Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
CIUMAN PERTAMA


__ADS_3

"Aku sudah mendapatkan data diri dari mahasiswa yang menempuh pendidikan disini sekitar dua tahun yang lalu. Jadi dengan data ini kita bisa menistrogasi seseorang yang bisa membantu kita menyelesaikan kasus kejahatan ini.


"Tapi bagaimana caranya? Disisi lain kita juga mendapatkan tugas lain dari Kapten jadi mana mungkin kita bisa melakukan penyelidikan dua kasus sekaligus?"


"Kamu salah, kasus yang harus kita selesaikan hanya satu kasus, mungkin yang kamu pikirkan saat ini kamu sangat butuh seseorang untuk membantu kita menyelidiki kasus ini. Dan aku akan meminta bantuan pada anak buah Papa jadi aku rasa tugas kita bisa lebih mudah.


"Baiklah kalau gitu, ya sudah ayo kita pergi." Selangkah Rasya menarik tangan Sifa, tapi Sifa yang belum tanggap ia terlalu tertarik akibat tarikan Rasya yang akhirnya membuatnya malah tersungkur tepat didepan tubuh Rasya. Bibir Rasya yang tak sengaja mencium bibir Sifa seketika mengejutkan keduanya.


Terkejut dengan apa yang terjadi saat ini. Sifa yang seketika amarahnya muncul, ia tak segan-segan menginjak kaki Rasya yang posisinya tepat dibawahnya.


"Aw ...!" rintih Rasya sembari memegang kakinya.


"Apa yang kamu lakukan kenapa kamu malah mencium-ku?" gertak Sifa dengan wajahnya yang seketika memerah.


"A ... Aku ...!" ucap Rasya yang bingung mau berkata apa.


"Kamu pasti sengaja kan mau mencium-ku tadi makanya kamu langsung menarik-ku seperti itu?"


"Eh kamu jangan asal tuduh ya. Aku tadi berniat ingin mengajakmu pergi itu aja, tidak ada niat lain apalagi untuk mencium-mu apa sekotor itu pikiran-mu saat ini!"


"Bohong. Aku tahu kamu itu laki-laki mesum, bahkan dulu pada saat kita masih pacaran kamu juga sering berusaha ingin mencium-ku. Atau mungkin selingkuhan kamu yang dulunya jadi penyebab hancurnya hubungan kita juga dia sengaja putusin kamu karena punya cowok mesum seperti-mu ya kan?"


"Hey masalah kita ya masalah kita, tapi kamu jangan bawa-bawa hubungan kita yang sudah retak beberapa bulan ini bilang aja kalau kamu juga menginginkannya kenapa repot banget tingal bilang aja!"


"Idih dah-lah males ngomong sama cowok mesum seperti-mu bay!"

__ADS_1


"Kamu. Kamu inggin pergi kemana, bukannya mobil kita ada disebelah kanan sana?" ucap Rasya yang memberhentikan langkah Sifa yang sedang menjauhi dirinya.


"Pertama jika kamu inggin pulang, pulanglah sendiri karena aku tidak mau pulang bersama dengan seorang yang mesum sepertimu, jadi pulanglah sendiri. Dan jangan perdulikan aku. Karena aku akan pulang sendiri dan pastinya aku akan merasa sangat aman karena tidak akan ada orang yang bakal mengganguku mau pun mencari kesempatan dalam kesempitan. Apa kamu paham!"


Tegas Sifa yang tanpa berkata, ia pun langsung bergegas pergi dari hadapan Rasya tanpa memperdulikan Rasya sama sekali.


"Astaga ini cewek kenapa pikirannya gitu amat sih. Aku masih normal lagi jadi gak mungkin kalau aku curi-curi kesempatan dalam kesempatan seperti tadi? Tadi itu cuma tidak kesengajaan apa itu salah?" gumamnya dengan menyentuh bibirnya sendiri.


"Lagian ini bibir susah sekali sih dikendalikan. Dan kenapa juga asal main nyosor aja jadi salah paham kan sekarang!"


Tanpa berfikir Rasya pun lantas langsung masuk kedalam mobilnya. Dan kemudian ia pun menjalankan laju kendaraannya.


PUKUL 01:00 MALAM.


"Sial ...kenapa hari-hariku jadi sial kaya gini sih, ini udah jam 01:00 malam mana mungkin ada Taksi yang lewat jam segini kalaupun ada itu mungkin mbak kunti kali. Sudahlah lebih baik aku jalan kaki saja dari pada aku harus pulang bareng sama dia."


Dan tiba-tiba ada beberapa orang yang akhirnya datang menghampirinya. Akan tetapi bukannya malah membantu, mereka malah ada niatan jahat kepadanya.


"Hei cantik sendirian aja mau Abang temenin gak."ucap salah satu Preman dengan tersenyum sinisnya, sembari memperhatikan penampilan Sifa dari ujung kaki sampai ujung kepala.


"Tidak mas terima kasih!"balas Sifa dengan tegasnya.


"Siapa mereka. Apa mereka orang-orang jahat?"batinnya yang mulai was-was.


Tetap berusaha tenang dan tidak takut agar para preman muda itu tidak sampai berfikir kalau dirinya sedang ketakutan sekarang.

__ADS_1


"Ayo dong neng, cantik-cantik kok jutek sih, jangan jutek-jutek dong nanti cantiknya ilang lo,"rayu salah satu preman lagi dengan beraninya ia pun menyentuh dagu Sifa.


"Hei kalian. Kalian jangan berani-beraninya macam-macam sama saya, Jika kalian berani mendekat aku bakal teriak."ancam Sifa.


Melihat ancaman yang Sifa berikan, para Preman-Preman itu pun sama sekali tidak ada rasa takutnya juga dan berusaha untuk menangkap Sifa .


"Kalau aku melawan mereka aku yang akan kalah karena jumlah mereka lebih dari dua orang, tapi jika aku berdiam diri aku tidak tahu apa yang akan terjadi denganku nanti," batin Sifa dengan pandangannya yang menatap tajam kearah mereka


Dia pun akhirnya berlari dan mengeluarkan semua tenaganya untuk bisa menghindar dari para preman-preman tersebut. Akan tetapi karena tenaganya yang tidak kuat, ia pun akhirnya tertangkap oleh mereka.


"Lepaskan aku! Aku minta lepaskan aku brengsek!"


"Akhirnya kita dapat juga sasaran cantik dan manis seperti dia. Ayo teman-teman tunggu apa lagi kita nikmati dia,"


"Jangan harap kalian bisa menikmati tubuhku karena bukan akulah yang harus kalian nikmati tapi sel didalam tahanan-lah yang akan jadi tempat baru kalian," tegas Sifa yang tanpa berkata ia langsung mengigit satu persatu tangan para pria itu. Tak hanya itu ia juga memberikan beberapa injakan pada kaki dan wajah mereka secara membabi buta.


Serasa usahanya tidak membuahkan hasil, nafas Sifa mulai tersengal-sengal dengan tatapannya yang memandang ketiga pria itu yang seperti siap untuk menerkamnya.


"Hey kamu itu seorang Wanita jadi jangan coba-coba untuk melawan kami, apa kamu lihat tenaga kami pastinya lebih kuat jadi pikirkan baik-baik jika mau melawan paham cantik!"


"Sudahlah dia sudah mulai kelelahan jadi kita tunggu apa lagi ayo kita bawa dia sekarang.


"Aku bilang jangan pernah mendekat apa kalian paham!"


"OOO ternyata kamu masih tidak mau kalah juga ya.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2