
"Maaf Mas disana ada apa ya? kenapa ramai sekali?
"Itu Buk, disana barusan saja ada kecelakaan yang mengakibatkan sebuah angkutan umum yang mengalami kecelakaan di jalur tersebut. Dan semua korbannya tidak bisa tertolong. Dan jasadnya juga sulit dikenali lantaran korban mengalami luka bakar yang sangat parah kasihan sekali korbannya.
"Baik Mas terima kasih kalau gitu?
"Baik Buk, permisi!.
"Silahkan,"balas Mamanya Reno yang kemudian ia pun memikirkan sesuatu.
"Ternyata ide ini sangatlah cepat untuk bisa mencerna dalam pikiranku," batinnya dengan tersenyum sinis.
Tak jauh berbeda dengan apa yang dilakukan Resya saat ini, dengan bolak-balik ke sana kemari Resya dengan berusaha menghubungi Silvi tapi apa yang terjadi tidak ada balasan mau pun sahutan yang dilakukan oleh Silvi, hingga membuat Resya menjadi sangat cemas dan khawatir kepadanya.
"Sifa dimana Silvi sekarang? kenapa sampai sekarang dia tidak kunjung pulang. Apa dia takut kalau Mama marah dan akan menghukumnya karena Mama tahu dari Guru pembimbingnya kalau dia telah hamil? dimana dia sekarang?
"Mama tenang aja ya, aku yakin Silvi dia akan baik-baik saja aja disana , mungkin dia lagi mengumpulkan keberaniannya untuk bertatap langsung kepada Mama makanya dia tidak berani pulang seperti ini, ya sudah kalau gitu biar Sifa aja yang mencarinya. Dan Mama tunggulah disini jika nanti dia sudah kembali pulang Mama kabari aku ya,"
"Baiklah sayang tapi kamu hati-hati ya. Dan inggat kalau ada apa-apa kamu secepatnya hubungi Mama ya
"Iya Ma, ya sudah kalau gitu Sifa berangkat ya?
"Iya sayang hati-hati ya.
"Iya Ma
"Silvi kamu ada dimana sih sekarang, kenapa kamu tiba-tiba hilang seperti ini dimana kamu sekarang jangan bikin Kakak cemas seperti ini, ayo pulanglah jangan bikin Kakak cemas,"
Dengan langkah bingung dan putus asa, Sifa pun akhirnya berhenti dan terduduk dipinggir jalan sembari pandangannya yang memperhatikan setiap orang yang lewat dihadapannya, tak inggin hanya diam saja, ia lantas bertanya pada setiap orang dengan menunjukkan sebuah foto yang berada di ponselnya. Akan tetapi beberapa kali ia bertanya pada seseorang, hasilnya selalu nihil dan mereka tidak ada yang tahu mau pun melihatnya.
Selama kurang lebih beberapa jam ia berjalan dengan sangat putus aja, tak lama benda yang berada disaku jaketnya pun berbunyi, dengan segera ia pun menggambil dan melihat siapa nama yang tertera pada layar ponselnya tersebut.
__ADS_1
"Bibik? ada apa? kenapa Bibik menelfon ku, apa Silvi sudah pulang? ucapnya yang dengan sigap, ia langsung mengangkatnya.
"Iya Bik ada apa? apa Silvi sudah pulang?
"Non Sifa mendingan sekarang cepatlah kembali karena ada masalah besar Non di Rumah jadi cepat kembalilah," ucap Bibik yang dengan nada bersedih. Dan nada berbicara yang tergesa-gesa.
"Masalah besar, baik Bik Sifa akan segera pulang dan tidak lama Sifa akan sampai Bik, jadi tunggulah," balas Sifa yang tanpa berkata lagi, ia langsung berlari tanpa mematikan sambungan telfonnya.
Sesampainya Sifa dikediamannya ia dibuat terkejut dengan kondisi Mamanya yang sudah bersimpuh dilantai sembari menangis sejadi-jadinya. Sedangkan disisi lain tatapan Sifa teralihkan pada dua polisi yang juga berdiri tegap disampingnya, tanpa menunggu ia lantas bertanya.
"Astaga Mama, apa yang terjadi Ma? kenapa Mama jadi seperti ini? dan kalian, ada apa? kenapa ada Pak Polisi disini apa yang terjadi Pak?
"Apa benar ini kediaman dari saudari Silvi?
"Silvi, iya benar ini dengan saya Kakak kandungnya, ada apa Pak, apa ada masalah dengan Silvi?
"Kami hanya mau melaporkan kalau sejam tadi kami barusan menerima kabar kalau Saudari Silvi telah mengalami kecelakaan angkot. Dan Saudari Silvi dinyatakan meninggal dalam kasus kecelakaan ini.
"Kami harap kami telah salah tapi Handphone dan dompet inilah yang menuntun kita datang kesini. Dan membuat kita percaya kalau itu memang Silvi saudari anda sendiri.
"Dompet?
"Iya dan ini Dompetnya, ini beneran milik Saudari anda kan?
"Iya ini beneran milik Silvi, bahkan handphonenya juga milik dia, tapi tidak, itu pasti bukanlah Silvi, Silvi pasti masih hidup itu pasti bukanlah milik Silvi
Sebenarnya kutukan apa yang terjadi pada keluarga hamba Tuhan, kenapa engkau selalu memberikan musibah yang bertubi-tubi seperti ini kepada hamba. Baru kemaren hamba merasa bahagia karena mendapatkan dua Putri yang selalu menyayangi hamba setelah hamba kehilangan Suami hamba, tapi kenapa sekarang kamu telah mengambilnya dariku kenapa?
Hati yang seketika hancur lebur. Bahkan mata yang berlinang air mata, kaki yang menjadi lemas dan lemah membuat Resya yang mendengar kabar ini pun seketika menjadi tidak berdaya, bahkan untuk mendirikan tubuhnya agar tegak, ia sendiri tidak mampu untuk melakukannya. Sifa yang melihat Mamanya bersimpuh dilantai dalam dekapan Bibik, berlalu ia memeluk Mamanya dan menangis di pelukannya.
"Katakan pada Mama Sifa, katakan pada Mama kalau apa yang dikatakan mereka tidak benar. Katakan pada Mama kalau semua ini hanyalah mimpi ayo katakan,"
__ADS_1
"Mama yang sabar dan kuat ya, Mama tidak sendiri ada Sifa di samping Mama. Dan Sifa juga tidak akan percaya kalau itu memang beneran Silvi, selama hasil tes DNA belum mengatakan kalau itu memang beneran Silvi, Sifa tidak akan pernah percaya Ma..Sifa tidak akan pernah percaya jadi Mama jangan nangis ya,"
"Sekarang jasad korban telah berada di Rumah sakit Medika Jaya, dikarenakan jasad korban yang mengalami luka bakar yang cukup parah dan tidak bisa dikenali lagi, maka kami butuh sempel tes mau itu rambut mau pun darah jadi kalian tidak keberatan kan kalau kita mengambil sepucuk rambut kalian?
"Baik Pak itu tidak masalah, kami sendiri yang akan datang ke sana nanti
"Baiklah.
"Mama yang tenang ya ada Sifa disini. Dan Sifa yakin itu pasti bukanlah Silvi, itu pasti orang lain Mama yang sabar ya," ucapnya dengan memeluk Namanya dengan erat.
"
"
"
"Gimana Reno apa kamu telah menjalankan misi yang Mama berikan tadi, dengan menyabotase hasil tes DNA mereka?
"Mama tenang aja, Reno sudah berhasil menukar hasil Tes DNA itu, jadi pasti mereka akan percaya kalau Silvi memang beneran meninggal. Dan kita? kita akan aman sekarang tapi apa yang kita lakukan apa tidak terlalu berlebihan dan jahat Ma? apa Mama tidak kasihan dengannya?.
"Sekarang Mama tanya sama kamu? apa benar kalau kamulah orang yang sudah menghamilinya? apa benar kalau dia sedang mengandung anak kamu?. kamu tidak bisa menjawab kan, berarti itu sudah terbukti jika kamu memang melakukan tindakan bodoh itu, asal kamu tahu aja Mama melakukan semua ini itu demi kamu. Karena Mama tidak mau masa muda kamu akan hancur gara-gara permasalahan ini. Dan Mama juga tidak mau reputasi keluarga kita akan hancur dengan adanya kabar ini, mau ditaruh mana nanti muka Mama, jadi kamu paham kan?
"Iya aku paham Ma," balasnya tanpa berekspresi.
"Baguslah kalau kamu bisa diandalkan sekarang," balas Namanya yang kemudian Rafa bertanya lagi.
"Tapi Ma? Sekarang apa yang akan kita lakukan pada Silvi? apa kita akan terus menyembunyikannya seperti ini? dan sampai kapan kita akan menculiknya seperti ini?.
"Soal itu kamu tenang aja, selama ada Mama, Mama akan menjamin jika semuanya akan baik-baik saja? dan Silvi, Mama rasa tidak akan ada orang yang akan tahu jika dia masih hidup. Karena setelah ini Mama ada rencana untuk menempatkan Silvi ketempat yang lebih aman lagi dan kamu akan tahu nanti," balas Namanya dengan senyuman sinis nya, sedangkan Reno hanya menunjukkan raut wajah bingungnya
BERSAMBUNG.
__ADS_1