Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
BAB 43 " Hampir Ketauan "


__ADS_3

"Sebenarnya apa yang kamu cari, sedari tadi aku memperhatikanmu, kamu hanya sibuk menggeledah satu persatu tumpukan berkas yang ada berada didalam gudang ini?" tanya Resya dengan sedikit bingung dengan apa yang dilakukan Richard saat ini.


"Kamu jangan banyak bertanya, teruslah fokus dan kasih tahu kalau ada Satpam yang mencurigai kita?"timpal Richard lagi yang terus fokus pada tujuan pertamanya.


Selama kurang lebih satu jam lamanya, Richard menggeledah beberapa berkas yang pada tertumpuk rapi di dalam rak almari ini. Akhirnya tak membutuhkan waktu lebih lama lagi, apa yang ia inginkan pun telah berhasil ia dapat juga.


Berkas yang fisiknya sudahlah hancur bahkan tulisan dan warna sudah mulai perlahan-lahan luntur dan tidak kenal lagi apa tulisan itu.


Bahkan beberapa foto-foto yang terpampang dalam berkas tebal tersebut sudah sedikit tidak kenal lagi. Dan hanya menyisakan lima foto yang terdiri dari dua Wanita dan tiga Pria yang namanya masih tertera sedikit jelas dan bisa dibaca.


1_ Herlano bagaskara.


2_ Roland betranto.


3_Anji wiraguna.


4_Anjani permata sari.


5_Claudia okta valenta


"Syukurlah masih ada orang yang bisa aku minta bantu dan menemukan titik terang dari kasusku ini."


Jret..beberapa jepretan pun telah berhasil ia lakukan dan tersimpan dalam ponselnya.


"Apa yang kamu temukan? Kenapa kamu memotretnya?" tanya Resya tapi sama sekali tidak ditanggapi olehnya.


"Sebenarnya aku itu sedang berbicara dengan manusia atau dengan hantu sih?" gumam Resya dengan menunjukkan raut wajah kesalnya.


"Inilah yang aku cari aku sudah mendapatkan beberapa nama Mahasiswa yang tahun ajarannya sudah sangat lama, bahkan bisa dibilang kamu mungkin belum lahir kedunia ini, jadi dari pada kamu banyak tanya cepat ayo kamu ikut aku karena tidak tidak ada waktu lagi sekarang.


"Apa sih sebenarnya yang dia cari. Dan tadi apa sebenarnya masalah yang ia selidiki saat ini?" batinnya yang merasa bingung sendiri.

__ADS_1


"Apa didalam ada orang?"ucap seseorang yang berada dari luar, spontan Richard mau pun Resya yang mendengarnya mereka pun spontan terkejut.


"Sial ada orang, cepat menunduk lah!" perintah Richard yang kemudian mereka pun menundukkan kepalanya.


"Heyy siapa didalam sana?" ucap seseorang itu yang langsung membuka pintu gudang yang tidak terkunci.


"Pintu ini bagaimana mungkin bisa tidak terkunci, bukannya gudang ini tidak pernah terbuka?" ujar Satpam yang bertubuh gemuk.


"Apa mungkin didalam sana ada orang?" tanya Satpam yang bertubuh kurus.


"Sudah tunggu apa lagi cepat ayo kita masuk sekarang!" perintah Satpam gemuk yang langsung memasuki ruangan ini.


Bergegas masuk dan memancarkan senternya ke semua arah gudang ini hingga ujung kiri sampai ujung kanan pun tidak ada satu pun orang yang berada didalam ruangan ini.


"Kamu melihat sesuatu?" tanya Satpam kurus.


"Tidak, disini tidak ada orang terus suara tadi?" balas Satpam gemuk.


"Kamu itu jangan menakut-nakuti ku kenapa. Apa kamu gak sadar ini sudah jam 00:00 malam jadi bisakah kamu jangan berkata aneh seperti itu, selama bertahun kita jadi Satpam di Kampus ini tidak pernah ada kejadian yang seperti itu di kampus ini jadi kamu paham kan apa maksudku?" kesal Satpam gemuk.


"Aku harus berbuat sesuatu jika aku tidak segera pergi dari tempat ini, maka kita akan tertangkap dan pastinya bakalan ada masalah baru lagi. Jadi cepatlah Richard cari ide...ayo cari ide?" batin Richard yang kemudian ia pun mendapatkan ide setelah pandangannya yang tak sengaja teralih pada satu titik sebuah barang yang berada disampingnya.


Tak menunggu lama ia pun akhirnya menemukan ide setelah ia melihat ponsel yang ia genggam.


Dan berlalu ia pun melihat kearah kanan yang dimana terdapat lah sebuah kain panjang berwarna putih yang sudah tidak terpakai.Bergegas mengambilnya dan menyuruh Resya untuk memakainya.


"Apa yang kamu lakukan?" bisik Resya dengan pelan.


"Sudah cepat pakai ini sekarang!" perintah Richard yang langsung memakaikannya pada Resya.


"Apa ini?" tanya Resya yang sama sekali tidak ditanggapi olehnya.

__ADS_1


"Sudahlah cepat pakai sekarang!"perintahnya lagi.


Bingung dengan ide apa yang dilakukan Richard saat ini. Setelah Resya menggunakannya, Richard pun kemudian menarik ikat rambut yang telah dipakai oleh Resya tadi dan kemudian Richard pun mengacak-acak.


Dengan rambut yang menjadi terurai dan berantakan sekaligus teracak-acakan Resya tambah semakin bingung sembari memberi tatapan ke Richard dengan tatapan kesalnya.


"Kamu mendengar gerakan sesuatu disana?" ucap Satpam gemuk yang melihat sesuatu dari arah ujung kanan.


"Astaga mereka melihat kita?" ucap Resya yang kemudian Richard pun langsung membungkamnya.


Memutar kembali suara kuntilanak yang spontan membuat pandangan sekaligus langkah mereka pun seketika terdiam tak berkutik sesaat mereka yang hampir saja menghampiri sesuatu yang bergerak tersebut.


Bulu kuduk yang seketika berdiri membuat mereka tidak tahu lagi harus berbuat apa. Mulut dan tubuh yang seketika terhenti dan tidak mampu untuk mereka gerakkan sekali pun.


"Su...suara itu, kamu dengar kan suara itu, jadi sudah jelas bukan apa itu?" ucap Satpam kurus yang mulai ketakutan.


Langkahnya yang sangat penasaran dengan apa yang mereka dengar saat ini membuat salah satu dari mereka berniat inggin melihat kenyataan itu yang sesungguhnya.


Resya yang seketika muncul dengan secara perlahan-lahan dan menutup semua wajahnya menggunakan rambut panjangnya yang sengaja dibiarkan terurai membuat kedua Satpam yang tadinya merasa yakin dan berusaha tetap berani mendekati arah itu.


Kini ucapan itu hanya sebatas berada diujung tanduk sesaat Resya yang menampakkan dirinya dengan menggunakan kain putih panjang dan rambut terurai membuat mereka mengira jika apa yang mereka lihat saat ini adalah sesosok kuntilanak. Rasa ketakutan yang tidak bisa terkendali akhirnya membuat kedua satpam itu pun seketika jatuh pingsan tepat didalam ruangan ini.


"Astaga mereka jatuh pingsan?" ucap Resya yang kemudian ia langsung merapikan kembali rambutnya.


"Sudah kita tidak ada waktu lagi cepat ayo kita pergi dari sini sekarang!" ajak Richard yang kemudian ia langsung menarik tangan Resya untuk dia ajak pergi meninggalkan ruangan ini.


Jujur aku tidak tahu apa yang aku rasakan saat ini benarlah nyata atau mungkin hanya sebuah sandiwara yang nantinya akan menyakiti hatiku. Ketika aku melihatnya bertindak dan perhatian seperti ini kepadaku aku berfikir jika dia memang benar-benar laki-laki yang sangat perhatian. Dia memang benar-benar sudahlah berubah.


akan tetapi ketika aku Ingat apa yang ia lakukan kepadaku, kenapa aku sangat sulit untuk memaafkannya.


Berlari dengan menggandeng dan menggenggam tangan Resya dengan erat, membuat Resya bingung akan isi hatinya saat ini.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2