
PERKENALAN VISUAL BARU.
SIFA ANINDITYA
Gadis cantik, tegas, ya bisa dibilang sedikit tomboy. Memiliki saudara kembar dan memiliki wajah yang sangat sama percis seperti adik kandungnya yaitu Silvi Selvia Aninditya. Putri kandung dari pasangan Richard betranto dan Resya Aninditya sikapnya cenderung lebih meniru ke ayahnya yang tak lain adalah seorang Mafia. Bahkan secara diam-diam dia juga mendapatkan julukan menjadi Queen mafia dan berencana balas dendam pada musuh ayahnya yaitu Erlangga.
SELVI SELVIA ANINDITYA.
Jika Sifa cenderung ke-gadis yang tegas dan berani melakukan perlawanan akan tindakan yang tidak ia sukai. Silvi bisa dibilang gadis yang pendiam. Suatu ketika tragedi buruk harus menimpanya akibat permusuhan yang dialami oleh orang tuanya dan membuat dirinya lah yang menjadi mangsa balas dendam tersebut.
RASYA.
Iya laki-laki tampan dan pastinya ketampanannya mampu mengait wanita yang mampu ia tunjukkan dengan satu kedipan daja. Akan tetapi perilakunya yang dingin dan ketus membuat sebaliknya, tidak ada wanita yang berhasil mendapatkan hatinya. Bekerja menjadi seorang detektif/ polisi itulah profesinya saat ini.
RASYEL WIJAYA RAHADI.
Mungkin dia terbilang laki-laki kalem dan pendiam dan juga tidak banyak omong. Maka karena itulah banyak wanita yang menyukainya. Apalagi profesinya yang menjadi seorang Dokter bedah tidak diragukan lagi jika dia benar-benar laki-laki yang sangat sempurna. Bahan ketampanannya sudah tidak bisa diragukan lagi.
Oke lanjut ......
17 Tahun kemudian
Seorang wanita yang melangkahkan kakinya memasuki salah satu kediaman yang sangatlah besar. Berlalu duduk bersanding dengan seorang pria didepannya pria itu kemudian menjulurkan beberapa berkas pada wanita itu yang tak ia adalah Resya.
"Nyonya ini berkas-berkas yang perlu ditandatangani," ucap pria itu kemudian memberikannya.
"Baiklah terima kasih," balasnya dengan tersenyum.
Aku sadar kehidupan manusia memang pada dasarnya sudah diatur yang diatas. Siapa sangka aku yang hanya lulus SMA dan tergolong anak yang terlahir dari keluarga sederhana bahkan hidup dengan Mama tiri sama halnya dengan hidup didalam jeruji besi. Hidup dalam bayang-bayang penderitaan sudah aku alami sejak sedari dulu.
Dan aku tidak menyangka jika hidup-ku akan berubah seperti ini setelah aku tahu jika aku adalah cucu dari seorang kaya raya yang telah berpuluh-puluh tahun kehilangan cucunya. Ia seseorang itu ia adalah Eyang verlanta.
FLASHBACK.
"Eyang aku mohon eyang harus bertahan eyang harus bertahan," ucapnya dengan air mata yang terus saja berjatuhan melihat eyang yang sudah dalam keadaan lemas diatas ranjang.
"Resya sayang sudah saatnya eyang pergi. Umur eyang sudahlah tua jadi kini saatnya eyang pergi. Dan eyang lega diusia Eyang yang tua ini akhirnya eyang bisa menemukan siapa cucu kandung eyang yang selama ini eyang cari.
"Maksud eyang apa?"
"Kamulah cucu kandung eyang yang selama ini eyang cari. Papa kandung kamu dia adalah Putra eyang yang dulunya hubungannya dengan Mama kamu tidak eyang restui, tapi eyang senang setelah berjalannya waktu eyang bisa memeluk-mu biar pun eyang telah telat memeluk putra kandung eyang sendiri.
"Apa ...jadi aku ...aku cucu kandung eyang?"
"Iya sayang kamu cucu kandung eyang?"
"Bisakah kamu membantu eyang melafalkan kalimat syahadat?"
__ADS_1
"Baiklah eyang, Resya akan membantu eyang melafalkan syahadat?"
Belum juga Resya berkata sepatah kata lagi, tubuh eyang tiba-tiba menjadi gemetar, keringatnya yang tiba-tiba keluar, bahkan wajahnya yang tadinya baik-baik saja berubah menjadi sangatlah pucat setelah dia mencoba menahan rasa sakit yang sedari tadi ia tahan, pandangan mata juga mulai rabun, rasanya sudah tidak sanggup untuk mengucapkan sepatah kata pun lagi, melihat eyang yang sedari tadi terdiam dan orang-orang yang melihatnya tambah semakin panik.
"Aku mohon bertahanlah eyang aku mohon. Resya masih butuh eyang, Resya hanya butuh eyang, Resya mohon bertahanlah!" ucap Resya yang tak bisa menghentikan air matanya.
"Resya sayang ini mungkin terakhir kalinya eyang bisa memandang-mu jadi kamu bersedia kan membantu eyang melafalkan syahadat?"
Tidak bisa menjawab perkataan yang diucapkan eyangnya. Resya hanya bisa menangis dan terus menangis
Rasa sakit yang tidak tertahan telah ia rasa, dengan berusaha ia mendekap dan terus mendekap tubuh yang seketika mati rasa bahkan tenaga yang sedari tadi ia keluarkan untuk bertahan. Pelan-pelan tubuh Eyang akhirnya merosot kebawah dan pelukan yang ia lakukan perlahan-lahan mulai terlepas kebawah.
Tak bisa banyak yang dilakukan, orang-orang sekarang yang melihat Eyang seperti ini, mereka hanya bisa menangis.
Akan tetapi tuhan berkehendak lain, Perlahan-lahan nafas eyang mulai sesak, Resya yang melihat kondisi Eyang tambah semakin parah, dengan berat hati dia pun membantunya untuk mengucapkan sebuah kata.
"Eyang ikuti ucapan Resya, Asyhaduallla illaha ilallah, waashaduanna muhammad darrasuallah, Ikuti sampai ketiga kali."
Setelah berat hati Resya perlahan-lahan membantu Eyang untuk bisa mengucapkan lafal tersebut. Setelah tiga kali ia mengikutinya dengan suara terbata-bata ia pun akhirnya bisa mengucapkan lafal tersebut dengan sempurna, perlahan-lahan Eyang pun mulai memejamkan matanya.
Tangisan Resya seketika pecah ketika melihat orang yang paling dia sayangi lagi-lagi telah pergi meninggalkan mereka.
*
*
*
"Nona berhubung anda adalah salah satunya Anggota keluarga dari nyonya Verlanta yang masih hidup, jadi andalah orang yang pantas menerima semua kekayaan dari eyang?"
"Maksud tuan?"
"Tapi Tuan aku tidak pantas untuk menerima semua itu. Dan aku tidak mau!"
"Nyonya. Nyonya Verlanta sangat menyayangi anda jadi, saya akan sangat bersedih jika nona menolak warisan sekaligus permintaan terakhir Nyonya verianta?"
"Baiklah aku mau menerimanya!"
FLASHBACK
Setelah mendapat warisan tersebut. Akhirnya setelah 17 tahun lamanya Resya tidak pernah menunjukkan jati dirinya pada semua orang atau bisa dibilang menyembunyikan identitasnya sebagai nyonya Presdir ia akhirnya berani menunjukkan siapa dirinya dengan mendatangi salah satu butik Eyang yang ia dengar ada laporan penurunan saham.
Merasa ada yang aneh dengan cara kerja di-butik tersebut. Ia berpura-pura menjadi seorang gadis sederhana yang berpura-pura mau belanja di butik tersebut.
Sesampainya ia dibuat terkejut melihat seorang wanita yang bersikap sangat kasar pada salah satu cleaning servis yang ditugaskan kerja disini. Bukan masalah besar yang dilakukan si cleaning servis, hanya tak sengaja menumpahkan air minum pada bajunya seseorang itu terlihat marah. Dan tak segan memaki-makinya tanpa ada rasa kasihan.
"Anda ini kasar sekali sama cleaning servis ini apa anda tidak punya hati dia juga manusia gak seharusnya anda bersikap seperti ini padanya?" sambung Resya yang menyela perdebatan mereka.
"Anda siapa berani sekali anda berkata seperti itu pada saya. Saya ini manajer di butik ini dan setelah pemilik dari butik ini meninggal beliau menugaskan saya sebagai penerusnya. Dan anda? Anda hanyalah orang miskin apa anda mampu membeli pakaian mahal disini? Bahkan pakaian yang kamu kenakan saat ini sangatlah dekil dan terlihat sangatlah murah jadi sebelum anda menginjakkan anda ketempat ini anda harus sadar siapa anda!"
Mendengar perkataan yang terlihat sangat mudah diucapkan wanita ini padanya. Resya hanya membalasnya dengan senyuman yang ia buat-buat.
"Anda ini sebenarnya anak orang kaya atau memang orang menyukai miskin yang hanya berpura-pura kaya dihadapan banyak orang untuk mendapat simpati dari semua orang?"
"Maksud-mu?"
"Anda hanyalah manajer disini. Sedangkan diatas manajer masih ada orang lebih penting yaitu Presdir apa anda tidak takut jika Presdir itu akan tahu cara dan sifat anda memperlakukan para pengunjung sekaligus pekerja di butik ini?"
__ADS_1
"Memang aku hanyalah manajer tapi aku rasa tidak akan ada orang yang mampu menegur-ku termasuk Presdir itu. Karena apa? Karena nyonya Presdir sudahlah meninggal jadi pastinya sekarang tidak ada orang yang Presdir itu percayai untuk memegang kendali butik ini karena akulah orang salah satunya yang ia percayai dan ia anggap sudah seperti cucu kandungnya sendiri apa anda mengerti? Jadi cepat pergilah!"
Berlalu pergi dan mendorong Resya hinga terjatuh bersimpuh dilantai, semua orang pun menatapnya dengan tatapan kasihan. Akan tetapi tidak ada satu pun dari mereka yang berani untuk menolongnya. Hinga tak lama seseorang datang dan membantu Resya untuk berdiri.
"Astaga apa anda tidak apa-apa apa anda terluka? Siapa orang yang berani mendorong Anda seperti ini?"
"Tidak apa-apa pak. Saya baik-baik saja kok!"
"Tapi Nyonya?"
"Sudahlah saya gak apa-apa!"
"N ..nyonya ...maksud anda?" tanya balik wanita tadi dengan wajah terkejutnya.
"Apa kamu tidak tahu dia adalah Nyonya besar disini pengganti dari Nyonya Verlanta. Sekaligus dia adalah Cucu kandung Eyang yang selama ini telah hilang apa kamu tidak sadar. Dan lancang sekali anda bersikap seperti ini padanya?"
"Ucapan adalah doa. Dan perbuatan jahat memang tidak seharusnya diperjuangkan. Aku sadar mungkin butik ini tidak bisa berjalan dengan lancar karena disini memang ada seorang koruptor. Iya koruptor yang memanfaatkan kebaikan seseorang yang sangat baik hati bahkan sudah menganggapnya sudah seperti cucu kandungnya sendiri. Tapi anda? Anda dengan teganya memanfaatkan kebaikan eyang dengan cara seperti ini. Pak Burhan?"
"Iya Nyonya?"
"Cepat unsur wanita ini dari butik ini. Dan saya peringatkan jangan pernah mengijinkan dia untuk menginjakkan lagi kakinya diatas butik ini apa pak Burhan mengerti?"
"Iya Nyonya saya mengerti."
"Baguslah cepat usir dia!"
"Baik Nyonya ayo cepat pergi ayo pergi!"
"Tidak. Aku tidak mau pergi lepaskan aku! Lepaskan aku!"
"Maaf siapa disini yang jadi bagian kasirnya?"
"Saya nyonya!"
"Boleh tunjukkan nota harga pakaian disini?"
"Baik Nyonya ini?"
Satu persatu Resya melihat dan memperhatikan dengan jelas harga yang disarankan di-butik ini. Wajah terkejutnya tidak bisa ia sembunyikan lagi setelah ia tahu berapa harga paling murah disini.
"Gila apa dia sudah gila mengatur harga semahal ini?"
"Maafkan kami Nyonya, kamu hanya menjalankan perintah darinya, maafkan kami!"
"Kalian tidak salah, tapi wanita itulah yang salah. Baiklah aku minta untuk satu hari ini butik ini kita tutup dulu!"
"Tapi untuk apa Nyonya?"
"Karena aku ingin menurunkan semua harga pakaian disini. Jika harga pakai yang paling murah disini hanya berkisar antara 500/700 ribu gimana pendapat orang-orang. Apalagi saya tahu betul bahan-bahan ini tidaklah bahan yang terbilang mahal dan cocok dengan harga disini. Apalagi melihat orang yang kurang mampu pastinya mereka akan sangat bersedih melihat harga disini yang harganya melampuai batasnya?"
"Baik Nyonya kami akan menjalankan perintah Nyonya!"
"Baiklah!"
"Astaga beruntung sekali nyonya sebaik itu. Dan Eyang tidak salah mewariskan kekayaannya padanya dia sangatlah baik dan bijaksana?"
"Iya, dia sangat baik!"
__ADS_1
BERSAMBUNG.