
DYAR...
Satu tembakan lagi pun terdengar setelah Rasya yang melihat gerak gerik Erlangga yang hendak akan mengambil pistolnya dan berniat ingin menembakkan peluru itu pada mereka.
"Maaf kapten aku terpaksa menembakkan tangan seseorang ini karena dia berniat ingin melepaskan peluru yang berada ditangan kanannya.
"Tidak masalah, dia memang pantas diberikan pelajaran semua ini.
"Kalian? kalian gak papa kan dan kamu Sifa kamu gak kenapa-kenapa kan mana yang terluka? tanya Rasya yang tiba-tiba terlihat cukup panik.
"Tidak aku tidak kenapa-kenapa aku baik-baik saja, tapi Papaku dia terluka akibat luka tembakan tadi.
"Papa... maksud kamu Sifa? tanya Revan yang begitu terkejut dan kemudian ia pun memegang kedua pundak seseorang itu yang tak lain adalah Richard.
"Iya Om Revan pria yang berada di-sampingku saat ini dia..dia adalah Papaku. Erlangga sengaja membuat ruangan bawah tanah karena dialah orang yang sudah mengurung Papaku hingga belasan tahun lamanya.
"Apa..jadi kamu..kamu beneran Richard. Kamu beneran masih hidup Richard ini gak lagi bermimpi kan?
PLAK...
"Kau.. kenapa kamu berani menjitak-ku?'
"Apa rasanya sakit, jika rasanya sakit Bearti kamu gak lagi bermimpi aku memang beneran Richard temanmu semasa dulu," balas Richard dengan tersenyum kearah Revan.
"Aw..
"Astaga lukamu harus segera ditangani cepat kita larikan dia ke rumah sakit sekarang. Rasya kamu bawa mereka ke rumah sakit biar aku dan para anak buah ku yang membawa para penjahat ini.
"Baik Tuan.
Tak disangka hari berlalu dengan sangat cepat, yang dimana malam telah cepatnya telah berganti menjadi pagi dan menyinari seluruh alam yang ada dibuka bumi ini.
Beberapa langkah seseorang terlihat berjalan menuju kesalah satu ruangan. Dan tepat di ruangan 15 seseorang itu pun membuka pintu dan segera memasukinya
Ckleek
Berhasil masuk dan berdiri telat disamping seseorang yang masih dalam kondisi tidak sadarkan diri. Pria itu lantas memandangnya dengan tatapan terheran sekaligus bingung menyadari perasaan apa yang telah ia rasakan saat ini.
Selama hampir kurang 20 menit lamanya Pria itu terus menerus memandangnya akan tetapi tidak terlihat dari raut wajah seseorang itu yang berniat akan pergi karena merasa akan bosan dalam ruangan ini.
Dan dalam ruangan itu hanya terdapat dua seseorang yang berada dalam ruangan itu dan seseorang itu yang tak lain adalah Silvi yang masih dalam keadaan terbaring diatas brangkar dalam kondisi tidak sadarkan diri. Sedangkan seseorang yang satunya adalah Dokter Rasyel yang dengan setianya ia masih setia menunggu Silva akan tersadar dari kondisinya saat ini.
"Aku memang tidak tahu siapa diri kamu yang sebenarnya apa kamu orang yang terlahir dari golongan orang kaya raya, atau pun terlahir dari golongan orang sederhana tapi yang jelas aku tidak tahu perasaan apa yang telah aku rasakan saat ini entah apa melihatmu terbaring lemas seperti ini aku merasa aku sudahlah gagal menjadi Dokter untuk melindungi pasiennya.
Maafkan aku...maafkan aku..karena kecerobohan ku aku belum mampu membebaskan mu dari tempat ini maafkan aku.
Beberapa langkahnya ia yang berniat ingin pergi. Akan tetapi belum juga langkahnya keluar ia sudah dikejutkan dengan gerakan salah satu jari Silva yang tiba-tiba bergerak. Lantas tanpa menunggu ia pun segera memeriksanya.
"Ada dimana aku ini kenapa aku bisa ada disini.
"Syukurlah kalau kamu sudah bangun aku lega sekarang.
"Dokter ada apa dengan wajahku ini kenapa wajahku tertutup perban seperti ini. Apa wajahku menggalami kerusakan parah? tanya Silvi yang terlihat panik.
"Untuk masalah itu kamu tenang aja kamu tidak lagi menggalami cacat wajah, ini semua hanyalah sandiwara ku saja.
"Sandiwara maksud Dokter.
__ADS_1
"Sudahlah diam nanti aku akan jelaskan, ada seseorang yang akan masuk jadi diamlah. Dan jangan pernah berkata sepatah kata pun apa kamu mengerti?
"Iya Dok aku mengerti.
"Dokter dia siapa kelihatannya aku tidak pernah melihat kalau ada pasien yang menggalami kecelakaan kemaren.
"Ini Dok pasien ini pindahan dari Rumah sakit lain karena ruangan yang penuh, jadi akhirnya ia dipindah dirumah sakit ini. Dan kasihan sekali dia dia menjadi korban kebakaran dan untungnya dia selamat dalam tragedi itu.
"Astaghfirullah kasihan sekali dia.
"Ya sudah Dok kalau gitu saya pamit mau periksa pasien yang lainnya.
"Baiklah.
"Huu hampir saja.
"Dokter? kenapa Dokter mau menyelamatkanku dan menjauhkan aku darinya. Jika tadi kamu berkata jujur siapa aku kan sudah pastinya Dokter itu akan menggadu padanya tapi kenapa Dokter malah..
"Sudahlah aku adalah seorang Dokter jadi ini sudah jadi tugasku untuk menyelematkan nyawa pasienku. Dan untuk alasannya ini...ini hanyalah alasan karena aku kasihan kepadamu dan tidak lebih atau pun kurang apa kamu mengerti.
"Baiklah,
"Aku harus memeriksa pasien yang lainnya. Ingat jangan pernah bersuara
"Baiklah," balas Rasyel yang kemudian langkahnya pun pergi dari dalam ruangan ini dengan tatapannya yang terlihat bingung.
"Ada apa dengan Dokter Rasyel kenapa dia jadi aneh seperti itu? batin Silvi yang kemudian entah kenapa ia pun tersenyum manis dengan sendirinya.
"Aku sudah berhasil membuat Nyonya percaya kalau Silvi sudahlah meninggal dalam operasi kemaren. Akan tetapi sekarang kenapa aku merasa rencanaku ini belum sepenuhnya berhasil belum lagi kalau nanti Nyonya merasa curiga kalau jasad yang waktu itu bukanlah Silvi gimana reaksinya nanti
"Rasya kamu kenapa datang ke Rumah sakit ini apa kamu sedang terluka?
"Tidak kak hanya saja tadi ada seseorang yang terluka akibat terkena tembakan dari salah satu penjahat tadi. Dan aku ditugaskan melarikannya ke rumah sakit.
"Astaga tapi orang itu gak menggalami luka yang serius kan?
"Kata Dokter lukanya tidak cukup serius jadi mungkin nanti sudah dijinkan untuk pulang.
"Tunggu, kakak sendiri ada apa kenapa aku perhatikan kakak Terlihat kaya lagi memikirkan sesuatu kakak gak lagi ada masalah kan?
"Sebenarnya ada sesuatu yang saat ini sedang kakak pikirkan saat ini.
"Apa itu masalah seorang wanita?
"Astaga kakak ini bilangnya gak akan pernah mencintai seseorang, tapi sekarang ujungnya kakak bakal naksir juga sama seorang wanita juga kan.
"Bukan itu maksudku, tapi lebih tepatnya seseorang itu saat ini sedang disandera atau bisa dibilang orang itu bakal direncanakan ada niat jahat dari seseorang intinya kakak bingung mau menjelaskannya," balasnya dengan garuk-garuk kepalanya.
"Maksud kakak ada orang jahat yang menginginkan kematiannya? tanya Rasya balik.
"Iya intinya seperti itu.
"Apa aku boleh lihat seperti apa wajah dari seseorang itu? tanya Rasya yang membuat alis Rasyel pun ia naikkan.
"Maksud kamu? tanyanya yang terlihat bingung.
"Sudahlah cepat tunjukkan fotonya," balasnya yang langsung menarik tangannya.
__ADS_1
"Baiklah.
"
"
"
"Ini.
"Tunggu ini kan Sifa...
"Sifa..kamu salah dibukan lah Sifa tapi dia itu Silvi.
"Silvi...," balasnya yang kemudian ia pun ingat Sifa.
"Iya.
"Dia harus tahu soal ini. Ayo kakak ikut aku sekarang," ajak Rasya yang langsung menarik tangan Rasyel lagi.
"Kemana? tanyanya yang merasa bingung.
"Sudahlah nanti kamu juga akan tahu," balasnya yang tanpa menghiraukan omongan saudaranya.
"Kakak tunggu disini dulu aku akan memangil seseorang," perintah Rasya.
"Baiklah," balas Rasyel yang kemudian Rasya pun masuk kedalam satu ruangan.
"Rasya ada apa?
"Itu ada sesuatu yang ingin aku bicarakan sama kamu jadi kamu ayo ikut aku sekarang,"ajaknya.
"Kemana? tanya balik Sifa.
"Sudah nanti kamu juga akan tahu," balas Rasya yang langsung tangan Sifa. Sedangkan pandangan Sifa melihat kearah Richard yang belum tersadar.
"Rasya kamu itu apa-apaan sih kenapa kamu menarik ku sekasar tadi," kesal Sifa.
"Sudahlah, gimana Kak, Kakak sudah melihatnya kan sekarang? tanya Rasya yang membuat pandangan Rasyel yang masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.
"Silvi...ini beneran kamu, tapi mana mungkin dia kan lagi ada di ruangan tadi jadi mana mungkin kamu bisa berdiri santai disini.
"Tunggu Silvi tahu darimana kamu tentang nama itu. Apa kamu kenal dengan saudara kembar ku itu?
"Saudara kembar jadi kalian saudara kembar? tanya Rasyel.
"Iya kita saudara kembar, kamu belum menjelaskan ke aku tahu dari mana kamu soal Silvi dan sejak kapan kamu mengenalnya.
"Baiklah berubung sekarang aku sudah bertemu denganmu dan bertemu keluarganya Silvi yang sebenarnya aku perlu bantuan kamu, adik kamu dia dalam bahaya dan selama berita yang mengatakan jika Silvi sudahlah meninggal itu semua tidak benar, karena kematian Silvi telah direncanakan dan di sabotase oleh seseorang dan hari ini ada seseorang yang berniat ingin mencelakainya dan menginginkan kematikannya kita sudah tidak ada waktu lagi yang perlu kita lakukan kita harus memulai rencana ini dari sekarang.
"Apa kamu sedang mempermainkanku? timpal Sifa yang sama sekali tidak percaya dengan perkataannya.
"Baiklah kalau kamu masih tidak percaya, bisakah kamu ikut aku sekarang.
"Baiklah.
BERSAMBUNG.
__ADS_1