidak berdaya dan terkapar, Sifa pun mengambil kesempatan ini untuk melarikan diri. Dan sebelum pergi, ia pun sempat mengucapkan sebagai pelampiasan kekesalannya.


"Sekarang anda tahu kan, kan itu berhadapan dengan siapa? Jadi jangan coba-coba cari masalah denganku!" tegas Sifa yang tanpa berkata, ia pun langsung pergi meninggalkan Rasya.

__ADS_1


"Apa aku tidak salah dengar. Aku ini seorang detektif harusnya dia itu menurut sama aku, tapi kenapa dia seberani itu, dasar menyebalkan!"


Melihat salah satu temannya terkapar dan bersimpuh diaspal bergegas salah satu dari temannya pun menghampiri dan menolongnya.


"Astaga Rasya apa yang terjadi, mana pelaku itu? Kenapa kamu malah bersimpuh disini?"tanya salah satu temannya.


"Pelaku itu kabur! Semua ini gara-gara Wanita gesrek tadi!" kesalnya sembari menunjukkan wajah geramnya.


"Wanita gesrek, siapa?" tanya baliknya.


"Sudah lah aku males bahas Wanita itu," ucapnya yang kemudian ia pun segera bangkit dari tempat bersimpuh ya tadi.


"Astaga Rasya kamu itu kenapa Sih, kenapa Mama perhatikan kamu ngomong-ngomong sendiri ada apa? Apa kamu ada masalah?" tanya salah seorang Wanita yang tak adalah Putri Mama tiri dari Rasya.


"Biasalah lah Ma, kalau orang ganteng kaya Rasya kan selalu ada gangguan dari cewek-cewek yang ingin ngejar Rasya?"


"Pede'an amat sih lo, kalau dibilang ganteng yang jelas ganteng'an akulah dari pada kamu!" timpal Rasyel saudara tirinya.

__ADS_1


"Wah.. pagi-pagi sudah ngajak ribut aja sih lo!"


"Biarin, Mama mendingan sekarang Mama jawab jujur diantara kita berdua lebih ganteng mana ya? Aku atau Rasya ...pasti lebih ganteng aku kan?"tanya Rasyel sembari memberikan ekpresi ledekan pada Rasya.


"Mmm siapa ya diantara kalian yang lebih ganteng, baiklah Mama akan jujur diantara kalian ya pasti lebih ganteng Papa kamu lah, dia kan Suami Mama?"


"IST..Mama ini kalau soal Papa aja tidak ada yang lupa dasar!" gerutu Rasya dengan sedikit memanyunkan bibir bibirnya.


"Sudah-sudah mendingan sekarang kalian cepatlah mandi habis ini makan!"


"Baik Ma."


"Beruntung sekali aku mempunyai mereka, biarlah mereka bukan Putra kandungku tapi aku sangat bahagia sekali memiliki mereka. Karena dengan memiliki mereka kehidupan rumah tanggaku bersama dengan Gibran sampai detik ini masih nyaman tanpa ada gangguan dari orang ketiga," batin Putri dengan memberikan senyuman manis kepada kedua Putranya.


Sekalian ijin promo ya bila berkenan jangan lupa mampir


__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2