Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
MULAI TERKUAK.


__ADS_3

Dalam ruangan yang terlihat sepi tanpa adanya seseorang yang terlihat sama sekali, Richard pun akhirnya memanfaatkan waktu ini untuk melihat rekaman cctv yang jatuh pada tangal kemaren, dimana hari Bibik menghalanggi nah Menggalami kecelakaan. Tangan dan tubuhnya yang seketika terdiam setelah ia melihat dengan kedua telingganya sendiri gimana Mama Mertuanya yang tak lain adalah Monika berkata sendiri jika ialah orang yang sudah merencanakan pembunuhan berantai itu pada keluarganya yang terjadi belasan tahun yang lalu.


Dengan menggegalkan tangannya, dan raut wajah yang terlihat sangat datar penuh dengan amarah, Richard pun akhirnya tidak bisa lagi menahan amarahnya lagi.


"Begitu bodohnya aku lantaran aku percaya dengan semua ucapan manis yang diucapkan oleh Wanita itu. Maafkan aku Ma..Pa...maafkan aku. Karena aku telah terlambat mengetahui kenyataan pahit ini dan baru menyadari semua kenyataan jika ialah orang yang telah membunuh kalian, maafkan aku karena aku telah tertipu akan rencana busuk yang telah dilakukan dua siluman itu. Kematian harus dibalas dengan kematian, sekarang yang ada hanyalah dendam dan kebencian, orang seperti mereka tidak pantas untuk bahagia, lihat saja apa yang akan aku lakukan pada mereka nanti.


Bergegas Richard pun menggeluarkan benda pipih yang berada disaku celananya, yang kemudian ia pun memencet salah satu nomor yang tertera pada layar Ponselnya.


"Aku ada tugas baru buat kalian segera laksanakan tugas yang saya perintahkan sekarang, culiklah Nyonya Sandra bersama Ibunya dan kemudian bawalah mereka kedalam Markasku. Aku tidak mau bagaimana pun caranya, yang jelas pukul dua belas nanti aku inggin mereka sudah berada didalam Markasku."perintah Richard pada Gibran David.


"Tuan tenang saja saya akan menjalankan rencana yang Tuan perintahkan."balas David kemudian.


"Baguslah kabari saya kalau kamu sudah berhasil menjalankan tugas yang saya perintahkan tadi."


"Baik Tuan."


"Sebelum aku menyeleseikan mereka, terlebih dulu aku harus bertemu pada Resya. "Ucapnya yang kemudian langkahnya pun pergi meninggalkan ruangan ini.


Sedangkan Revan yang telah memberitahu Resya jika hari ini ia akan melakukan tindakan operasi setelah adanya seseorang yang bersedia mendonorkan kornea matanya untuknya, tak menunggu lama mereka pun akhirnya telah sampai di Rumah sakit tersebut.


Terbaring diatas ranjang dan sudah menggunakan pakaian serba biru dan tepat berada didepan ruang operasi, Dokter dan Suster yang hendak akan memasukkannya. Langkahnya pun terhenti sesaat Resya yang tiba-tiba menghentikan mereka yang berlalu ia pun menggatakan sesuatu pada Revan yang dimana sedari tadi ia sudah berada disampingnya.

__ADS_1


"Dokter apa saya ada ijin untuk mengatakan sesuatu pada seseorang?".tanya Resya.


"Baiklah silahkan berkatalah."balas Dokter yang kemudian Resya pun menggatakan sesuatu.


"Aku baru sadar ternyata didunia ini masih ada orang sebaik kamu, awalnya aku berfikir didunia ini tidak ada manusia yang berhati baik. Dan aku berfikir jika semua Manusia didunia ini berhati Iblis tanpa ada rasa manusiawi. Akan tetapi aku sadar setelah aku bertemu denganmu dan juga bertemu adikmu.


Aku sadar jika didunia ini masih ada orang baik yang dikirimkan Tuhan untuk jadi penolongku. Dan aku juga tidak tahu harus dengan cara apa aku membalaskan semua perbuatan baik yang kamu lakukan padaku, tapi aku sadar dengan berjalannya waktu tidak ada yang tidak mungkin.


Dan aku sudah putuskan jika aku sudah bisa melihat lagi nanti, aku sudah putuskan jika aku akan menceraikannya, karena aku berfikir untuk apa aku harus mempertahankan Seseorang jika seseorang itu sama sekali tidak perduli padaku, mungkin dengan cara itu aku bisa melupakannya dan bisa melanjutkan kehidupanku yang lebih baik nanti, makasih Revan, makasih karena kamulah orang yang sudah memberikan semangat kepadaku terima kasih."ucap Resya dengan mengengam tangan Revan.


"Tapi Resya, aku..."ucap Revan yang baru inggin menggatakan sesuatu. Richard pun datang dan langsung menghalangginya sembari memberikan kode mengelengkan kepalanya yang ia tunjukkan pada Revan. Melihat apa yang dilakukan Richard saat ini, Revan pun akhirnya menggurungkan niatnya.


"Baiklah aku akan masuk, doakan aku ya semoga operasi ini berjalan dengan lancar ya."


"Kamu tenang aja aku akan mendoakan yang terbaik untukmu, jadi cepatlah masuk."


"Baiklah."


Perlahan-lahan Revan pun melepaskan genggamannya yang dilakukan Resya. Setelah dimasukkan kedalam ruang operasi, Revan pun menatap balik kearah Richard yang sedari tadi hanya terdiam tanpa menggeluarkan adanya suara. Merasa tidak enak, Revan pun akhirnya terlebih dulu bicara pada Richard.


"Apa kamu marah kepadaku?".tanya Revan sembari melirik Richard yang sedari tadi tidak menatapnya.

__ADS_1


"Untuk apa aku harus marah kepadamu?".balas Richard yang masih belum menatap Revan.


"Baiklah kalau kamu tidak marah kepadaku, tapi kenapa kamu tadi menghalanggiku, bukannya dengan aku berkata yang sejujurnya tadi padanya, Resya akan bisa mengerti semuanya?.ucap Revan yang akhirnya membuat tatapan Richard pun beralih menatapnya.


"Aku tahu, tapi menurutku itu bukanlah ide yang baik, jika kamu memberitahunya yang ada dia akan tambah marah dan pastinya dia pasti belum bisa menerima semua ini, biarlah waktu yang berjalan. Sekarang aku ada urusan yang harus aku jalankan, jadi aku titip Resya sama kamu ya. Jika nanti operasinya sudah berhasil dan berjalan dengan lancar, secepatnya kamu kabari aku."


"Kamu tenang aja setelah operasinya berjalan aku akan segera menghubungimu, tapi ngomong-ngomong apa yang inggin kamu lakukan. Apa niat kamu ini ada hubungannya sama kematian Bibik?".tanya Revan lagi.


"Iya ini memang ada hubungannya sama Bibik. Dan aku juga sudah mengetahui siapa dalang dari pelaku yang menabrak Bibik sekaligus seseorang yang telah membantai keluargaku, kejahatan harus dibalas kejahatan jadi apa yang mereka lakukan sudah tidak bisa lagi dimaafkan. Jadi hari ini aku akan menyeleseikan semuanya.


"Baiklah jika itu sudah jadi keputusanmu, cepat kabari aku kalau kamu membutuhkan bantuanku, karena aku akan segera memangil anak buahku untuk membantumu?".


"Terima kasih atas tawaran kamu, tapi ini masalah keluargaku jadi aku harus aku sendirilah yang mengakhirinya.


"Baiklah.


"Ya sudah aku pergi dulu.


"Baiklah berhati-hatilah."balas Richard yang kemudian ia pun akhirnya pergi dari tempat ini. Dan perlahan-lahan langkahnya pun mulai hilang dari pandangan Revan.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2