Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
Akankah hubungan itu terjadi


__ADS_3

Dalam sebuah ruangan terdapat-lah seorang laki-laki tampan yang telah tertidur pulas dengan kondisi tubuh yang tanpa adanya pakaian yang menutupi tubuh polosnya. Dan laki-laki itu yang tak lain dia adalah Richard.


Setelah sedari malam Richard yang belum kunjung terbangun dari tidurnya, akhirnya sekarang dia pun telah terbangun juga, akan tetapi sesaat dia terbangun. dia pun dibuat terkejut dengan kondisinya yang tidur tanpa mengunakan sehelai baju yang menutupi tubuh polosnya. Atau bisa dibilang dia dalam keadaaan bertelanjang.


" Astaga apa yang barusan terjadi padaku? Kenapa aku tidak mengenakan pakaian sama sekali, kenapa aku bisa bertelanjang seperti ini didalam kamar ini. Apa yang terjadi?"gumam Richard yang kemudian ia pun bangkit dari tempat tidur dan memungut satu persatu pakaiannya yang pada berserakan dilantai.


Setelah mengambil dan mengenakannya. Ia memutuskan berdiri didepan jendela sembari mengingat akan kejadian yang barusan terjadi tadi malam.


FLASHBACK


"Astaga kenapa kita malah terjatuh didalam air seperti ini, ayo cepat bangunlah ayo bangun," perintahnya akan tetapi Resya malah tambah memeluknya.


"Hay apa yang kamu lakukan kenapa kamu malah memeluk-ku lepaskan aku ...," ucap Richard tapi Resya tak menghiraukannya.


"Apa yang kamu sukai darinya? apa yang sebenarnya membuatmu mencintainya sampai-sampai sulit sekali bagimu untuk menerima-ku. Dan apa yang membuat dirimu lupa akan aku Richard, kami sudah bersama bahkan sampai memiliki seorang anak kembar tapi kenapa kamu masih tidak mengingat semua itu kenapa." terkejut dengan apa yang barusan diucapkan Resya, Richard Kemudian menatapnya dengan tatapan curiga.


"Anak kembar. Apa maksud dari ucapannya? dan anak kembar mana yang ia maksud?" batinnya kemudian ia mencengkram wajah Resya agar menatap kearahnya.


"Cepat kasih tahu aku apa yang sebenarnya terjadi. Dan anak kembar? anak kembar mana yang kamu maksud? jangan bikin aku merasa bingung dengan semua ini, ayo cepat katakan," gertak Richard akan tetapi Resya yang mendapat gertakan ia malah menunjukkan ekspresi senyum kearahnya.


"Apa kamu tahu kamu itu sangat tampan kalau sedang marah kaya gini. Dan inilah yang aku suka darimu," ucapnya akan tetapi tambah membuat Richard bingung akan ucapannya.


Dengan memainkan bibir Richard dengan lembutnya seolah-olah sedang memainkan sesuatu. Richard yang mulai was-was akan detak jantungnya yang tiba-tiba berdegup kencang tidak karuan.


"Ingat Richard tahan, tahan jangan sampai kamu tergoda akan ucapan dan tindakannya. Ingatlah dia sedang mabuk, dia sedang mabuk," gumamnya yang merasa panik.


Seakan-akan menjadi wanita nakal. Resya kemudian perlahan-lahan mulai meraba-raba dada bidang Richard yang tanpa ada sehelai kain pun yang menutupnya.

__ADS_1


Gairahnya keluar. Bahkan keringatnya yang mulai keluar ia akhirnya hilang kendali dan seketika langsung menikam bibir mungil Resya yang sudah sedari tadi telah berada dihadapannya. Mendorongnya kedalam air, ciuman pun akhirnya tak bisa dihindari lagi.


Lantaran keduanya sudah terbawa akan suasana mabuk akibat minuman alkohol tadi. Richard yang kesadaran juga sedikit hilang ia kemudian mengendong Resya tak lupa ciuman itu pun masih mereka lakukan.


Hinga tak lama terlihat Richard mengendong tubuh Resya dan mengeluarkannya dari dalam kamar mandi. Merebahkan tubuh Resya diatas ranjangnya dengan posisi Richard yang masih menindihnya.


Richard nampak terpukau akan pemandangan gunung kembar yang terlihat masih berselimut kemeja putih yang masih tertata rapi pada tubuh Resya. Sedetik Richard terlihat akan melepaskannya tangan mungil Resya terlihat menghalanginya.


"Jangan, jangan lakukan itu.


Berniat akan pergi dari hadapan Richard. Richard dengan sigap ia langsung menarik tubuh Resya dan membuatnya jatuh kembali dalam pelukannya.


"Jika kamu sampai berani menginjakkan kakimu untuk keluar dari kamar ini, maka jangan salahkan aku kalau aku akan bertindak kasar dan lebih kejam dari ini? ancamnya dengan memainkan bibir mungil Resya tersebut.


"Apa anda pikir aku akan takut dengan ancaman anda," ledek balik Resya, Richard yang mendengarnya ia hanya menunjukkan senyumannya. Dan berlalu ia pun langsung merangkul tubuh Resya dan merebahkannya kembali diatas ranjang dan lagi-lagi dengan kasar Richard terlihat menindihnya.


"Tadi aku kan sudah bilang kalau aku tidak akan membiarkanmu untuk pergi jadi anda sendirilah yang mau aku melakukan ini," ucapnya dengan tersenyum sinis. Tak lama Richard langsung mengigit leher kanan Resya yang membuatnya rintihan pun terdengar dari mulut Resya.


FLASH BACK


"Astaga apa aku baru aja melakukan hubungan itu padanya? tidak itu tidak mungkin ini pasti mimpi. Iya ini semua pasti mimpi,"


Tak lama seseorang datang dan membuka pintu. Akan tetapi betapa terkejutnya seseorang itu setelah melihat Richard yang sudah tersadar dari tidurnya.


"Taun Richard, tuan sudah bangun?" ucap Gibran, berlalu Richard pun menghampirinya.


"Kamu?" apa yang kamu lakukan disini. Dan pertanyaan kamu tadi? dari mana kamu tahu kalau aku sudah bangun?" tanya Richard dengan tatapan tajamnya.

__ADS_1


"Gawat aku harus menjawab apa ini pada Tuan padahal Nyonya menyuruh datang kesini untuk menyelesaikan masalah ini, tapi kenapa Tuan malah terlebih dulu bangun," batinnya kemudian Richard menepuk pundak Gibran.


"Gibran aku sedang bertanya padamu apa yang kamu lakukan disini. Apa ada seseorang yang menyuruh-mu untuk datang kesini, dan lamunan kamu? kamu pasti sedang memikirkan sesuatu kan?" ayo jawab!" gertak Richard akhirnya Gibran angkat bicara.


"Baik Tuan saya akan jujur, ia saya datang kesini karena ada seseorang yang menyuruhku untuk menemui Tuan. Dan seseorang itu ialah Resya. Aku sendiri tidak tahu apa yang telah terjadi sebenarnya pada kalian, tapi melihat Resya yang memaksa saya datang kesini akhirnya saya segera datang sekarang tuan. Memangnya apa yang sebenarnya terjadi Tuan dan masalah apa yang terjadi tadi malam, kalian gak mungkin melakukan sesuatu kan?"tanya Gibran mencoba menggoda Richard.


"Sudahlah jangan bahas soal itu, sekarang cepat antar aku ke Perusahaan sekarang juga karena aku ingin menemui Resya sekarang,"perintahnya terlebih dulu ia melangkahkan kakinya pergi dari ruangan ini. Gibran yang merasa bingung ia lantas mengikutinya.


Berada dalam satu mobil tapi tak terdengar suara bersahutan diantara Richard mau pun Gibran yang hanya bersebelahan. Gibran yang merasa canggung sekaligus bingung ia lantas memulai pembicaraannya.


"Tuan. Ada apa? apa yang sebenarnya tuan pikirkan saat ini, kenapa aku perhatian tuan kaya sedang memikirkan sesuatu?" tanya Gibran, tapi tak ada respon serius yang dilontarkan Richard.


"Tidak, saya tidak ada apa-apa cepat jalankan laju kendaraan ini saja dan jangan banyak omong," balasnya yang terlihat memikirkan sesuatu lagi.


"Aku tidak tahu permasalahan apa yang telah terjadi diantara kalian, tapi melihat tuan yang kaya bingung memikirkan sesuatu aku ada ide untuk membantu permasalahan tuan saat ini jadi katakanlah.


"Baiklah jika kamu sedang menawariku apa kamu tahu gimana caranya membuat Resya agar mau bicara empat mata kepadaku. Karena jujur setelah kejadian tadi malam aku rasa dia akan terus-menerus menghindari-ku dan tidak berani untuk berbicara langsung kepadaku," timpalnya.


"Kalau soal mengajak bicara empat mata aku rasa itu ide yang gampang, jadi tuan tenang saja aku akan membantu Tuan menyelesaikan permasalahan Tuan ini," timpalnya lagi.


"Kamu yakin?" timpal Richard.


"Iya saya yakin Tuan," timpal Gibran dengan yang mencoba meyakinkan Richard.


IJIN PROMO KARYA TEMAN-KU YA 🥰


__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2