
Hari pertama Putriku sangatlah bahagia melihat jika dirinya keterima disalah satu universitas yang ia impikan sejak lama.
23 februari 2020 dimana hari itu hari pertama ia mulai masuk di-universitas impiannya. Hari pertama ia masuk tidak ada kejanggalan bagi Putriku, ia terlihat sangat bahagia tanpa ada kesedihan yang terpancar dari raut wajah cantiknya.
Sehari setelah Putriku diselimuti rasa bahagianya esok hari, hari kedua ia masuk ke universitas, Putriku dilarikan ke-rumah sakit dalam kondisi pakaian terkoyak layaknya habis menggalami pelecehan.
Dokter yang memeriksanya ia mengatakan jika Putriku baru saja menjadi korban pelecehan, berusaha aku mengusut tuntas masalah ini aku mulai menemukan titik terang jika laki-laki bernama Burhan adalah pelaku yang sudah tega menghancurkan kehidupan Putriku.
Akan tetapi karena aku hanyalah manusia miskin kami tidak mendapatkan cukup keadilan. Apalagi dengan diri-ku yang kekurangan banyak bukti sekaligus dukungan jika Laki-laki itu memanglah pelaku yang sudah tega menghancurkan Putriku.
Beberapa hari kemudian keadaan Putriku mulai membaik dari rasa trauma yang sedang ia derita, nasib buruk tiba-tiba saja menghampiriku. Ia kabur dari Rumah, melakukan bunuh diri dengan mengikat lehernya dari bawah jembatan.
Awalnya aku berfikir jika dia memang bunuh diri karena adanya rasa trauma yang sedang dialaminya. Akan tetapi semua berbeda dari pikiran Istriku yang sempat mendengar teriakan Putriku dari dalam kamarnya sebelum ia dinyatakan hilang dan tewas gantung diri.
Apalagi menemukan satu barang bukti sebuah kalung liontin bertuliskan nama Burhan membuat saya sangat yakin jika memang benar dialah orang yang sudah menculik putriku. Dan dia juga orang yang sudah membuat nyawa Putriku melayang.
''Jadi maksud anda kami akan percaya dengan drama kamu itu?" timpal Rasya yang ingin menyerangnya, Sifa yang melihatnya ia seketika mencegahnya.
''Aku tidak meminta siapapun untuk percaya padaku? Aku hanya minta pertanggung jawaban dan keadilan!"
"Sudahlah penjahat berwajah polos seperti anda tidak sepantasnya untuk dimaafkan, jadi ayo cepat ikut aku ayo!"
"Rasya tahan dulu emosi kamu. Apa kamu tidak bisa menyelesaikan masalah dengan kepala dingin?"
"Apa yang harus diselesaikan dengan kepala dingin. Dia ...dia sudah membunuh orang apa pantas kita maafkan dengan begitu gampangnya?"
__ADS_1
''Apa Laki-laki bernama Burhan itu termasuk seseorang yaang disegani dan termasuk keluarga dari golongan orang kaya raya?" tanya Sifa.
''Ia dia salah satu Putra tunggal dari Pria bernama Antonio yang tak lain ia salah satu penjabat negara. Aku tidak pernah menginginkan kalian untuk mempercayai-ku tapi aku hanya minta satu, jika kalian benar-benar seorang Polisi yang berniat memberantas keadilan dan kejahatan segera tangkap dia. Dan carilah bukti jika Laki-laki bernama Burhan benar-benar pelaku yang sebenarnya. Aku janji jika nanti kedua manusia biadab itu berhasil masuk ke-penjara aku sendirilah yang akan menyerahkan diriku ke-polisi."
''Anda tenang saja untuk saat ini aku percaya sama semua ucapan anda.
''Kamu kenapa mudah sekali terpancing dramanya dia?"
''Tapi dia tidak berbohong dengan ucapannya itu. Apa yang dia katakan memang benar-benar nyata dan aku percaya itu," timpal Sifa dengan polosnya.
''Apa kamu bisa menjamin jika apa yang barusan diucapkannya memang beneran nyata?"tanya Rasya dengan wajah tegasnya.
''Iya jika apa yang diucapkannya hanyalah sebuah tipuan aku sendiri yang akan menanggung semuanya!"
''Aku tidak tahu apa yang ada dipikirannmu kenapa kamu begitu mudahnya percaya dengan tipuannya itu," balas Rasya nampak bingung dengan jalan pemikiran Sifa.
''Baiklah tidak masalah, terima kasih sudah mau mempercayaiku," balasnya.
''iya sama-sama pak
Masih berada didalam satu mobil yang sama, diantara keduanya tidak ada suara saling bersahutan yang terjadi seperti awalnya. Sifa sadar apa yang ia lakukan tidak segampang diterima olehnya. Akan tetapi ia percaya terlihat dari raut wajah pria tadi memang beneran nyatanya.
"Kamu kenapa diam terus seperti ini. Dan sampai kapan kamu akan terus mengabaikan-ku seperti ini?" tanya Sifa tapi tak ada sahutan dari Laki-laki yang sedang fokus dengan laju setirnya.
"Baiklah aku tidak akan memaksamu untuk berbicara dan memaafkan-ku, tapi apa yang pernah aku ucapkan tidak akan mudah untuk aku kembalikan. Aku melihat dengan jelas dimana letak kebohongan yang sebenarnya. Memang pria itu terkenal licik tapi aku sadar kelicikan itu terjadi karena adanya rasa tidak keadilan yang menopangnya. Kehilangan seorang Putri dalam kasus keji seperti ini dan tidak ada pembelaan aku rasa bukti ini sudah cukup meyakinkanku jika mau tidak mau kita memang harus membelanya."
__ADS_1
"Tapi apa kamu sadar jika semua dugaan kamu sangatlah salah. Dan pria itu hanya memanfaatkan kamu apa yang akan kamu lakukan selanjutnya? Mendapatkan hukuman dari Kapten bukan itu yang aku takutkan sebenarnya tapi ada hal lain yang lebih aku takutkan saat ini!"
"Memangnya apa yang kamu takutkan?" tanya Sifa tapi Rasya lagi-lagi tak meresponnya. Berani menatap Sifa tapi entah kenapa mulutnya sendiri tak berani untuk berucap.
''Gimana Rasya apa kamu sudah menemukan titik terang dari pelaku bernama Reyhan itu?"tanya Kapten.
''Maaf Kapten kami tidak berhasil menemukan pelaku itu, disaat kami sampai disana pelaku itu sudah pergi dari hadapan kami, dan tidak ada jejak yang ditinggalkannya!"timpal Sifa.
''Aneh padahal pelaku sudah kelihatan jika ia telah memasuki wilayah itu tapi kenapa kalian tidak juga menemukannya?"heran Revan.
''Entahlah Kapten saya rasa kita telat. Apalagi pelaku terkenal licik jadi dia bisa gunakan banyak cara untuk mengelabui kita semua," balas Rasya kemudian.
"Baiklah untuk tugas ini sepertinya tidak akan sangat mudah dan pastinya sangat membutuhkan banyak waktu untuk menangkapnya. Kalian istirahatlah.
"Baik kapten.
''Kamu kenapa malah berbohong padanya, jika kita memberitahukan masalah ini sekaligus kecurigaan kamu pada Kapten bukankah ini akan tambah semakin bagus?"
''Dalam masalah ini tidak ada kata bagus, semakin banyak orang yang mengetahui masalah ini yang ada penjahat yang sesungguhnya akan melakukan penyerangan balik, jadi taktik-ku hanyalah kita sendiri yang tahu karena yang aku takutkan saat ini bukanlah pria bernama Reyhan, melainkan laki-laki yang bernama Burhan itu sendiri!"
''Untuk saat ini aku tidak tahu harus mempercayai siapa, tapi ingatlah jika ada apa-apa aku tidak ada sangkut pautnya dalam permasalahan ini
''Kamu tenang aja aku akan meminta bantuan pada Papa untuk mengatur rencana selanjutnya
"Baiklah itu lebih bagus," balas Rasya.
__ADS_1
BERSAMBUNG.