Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
BAB .8. HARGAI AKU SEBAGAI ISTRIMU.


__ADS_3

Belum ada sehari aku menjadi Istri Richard tapi dia sudah menunjukkan bahwa aku ini sama sekali gak ada artinya buat dia, iya aku sadar aku ini siapa aku hanyalah istri kedua yang memang gak pantas untuk mendapat kebahagiaan di Rumah semewah ini.


Tapi apa gunanya ikatan janji yang barusan ia ucapkan tadi jika ia sama sekali gak bisa menghargai ku sebagai Istrinya, dan apa gunanya pernikahan ini.


"Nyonya gak papa kan, mendingan sekarang nyonya ikut saya ke kamar nyonya pasti butuh istirahat, dan sekalian nyonya ganti pakaian nyonya kan gak mungkin pada saat nyonya hendak akan tidur nanti, nyonya masih mengenakan pakaian kebaya seperti ini ini Mari saya antar sekarang," ajak Bibik Minah sang asisten rumah tangga di Rumah ini.


"Baik bik terima kasih ya," balas Resya dengan menunjukkan senyumnya.


"Maaf kamar bibik masih sedikit berantakan, bibik belum ada waktu buat merapikannya tadi," ujar sang bibik.


"Iya bik gak papa, saya juga ngerti pasti bibik juga sangat sibuk seharian ngurusin Rumah sebesar ini," timpal Resya lagi.


"Nyonya yang sabar ya, Tuan Richard memang seperti itu orangnya dia sedikit kasar, tapi bibik tidak bisa salahkan itu, bibik juga tahu setelah apa yang terjadi pada Tuan Richard belasan tahun yang lalu membuat dia menggalami trauma yang sangat besar bahkan akibat kejadian itu juga Tuan Richard seketika berubah drastis seperti sekarang ini," ucap Bibik yang berlalu kemudian Resya pun bertanya balik.


"Memangnya apa yang terjadi pada Tuan Richard bik, bibik kayaknya kenal banget dengan beliau. Apa bibik sudah bekerja disini sudah sangat lama?" tanya Resya.


"Iya saya memang sudah belasan tahun bekerja jadi pengasuh tuan muda, bahkan pada saat usia Tuan Richard masih berusia balita bibik sudah menemaninya sedari dulu. Dan Bibik tahu betul seperti apa masalah yang terjadi pada dirinya dulu hingga dia berubah menjadi orang yang kasar dan jahat seperti ini bibik tahu semuanya."


"Memangnya apa yang terjadi pada tuan bik. Dan trauma apa yang ia alami?" tanya Resya.


"Dulu belasan tahun yang lalu ketika usia tuan Richard baru menginjak usia 8 tahun, sebuah kejadian besar pun terjadi dimana pada suatu malam hari lebih tepatnya pukul 22:00 malam Rumah keluarga Tuan Richard mengalami perampokan sekaligus pembunuhan yang sangat keji, Mama dan Papa tuan Richard menjadi korban dalam kejadian itu mereka ditu*uk hingga beberapa kali yang akhirnya pada malam itu juga nyawa mereka semua tidak bisa tertolong. Tuan Richard yang pada saat itu sedang dalam ketakutan yang sangat besar ia bersembunyi didalam almari dan ditempat dan ruangan yang sama, para pelaku perampok itu dengan keji dan jahatnya mereka membunuh Mama dan Papanya tepat dihadapannya, da*ah yang mengalir deras dan melihat kondisi kedua orang tua yang sudah tidak bernyawa dengan kondisi yang sangat mengenaskan akhirnya telah membuat trauma bagi tuan Richard hingga sampai sekarang ini."

__ADS_1


Bahkan akibat trauma itu diusianya yang baru menginjak usia belia rasa ketakutannya semakin menjadi, berusaha meminta bantuan pada psikiater yang mengatasi masalah trauma yang ia alami tapi semua itu tidak bertahan lama, dan trauma itu lagi-lagi menghantui dirinya hingga akhirnya ia bertemu dengan seorang wanita yang berhasil meluluhkan hatinya dan perlahan-lahan trauma yang ia alami sedikit demi sedikit mulai menghilang, walaupun kadang sampai sekarang ia masih diselimuti bayang-bayang tragedi itu di dalam mimpinya. Tapi setelah rasa trauma yang ia alami menghilang, Tuan tiba-tiba jadi berubah dia sedikit kejam bahkan dulu Tuan sama sekali gak pernah membentak maupun marah pada bibik, tapi sekarang dia sungguh sudah berubah yang ada didalam pikirannya saat ini hanyalah dendam dan dendam.


"Jadi itu yang akibat trauma itu Tuan Richard jadi jahat seperti sekarang ini."


"Iya nyonya, jujur Bibik sebagai orang yabg telah mengasuhnya sejak usia masih dini bibir merasa kasihan kepadanya."


"Sekarang aku mengerti, makasih ya bik karena udah memberitahu Resya tentang masalah ini dan harusnya bibik tidak memanggilku dengan sebutan nyonya karena menurutku ucapan itu tidak pantas buat saya."


"Nyonya jangan gitu, mulai sekarang nyonya itu sudah jadi Istrinya Tuan Richard juga, jadi sudah seharusnya saya memangil nyonya dengan sebutan itu. Ya sudah mendingan sekarang nyonya mandi dan tidurlah nyonya pasti kecapean, dan untuk sementara mendingan nyonya tidur bersama bibik dikamar ini aja," tawar Bibik.


"Iya Bik makasih ya, ya sudah kalau gitu saya mandi dulu!"


"Baik nyonya!"balas bibik, sedangkan Resya memasuki kamar mandi yang berada dikamar ruangan bibik sendiri.


Berharap hidupnya akan menjadi lebih baik setelah ia menikah dengan laki-laki itu, kini harapannya seketika musnah setelah ia sadar dan mengetahui jika dirinya ternyata menjadi istri kedua. Istri yang sama sekali gak ada harganya di mata pria asing yang sekarang sudah menjadi Suaminya.


Bahkan malam pertama yang biasanya akan jadi malam yang sangat indah bagi kaum pengantin baru, kini semua itu hanya akan jadi bayang-bayang nya saja, tertidur di ranjang yang sama dengan seorang asisten rumah tangga itulah yang ia alami saat ini. Lagi dan lagi air mata yang tak terhitung berapa jumlah tetesannya kini pun jatuh dan membasahi kedua pipinya, sarung bantal yang tadinya kering kini pun berubah menjadi basah setelah Resya yang merebahkan tubuhnya dengan memiringkan ke kanan membuat air matanya pun tepat jatuh membasahi bantal yang jadi pengganjal kepalanya.


Walaupun aku hanya jadi istri kedua aku akan tetap berusaha untuk menjadi istri yang berbakti kepada suamiku, karena aku tidak mau mengkhianati pernikahan ini walau pun pada kenyataanya aku harus menerima dengan ikhlas jika apa yang aku lakukan mungkin akan sangat sulit untuk diterima baik oleh Suamiku sendiri.


Pagi yang sangat cerah, matahari yang nampak menggeluarkan sinarnya untuk menyinari alam semesta dibuka bumi ini. Jam yang menunjukkan pukul 05:00 pagi semua orang yang ada di Rumah ini masih belum terlihat akan muncul batang hidungnya atau bisa dibilang mereka masih tertidur lelap. Dan tidak menghitung waktu lebih lama, Resya pun berhasil menghidangkan beberapa menu makanan yang kemudian ia pun sajikan rapi diatas meja makan.

__ADS_1


Richard yang pada saat itu baru saja terbangun dari tidurnya dan hendak menuju ke kamar mandi, dia pun terkejut karena sekarang yang masih menunjukkan pukul 05:30 pagi sudah ada beberapa makanan yang sudah tersaji rapi dimeja makan.


"Siapa yang memasak semua makanan ini?" gumam Richard yang kemudian seseorang pun menjawabnya.


"Aku yang memasak semua makanan ini," jawab Resya yang kemudian berjalan kearah Reyhan sembari menundukkan kepalanya ke bawah.


"iya semua ini aku yang menyiapkannya, aku kan sekarang sudah jadi istri kamu, adi udah seharusnya aku melakukan semua ini. Karena ini udah jadi tangung jawabku kepada suamiku," balas Resya lagi.


Mendengar perkataan yang diucapkan oleh Resya, Richard pun tanpa berkata lagi ia langsung pergi mengabaikan Resya dan bergegas masuk kedalam kamar mandi.


"Seperti inikah rasanya diabaikan oleh suami sendiri," batin Resya yang terlihat bersedih.


"Kamu jangan masukkan ke hati ya perilaku yang dilakukan Richard kepadamu, dia memang seperti itu orangnya. Oh iya sedari malam kita sudah bertemu tapi kita tidak kenal satu sama lain, kenalin namaku Sandra dan aku harap walaupun yang kita jalani sekarang kita harus berbagai Suami, aku mau diantara kita tidak ada permusuhan aku mau kita menjadi teman dekat atau pun kalau bisa hubungan kita lebih dari itu apa kamu gak keberatan.


"Aku bingung sama kamu, kamu kan tahu kalau kita sekarang hidup dalam satu Suami yang sama tapi kenapa kamu malah bersikap baik seperti ini sama aku, apa dalam hati kamu gak tersimpan dendam atau pun luka yang kamu rasakan sekarang ini.


"Bagiku menyimpan dendam terhadap seseorang itu tidaklah boleh. Karena gak ada gunanya juga kita dendam sama seseorang, dengan kita penyimpan dendam yang ada masalah kita akan tambah menjadi dan sulit untuk dilupakan. Dan aku diantara kita tidak ada dendam dan aku mau kita bersahabat apa kamu gak keberatan.


"Iya aku sama sekali gak keberatan, aku mau berteman sama kamu?" balas Resya dengan menunjukkan senyum lepasnya.


"Makasih ya,"balas Sandra yang kemudian ia pun memberikan satu pelukan ke Resya.

__ADS_1


" Sasaran pertama sudah masuk ke dalam jebakan. Dasar wanita bodoh mudah sekali aku mempengaruhi pikirannya, dan semudah itu juga dia mempercayaiku dan menganggap ku kalau aku adalah orang yang baik. Dan sekarang tinggal tugasku mengasih tahu Alex agar dia bisa mengatur rencana yang selanjutnya,"batin Sandra dengan menunjukkan senyum sinisnya.


BERSAMBUNG


__ADS_2