Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
Kebahagiaan yang sebenarnya


__ADS_3

"Jadi kalian semua melakukan semua yang merencanakan semua ini, termasuk para penjahat yang mencuri-ku dan berpura-pura jika jika penjahat itu berniat ingin menembak-ku ?"tanya Resya dengan wajah yang tidak percaya.


"Iya Resya semua ini memang sudah jadi bagian dari rencana kita. Dan apa kamu ingat sewaktu kita dirumah sakit terus aku bilang kalau aku sama sekali tidak ingat akan siapa kamu? Apa kamu masih ingat semua itu. Sebenarnya semua itu termasuk salah satu bagian dari rencana-ku. Dan sekarang aku bisa puas karena kejutan ini akhirnya benar-benar membuat-mu sangat terkejut l,bahkan kamu sama sekali tidak menyadari jika semua masalah yang terjadi sama kamu hanyalah rekayasa belaka."


Plak ...


"Resya kamu kenapa malah menampar-ku?"tanya Richard degan wajah terkejutnya, memberikan tatapan bingungnya Resya yang melihatnya ia malah ikut menitihkan air matanya.


"Mama kenapa Mama malah menampar Papa? Apa kesalahan Papa?''tanya Sifa yang nampak ikut panik.

__ADS_1


"Iya Ma ada apa? Kenapa Mama menampar Papa apa Mama masalah karena hal ini?" tanya Silvi yang ikut merasa bingung.


"Kamu tahu gak akibat rencana kamu ini aku hampir saja mati berdiri karena rasa ketakutan-ku yang tidak bisa aku hindari lagi. Bahkan tadi aku sempat berfikir jika hari ini aku bakalan mati karena aku menduga jika pistol itu akan menembus perut-ku? Apa kamu sadar gimana hancurnya perasaan -ku disaat aku tahu orang yang sangat aku sayangi sama sekali tidak ingat akan siapa aku apa kamu sadar disaat itu juga hatiku serasa hancur lebur bahkan aku tidak tahu lagi harus melakukan apa untuk membuat-mu mengingat-ku. Kamu jahat Richard ...kamu jahat ...


"Resya maafkan aku kalau aku udah bikin perasaan kamu hancur lebur tadi. Dan maafkan aku juga kalau aku sudah bikin kamu ketakutan setengah mati lantaran ideku yang seburuk ini maafkan aku ...aku sengaja melakukan semua ini karena aku hanya ingin memastikan gimana perasaan kamu setelah puluhan tahun aku menghilang. Dan disitulah aku ingin mempertanyakan apa kamu sungguh-sungguh masih sangat mencintai-ku. Tapi sekarang semua pertanyaan itu sudah bisa aku ketahhui melihat kamu meneteskan air mata seperti ini aku sudah percaya jika perasaan kamu untuk-ku masihlah sama dan tidak perubahan, terima kasih Resya ...terima kasih karena kamu sudah mau menjaga hatimu untukku dengan baik terima kasih.


Memberikan pelukan hangat pada Resya. Dan mendekam tubuh Resya dalam pelukannya hinga air mata Resya tak henti-hentinya mengalir. Entah perasaan bahagia apa yang dirasakannya hinga membuat air mata itu tak henti-hentinya mengalir dari kedua sudut matanya.


"Iya Resya aku janji aku tidak akan pernah membuat-mu terluka apalagi sampai menitihkan air mata lagi. Dan aku janji hanya hari inilah air mata kamu mengalir seperti ini, setelah ini aku pastikan aku akan membuat hidupku akan selalu dipenuhi dengan kebahagiaan dan kebahagiaan yang tidak akan pernah terhenti!"

__ADS_1


"Dasar Suami menyebalkan." ledek Resya yang kemudian kembali memeluk Suami tercintanya itu. Bahkan orang-orang yang sudah pada berkumpul sedari tadi, mereka bagai nyamuk yang hanya menonton keromantisan kedua sejoli ini.


"Sudah ya Om ...Tante ...kalau kalian mau pelukan boleh aja ya, tapi lihatlah kita disini bagaikan nyamuk yang tidak berdayakan yang hanya menyaksikan keromantisan kalian ini. Sedangkan kue ini? Mubazir kalau kue ini tidak segera dipotong jadi cepatlah di potong cacing didalam perut-ku ini sudah sedari tadi menahan puasa ya ...ya ...potong ya," ledek Rasya yang kemudian mendapatkan jitakan dari Abang angkatnya.


"Kamu itu kalau soal makanan aja selalu ingat, gak lihat apa orang yang bermesraan juga jangan diganggu kenapa?" gerutu Rasyel.


"Sudah-sudah maaf kalau kita sudah bikin kalian menunggu lama. Baiklah aku bakal memotong kue ini," timpal Resya yang kemudian mendapat sambutan hangat dari semua orang.


Wajah bahagia terpancar dari wajah semua orang yang ikut hadir dalam perayaan hari ulang tahun ini. Siapa sangka hari yang tadinya menjadi sebuah bencana, tak lama bencana itu telah tergantikan menjadi kebahagiaan yang tidak bisa diartikan seperti apa ia harus menceritakannya.

__ADS_1


Tangisan dan air mata yang sedari tadi ia teteskan bahkan tidak terhitung berapa jumlahnya. Kini tetesan itu bagaikan sebuah permata yang datang setelah kehancuran membara dari lubuk hatinya.


BERSAMBUNG.


__ADS_2