
"Rupanya kamu dari dulu tidak pernah berubah, yang kamu pikirkan selama ini hanyalah mati dan mati. Apa kamu pikir dengan bunuh diri kamu bisa terlepas dari penderitaan yang selama ini kamu alami, tidak itu tidak akan mungkin pernah terjadi, jadi sudahlah lebih baik kamu sekarang ikut aku karena aku inggin membawamu pergi ke suatu tempat, ayo ikutlah aku,"ajak seseorang itu yang tak lain ternyata ia adalah Mama tiri Resya. Berniat inggin mengajak Resya untuk pergi, tapi dengan sigap Resya pun menolaknya.
"Mama, darimana Mama tahu kalau aku ada disini? Kemana Mama akan membawaku pergi?" tanya Resya yang sudah mulai terlihat sangat panik, berusahalah inggin menghindarinya.
"Hey Wanita bodoh kamu itu sudahlah tidak berguna, bahkan untuk melihat saja kamu juga sudah tidak bisa. Aku juga tahu kalau rumah tanggamu bersama dengan Richard juga sudah kandas alias hubungan kalian sudah berada diujung tanduk dan tidak mungkin bisa diperbaiki lagi, jadi dari pada kamu tinggal dijalanan lebih baik kamu ikut aku!"gertak Mamanya yang berusaha dengan keras membawa Resya.
"Tidak, aku tidak mau. Aku tahu Mama seperti apa, jadi jika aku bersama Mama yang ada hidupku akan tambah menderita. Lebih baik aku jadi gembel dari pada aku harus tinggal bersama dengan Wanita jahat seperti Mama, jadi aku tidak mau lepaskan aku Ma! Lepaskan aku!"
"Tapi nyatanya apa yang katakan sama sekali tidak akan berarti bagiku. Karena melihatmu buta apa mungkin aku tidak sanggup untuk memaksamu, jadi cepat ayo jalan lah karena kita tidak ada waktu ayo jalan."
"Tidak Ma, aku tidak mau jangan paksa Resya, Resya tidak mau, lepaskan aku Ma..lepaskan aku..."
"Tidak, itu tidak akan pernah karena dengan menemukanmu kembali itu sama aja aku menemukan emas, lantaran dengan adanya kamu aku bisa mendapatkan uang lagi,"balas Mama tirinya dengan senyum sinisnya.
"Mama memang tidak pernah berubah, aku mohon lepaskan aku! Lepaskan aku Ma."
Berhasil memasukannya kedalam mobil, membungkam mulut Resya dengan obat bius membuat kesadaran Resya pun seketika hilang.
"
"
"
"
"
*****
"Maaf Mbak saya mau bertanya apa Mbak lihat Wanita yang sedang mengalami kebutaan lewat kearah sini?"tanya Richard pada salah seorang pengguna jalan.
__ADS_1
"Wanita itu tadi dibawa oleh seseorang Wanita, dan seseorang itu memaksanya dengan kasar bahkan ia sempat membiusnya yang kemudian dimasukkannya kedalam Mobil?"balas seseorang itu.
"Wanita. Siapa Wanita itu?" tanya Revan dengan penasaran.
"Tidak salah lagi, cepat ayo kita cari dia sekarang!" balas Richard yang kemudian dengan bergegas ia pun kembali masuk kedalam Mobilnya. Kemudian ia pun berniat akan menelfon salah satu nomor yang tertera pada layar ponselnya. Akan tetapi belum juga ia memencetnya seseorang itu pun meneleponnya terlebih dulu.
"📞 Gibran, ada apa?"tanya Richard yang mulai panik.
"📞 Tuan aku hanya inggin mengabarkan jika Nyonya Resya dibawa oleh Mamanya tirinya disebuah klub malam. Dan aku rasa Mama tirinya berniat inggin menjual Resya pada lelaki hidung belang Tuan?"balas Gibran dengan perkataan yang tersengal-sengal.
"📞 Sial, segera kirim lokasinya sekarang!" balas Richard.
"📞 Baik Tuan."
"Ini adalah Wanita yang saya janjikan tadi, jadi mana kesepakatan kita tadi?"
"Baiklah, memang kamu paling bisa diandalkan untuk mencarikan Wanita cantik yang siap jadi pemuas nafsuku,"balas seseorang itu yang sesekali menatap kearah Resya dengan tatapan sinisnya.
"Baiklah silahkan bersenang-senang aku akan pergi."
"Wanita yang sangat cantik,"ucap seseorang itu yang terus-menerus menatap Resya yang terbaring tertidur diatas ranjang.
"Wanita yang sangat cantik, mari kita bersenang-senang,"ucap seseorang itu.
Baru aja seseorang itu hendak akan melepaskan pakaian yang dikenakannya, dengan spontan seseorang pun datang dan seketika langsung mendobrak pintu yang tadinya sudah tertutup rapat. Dalam hitungan detik pintu itu pun seketika hancur berserakan dilantai. Setelah itu seseorang itu pun menendang tubuh Pria itu yang sudah berada didepannya hingga tubuh seseorang itu pun terpental setelah tubuhnya menabrak almari yang berada tepat disamping Ranjang tersebut.
"Dasar tua bangka berotak mesum rasakan ini!"gertak seseorang itu yang tak lain adalah Richard.
Tanpa memberi ampun lagi pada seseorang itu, Richard pun terus-menerus memukuli pria itu hingga babak belur dan tanpa memperdulikan akan kondisi yang akan dialami oleh pria itu.
Dan tak sampai disitu Richard pun menggeluarkan Pria itu dan langsung mendorong tubuh Pria itu hingga tubuhnya pun terjungkal di anak tangga, dan tak berselang lama Richard pun menggeluarkan senjata tajamnya yang berupa pistol dan memberikan dua tembakan tepat mengenai dada seseorang tersebut.
__ADS_1
DYAR...DYAR...
"Ini adalah balasan karena kamu sudah dengan beraninya hampir merebut kesucian dari seorang Wanita yang tak lain adalah Istri dari seorang Mafia kejam, jadi terimalah!"
Berlalu masuk kembali ke kedalam kamar itu dan merangkul yang tubuh Resya dipundaknya badan membawanya keluar semua pandangan hanya tertuju pada mereka. Bahkan mata yang menatap tajam kearah mereka tidak mampu untuk menghalau mau pun melarang niat dari seseorang itu, dan hanya bisa menundukkan kepalanya kebawah itulah yang dilakukan oleh semua orang yang berada ditempat karaoke ini.
"Maafkan aku Resya ...maafkan aku, semua ini tidak akan terjadi kalau bukan karena kesalahanku, maafkan aku! Maafkan aku,"ucap Richard yang terus-menerus berkata sembari memandang wajah Resya.
Berlalu membaringkan tubuh Resya di kursi depan Mobil, Richard pun terus-menerus memandangi wajah Resya sembari tangannya yang terus-menerus membelai wajah Resya dengan lembut.
"Kamu berhak untuk mendapatkan semua kebahagiaan itu. Kni saatnya aku untuk membalaskan semua kesalahan yang pernah aku perbuat dan lakukan sama kamu, ingatlah aku akan tetap mencintaimu dan terus mengingatmu hingga akhir hidupku nanti. Kamu berhak untuk bahagia, kamu berhak untuk bahagia!"
Melihat seseorang mendatangi mereka, Richard pun dengan segera Langsung turun dari mobil dan menemui seseorang itu.
"Richard gimana kondisi Resya saat ini. Apa dia sudah sadar?"
"Sampai saat ini dia belumlah sadar mungkin dia masih terpengaruh oleh obat bius itu. Revan apa kamu bisa berjanji kepadaku?"
"Berjanji, berjanji apa Richard?"
"Berjanjilah kalau kamu akan selalu menjaga dan mencintainya, berjanjilah padaku kalau kamu tidak akan pernah menyakitinya aku mohon berjanjilah padaku.
"Kamu itu ngomong apa sih Rich. Apa maksud kamu berkata seperti itu? Untuk apa aku harus mencintainya dia kan Istrimu jadi untuk apa aku harus menjaganya pula, tidak! Aku tidak mau!"
"Sudahlah Revan kamu jangan coba-coba untuk mengalihkan perhatianku. Aku tahu kamu sedang mencoba mengalihkan pembicaraanku kan, tapi aku tidak perduli itu karena yang aku pedulikan, aku hanya inggin kamu berjanjilah kalau kamu akan menerimanya disaat aku sudah tidak tiada nanti.
"Stop! Kamu itu apa sebodoh itu? Kamu seorang Mafia apa kamu tidak ide dan cara lain selain mengorbankan diri kamu sendiri?"
"Aku tidak tahu. Dan aku juga tidak tahu harus dengan cara apa lagi, yang jelas aku hanya minta hanya itu satu permintaanku. Aku mohon kabulkan permintaanku sebelum aku pergi, jangan bikin pengorbanan yang aku lakukan selama ini hancur, aku mohon!"
Melihat tatapan Richard yang ia tunjukkan padanya membuat Revan menjadi bingung harus melakukan apa, hingga akhirnya ia pun mengatakan sesuatu pada Richard.
__ADS_1
"Baiklah jika itu yang kamu inginkan aku mau mengambilkannya,"balas Revan yang kemudian Richard pun seketika langsung merangkulnya.
BERSAMBUNG