
Terkejut dengan jawaban yang diucapkan oleh tuannya tadi, Gibran pun lantas langsung mengatakan.
"Tuan. Apa tuan ingat akan siapa saya?" tanya Gibran akan tetapi mendapatkan gelengan kepala dari Richard.
"Maaf tapi aku tidak mengenal anda, dan kalian semua siapa. Dokter siapa mereka semua?" balas Richard yang masih dalam kondisi kebingungan.
"Richard kamu jangan seperti ini, kasih tahu aku kalau kamu sedang lagi bergurau kan, kasih tahu aku kalau kamu sedang bercanda sekarang?" balas Revan yang tidak percaya dengan apa yang dikatakan Richard saat ini.
"Aku tidak lagi bergurau, aku memang sungguh-sungguh tidak mengenal kalian semua.
Menatap setiap wajah seseorang yang berada dihadapannya saat ini, spontan dalam ingatan Richard pun langsung muncul bayang-bayang seseorang yang berlalu sangat cepat. Hingga ia tidak mampu untuk menggapai bayang-bayang apa yang terus menyitari dalam pikirannya saat ini.
Hingga rasa sakit yang amat sangat pun keluar dari kepalanya, bahkan sangking sakitnya ia seperti dipukuli beberapa kali. ringgis kesakitan pun akhirnya menggapai dirinya.
"Ah..kepalaku, kenapa kepalaku jadi sakit banget seperti ini. Ah ...awww sakit, ahh sakit ...tolong ...ah...."
Teriakan itulah yang akhirnya muncul dalam mulut Richard lantaran sudah tidak tahan lagi dengan rasa sakit yang ia derita saat ini. Setelah melihat dan mendengar Richard yang tiba-tiba meringis kesakitan dengan menekan keras bagian kepalanya semua orang yang melihatnya pun menjadi sangat panik tak terkecuali Resya. Dan dengan langsung ia masuk dan mencoba menenangkannya akan tetapi rasa sakit yang ia alami sudah tidak bisa ia tahan lagi dengan berakhir ia pun akhirnya langsung tersungkur jatuh kembali diatas tempat tidurnya lagi.
"Richard, bangun apa yang terjadi padamu, Richard bangun." teriaknya yang langsung mereka menghampirinya.
"Dokter apa yang terjadi pada Richard sebenarnya. Kenapa dia tidak inggat sama kita yang jelas kita keluarga terdekatnya sendiri. Apa yang terjadi padanya Dokter, cepat katakan padaku?" tanya Resya yang sangat panik.
"Dari awal aku sudah menduganya tapi saya belum berani untuk memberitahukan pada kalian berdua. Karena ini hanya dugaan awal saja aja, tapi setelah saya melihat gimana suami anda yang meringis kesakitan sejadi tadi. Saya baru yakin kalau Suami anda menggalami amnesia dimana akibat benturan yang keras yang ia alami akibat kecelakaan tadi, dia menggalami gegar otak yang akhirnya ingatannya pun hilang 90 persen. Dan selain itu saya rasa dia selama ini sudah cukup banyak memikirkan masalah berat yang selama ini mengganjal pikirannya, yang akhirnya pikiran itu sudah tidak bisa ia tampung lagi. Dan akhirnya resikonya seperti inilah yang terjadi dengan fatal!"
Bahkan dia bukan hanya tidak akan inggat sama kalian saja, tapi dia juga akan lupa nama, tempat tinggalnya bahkan kehidupan pribadinya pun hilang dari ingatannya.
"Apa?" kenapa nasib Papa strategis ini, kenapa dia sampai tidak inggat sama keluarganya.
"Dok, apa amnesia yang dialami suamiku bisa ditangani dengan pengobatan alternatif?" tanya Resya.
__ADS_1
"Soal itu aku rasa akan sangat sulit. Karena semakin kalian berusaha memaksa Richard kalian agar inggat semuanya, yang ada tindakan itu bukan malah ingatan dia akan kembali pulih secara cepat. Akan tetapi yang ada kalian malah akan menyiksanya secara perlahan-lahan, contohnya seperti kejadian yang tadi, dimana ia meringis kesakitan sejadi-jadinya, apa kalian inggin hal seperti itu akan terulang kembali. Bahkan terulang setiap harinya," ujar Dokter.
"Ya sudah saya tingal dulu. Dan kabari saya kalau dia telah sadar kembali. Ingat omongan saya jangan pernah kalian mengingatkan pasien akan siapa dan keluarga, biarlah waktu yang membantunya untuk mengingat semuanya," perintah Dokter.
"Baik Dok sekali lagi terima kasih atas saran Dokter. Mulai sekarang kita tidak akan melakukan kesalahan seperti tadi," ucap Resya dengan pandangannya yang mengarah kearah Richard.
"Baiklah ya sudah permisi.
"Baik Dok.
Kenapa lagi-lagi aku harus mengalami semua ini. Baru beberapa hari keluarga-ku bisa merasa bahagia lantaran bisa berkumpul kembali, tapi kenapa lagi-lagi musibah datang menghampiriku lagi kenapa?"
Batin yang hanya mampu mengucapkan. Tak ada sepatah kata lagi yang mampu ia ucapkan kecuali hanya air matanya yang lagi-lagi terus mengalir dari kedua sudut matanya.
"Mama jangan nangis ya. Sifa yakin pasti semua ini ada jalan keluarnya. Sifa yakin pasti Papa akan ingat siapa kita Sifa yakin.
"Iya Ma yang dikatakan kak Sifa memang benar, Papa pasti sembuh dan mengingat kita Silvi yakin jadi Mama jangan nangis ya ada kita disini jadi Mama jangan menangis.
"Iya Ma
"Nyonya jangan cemas memikirkan masalah ini semampu kami, kami akan berusaha membantu Nyonya untuk mengembalikan ingatan Tuan Richard kita janji.
"Aku tidak tahu harus dengan cara apa aku bisa berterima kasih pada kalian. Kalian orang-orang yang sangat baik bahkan sudah dengan senang hati mau menjaga kita disaat kalian tahu sendiri jika Tuan kalian sudahlah meninggal. Jadi untuk masalah ini biar aku saja yang mengatasinya aku yakin ada jalan keluar dari masalah ini aku yakin.
"Tapi permasalahannya terlihat jika Tuan kayaknya sangat membenci Nyonya. Apalagi mendengar ucapannya tadi aku mengingat akan dimana sifat pertama kali Tuan disaat dulu dia sangat membenci Nyonya. Doaku semoga kebenciannya tidak berangsur-angsur lama karena jujur saya sendiri kasihan sama nyonya jadi cepat atau lambat kita harus memikirkan cara untuk menyelesaikan masalah ini.
Melihat dirinya sedari tadi mengucapkan sesuatu, nampak pandangan Resya terlihat melamun memikirkan sesuatu.
"Nyonya. Nyonya tidak apa-apa kan?" tanya Gibran berlalu Resya pun sadar dari lamunannya.
__ADS_1
"Gibran?"panggilnya Kemudian Gibran menoleh.
"Iya Nyonya?"balasnya.
"Apa kamu bisa membantu-ku menjalankan sebuah rencana besar?"ucap Resya yang spontan membuat Gibran yang mendengarnya sedikit bingung.
"Rencana besar?" rencana besar seperti apa maksud Nyonya?"tanya baliknya.
"Untuk sekarang aku tidak bisa menjelaskan secara diteal pada anda, tapi sekarang aku sangat butuh anda untuk meyakinkan Richard jika kamu adalah teman terdekatnya. Jika nanti ia udah percaya aku minta kamu bohongi dia jika dia adalah Presdir di-perusahaan yang aku dirikan sekarang ini karena mungkin dengan cara inilah kita bisa melatih pikiran Richard agar perlahan-lahan ingatannya bisa pulih kembali apa kamu bersedia?" ucap Resya akan tetapi Gibran terlihat masuk kurang paham.
"Maksud nyonya kita berpura-pura membohongi Tuan jika perusahaan yang nyonya dirikan selama ini adalah perusahaan milik Tuan?" tanyanya lagi.
"Iya bisa dibilang seperti itu," balasnya.
"Tapi kenapa Nyonya. Bukankah jika Nyonya mengunakan cara itu ini akan berpengaruh buruk pada perusahaan dan masalah keuangan Nyonya. Apalagi sadar jika Tuan sedang dalam kondisi tidak ingat akan siapa dirinya dan siapa nyonya. Dan yang saya takutkan, saya takut jika Tuan akan kembali seperti kehidupan yang dulunya yaitu menjadi seorang mafia berhati dingin dan pemarah seperti dulu yang suka berfoya-foya menghamburkan uang demi kesenangannya sendiri. Saran saya Nyonya jangan lakukan cara ini nyonya masih ada cara lain lagi untuk mengatasi masalah ini.
"Tapi saya sudah setuju dengan keputusan saya ini. Dan apapun resikonya saya sendiri yang akan menanggung semuanya termasuk kehilangan perusahaan. Richard hanyalah kehilangan ingatannya, sejatinya daya pemikirannya pasti ia masih sadar. Dan pastinya dalam lubuk hatinya yang paling dalam aku sadar dia pasti bisa merasakan kehadiran-ku ini.
"Baik Nyonya jika nyonya sudah siap dengan semua resikonya saya akan menjalankan misi ini. Dan aku setuju dengan rencana Nyonya ini, bersandiwara? iya kayaknya kita memang perlu melakukan sandiwara ini untuk membodohi Tuan. Dan saya akan meminta seluruh anak buah Tuan untuk membantu menjalankan rencana ini, tugas nyonya nanti hanyalah berpura-pura menjadi sekretarisnya jadi nyonya sudah siap jika setiap harinya mungkin nyonya akan mendapatkan hinaan atau pun cacian dari suami nyonya sendiri?'
"Saya sudah siap semuanya. Dan besok lusa kita mulai jalankan misi kita ini.
"Baik Nyonya, ya sudah saya permisi dulu.
"Baiklah silahkan.
SEKALIAN IJIN PROMO KARYA TEMAN-KU YA
__ADS_1
BERSAMBUNG.