Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
MEMULAI SANDIWARA


__ADS_3

"Sekarang apa yang akan kamu lakukan?"


"Entahlah aku masih memikirkan cara selanjutnya. Sekarang seseorang yang diduga pelaku itu masih tertahan di-markas Papa jadi aku rasa dia tidak akan pernah berani kabur lagi.


"Ditahan di-markas Papa kamu apa dia sendiri yang menyerahkan dirinya sendiri?"


"Iya dia sendiri yang menyerahkannya.


"Baguslah setidaknya cara dia bisa mempermudah tugas kita selanjutnya.


"Setelah aku pikir-pikir gimana kalau kita memulai penyelidikan ini dengan menyelidiki pria bernama Burhan itu terlebih dulu?"


"Burhan? Laki-laki yang jadi sasaran pertama kita?"


"Iya aku rasa setelah kita menyelidikinya kita akan tahu fakta yang sebenarnya dari kejahatan ini, tapi entahlah untuk saat ini pikiranku masih kosong aku tidak bisa berfikir dengan jernih.


"Baiklah aku akan membantumu gimana kalau kita mulai selidiki kasus ini dengan mencari bukti yang jelas lewat universitas pertama yang diduga tempat pelecehan itu?"


"Apa ini tidak akan sia-sia? Kejadian pelecehan itu terjadi dua tahun dari sekarang. Jika memang pada hari terjadi pelecehan apa mungkin pelaku akan diam tidak menghilangkan bukti-bukti itu dengan jelas?"


"Kita berdoa aja semoga tugas kita berjalan sesuai rencana. Dan besok malam pukul 00:00 malam kamu berani kan menemaniku untuk datang langsung menyelinap didalam universitas itu?"


"Tidak masalah aku siap menemani-mu.


"Baiklah lebih cepat lebih baik, ya sudah kita mendingan kumpul sama yang lainnya takutnya kapten curiga dengan kita berdua.


"Baiklah.


"Maaf apa kita bisa gabung bersama kalian?" tanya Sifa seketika mengejutkan kedua temannya.


"Sifa silahkan duduklah," perintah Gibran, tapi pandangan Verrel malah menatap tajam kearah Rasya.

__ADS_1


"Hey apa yang sedang kamu lakukan kenapa kamu menatap-ku dengan tatapan tajam seperti itu?"


"Apa yang barusan kalian lakukan?" tanya Verrel dengan langsung.


"Maksudnya?" tanya balik Rasya.


"Kemaren setelah penyergapan itu kalian tiba-tiba menghilang dari kita. Dan kalian juga telat hampir satu jam sampai di-kantor ini, jadi pertanyaan-ku selama itu apa yang barusan kamu lakukan kamu gak lagi coba menikung-ku kan?"


"Menikung astaga kamu itu sangat lucu bagaimana bisa aku menikung-ku ya tidaklah ya benar saja," balas Rasya.


"Terus apa yang kalian lakukan pada waktu itu?" tanya Verrel, kemudian Gibran menimpali pembicaraan mereka buat mengalihkan pembicaraan ini.


"Sudah-sudah kamu jangan cemburu gitu lagi mereka tidak ada hubungan apa-apa. Oh iya karena kalian baru aja datang kami dapat laporan katanya penjahat yang menjadi buronan itu baru aja melakukan pembantaian lagi. Kali ini keluarga dari Tuan Burhan dan Tuan Antonio yang menjadi korbannya. Penjahat itu rupanya sangat terobsesi untuk membunuh keluarga Antonio dan sekarang Tuan Burhan sendiri yang menjadi korbannya yang katanya dia baru aja mendapatkan teror penusukkan dirumahnya sendiri!" timpal Gibran, sesaat pandangan Rasya mau pun Sifa sama-sama saling bertatapan.


"Pembantaian di-Rumah sendiri?" tanya Sifa dengan wajah terkejutnya.


"Iya seperti itu," balas Gibran.


"Apa hanya itu jawaban kamu? Kamu gak takut jika penjahat itu nantinya akan membunuhmu?" tanya Gibran.


"Sejahat, jahatnya penjahat aku rasa ada motif tersembunyi kenapa dia bisa melakukan tindakan se'keji itu!" balas Rasya dengan langsung.


"Motif tersembunyi seperti apa maksudnya?" tanya Gibran.


"Ya motif tersembunyi. Kalian kan hanya tahu cerita luarnya saja, tapi dalam cerita yang asli kalian tidak tahu pasti kan apa yang sebenarnya terjadi dengan cerita itu?"


"Aku masih belum paham apa maksud kamu, tapi sudahlah aku lapar ingin makan jadi pesanlah sesuka kalian biar aku yang mentlaktir.


"Kamu serius?"


"Dua rius malahan," balas Gibran sedikit meledek.

__ADS_1


"Baiklah.


"Sangat bijaksana orang itu mengarang cerita seperti itu. Bagaimana bisa Penjahat itu melakukan kejahatan kepadanya sedangkan Penjahat itu sendiri sudah berada didalam tahanan kita, ini tidak bisa dibiarkan semakin lama ia dibiarkan ia akan tambah semakin mengarang cerita yang lebih parah lagi.


"Kayaknya semakin lama aku menunda penyelidikan ini, penjahat yang asli memanfaatkan kesempatan ini untuk mengembalikan fakta yang sebenarnya jadi gimana kalau penyelidikan ini aku percepat saja?" batin Sifa kemudian tatapan matanya memandang kearah Rasya.


✍️" Rasya aku harap rencana kita bisa kita jalankan lebih cepat. Dan aku mau nanti malam kita mulai penyelidikan itu apa kamu setuju?" Beberapa pesan yang berhasil Sifa ketik, tak lama pesan itu pun muncul dalam ponsel Rasya.


Mengetahui jika Sifa mengirimkan pesan padanya, segera ia pun membalasnya.


✍️" Baiklah tidak masalah, lebih cepat lebih baik," balas singkat yang diberikan Rasya.


✍️" Okelah kalau gitu.


"Rasya kamu sedang membalas pesan dari siapa?" tanya Verrel yang tak sengaja melihatnya.


"A ...aku lagi balas pesan dari seseorang," balasnya singkat.


"Seseorang siapa? Apa seseorang itu cewek?" tanya Verrel langsung.


"Iya seorang cewek kenapa? Kenapa kamu segitu penasarannya?" tanya balik Rasya.


"Tapi cewek itu tidak Sifa kan?" tanya Verrel yang seketika mengejutkan keduanya.


"Astaga kamu itu apa-apaan sih kenapa sedikit-sedikit Sifa, sedikit-sedikit Sifa yang jelas tidaklah ini cewek lain atau lebih tepatnya aku menyukai seseorang apa kamu paham!"


"Kamu serius tidak lagi dekat dengannya? Dan kamu sekarang lagi tahap pdkt sama cewek lain?" tanya Verrel dengan wajah senyumannya.


"Iya aku sedang dekat dengan cewek lain cukup dan jangan tanya lagi paham!"


"Iya ... Iya aku paham!" balas Verrel yang bisa tersenyum dengan lega.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2