Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
Rencana lagi


__ADS_3

Dyar...


Dyar ..


Dyar ...


Suara ledakan pun akhirnya berbunyi, spontan Gibran dan ketiga temannya pun membuka matanya, tapi ternyata peluru bukan mengenai sasarannya yaitu pelaku yang sudah dihadapan Richard, melainkan peluru itu sengaja dilepaskan kearah samping dan tidak jadi mengenai akan diri pelaku.


"Tuan apa yang terjadi kenapa tuan tidak jadi menembak pelaku ini?" tanya Gibran nampak kebingungan.


"Aku bisa saja membunuh Laki-laki ini tepat detik ini juga, tapi jika aku lakukan itu yang ada itu akan tambah menambah masalah baru. Dan kamu? aku kasih kesempatan ke anda cepat kasih tahu aku siapa seseorang yang telah menyuruh anda bungkam dalam kasus ini. Saya janji saya tidak akan membeberkan masalah ini ke siapa-siapa tapi saya mohon cepat katakan. Sekarang saya baik karena saya belum sanggup melepaskan peluru panas ini tepat ke tubuh anda karena saya masih kasihan pada keluarga-mu, tapi jika sekali lagi anda tetap tidak mau memberitahu saya maka jangan salahkan saya kalau saya benar-benar akan menembak anda pada hari ini juga. Dan hari ini saya pastikan akan menjadi hari terakhir buat anda jadi cepat katakan," tegas Richard dengan raut wajahnya yang menahan amarahnya. Pelaku yang melihatnya ia nampak berkeringat dingin.


"Ba ...Baiklah saya akan ngaku, seseorang yang telah memerintahkan saya dia seorang laki-laki yang usianya seperantara seusia anda. Saya sendiri tidak tahu apa motif sebenarnya dari seseorang itu, tapi pria itu hanya memintaku untuk memalsukan dokumen yang mengatakan jika pasien itu meninggal karena tindakan operasi pada waktu itu hanya itu ...hanya itu yang saya tahu jadi saya mohon ampuni saya ..ampuni saya," ucap Pelaku nampak takut dan memohon-mohon pada Richard.


"Apa anda serius dengan ucapan anda itu? Anda tidak berbohong padaku?"tanya Richard nampak tak percaya.


"Terserah anda mau percaya atau tidak, tapi yang jelas hanya itu yang saya tahu," balas pelaku nampak pasrah.


"Baiklah untuk kali ini aku mempercayai-mu? tapi lihat saja jika kamu sampai berani membohongiku saat ini maka bersiaplah jika misi ini tidak akan lama akan menembus perut-mu ini apa kamu paham!" tegas Richard, pelaku yang mendengarnya ia nampak tegang.

__ADS_1


"Baik sa ..saya paham!"


"Tuan," tanya salah seorang Pria yang menghampiri Richard.


"Iya ada apa?" tanya balik Richard.


"Saya dan kawan saya sudah mendatangi tempat dimana pelaku mengalami kecelakaan, tapi setelah kami periksa lokasi satu persatu tidak ada satu pun kamera CCTV yang menyala disaat waktu terjadinya kecelakaan itu berlangsung. Jadi saya rasa ada seseorang yang dengan sengaja telah merencanakan semua ini apalagi melihat kamera CCTV yang rusak secara bersamaan dan melihat kamera yang seperti ditembak dengan sengaja itu sudah sangat membuktikan jika dugaan-ku memanglah benar. Dan pastinya tuan saat ini berpikiran sama dengan-ku.


"Iya memang kecelakaan yang dialami korban bukanlah murni kecelakaan. Akan tetapi memang sengaja ada seseorang yang sengaja membuatnya orang itu mengalami kecelakaan. Dan dengan liciknya ia mengunakan taktik licik dengan menuduh Dokter itu jika ialah pelaku atas kematiannya.


"Iya Tuan apalagi dengan adanya bukti yang mengatakan jika mobil pelaku sengaja ada seseorang yang telah memotong kabel Rem, itu juga sudah sangat membuktikan,"timpal seseorang lagi yang membuat Richard terkejut.


"Iya Tuan setelah kamu mendatangi bengkel dan memeriksa semuanya ternyata salah satu kabel yang berhubung pada Rem itu sengaja ada yang memotongnya. Dan saat ini tim kepolisian sedang menelusuri siapa oknum polisi palsu yang memalsukan data ini yang bilang jika mobil mengalami kecelakaan karena murni kecelakaan asli bukanlah rem yang sengaja ada yang menyabotase-nya," jelas seseorang itu.


"Aku sudah tidak sabar mengetahui siapa sebenarnya pembunuh dari korban itu. Jika nanti aku mengetahuinya maka bersiaplah deguman panas ini siap-siap aku lontarkan padanya," gertak Richard nampak kesal, anak buah yang mendengarnya mereka nampak menundukkan kepalanya.


"Tapi kayaknya ada satu lagi yang membuatku yakin apa siapa dalang dibalik semua ini?" timpal salah satu anak buah Richard lagi.


"Apa maksud-mu?" tanya Richard kemudian ia menghampirinya.

__ADS_1


"Iya Tuan, saya bertugas untuk mendatangi kediaman korban dan saya juga menyaksikan semua acara pemakaman korban dengan berpura-pura jika saya adalah teman kantor korban. Dan aku lihat nampak semua orang terlihat bersedih akibat ditinggalkan korban. Akan tetapi ada satu orang yang menurut saya sifatnya sangatlah aneh. Bahkan bisa dibilang dia terlihat tidak ada rasa bersedih atau pun kehilangan akibat kematian korban," timpal seseorang itu kemudian Richard menimpalinya.


"Siapa seseorang itu?" tanya Richard lagi.


"Seseorang itu dia adalah Istri korban sendiri," balas seseorang itu, spontan Richard yang mendengarnya ia mulai menemukan titik terang dari semua permasalahan ini.


"Istri korban. Sekarang semua permasalahan ini sedikit mulai terkuak, aku rasa penyelidikan yang terakhir ini sudah mulai membuktikan siapa dalang dari semua ini?" seorang Istri pasti akan sangat kehilangan jika orang yang dicintainya pergi dengan cara tiba-tiba seperti ini. Apalagi tanpa berpamit atau pun sakit seseorang itu pasti membutuhkan waktu yang lama untuk menyembuhkan rasa kehilangannya, tapi dia?" dia malah bersikap seolah-olah tidak terjadi sesuatu jadi bisa dibilang dialah pelaku dari semua ini. Dan mungkin dialah orang yang membunuh semuanya sendiri?"


"Tapi Tuan untuk apa dia membunuh Suaminya sendiri jika orang itu adalah orang yang paling dia cintai?" tanya anak buah lainnya kemudian Gibran menimpalinya.


"Iya betul kalau kaya gini aku tambah takut jika nanti aku menikah, bisa-bisa aku dihabisi Istriku sendiri seperti orang itu!" celetuk Gibran.


"Mungkin dia berani membunuhnya karena ada orang ketiga dalam hubungan rumah tangga mereka. Atau mungkin dia mempunyai selingkuhan karena ingin menguasai kekayaannya ia akhirnya mengunakan cara licik ini untuk bisa mendapatkan apa yang dia mau," balas Richard kemudian Gibran menimpalinya.


"Tapi kayaknya kita tidak bisa menuduh dia jika kita belum punya cukup bukti yang jelas, takutnya jika kita gegabah menyimpulkan secara tiba-tiba seperti ini dan dugaan kita salah yang ada kita sendiri yang akan kena imbasnya. Jadi akan lebih baik kita menyelidiki masalah ini langsung ke Pelaku mungkin dengan berpura-pura menjadi apa agar kita bisa mengetahui titik terang dari semua ini!"


"Iya yang dikatakan Gibran memang benar, kita tidak bisa menyimpulkan secepat ini. Dan aku punya rencana besok aku akan berpura-pura menjadi karyawan atau pun menjadi apa untuk bisa berhasil masuk kedalam perusahaan milik pelaku. Karena yang aku dengar dia juga memiliki perusahaan jadi mungkin disana kita bisa mendapatkan bukti yang lebih jelas lagi," jelas Richard.


"Baiklah aku setuju soal itu," timpal Gibran lagi.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2