Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
Kemunculan Richard


__ADS_3

Dan siapa sangka setelah perginya dua anak buah Erlangga. Suara seseorang pun muncul dan menyebut nama Resya dengan pelan.


Mata yang mulai terpejam dan perlahan-lahan terbuka. Bibir yang pucat seseorang itu nampak mengingat sesuatu.


FLASHBACK


"Gibran aku minta kamu awasi Istriku karena aku tidak mau dia akan terluka jika sewaktu-waktu aku pergi" pintanya pada pria tampan yang tak lain adalah Gibran.


"Iya Tuan. Tuan tenang saja aku akan menjaga istri tuan. Soal keselamatannya tuan tenang saja aku akan menjaganya dengan baik.


"Baiklah.


Nampak suara yang dulunya terdengar angkuh dan menakutkan. Kini suara itu terdengar berbeda. Sesaat Richard berdiri disamping Gibran, sesuatu mulai mendekatinya. Hinga akhirnya sesuatu itu tepat dibawahnya dengan mengendus-endus sesuatu itu berhasil mengagetkan Richard yang sedari tadi telah santai ngobrol bersama Gibran.

__ADS_1


Berteriak dan menjauh dari sesuatu yang berhasil mengagetkannya. Pandangannya dibuat terkejut lagi setelah Gibran dan Resya yang tiba-tiba memandangnya dengan tatapan tak percaya.


Iya sesuatu yang berhasil mengagetkannya yang tak lain adalah seekor kelinci berbulu putih yang sangat menggemaskan. Tak perduli dengan teriakan yang dilakukan suaminya, Resya lalu mengambil kelinci tersebut dan menggendongnya.


"Kamu? apa yang kamu lakukan kenapa kamu malah menggendongnya buang!" pintanya dengan keras. Akan tetapi Resya yang mendengarnya ia malah membalasnya tawanya yang tak bisa tertahan. Dan disusul Gibran yang ikut menertawakannya.


"Kalian? apa yang kalian lakukan kenapa kalian malam tertawa anak ini lucu?"


"Astaga Tuan. Tuan ini seorang mafia. Bahkan Tuan juga mampu membunuh orang-orang dalam hanya satu tembakan apa hanya karena bertemu dengan hewan mungil ini tuan mengorbankan harga diri tuan sebagai seorang Mafia?" balasnya dengan tawa yang cekikikan.


"Gibran ternyata apa yang kamu katakan kemaren memang sangatlah benar. Dia?" dia beneran takut sama hewan mungil ini," sambung Resya yang ikut menertawakannya.


Tak perduli jika suaminya terlihat sangat takut. Bahkan raut wajah ketakutannya tidak bisa dihindari lagi. Tapi melihatnya takut apa yang dilakukan Resya berbeda dari dugaan.

__ADS_1


Berlari mengejar Richard dengan membawa satu ekor kelinci untuk ia gunakan mengerjai Richard. Tapi Richard yang merasa sangat takut ia terus saja berlari menghindari kejaran Resya.


Hinga akhirnya Resya yang hampir saja terjatuh lantaran kakinya yang tersangkut sesuatu, tubuhnya hampir saja tersungkur dan dengan siap Richard yang melihatnya ia langsung menangkap tubuh Resya. Akhirnya pelukan antar keduanya pun tidak bisa dihindari lagi.


Sadar akan seekor kelinci yang sudah tidak ada dalam genggamannya. Resya berbalik menatap kearah Richard yang memandangnya dengan tatapan menyeringai.


"Kenapa kamu menatap-ku dengan tatapan seperti itu?" tanya Resya yang hendak melepaskan pelukan Richard, tapi Richard malah semakin mendekap tubuhnya.


"Apa kamu sadar kamu sudah tidak lagi membawa kelinci itu. Jadi kini saatnya aku yang membalas perbuatan-mu karena ulah-mu tadi," balas Richard dengan senyuman khasnya.


"Apa kamu berniat ingin membalas-ku dengan cara menakuti-nakuti-ku dengan hewan yang aku takuti nanti?" timpal Resya yang mulai panik menatap pandangan Richard.


"Entahlah!" balas Richard yang hanya menatapnya. Bahan pandangannya tidak sekali ia alihkan pada sesuatu yang lain.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2