Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
BAB 32. Mulai terbongkar


__ADS_3

"Tuan bangkitlah tidak ada gunanya Tuan bersedih seperti ini, dengan Tuan bersikap seperti ini Tuan malah akan sangat hancur dan menunjukkan kelemahan Tuan pada musuh. Dan ada baiknya kebohongan ini terkuak sekarang, karena Tuan sadar dan tahu jika Sandra adalah Wanita yang sangat licik dan tidak pantas bersanding dengan Tuan jadi bangkitlah saya tahu Tuan pasti bisa menghadapi semua ini, saya yakin. Apalagi dengan kehadiran Resya Istri kedua Tuan dia berhak mendapatkan kasih sayang dan ketulusan dari Tuan. Jika selama ini Tuan bersikap jahat dan selalu memperlakukannya dengan kejam, kini saatnya Tuan membalaskan semua penyesalan yang Tuan lakukan selama ini jadi bangkitlah."


Kata-kata yang keluar dari mulut Gibran akhirnya telah berhasil menumpukkan semangat kembali pada diri Richard, tidak inggin terlihat lemah dan mudah putus aja Richard akhirnya bangkit dan menepuk pundak Gibran.


"Iya kamu katakan memang benar Gibran dengan aku seperti ini. Aku akan menunjukkan kelemahanku pada mereka, makasih karena kamu sudah menyadarkan ku."


"Iya sama-sama Tuan kita sudah bersama sejak dari SMA jadi aku pasti tahu seperti apa sifat Tuan yang sesungguhnya?"


"Tapi sekarang kalian mau bantuan aku kan?"


"Bantuin apa Tuan?"


"Besok aku berniat inggin memasang CCTV itu di Rumahku dan jika aku sendiri yang memasangkannya mereka akan curiga dan tahu jika aku memasangkan alat pengintai di Rumahku itu, jadi aku tugaskan ke kalian, kalian harus menyamar menjadi petugas listrik mau pun petugas apalah terserah kalian agar kalian bisa masuk dan berhasil memasang CCTV itu. Karena bukan hanya inggin memasang satu CCTV aja tapi aku akan memasangkan 10 CCTV/ HDleans agar aku bisa tahu dendam apa yang sebenarnya Alex maksud Jadi kalian paham kan apa maksudku?"


"Iya kita paham Tuan, Tuan tenang saja besok Tuan akan lihat seperti apa penyamaran kita untuk menjalankan tugas yang Tuan perintahkan tadi, Tuan hanya perlu mengalihkan mereka semua untuk pergi dan menggosongkan rumah Tuan dengan begitu Tuan akan mempermudah kami menyelesaikan misi ini."


"Soal itu kamu tenang saja aku akan membantu kalian menggosongkan Rumah itu karena selama di Rumah aku juga inggin memasangkan satu alat pengintai lagi didalam Mobil pribadi Sandra. Karena menurutku aku sangat perlu melakukan itu.


"Baik Tuan kita siap jalankan misi Tuan dan membantu Tuan nanti,"balas Gibran dengan menunjukkan wajah senyumnya.


"Baiklah."


Hari pun berganti sore, waktu buat pekerja untuk melakukan istirahat, Sama halnya dengan yang dilakukan Richard. Setelah melakukan aktifitas sepanjang hari, ia pun akhirnya pulang kerumah. Sesampainya ia di Rumah ia melihat jika suasana terlihat sangat sepi hingga ia pun melihat Bibik Minah yang habis mengangkat jemuran pakaian.


"Bik? Dimana orang-orang? Kenapa sepi banget Rumah ini?" tanya Richard yang baru saja menginjakkan kakinya memasuki ruang tamu.


"Nyonya Resya sekarang lagi ada dikamar. Sedangkan Nyonya Sandra dan juga Nyonya besar , mereka baru aja pergi tadi, dan saya sendiri juga kurang tahu dimana Nyonya Sandra pergi?" jawab sang bibik secara langsung.


"Baiklah kalau gitu bik!"jawab Richard yang kemudian dia yang hendak akan pergi , tiba-tiba langkahnya pun dihalangi oleh bibik.


"Oh iya Tuan, sekalian aku juga mau bilang sesuatu sama Tuan?"tanya bibik tiba-tiba mendadak.


"Tanya soal apa bik?"tanya balik Richard.

__ADS_1


"Ini menyangkut soal kemaren yang aku bilang jika Nyonya Sandra dia orang yang jahat, a..aku...."


"Bibik inggin mengatakan apa? Ayo katakan jangan takut!"pinta Richard yang melihat Bibik merasa gugup ketika inggin mengatakan sesuatu kepadanya.


"Bibik hanya inggin mengatakan kalau Nyonya Resya sama sekali tidak bersalah, saya terpaksa mengatakan seperti itu karena waktu itu Nyonya besar mengancam saya, jika dia akan membunuhku jika aku berani berkata yang sejujurnya pada Tuan maafkan saya..maafkan saya!"ucap Bibik dengan wajah penuh dengan penyesalan. Richard yang mendengarnya raut wajahnya pun seketika berbeda.


"Lagi-lagi mereka lagi. Terus kalau soal video yang waktu itu Bibik inggin tunjukkan ke saya apa Bibik masih menyimpannya?"tanya Richard yang terlihat mempercayai apa yang dikatakan Bibik barusan.


"Sayangnya video itu sudah terlebih dihapus oleh Nyonya besar Tuan, jadi saya tidak memiliki bukti apa-apa lagi sekarang!"


"Tapi ponsel Bibik tidak dirusak olehnya kan?"


"Kalau ponsel saya masih utuh hanya saja video itu saja yang hilang Tuan.


"Apa sebelum itu Bibik pernah mengirimkan video itu ke seseorang?"tanya Richard penuh dengan keyakinan.


"Waktu itu sebelum Nyonya besar menghapusnya dia menyuruh saya untuk mengirimkan video itu terlebih dulu pada ponselnya lewat WhatsApp, memangnya kenapa Tuan?"


"Baguslah jika Bibik sempat mengirimkan video itu pada ponsel Mama jadi masih ada cara buat saya untuk melihat apa isi Video itu, sekarang apa aku boleh membawa Ponsel Bibik sebentar karena ada sesuatu yang perlu aku lacak didata ponsel bibik ini?"


"Ya sudah kalau gitu saya bawa masuk ya Bik?"


"Baik Tuan."


"Ya sudaha kalau gitu saya masuk dulu ya Tuan masih ada kerjaan yang perlu saya kerjakan soalnya."


"Baik Bik."


"Mari Tuan."


"Silahkan."


Ponsel Bibik susah ada ditangan ku jadi yang perlu aku lakukan sekarang, aku harus segera mencari data yang hilang di ponsel ini . Karena aku yakin masih ada salinan Video yang masih terperangkap disana dan aku yakin Video itu masih ada.

__ADS_1


Untuk mengelabui seseorang. Richard pun bergegas masuk kedalam kamar mandi dan berpura-pura jika dirinya saat ini sedang mandi, padahal yang jelas yang ia lakukan saat ini ia sedang fokus mengotak-atik isi dari data dari ponsel yang ada di genggamannya saat ini.


Masuk ke salah satu menu setelan file yang kemudian menjalar ke penyimpanan perangkat. Tak lama ia pun menekan kembali tulisan bertuliskan WhatsApp yang kemudian ia tekan lagi dan berlanjut ke adanya media dan WhatsApp video. Akhirnya apa yang ia cari telah berhasil ia temukan juga melihat isi video yang berdurasi hanya berkisar 01:00, dan hanya membutuhkan waktu sepuluh menit saja akhirnya Richard bisa melihat sendiri tindakan apa yang dilakukan Sandra pada video tersebut.


Kurang dari waktu 30 menit video itu diputar oleh Richard, dan disanalah Richard akhirnya mengetahui semua sifat asli Sandra yang sesungguhnya. Rasa benci dan amarah Richard pun seketika memuncak. Bahkan rasanya dia inggin sekali melampiaskan kemarahannya hari ini juga setelah ia melihat dengan langsung tindakan gila yang dilakukan Sandra yang dimana dia berusaha untuk melukai Resya dan juga anak yang ada dikandungan Resya sekarang, lewat segelas susu yang dengan sengaja telah ia campurkan dengan obat untuk mengugurkan kandungan.


"Sandra? Berani sekali dia melakukan semua ini. Padahal selama ini aku sudah sangat percaya kepadanya, tapi ini balasan yang ia lakukan kepadaku. Bahkan dia sengaja gunakan dia sebagai kambing hitam agar rencananya bisa berjalan sesuai rencana. Dan apa yang ia rencana akhirnya telah berhasil menjebak Resya, dan menjadikanku agar tambah benci kepadanya.


Baiklah jika ini cara dan tak tik yang kamu atur untuk membodohi ku, kini giliranku untuk mengikuti alur dari rencana yang telah kamu rencanakan sendiri Sandra?"gumam Richard dengan mengepal kedua tangannya dan menunjukkan senyum sinisnya.


Berhasil mendapatkan apa yang ia inginkan, Richard pun keluar dan menyerahkan kembali ponsel milik Bibik sembari bertanya sesuatu.


"Ini Bik Ponsel yang aku pinjam tadi, terima kasih ya Bik berkat Bibik akhirnya aku mengetahui semua fakta yang sesungguhnya."


"Iya Tuan, Tuan sudah seharusnya mengetahui semua fakta yang sesungguhnya. Dan Bibik senang akhirnya Tuan sekarang mengetahui semua fakta ini."


"Oh iya apa Resya sudah tahu tentang Video itu?"tanya Richard yang seketika membuat Bibik pun tersenyum.


"Iya Nyonya Resya sudah mengetahuinya. Dan dia terlihat sangat sedih dan juga sangat kecewa sama mereka, tapi biarkan pun begitu Nyonya Resya tidak berani melabrak tindakan Sandra pada Tuan. Karena Nyonya Resya takut jika Tuan akan marah besar kepadanya dan memberi hukuman setimpal kepadanya, jadi dia tetap berusaha untuk tetap tegar walau pun dalam hati Nyonya Resya dipenuhi dengan rasa ketakutan dan kecemasan yang menghantui dirinya Tuan.


"Baiklah kalau dia sudah mengetahuinya. Oh iya bik? Apa saya boleh minta bantuan sama bibik?"


"Tentu boleh Tuan, bantuan apa?"


"Karena di rumah ini hanya ada kalian berempat pada saat saya sedang kerja, apa bibik mau membantu saya untuk menjaga Nyonya Resya?"


"Tanpa Tuan suruh pun, aku juga sudah bersedia menjaga dan melindungi Nyonya Resya jadi Tuan gak perlu cemas akan hal itu?"


"Baiklah Bik, sekali lagi terima kasih karena Bibik sudah menunjukkan bukti ini ke saya, dengan adanya bukti ini, ini akan mempermudah bagi saya untuk menceraikan dia?"


"Iya Tuan, saya setuju dengan idenya Tuan ini. Wanita licik seperti Sandra memang gak sepantasnya jadi Istri Tuan.


"Baiklah Bik, ya sudah kalau gitu saya permisi dulu?"

__ADS_1


"Baik Tuan.


BERSAMBUNG


__ADS_2