Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
Perkelahian


__ADS_3

Dalam sebuah tempat yang dipenuhi dengan sinaran cahaya berwarna- warni, dengan alunan musik disko yang membuat siapapun orang yang mendengarnya pasti akan berjoget dan menunjukkan kemolekan tubuhnya terutama bagi kaum wanita. Ditambah lagi adanya banyak orang yang sedang duduk bersantai sembari meminum beberapa minuman beralcoh*l yang membuat kesadaran mereka perlahan-lahan mulai buyar.


Sesaat kemudian tibalah hadirnya seseorang berjaket hitam yang memasuki tempat itu. Tatapan yang ia tunjukkan membuktikan jika ada sesuatu yang sedang ia incar.


Menepuk pundak salah seorang laki-laki yang berada di-club itu. Salah seorang laki-laki berjaket hitam yang tak lain ia adalah Richard ia pun menegaskan pada seseorang itu untuk memangil bosnya.


"Ampun Tuan ampun," ampun-nya sembari berjongkok.


"Baiklah cepat pergi dan panggil atasan kamu sekarang cepat ...," perintahnya dengan tegas.


"Baik Tuan aku akan memangilnya sekarang," balasnya bergegas ia bangkit.


"Madam ada seseorang yang ingin menemui madam?"ucap salah satu laki-laki yang menghampiri seorang wanita.


"Seseorang siapa?"


"Aku orang yang ingin menemui anda," sambung salah seorang laki-laki yang kemudian menghampirinya.


Langkahnya yang mulai menghampirinya. Tatapan yang tidak bisa ia bohongi setelah ia tahu siapa seseorang yang berani menghadapnya.

__ADS_1


"Kamu ... kamu bukannya Richard bukan, Suami dari wanita sialan itu!"


Bagai ucapan yang asal bicara tanpa berfikir terlebih dulu. Dan dengan santainya Wanita yang tak lain ialah Mama tiri dari Resya ia berkata tanpa berfikir apa ucapannya itu sangatlah cocok untuk ia ucapkan.


Richard yang mendengarnya ia langsung mengebrak meja dihadapannya. Dengan tindakan tegas yang ia lakukan semua orang yang ada dihadapannya pun terkejut tak terkecuali Mama tiri Resya sendiri.


"Stop, berhenti anda menghinanya atau aku tidak segan-segan akan memberi perhitungan pada anda," ancamnya dengan tangannya yang menunjuk kearah wanita tersebut.


"Oh.. rupanya sekarang kamu sudah sangat mencintai wanita sialan itu sampai-sampai aku memaki-makinya kamu terlihat kesal seperti ini. Oh iya ada apa? Apa yang membuatmu menginjakkan kakimu di hadapanku? Apa kamu sedang membutuhkan bantuan ku?" tanya Wanita itu dengan berbangga diri.


"Aku tidak ada waktu untuk meladeni orang sepertimu. Tapi aku tidak akan pergi dari sini sebelum aku mengetahui sesuatu yang ingin aku ketahui?"


"Saya tahu betul anda itu adalah Wanita yang sangat licik dan pikiran anda itu hanya uang... dan uang. Tapi aku tidak ingin membahas soal itu karena bagiku ada sesuatu yang lebih penting dari urusan anda. Dan anda, anda masih masih ingat betul kan seperti apa wajah dari ayah Resya ... mantan suami yang dulu pernah kamu bunuh itu?"


"Kamu? Berani sekali kamu berkata seperti itu. Apa maksud kamu berkata kalau aku orang yang telah membunuh Suamiku sendiri," gertaknya balik.


"Sudahlah wanita licik seperti anda sudah tidak perlu lagi bersandiwara dihadapan ku. Jadi cepat kamu tunjukkan foto ayah Resya barulah aku akan pergi. Soal pembunuhan yang kamu lakukan selama ini pada mantan Suami kamu? Kamu tenang saja aku akan bungkam mulut dan tidak akan membeberkan rahasia ini pada siapapun!"


"Apa yang sebenarnya kamu incar kenapa kamu tiba-tiba datang meminta ku untuk menunjukkan foto mantan suamiku. Bahkan disisi lain kamu sengaja mengancam ku atas tindakan yang sama sekali tidak aku lakukan. Apa kamu bosan hidup. Apa kamu ingin cari mati dengan beraninya menginjakkan kakimu di wilayah-ku ini?"

__ADS_1


"Sudahlah masih banyak urusan yang harus aku laksanakan, jadi cepat kamu tunjukkan foto itu apa aku yang akan cara pakai kasar untuk memaksamu!"


"Jadi kamu menantang ku? Baiklah. Kalian!" cepat habisi laki-laki ini!"


"Baik madam!"


Tangan yang sedari tadi mengepal untuk memendam amarahnya. Kini dalam hitungan detik amarahnya sudah tidak lagi ia pendam. Melihat targetnya sudah ada didepan mata, dengan langkah seribu akhirnya ia menendang satu persatu lawan hingga membuat tubuh mereka seketika tersungkur ketanah.


Niatnya yang ingin bangkit dengan sigap Richard berbalik menendangnya lagi dan satu benturan tepat mengenai perut laki-laki itu lantaran tidak terima laki-laki itu merusak rencananya.


Dan terus menerus Richard memberikan serangannya. Pria bernama Richard itu terus-menerus menghajar sang lawan seperti kesetanan. Tidak memberikan lawannya untuk melawan sedikit pun. Sembari mengeluarkan umpatan kasar. .


Sedangkan salah satu anak buahnya yang tadinya berada dalam posisi setengah berbaring di tanah dan terus mendapatkan pukulan tanpa ampun dari Richard, ia berusaha bangkit. Sampai akhirnya ia menemukan celah dan langsung saja, memberikan bogeman mentah pada wajah Richard.


Membuat lelaki itu mundur dari hadapannya. Laki-laki itu yang mendapat serangan tak terduga itu pun lantas memundurkan langkah kaki. Dengan nafas memburu ia menatap tajam layaknya harimau ke arah pria yang kini sudah berdiri meski kesusahan dan sesekali merintih.


Tanpa memedulikan apa-apa lagi, pemuda tersebut kembali menyerangnya dengan letupan emosi yang semakin bertambah.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2