Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
Lamunan keduanya


__ADS_3

Berada dalam satu mobil yang sama tidak terdengar akan suara keduanya yang saling bersautan. Hingga Resya akhirnya mulai merubah suasana lantaran kesal sedari tadi ia diabaikan dengan cara seperti ini.


"Aku masih bingung kenapa kamu memberikan dia sepasang anting berharga mahal seperti itu? Apa tidak ada cara lain selain memberikannya anting semahal itu. Padahal kalau perlu aku juga mampu membelikan dia seribu anting pun dengan model yang sama tapi kenapa harus semahal itu juga bukankah itu cuma akan buang-buang uang saja," ucap Resya kemudian Richard memalingkan pandangannya kearahnya.


"Apa kamu sedang berbicara dengan-ku?" tanya Richard.


"Tidak aku sedang berbicara dengan hantu, udah jelas disini cuma ada kita ya jelas aku berbicara dengan-mu lah," gerutu Resya yang nampak kesal.


"Ternyata semua wanita sifatnya sama aja tidak memberikan kesempatan untuk menjelaskan, tapi dia asal ngoceh tanpa tahu pasti apa kesalahan si pria?"gumam Richard berkata dengan nada pelannya.


"Kamu bilang apa tadi? Apa kamu sedang mengata-ngatai-ku?"tanya Resya.


"Lupakan aku sedang tidak ingin berdebat dengan-mu saat ini. Dan soal anting tenang lagi dibalik sifat baikku yang mau memberikannya anting semahal itu padanya. Ada sesuatu yang sedang aku rencanakan. Dan apa kamu tahu itu bukanlah sembarang anting tapi didalam sana ada rekaman suara yang tersembunyi. Dan aku yakin dia tidak akan pernah sadar jika didalam anting itu terdapat-lah rekaman yang hampir menyerupai rekaman CCTV yang mampu menyaring daya suara lebih jelas," jelas Richard.


"Rekaman jadi maksudmu sama halnya seperti pelacak?"


"Iya, tapi mungkin ini lebih canggih karena kita bisa mendengarkan siapa pun seseorang yang dekat dengan anting itu termasuk wanita itu. Dan Reno? aku masih curiga dengan siapa laki-laki bernama Reno itu apa dia ada hubungannya dengan kematian korban. Atau pun Reno ialah pelaku kedua yang membantu wanita licik itu memperlancarkan rencananya.


Dan dengan benda inilah kita akan tahu dengan siapa dan apa perkataan yang mereka bicarakan saat ini.


Mulai memperhatikan dengan jelas suara apa saja yang sedang mereka bicarakan didalam ruangan itu, tanpa rasa curiga wanita itu terus saja berbisik tanpa rasa kecurigaannya sama sekali.

__ADS_1


"Sayang kamu itu gak tahan banget sih kita kan baru aja bertemu tadi pagi apa kamu sudah sangat kangen ingin menemui-ku lagi?"


"Sayang kamu itu kaya tidak kenal aku aja sih, bagiku berhubungan satu kali dalam sehari itu sangatlah kurang. Apalagi sekarang kan Suami kamu itu udah ma*i jadi tidak ada halangan lagi bagi kita untuk selalu bersama. Jadi kamu gak masalah kan kalau kita mulai lagi sekarang," goda laki-laki itu yang mulai meraba-raba tubuh wanita itu yang sudah berada di pangkuannya.


"Sayang, ini kan kantor kalau ada yang lihat gimana, ini juga masih jam kerja apalagi dia baru aja ma*i seminggu yang lalu kalau ada yang lihat-kan tambah akan runyam aku tidak mau. Jadi kalau kamu minta aku untuk memuaskan-mu di-rumah aja ya, nanti aku akan mendatangi kamu langsung.


"Tidak. Aku sudah tidak tahan sayang aku maunya sekarang. Lagian ini kan tempat kerja pribadi kamu jadi tidak akan ada orang yang akan tahu lagi apa yang akan kita lakukan sekarang ini.


"Tapi sayang.


"Tidak ada tapi-tapian.


Melakukan hubungan layaknya sepasang suami-istri. Dan terus saja memuaskan nafsu diantara keduanya. Mereka tampak tidak menyadari atau pun memang sadar jika apa yang telah mereka lakukan sebuah hubungan gelap. Hubungan gelap yang tidak seharusnya mereka lakukan.


Selangkah Resya akan pergi, seketika Richard yang reflek ia langsung menariknya hinga membuat keduanya pun jatuh tersungkur secara bersamaan.


Dalam posisi Resya yang menindih Richard ia nampak terkejut. Kemudian berniat akan bangkit tapi Richard menghalanginya.


"Richard kamu?"


"Jangan pernah pergi jika aku tidak memerintahkan-mu. Entah aku tidak tahu perasaan apa yang terjadi sekarang ini, tapi yang jelas aku sangat yakin jika diantara kita memang ada apa-apa. Dan kamu? entah apa yang membuat-mu bersikeras seperti ini.

__ADS_1


"Richard apa kamu lupa sama tugas kamu ini. Kita berencana ingin menangkap siapa pelaku itu jadi kalau kamu berniat ingin menggodaku atau pun meminta cium. Aku bakal kasih tapi tidak untuk sekarang apa kamu mengerti?"


"Apa maksud-mu apa serendah itulah kamu menjadi seorang wanita?" gertak balik Richard yang langsung menyingkirkannya akibat menindih tubuhnya tadi.


"Kenapa kamu jadi gelagapan seperti ini?" apa kamu tidak ingin mendapatkan ciuman dariku?" goda Resya nampak membuat raut wajah Richard berubah.


"Baiklah kita sergap wanita itu. Dan kita permalukan dia dihadapan banyak orang.


"Jangan. Cara itu sangatlah salah, jika kita ingin menangkapnya masih ada cara lain tapi yang jelas bukan cara seperti itu," timpal Richard.


"Maksud-mu?"tanya balik Resya.


"Kamu diam dan jangan bertindak atau pun banyak bicara biar aku yang mengurus masalah ini. Selangkah kita lalai maka mereka akan tahu siapa kita sebenarnya. Dan jika mereka tahu rencana ini akan gagal total. Dan pastinya semua bukti yang kita miliki bakalan lenyap jadi jangan gegabah asal menyergap kalau kita belum dapat bukti yang jelas," tegas Richard.


"Terus sekarang apa yang harus kita lakukan. Apa kita akan terus berdiam diri seperti ini, disisi lain aku kasihan sama korban karena dia tidak dapat keadilan bahkan kematiannya semua ini ulah dari Istrinya sendiri . Dan Rasyel aku tidak bisa melihatnya terus-menerus mendekam didalam sana jika harus melihat Silvi menangis setiap harinya aku tidak bisa.


Buliran air matanya mulai menjatuhi pipinya. Richard yang melihatnya hatinya serasa ikut teriris melihat seseorang wanita yang menangis sejadi-jadinya dihadapannya saat ini.


Hinga akhirnya tidak ada angin atau pun hujan Richard yang dengan langsung ia mengusap air mata itu dengan tangannya sendiri. Terkejut dengan apa yang membuatnya tiba-tiba bisa mengusap air mata yang sedari tadi telah terjatuh hinga tidak terhitung akan berapa jumlahnya.


Air mata Resya seketika terhenti. Dan pandangan keduanya pun tidak bisa dihindari lagi. Tatapan demi tatapan seketika telah melamunkan keduanya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2