Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
MASIH HIDUP


__ADS_3

Tanggal: 29 Agu 2022


Subjek: 1


Berada dalam ruangan yang terlihat gelap tanpa lampu penerangannya. Sesosok laki-laki terduduk lemas diatas kursi dengan kedua tangan dan kakinya yang terikat dengan rantai besi yang melilit tubuhnya.


Sedari tadi ia nampak tidak sadarkan diri, dari luka memar yang terdapat di jidatnya terlihat jika dirinya baru aja mengalami kecelakaan yang cukup parah.


Kelopak matanya perlahan-lahan mulai terbuka dengan lebar, melirik ke-kanan, kiri ia tidak melihat akan adanya seseorang yang bisa ia tanya akan apa yang terjadi pada dirinya dan dimana ia berada saat ini.


"Ada dimana aku ini kenapa aku bisa ada ditempat sepi seperti ini?"ucap seseorang itu yang tak lain ialah Rasya.


"Iya, aku mengingatnya, terakhir kali aku mengalami kecelakaan, mobilku masuk kedalam jurang tapi kenapa aku sekarang bisa ada disini? Dan kenapa tangan dan kedua kakiku bisa terkunci dengan rantai besi seperti ini siapa sebenarnya orang yang sudah menculik-ku siapa?"


Tak lama hadirlah seseorang yang mulai menampakkan dirinya tepat dihadapan Rasya. Wanita berbaju merah, memakai sepatu hak tinggi, menyimpangkan kedua tangannya ke-depan terlihat mulai menghampirinya.


"Bella ... Kamu kenapa bisa ada disini?"tanya Rasya yang masih belum menyadarinya.


"Rasya syukurlah kamu sudah sadar aku lega sekarang!"balasnya langsung.


"Bella kamu belum jawab pertanyaan-ku kenapa kamu bisa ada disini?"tanya Rasya lagi.


''Sudahlah Rasya apa yang sudah terjadi sama kamu, kamu sudah jangan pikirkan lagi. Karena mungkin apa yang sudah terjadi sama kamu saat ini semua ini sudah membuktikan kalau kita memang berjodoh dan tidak bisa lagi untuk dipisahkan," balas Bella yang masih membuat Rasya bingung akan perkataan Bella barusan.


''Aku sama sekali tidak paham dengan maksud kamu, ini sudah pukul 07:00 pagi jadi itu artinya sudah sehari aku tidak pulang cepat kamu antarkan aku, aku harus pulang karena mungkin keluargaku sudah pada mengkhawatirkan aku, ayo cepat kamu bantu aku agar aku bisa terbebas dari sini sebelum orang jahat yang menculik-ku memergoki kita ayo cepat lepaskan aku!"


''Rasya ... apa kamu masih belum sadar juga apa yang terjadi saat ini. Apa kamu masih berfikir kalau aku ini mau menolong-mu?"

__ADS_1


''Maksud kamu apa?"tanya Rasya dengan wajah terheran-nya.


''Kamu memang datang kesini untuk menolong-ku kan?"


''Rasya ... Rasya ternyata kamu itu tidak sehebat yang aku kira ya, bahkan kamu masih belum sadar juga kalau akulah orang yang sudah menculik-mu. Dan aku juga orang yang sudah membuatmu celaka sampai-sampai hari pernikahan yang sudah kamu tunggu-tunggu gagal terencana apa kamu tahu siapa ulah dari semua ini?"tanya Bella dengan senyum sinisnya.


''Kamu bener-bener gila. Apa kamu sudah kehilangan akal sampai-sampai nekat melakukan hal segila ini lepaskan aku! lepaskan aku!"Berontak Rasya yang berusaha untuk melepaskan dirinya.


''Rasya ... rasya aku sudah susah payah mengatur rencana ini sampai-sampai aku menyuruh orang untuk menyabotase mobilmu agar mengalami rem blong apa harus aku membebaskan-ku dengan mudah tidak lagi," balas Bella lagi.


''Kamu bener-bener sangat gila, kamu sudah tidak waras!"


''Sudahlah kamu tidak usah buang-buang waktu untuk berteriak. Karena itu tidak ada gunanya lagi, kamu itu berada di ruangan bawah tanah jadi percuma juga kamu kamu berteriak. Dan satu kali semua orang sudah mengira kamu itu sudah meninggal jadi jangan berharap kalau kamu ingin aku bebaskan karena itu hanya jadi mimpi apa kamu mengerti!"


"Bella lepaskan aku! Bella lepaskan aku!"


Seribu kali pun Rasya berteriak sekeras dan sekuat tenaganya semua itu tidak akan berarti. Apalagi berada didalam ruangan bawah tanah nyatanya sangat mustahil bagi seseorang untuk mengetahui jika dirinya telah disekap didalam sana.


\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_


"Sifa kamu kenapa sudah masuk, kami tahu kamu baru aja mendapatkan musibah atas meninggalnya Rasya, jadi Om tidak masalah jika kamu ijin untuk beberapa hari ini libur masuk, kamu butuh waktu jadi beristirahatlah," ucap Revan ketika melihat Sifa yang sudah menghampirinya.


"Iya Sifa kamu itu masih sangat berduka jadi jangan dipaksakan," sahut Gibran yang ikut mendukung Sifa.


"Iya Om dan Teman-teman Sifa tahu kalau Sifa baru aja berduka, Sifa mengerti apa maksud kalian tapi untuk kali ini bukan saatnya untuk membahas soal itu karena ada hal yang lebih penting yang harus Sifa tuntaskan dan ini mengenai soal Rasya," balas Sifa.


"Rasya? Sifa apa kamu sangat mencintainya sampai-sampai kamu masih berharap jika dia masih hidup?"tanya Revan.

__ADS_1


"Mendingan kita berbicara didalam ruangan kedap suara aja. Ada hal penting yang ingin aku katakan pada kalian ayolah ikut aku!"ajak Sifa kemudian tiga Pria itu mulai mengikutinya.


"Ada apa Sifa kenapa kamu mengajak kita untuk berbicara di ruangan kedap suara ini?"tanya Revan.


"Sifa, Om paham betul kamu sangat berduka setelah meninggalnya Rasya, tapi bukan seperti ini cara kamu melampiaskan semuanya Sifa. Kamu masih muda, kedua orang tua kamu pasti sangat sedih melihat kamu sangat mengharapkan Pria yang sudah meningal. Bangkit Sifa kamu masih sangat muda jadi jangan bikin masa muda kamu hancur seperti ini ayo bangkit?"


"Tapi Om apa yang Sifa katakan ini bukan maksud Sifa sangat mengharapkan akan kembalinya Rasya, tapi Sifa masih sangat percaya jika Rasya memang masih hidup karena dari dalam mobil yang ia tumpangi pada saat kecelakaan dia tidak sendiri didalam sana, tapi apa Pria lain yang ikut didalam sana yaitu supir Rasya. Bahkan yang lebih anehnya lagi keluarga Rasya tidak mengetahui kalau didalam sana ada supir yang mengantar Rasya. Dan ada sesuatu yang menurutku sangat aneh yaitu seorang Polisi yang berkata jika mobil yang dialami Rasya mengalami blong padahal kenyataannya mobil itu ada seseorang yang sudah menyabotase-nya dengan memotong kabel tersebut apa ini tidak aneh?"


"Tapi pada waktu itu Om menyuruh salah satu anak buah Kapten jadi tidak mungkin kalau dia lalai dalam penyelidikan kasus ini, Verrel coba kamu panggil Pak Suryo suruh menghadap-ku sekarang saya ingin mempertanyakan langsung soal ini!"


"Tunggu Polisi yang Om suruh untuk menyelidiki kasus ini bernama Pak Suryo?"tanya Sifa.


"Iya memang Pak Suryo yang saya perintahkan memangnya kenapa Sifa?"


"Kayaknya dari sini kejanggalan itu terjadi Om, karena yang Sifa tahu Polisi yang pada waktu itu menyelidiki kasus ini bernama Pak ***""" bukan Pak Suryo!"


"Apa mungkin ada seseorang dari dalam kantor ini yang sedang memata-mata'i kita semua?"tanya Sifa memandang kearah ketiga pria.


"Tapi jika ada seseorang yang sedang memata-matai kita itu artinya orang itu sangat dekat dengan kita. Dan saya? Biar pun saya sudah sangat dekat dengan Rasya, saya tidak akan setega itu merencanakan sampai membunuhnya dengan se'sadis ini,"timpal Gibran.


"Iya yang dikatakan Gibran memang benar kamu tidak mungkin mengatur rencana sampai se'sadis ini Sifa," sahut Verrel kemudian.


"Kalian tenang saja aku tidak akan menuduh kalian, tapi mungkin kecurigaan-ku hanya ada satu orang yaitu Bella?"


"Bella? Kenapa kecurigaan kamu mengarah pada Bella?"tanya Verrel.


"Karena Bella itu salah satu Wanita yang menyukai Rasya. Bahkan dia juga salah satu orang yang sudah bikin hubunganku dengan Rasya beberapa tahun lalu jadi redup, tapi saat ini aku tidak bisa menuduhnya tanpa adanya bukti. Jadi saran-ku ketika lagi berada tak jauh dari Bella usahakan kita jangan membahas soal Rasya apa kalian paham!"

__ADS_1


"Baiklah jika itu keinginan kamu kita akan mulai waspada sekarang,"


BERSAMBUNG.


__ADS_2