
Segera brangkar yang dinaiki Sifa dan orang-orang yang menganggapnya jika itu adalah jasad seseorang yang sudah meninggal, brangkar itu pun akhirnya dimasukannya kedalam salah satu mobil hitam dimana mobil itu adalah mobil sewaan Sandra sandiri.
Dengan didampingi para anak buahnya yang pada berseragam berjas hitam mereka pun membuntutinya dari belakang mobil hitam tersebut.
Layaknya seorang Presiden yang diarak oleh para rekan anak buahnya itulah yang dialami Sifa saat ini. Berada didalam mobil dan layaknya menjadi seorang putri tidur Sifa pun dengan santainya berada didalam Ambulance tanpa bersuara mau pun membuka matanya hingga akhirnya beberapa menit kemudian ia pun yang sudah tak tahan Sifa dengan berhati-hati ia pun membuka matanya dan mendapati kedua supir yang sedang lenggah tanpa memperhatikannya.
"Supir itu sama sekali tidak memperhatikanku jadi yang harus aku lakukan sekarang aku harus pergi dari sini, tapi bagaimana caranya aku untuk kabur dari sini jika dibelakang mobil ini terdapatlah beberapa anak buahnya yang sedang membuntutinya apa yang harus aku lakukan sekarang," batinnya yang terlihat sangatlah bingung.
Tak jauh berbeda dengan apa yang ia rasakan saat ini,lebih tepatnya disalah satu mobil yang dimana terdapatlah dua pemuda yang tak lain adalah Rasya dan Rasyel yang sedang memperhatikannya dari jarak jauh menggunakan teropongnya.
"Kak menurut Kakak apa rencana ini akan berhasil. Apa Sifa berhasil keluar dari dalam ambulance itu? jujur aku seperti tidak percaya kalau dia akan berhasil keluar dari dalam sana, jadi akan lebih baik mendingan sekarang kita segera menuju kelokasi itu agar kita bisa mencegah dan berpura-pura layaknya seorang penjahat yang berniat ingin merampok seorang jasad tersebut," bujuk Rasya yang terlihat panik.
"Tidak. Aku rasa itu bukanlah cara yang tepat, dengan kita berpura-pura menjadi seorang penjahat yang ada Mamanya Reno akan tambah semakin menjadi dan bisa-bisa ia akan melarikan diri lagi nanti," cela Rasyel pada Rasya.
"Terus sekarang apa yang harus kita lakukan. Apa kita hanya akan diam saja seperti ini tanpa melakukan sesuatu, sedangkan dia berusaha melawan ajal yang sudah berada dihadapannya," cela Rasya lagi.
"Aku ada ide kita tidak perlu lagi untuk mencegah ambulance itu. Karena yang perlu kita lakukan kita harus menuju ke salah satu hutan yang diduga akan menjadi lokasi pertama dari rencana yang mereka rencanakan. Yang dimana hutan itu berada diseberang kanan jalan, sedangkan seberang yang kiri hanya terdapat jurang yang kira-kira hanya berkedalaman tidak terlalu tinggi jadi aku rasa mereka tidak akan menggunakan lokasi yang kiri. Dan yang perlu kita lakukan kita bagi tim menjadi dua bagian untuk menyisir hutan itu jika hal yang tidak diinginkan benar-benar terjadi pada Sifa.
"Baiklah tunggu apa lagi ayo kita berangkat sekarang, dengan alat pelacak yang dikenakan Sifa kita akan lebih mudah untuk menemukannya.
"Baiklah ayo kita atur sekarang aku akan meminta bantuan pada Kapten Revan mungkin dia bisa membantu kita dalam masalah ini," sambung Rasya lagi.
__ADS_1
"Baiklah cepat hubungi sekarang," perintah Rasyel.
"Baiklah.
"
"
"
FLASHBACK.
"Mmm apa Mama tahu kenapa kafe ini sangatlah sepi? tanya Sifa dengan tersenyum.
"Kamu lucu ya sayang, Mama kan belum tanya apa-apa sama kamu jadi mana mungkin Mama tahu kalau tempat ini sangatlah sepi,"
"Baiklah biar lebih jelas mendingan kita duduk ya sekarang. Sambil menunggu kedatangan seseorang aku ingin Mama berkata jujur pada Sifa apa Mama lagi jatuh cinta sama seorang laki-laki setelah Papa meninggal?
"Sayang. Ada apa, kenapa kamu bertanya seperti itu?
"Sifa hanya kasihan aja sama Mama. Selama ini Mama banting tulang untuk membiayai biaya sekolah Sifa dan Silvi dulu, tapi jujur aku kasihan sama Mama dan aku juga tahu pasti Mama sangat membutuhkan seorang pendamping. Dan Sifa sudah siap jika Mama ingin menikah lagi dan Sifa akan menyayangi seseorang itu seperti Sifa menyayangi Papa. Jadi katakanlah pada Sifa apa Mama jatuh cinta pada seseorang dan ingin menikah dengannya?
__ADS_1
"Mama tidak tahu apa yang ada dipikiran kamu saat ini sayang, tapi yang jelas Mama tidak bisa berkata banyak mau pun berkata yang aneh-aneh. Cinta terakhir Mama hanyalah Papa kamu selain dia Mama tidak akan pernah membuka hati Mama untuk seseorang lagi. Jadi..jadi selain Papa kamu Mama tidak akan pernah mau lagi mencintai seseorang mau pun mau menikah lagi jadi kamu sudah paham kan apa kata Mama ini.
"Iya Ma Sifa paham, makasih ya Ma... makasih karena Mama sudah mau menyayangi Sifa selama ini dan mau menerima perlakuan Sifa yang jadi berandalan makasih.
"Bagi Mama biar pun Mama sudah kehilangan Papa kamu. Pada kenyataannya sifat asli Papa kamu sudah ada didalam diri kamu dan itulah yang membuat Mama sangat menyayangi kamu sayang. Tapi biar pun begitu bukan berarti Mama tidak sayang pada Silvi, Mama juga sangat menyayanginya bahkan sekarang Mama sangat rindu padanya dan Mama berharap Silvi bisa hadir dalam mimpi Mama dan memeluk Mama tapi ternyata kenyataannya Silvi sama sekali tidak mau hadir didalam mimpi Mama,"ucap Resya dengan pandangannya yang beralih kearah lain. Sifa yang mengetahui Mamanya sedang memikirkan Silvi ia pun tersenyum sembari memegang kedua pundak Mamanya.
"Sifa tahu Mama pasti sangat merindukannya, tapi Mama tenang aja hari ini Sifa akan menebus semua kerinduan yang selama ini Mama pendam padanya," timpal Sifa yang kemudian Resya pun bertanya.
"Maksud kamu apa sayang?
"Sekarang Sifa minta Mama berbalik badanlah karena dibelakang Mama sudah ada seseorang yang sudah menunggu kehadiran Mama sedari tadi. Dan seseorang itu sangat ingin memeluk Mama jadi berbaliklah ðŸ˜ðŸ˜,"
Merasa bingung dengan perkataan apa yang barusan dikatakan oleh Sifa, tanpa berkata lagi Resya pun akhirnya membalikkan tubuhnya setelah tubuhnya terbalik kebelakang betapa terkejutnya ia melihat siapa seseorang yang sudah berada dibelakangnya dengan keadaan berdiri dan meneteskan air matanya.
Air mata Resya pun seketika terjatuh tidak mempercayai apa yang sedang ia lihat saat ini. Langkahnya yang tadinya terdiam tak terkutik, kini dalam hitungan detik langkahnya pun semakin cepat setelah Resya yang berlari menghampiri arah seseorang itu dan langsung mendekap tubuh mungil seseorang yang tak lain adalah Silvi, putri kembarnya yang ia kira telah meninggal dalam beberapa bulan yang lalu.
SEKALIAN IJIN PROMO KARYA TEMAN-KU YA.
BERSAMBUNG.
__ADS_1