Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
Tembakan


__ADS_3

Penjahat tidak akan pernah kalah melawan kebaikan sama halnya dengan apa yang dilakukan Dokter itu saat ini, seberapa besar ia berusaha menyembunyikan perbuatan jahatnya, pasti ujung-ujungnya rahasia yang selama ini ia sembunyikan perlahan-lahan pasti akan terkuak juga.


Sama seperti bangkai tikus sekecil apapun bentuknya, yang namanya bangkai pasti akan tercium juga aroma bau menyengat-nya. Dan semua itu tidak berbeda dengan apa yang dilakukan Dokter bajingan itu jadi bersiaplah karena sebentar lagi kejahatan Dokter pasti akan terbongkar. Dan bersiaplah mendekam dipenjara setelah perbuatan jahat yang selama ini telah ia lakukan.


Bergegas masuk kedalam mobil. Tak lama Gibran pun menyusulnya.


"Maaf Tuan saya sedikit gagal membuat penjaga itu hampir mengetahui rencana kita.


"Tidak masalah. Karena aku sudah menemukan titik terang dari kasus ini. Dan selanjutnya seseorang yang perlu kita interogasi itu adalah Dokter yang bernama Irwan karena dialah salah satu Dokter bayaran yang diutus si-pelaku untuk ikut menutup kasus kejahatan ini. Dan nanti malam kamu culik si Dokter itu entah bagaimana pun caranya apa kamu mengerti?"


"Baik Tuan nanti malam saya akan menjalankan perintah dari Tuan secepatnya.


"Baguslah.


Jalanan yang terlihat sepi tanpa adanya pengendara yang berlalu lalang saling terobosan menerobos kendaraan yang lainnya.


Dan dalam situasi yang sama, terdapat-lah mobil berwarna hitam yang berplat **** yang melakukan kendaraannya dengan kecepatan sedang.


Pandangan seseorang itu yang tadinya hanya fokus pada laju kendaraannya. Tak lama pandangannya dikejutkan dengan adanya seseorang yang tergeletak tidak sadarkan diri ditengah-tengah jalan.


Suasana yang sepi tambah membuat seseorang itu takut untuk keluar dari dalam mobilnya.


Akan tetapi setelah seseorang itu melihat sebuah benda kotak hitam yang tergeletak disamping pelaku.


Kedua matanya terbuka dengan lebar, tanpa mau menunggu ia lantas segera keluar dari dalam mobilnya.


Mendapati seseorang tergeletak cukup banyak darah. Dengan adanya sekoper kotak hitam yang diduga adalah uang, seseorang itu lantas membuka kotak tersebut dan benar adanya jika kotak itu berisi uang berjumlah banyak.


Serasa menemukan harta disiang bolong, seseorang itu yang tak lain adalah Dokter bergegas ia berniat ingin melarikan diri.

__ADS_1


Akan tetapi belum juga ia berhasil pergi membawa kabur uang itu, langkahnya terhenti setelah sebuah pukulan tepat mengenai punggungnya hinga membuatnya tak sadarkan diri dan tersungkur jatuh ke aspal.


"Satu misi berhasil kita jalankan. Aku rasa dia Dokter gadungan yang mempunyai mata kranjang yang hanya memikirkan uang dan uang," ucap Gibran bergegas ia membantu temannya yang berpura-pura tergeletak tadi.


"Bawa dia masuk kedalam mobil sekarang," ucapnya bergegas mereka pun naik kembali ke-mobil si-Dokter.


"Baik Tuan," balasnya kemudian mereka membopongnya masuk kedalam mobil.


Berada didalam ruangan yang terlihat sangatlah sepi tanpa ada seseorang sekalipun dan hanya sendiri dalam kondisi kedua tangan dan kaki yang masih dalam keadaan terikat beberapa kali seseorang itu mencoba menenangkan pikirannya yang selalu kacau, sekaligus bingung apa yang sebenarnya sedang terjadi saat ini.


Setiap detik banyak sekali pertanyaan tentang nasib buruk yang tengah ia pikirkan. Namun hal yang paling ia takuti dari semua itu adalah kematian, ia takut jika orang jahat yang sedang menyekapnya akan bertindak nekat untuk mencelakai dirinya.


Belum juga rasa was-was nya hilang ia sudah dibuat terkejut sekaligus ketakutan setelah pintu yang tiba-tiba terbuka dengan berbarengan langkah kaki seseorang yang mulai menunjukkan sepatu berwarna hitam yang perlahan-lahan mulai menghampirinya


Pandangan sekaligus tatapan matanya seketika terdiam bahkan tidak berkedip setelah ia tahu ada seseorang yang mulai menghampirinya.


Seorang pria memasuki Mansion itu dengan wajah datar dan dingin yang dimilikinya, hal itu membuat aura seramnya semakin terpancar. Ia duduk disalah satu kursi dengan dikelilingi banyak bodyguard yang berjaga.


Melangkah menghampirinya yang sedang duduk di atas kursi dengan kondisi kedua tangan dan kakinya yang terikat.


"Apa yang kamu lakukan? apa kamu berniat ingin memberitahu seseorang tentang perlakuan ku ini padamu?" tanya pria itu dengan wajah geramnya.


"Siapa anda? dan apa mau anda lakukan kenapa anda menculik-ku dengan cara seperti ini, lepaskan aku ...lepaskan aku ...," gertaknya akan tetapi Richard yang mendengarnya ia hanya nampak tersenyum sinis kearahnya.


"Sudahlah anda ini tidak perlu pura-pura tidak tahu akan siapa aku. Baiklah jika anda tidak tahu maka lihatlah kearah sana!" ucap Richard dengan menunjukkan jarinya pada satu arah dimana terdapat-lah satu ekor ayam mati yang sudah ia ikat bergelantung pada suatu benda.


"Satu ekor ayam mati? apa maksud anda?" tanya baliknya dengan wajah datar.


"Gibran?"

__ADS_1


"Iya Tuan?"


"Bisa ambilkan Pistol-ku?" pinta Richard tak lama Gibran pun mengambilkan pistol itu padanya.


"Ini Tuan," balas Gibran kemudian pistol yang sudah berada ditangan Richard pun siap-siap Richard mulai memasukkan beberapa misi pada pistol tersebut.


"Mm ngomong-ngomong apa anda sudah pernah melihat pertunjukan aksi saling tembak- tembakan. Atau mungkin sudah sering menonton film yang dimana ada adegan tembakan berantai didalam film tersebut. Jika anda belumlah pernah maka lihatlah ayam itu, aku akan menembaknya biar kamu tahu sendiri seperti apa rasanya tubuh-mu ini akan merasa panas jika saling beradu pada misi ini.


Dyar ...


Dyar ...


Dyar ...


Jantungnya seketika tersentak kaget. Melihat satu ekor yang tadinya utuh, kini dalam hitungan detik, satu ekor ayam itu pun menjadi hancur beberapa bagian setelah adanya tembakan yang berhasil mengenainya dan membuatnya hancur tak tersisa.


"Kamu lihat satu ekor mampu menjadi beberapa bagian saja. Dan tubuh-mu ini? jika aku menembaknya hinga 10/ 20 tembakan kamu pasti tahu kan bakal seperti apa bentuknya nanti, jadi sebelum aku melakukan itu pada tubuh-mu cepat kasih tahu aku siapa seseorang yang telah menyuruhmu untuk menyabotase kematian pasien kemaren. Pasien yang telah kamu tuduh menjadi penyebab akan kematian seseorang itu?


"A ...apa maksud anda?" aku ...aku tidak mengerti?"


"Jadi anda masih tidak mau mengaku juga. Apa anda masih belum takut akan ancaman tembakan ini? apa kamu masih mau ancaman lebih besar dari ini. Oh iya diluar markas ini ada kandang buaya. Dan ikan piranha yang gimana mereka memiliki gigi yang sangat tajam bahkan mampu merusak daging sekeras apapun itu dalam hitung detik saja. Jadi apa kamu mau tubuh-mu ini akan jadi santapan mereka?"


"Aku akan melaporkan kasus ini pada Polisi. Aku akan melaporkannya?" gertak seseorang itu nampak berusaha membela diri.


Satu detik ....


Dua detik ....


Tiga detik ....

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2