
Menginjakkan kakinya masuk kedalam markasnya, dia melihat seseorang yang sedang berbicara pada orang lain. Dan kemudian Richard pun menghampirinya.
"Gibran ada apa? Kata Reza kamu ada masalah apa yang terjadi sekarang?"tanya Richard.
"Richard ada apa ini sebenarnya kenapa pelaku ini bisa ada di-markas kamu? Apa selama ini kamu telah menyembunyikan pelaku ini yang jelas-jelas sudah menjadi buronan kami?"sahut Revan yang seketika mengejutkan Richard.
"Revan aku! Aku bisa jelaskan semua ini!"
"Apa! Apa yang perlu dijelaskan!"tegas Revan balik.
"Revan ada satu hal yang harus kamu ketahui, bukan pria ini yang semestinya untuk kamu takuti karena sejujurnya dia adalah Korban. Dia menjadi seorang pembunuh berhati dingin dan suka meneror keluarga Tuan Reyhan semua ini ada motif yang tersembunyi. Dia sengaja meneror keluarga itu karena dia ingin keadilan bagi Putrinya.
"Apa maksud kamu apa semestinya kamu bela seseorang yang jelas-jelas sudah bersalah? Semua bukti telah mengarah kepadanya apa kamu masih bisa mempercayainya?"
"Iya kami percaya Om! Kami percaya bahkan orang yang Om kira adalah pelaku dia sesungguhnya ialah korban dari semua kekacauan ini. Bahkan berita-berita yang selama bermunculan semua ini hanyalah rekayasa dari Pak Reyhan untuk menjelekkan nama korban seolah dialah korban yang harus dilindungi padahal kenyataannya dialah orang yang sudah sengaja mengkambing hitamkan korban seolah-olah di'adalah korban yang sesungguhnya. Dan didalam semua CCTV ini semua sudah jelas, bahkan pelaku bernama Reyhan dia sudah mengungkap semuanya termasuk motif dari pembunuhan itu langsung," sahut Sifa dengan memberikan rekaman CCTV padanya.
"Sekarang bukan saatnya untuk meributkan masalah ini, tapi yang perlu kita lakukan kita hanya perlu menangkap pelaku bernama Burhan itu agar dia mau menyerahkan diri langsung ke polisi. Karena saat ini kami sudah berhasil menangkap Reyhan, sedangkan anak buah-ku sudah dalam perjalanan menjemputnya,"tegas Richard.
"Tuan gawat Pelaku bernama Burhan telah berhasil melarikan diri dari kepungan kami. Bahkan ada laporan katanya dia menuju ke-salah satu bandara, saya rasa dia berniat ingin melarikan diri, jika dia sampai berhasil ini akan sangat fatal dia bisa saja operasi wajah untuk mengelabui semua kekacauan ini.
"Sial tunggu apa lagi cepat kita kejar dia.
"Agak susah Tuan karena pelaku sengaja memerintahkan beberapa orang untuk menghalangi kita supaya kami kesusahan untuk menangkapnya!"
"Tidak ada kata tidak bisa jika kita tidak ingin usaha. Apa tim kita memberi kode ke-kita, tentang kendaraan yang ditumpangi pelaku itu?" tanya Richard lagi yang kemudian Reza menimpalinya.
__ADS_1
"Iya kami berhasil memberi kode dengan menempelkan alat peretas yang berhasil kami tempelkan pada kendaraan milik korban jadi dengan pelacak ini kami bisa mencari tahu kemana arah pelaku melarikan diri sekarang," tegak Reza .
"Syukurlah kalau gitu, sekarang kamu coba retas dan periksa alat pendeteksi yang sudah tersambung pada data kita, sudah sampai mana kendaraan itu sekarang?" tanyanya lagi.
"Baik Tuan," timpal Reza yang kemudian ia pun mulai mengotak-atik barang berbentuk kotak itu.
"Dalam alat pendeteksi ini, pelaku mulai mengarah ke jalan yang menuju ke-bandara, jadi semua ini sudah jelas Tuan dia memang sudah mengetahui jika kamu berniat ingin menangkapnya?"
"Astaga terus apa yang harus kita lakukan, semakin lama kita terdiam diri kesempatan emas akan berpihak pada pelaku itu?"
"Kita gak ada waktu lagi, ambil semua senjata dan kendaraan anti peluru dan peledak yang akan kita gunakan sebagai penjagaan karena aku merasa pelaku sudah merencanakan sesuatu cepat siapkan!"
Dan tugas kamu Gibran, aku tugaskan kamu untuk memblokir semua jalan jurusan lokasi sasaran pelaku itu jadi sekarang kalian sudah mengerti kan."
"Baik Tuan kita mengerti. "
"Baik Tuan," balasnya yang kemudian mereka pun membuyarkan kerumunan. Sedangkan Rasya dan Sifa ikut Richard.
Setir yang sudah ada dihadapannya mereka terlebih dulu melihat jam tangan yang berada di pergelangan tangan kirinya yang sudah menunjukkan pukul 10:00 pagi yang artinya hanya membutuhkan waktu satu jam lagi maka rencana harus berjalan sesuai rencana."
Tatapannya yang sudah tertuju pada pandangan didepan matanya. Dan tangan yang sudah memegang setir Mobil Richard yang sudah siap untuk beraksi, ia pun dengan langsung-langsung menjalankan mobil dengan kecepatan yang cukup tinggi.
Melihat ada orang yang berusaha menghadang tepat dihadapannya ia pun menjalankan laju kendaraannya dengan cukup was-was.
"Sifa ... Rasya kalian bisa membantuku untuk menghalangi mereka agar tidak sampai membuat Papa kehilangan kendali laju kendaraan ini?"
__ADS_1
"Baik Pak Sifa dan Rasya akan membantu Papa," balas Sifa.
Dyar.....Dyar....Dyar....Dyar.....Dyar....Dyar...
Suara tembakan pun terdengar dengan sangat jelas, satu persatu orang yang berusaha menghadangnya orang itu pun akhirnya menjadi korban akibat ulah dari tindakan yang dilakukan Richard saat ini."
Tidak tahu berapa jumplah orang yang tergeletak disana karena Richard tidak memperdulikannya sama sekali karena ia hanya fokus pada laju kendaraannya."
Berlalu menutup kaca mobil, Richard akhirnya hanya fokus dengan apa yang ada dihadapannya saat ini, tak perduli orang-orang sedang berusaha menembakinya karena ia tahu apa yang orang-orang lakukan saat ini tidak akan mampu menembus mobil yang anti baja dan peluru yang digunakan Richard saat ini."
Berhasil keluar dengan keadaan selamat tanpa luka sedikit pun. Richard akhirnya memerintahkan anak buahnya untuk segera pergi meninggalkan tempat ini dan berganti menuju ke lokasi awal.
Jarum jam yang berputar dengan sangat cepat membuat mereka tambah semakin gugup dan cemas akan misi yang akan mereka jalankan saat ini. Belum lagi beberapa mobil Polisi yang dengan sigap mengejar mereka dari belakang mobil mereka."
"Papa sekawanan Polisi mengejar kita apa kita perlu menyakitinya?" tanya Sifa dengan pandangannya yang terus saja ia alihkan melihat kebelakang.
"Abaikan mereka, mereka bukanlah Polisi sungguhan. Mobil yang kalian tumpangi anti peluru dan baja jadi biarpun mereka menembakmu beberapa kali pun, semua itu akan percuma karena mereka tidak akan mungkin mampu menembus beton ini."
"Baik Pa. "
"Sekarang aku perintahkan kalian lemparkanlah beberapa paku kejalan ini, karena hanya dengan cara itu kita terbebas dari kejaran mereka."
"Baik Pa."
Melakukan cara licik dengan menyebarkan beberapa paku dijalanan ini. Rencana mereka pun akhirnya berhasil dan membuat para Polisi gadungan itu tidak berdaya setelah melihat mobil yang mereka tumpangi menggalami kempes secara bersamaan."
__ADS_1
Berhasil mengalahkan para Polisi gadungan, Richard kemudian sampai disalah satu bandara yang dimana disana Pelaku bernama Burhan berniat ingin melarikan diri.
BERSAMBUNG.