Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
BAB 40 " Mulai menemukan titik terang"


__ADS_3

"Sayang makasih ya karena kamu sudah memberikan aku suprise dengan membelikan aku smartphone mahal ini?"ucap Sandra dengan memeluk lengan tangan kanan Richard.


"Iya sama-sama lagian mana mungkin aku akan diam saja melihatmu tanpa menggunakan smartphone, ini untukmu?"ucap Richard yang kemudian ia pun memberikan sebatang smartphone lagi buat Resya.


"Apa ini?"tanya Resya.


"Tempe, udah tahu smartphone pake acara tanya lagi?"timpal Richard dengan kesalnya.


"Dasar Pria menyebalkan lagian aku tanya baik-baik juga, lagian untuk apa kamu memberikanku smartphone ini?"


"Aku memberikanmu agar kamu bisa melemparkannya ke tembok, ya jelas agar bisa buat menghubungi lah. Karena aku tahu ponselmu itu ponsel jadul, jadi lebih baik kamu pakai smartphone mahal ini mulai sekarang dan tanpa boleh menolaknya . Apa kamu mengerti!"tegas Richard.


"Iya aku mengerti!"balas Resya dengan wajah juteknya.


"Ternyata selain jadi Mafia yang kejam. Aku ternyata bisa juga berakting seperti ini ya?" batinnya yang menahan senyum.


"Kalau gini aku kan gak perlu takut lagi. Karena aku telah memasangkan GPS pada kedua smartphone itu jadi kemanapun mereka pergi. Aku akan tahu?" batin Richard yang kemudian ia pun tersenyum lagi.


*****


Berada dalam kamar sendiri lantas Sandra pun mengambil kesempatan ini untuk bisa menelfon Alex


"Aku sudah mendapatkan Smartphone baru lagi, jadi itu artinya aku bisa menghubungi Alex lagi," Batinnya yang kemudian ia pun menggeluarkan sebuah buku dalam lacinya.


"Untung aja aku sempat menyimpan nomor seluler Alex jadi biarpun aku kehilangan ponselku. Aku masih bisa menghubunginya dengan menggunakan nomor ini,"ucapnya dengan tersenyum.


Setelah menambahkan pada salah satu kontak yang tersedia di smartphonenya, dengan cepat Sandra pun langsung menekan nomor tersebut untuk ia panggil.


"Siapa yang meneleponku?" gumam Alex yang sedang bersantai dan kemudian ia pun mengangkatnya.


"Siapa ini?" tanya Alex yang kemudian Sandra pun menjawabnya.

__ADS_1


"Sayang ini aku Sandra?" balas Sandra yang kemudian Alex pun terkejut.


"Sayang kamu itu lama sekali sih ngambeknya sama aku, masak gara-gara aku abaikan kamu kemaren sampai sekarang kamu masih betah aja marah tanpa mau menelfon-ku lagi?" ujar Alex dengan kesalnya.


"Sudah aku duga kalau kamu pasti akan marah karena seharian penuh aku abaikan kamu begitu saja tanpa meninggalkan satu pesan pun padamu. Apa kamu tahu kalau bukan karena ponselku yang kemaren dijambret gak mungkin lagi aku gak kasih kabar ke kamu?"


"Dijambret, sejak kapan?" tanya Alex yang kemudian ia pun bangkit dari tempat duduknya.


"Dua hari yang lalu,"balas Sandra lagi.


"Ngaco kamu baru kemaren kamu meneleponku jadi mana mungkin ponselmu bisa dijambret?" timpal Alex yang kemudian Sandra pun menimpalinya lagi.


"Tunggu menelfon mu kapan, aku berani bersumpah kalau ponselku memang baru aja dijambret bahkan ini aja aku pakai ponsel baru yang baru aja dibelikan oleh Richard?" tegasnya.


"Tunggu jika waktu itu ponselmu dijambret, terus siapa orang yang meneleponku waktu itu?"tanya Alex yang merasa bingung.


"Entahlah, tapi setelah itu aku mencoba untuk menghubunginya lagi tapi selalu tidak aktif. Dan aku rasa nomor kamu itu sudah dilepas dari kat kamu itu?"


"Ya sudah kalau gitu aku tutup dulu ya telfon kamu ini, aku takut kalau Richard akan mencurigai ku, nanti kita lanjut lagi,"balas Sandra yang hendak akan menutupnya, Alex pun mengatakan sesuatu.


"Baru juga bicara sebentar masak udah udahan lagi sih, lagian kamu itu kapan sih punya waktu untukku. Apa tidak bisa sehari aja kita itu luangkan waktu seharian penuh untuk bersenang-senang?" ujar Alex yang merasa kesal.


"Sayang kamu tahan dulu dong, aku janji setelah rencana dan dendamku terbalaskan. Aku janji kalau kita akan hidup bersama aku janji."


"Tapi kapan?" Inggat kamu itu menikah dengan Richard itu karena dendam dan tidak ada maksud lain kan, kamu gak lagi ada perasaan khusus kan sama dia?" tanya Alex yang seketika membuat Sandra pun terkejut.


"Kamu kenapa berkata seperti itu sih sayang, kamu kan tahu aku itu cintanya sama kamu. Sedangkan dia, dia itu hanya pelampiasan dendamku saja apa kamu masih tidak mempercayaiku?" tanya Sandra.


"Baiklah aku percaya, tapi ingat jangan coba-coba kamu mengkhianati-ku apa kamu mengerti?" tegas Alex.


"Iya aku mengerti, ya sudah aku tutup dulu ya telfonnya."

__ADS_1


"Baiklah dahh."


"Dahh juga," ucap Sandra yang kemudian ia pun memikirkan sesuatu.


"Aku tidak tahu apa selama kurang lebih dua tahun lamanya apa aku tidak mungkin untuk bisa mencintainya. Maafkan aku Alex jika perlahan-lahan aku rasa aku bakal mengkhianatimu. Karena jujur saja perlahan-lahan aku baru sadar jika aku juga sudah mulai mencintainya?"batinnya yang kemudian dia pun keluar dari kamarnya.


"Rupanya dia masih berhubungan dengan Alex, ternyata ada untungnya juga ya aku gunakan rekaman pengintai ini jadi aku bisa melihat setiap gerak-gerik yang dilakukan olehnya. Dan kamu Sandra selama ini aku sudah tulus mencintai kamu dan menyayangimu tapi apa balasan yang kamu berikan kepadaku sekarang, sebuah penghianat. Penghianat yang besar apalagi kamu itu berselingkuh dengan musuh bebuyutan ku sendiri, jadi sekarang jangan salahkan aku kalau aku akan bertindak lebih nekat dan berubah tidak seperti Richard yang dulu!"batinnya yang kemudian ia pun mengepalkan kedua tangannya.


Berjalan dan hendak akan keluar dari ruangan ini, Richard pun tidak sengaja menabrak seseorang yang pada saat itu juga sedang berjalan berarah lawan dihadapannya.


Dan sama-sama dalam keadaan terkejut seseorang itu pun tak sengaja menjatuhkan barang yang tadinya sudah berada di genggamannya, terkejut dengan apa barang tersebut, pandangan Richard pun seketika teralihkan pada titik letak pandangan itu yang tak lain ada barang berbentuk kotak yang sangat kecil.


"Monika verlanta kenapa nama Mama beda dengan nama Mama yang selama ini aku ketahui, bukannya nama Mama itu Monika fatamorgana?" batinnya yang merasa sangat terkejut setelah Richard yang melihat nama yang tertera pada Ktp milik Mamanya yang pada saat itu tidak sengaja terjatuh , Mamanya Sandra yang menyadarinya ia lantas langsung menggambil Ktp miliknya tersebut.


"Richard ada apa?" tanya Mamanya dengan sedikit cemas.


"Enggak aku cuma terkejut aja, kok pagi-pagi gini penampilan Mama sudah serapi ini? Mama mau kemana?"tanya Richard yang kemudian Mamanya pun membalasnya.


"Ini Mama ada arisan makanya penampilan Mama serapi ini, Mama harus pergi karena ini udah waktunya."


"Baiklah hati-hati ya Ma."


"Aku rasa semua ini ada yang tidak beres, Mama seperti sedang menyimpan sesuatu dariku. Dan nama itu, aku rasa ada sesuatu yang terjadi jika nama Mama memang sedang diganti harusnya dia bilang dan semua data yang ia miliki berubah menjadi atas nama Monika Verlanta, bukan Monika Fatamorgana?" batinnya yang kemudian ia pun menghubungi salah satu nomor yang tertera pada layar ponselnya.


📞" Gibran aku minta sama kamu cepat kamu selidiki nama Monika Verlanta sekarang juga. Aku rasa nama itu ada yang tidak beres." perintah Richard.


📞 "Baiklah Tuan saya akan menyelidikinya. Dan Tuan tinggal tunggu kabar selanjutnya.


📞 Baiklah!"


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2