
"Untung saja aku berhasil mengalihkan pertanyaan dari Richard tadi jadi aku tidak perlu takut lagi jika ia akan bertanya soal apa yang sebenarnya terjadi pada tadi malam, tapi ngomong-ngomong dimana Gibran apa dia lupa jika aku menyuruhnya untuk menjemput-ku malam ini," ucapnya berusaha ia menelfon-nya akan tetapi tidak ada satu pun balasan yang ia dapatkan.
"Baiklah lebih baik aku pesan Grap online saja itu akan lebih baik," ucapnya lagi kemudian.
Berjalan menuju ke halaman kantor dan menunggu pesan online yang barusan ia pesan tadi, tak lama mobil hitam yang ia pesan pun datang juga.
"Apa ini atas nama pak Roland?" tanya Resya.
"Iya benar saya, dengan mbak Resya," balas seseorang itu.
"Iya Pak."
"Ya sudah mari masuklah," perintah seseorang itu.
"Ternyata mudah sekali mengelabui pria itu jadi aku tidak perlu susah-susah mencari alasan lagi!"batinnya lantas ia mengeluarkan ponselnya.
Bermain ponsel disaat supir sedang fokus pada laju kendaraan. Pandangan Resya teralihkan pada arah dimana kendaraan ini membawanya.
"Pak? Kenapa kita melewati arah ini bukankah ini lebih jauh dan pastinya membutuhkan waktu yang lama?"
"Rute tadi waktu berangkat terjebak macet mbak, daripada menunggu lebih baik kita putar arah saya."
"Baiklah kalau gitu!"
Resya yang akhirnya menyadari lewat cermin depan Mobil tersebut, ia yang baru aja hendak akan berteriak seseorang itu dengan sigap langsung membungkam mulut Resya dengan kain yang sudah dikasih obat bius. Kesadarannya mulai hilang sesaat obat itu perlahan-lahan mulai merasukinya.
*
*
__ADS_1
*
Berada didalam ruangan yang terlihat sangatlah sepi tanpa ada seseorang sekalipun dan hanya sendiri dalam ruangan yang cukup kotor ini. Dan bisa dibilang ruangan ini adalah gudang.
"Gudang, kenapa aku bisa ada disini, siapa yang membawa-ku kesini. Dan seseorang tadi? apa seseorang itu yang telah menculik-ku?"
Setiap detik banyak sekali pertanyaan tentang nasib buruk yang tengah ia pikirkan. Namun hal yang paling ia takuti dari semua itu adalah kematian, ia takut jika orang jahat yang sedang menyekapnya akan bertindak nekat untuk mencelakai dirinya.
Pandangan sekaligus matanya seketika terdiam bahkan tidak berkedip setelah ia tahu siapa seseorang yang mulai menghampirinya.
"Kenapa kamu sangat terkejut melihat-ku disini?" tanya pria itu dengan wajah geramnya.
"Richard. Jadi kamu orang yang menculik-ku tapi kenapa dan apa alasannya?"tanya Resya beralih Richard yang mendengar ucapan Resya ia langsung mencengkram dagu Resya dan berkata.
"Aku tidak bisa lagi menunggu. Entah perasaan apa yang sebenarnya muncul dalam diriku ini, aku tidak paham, tidak mengerti dengan perasaan ini, tapi jujur aku rasa diantara kita memang ada hubungan yang rumit yang telah terjalin sejak lama. Dan ucapan kamu kemaren yang mengatakan jika aku adalah Suami-mu mungkin aku sedikit akan percaya apalagi setelah aku menemukan buku Diary yang sudah aku tulis dengan tangan-ku sendiri mengenai dirimu.
FLASHBACK
Disebuah kamar yang terhiasi oleh walpaper dinding cantik lan indah terdapatlah seseorang yang sedang terduduk termenung diatas ranjang bermotif warna hitam yang menghiasi ruangan ini.
Sembari melamun memikirkan sesuatu, seseorang itu pun berbaring diatas ranjang dan membalikkan tubuhnya kearah kanan sembari berkata.
" Sebenarnya siapa aku ini, kenapa aku sama sekali tidak bisa mengingat semuanya. Jika setiap hari aku harus hidup dengan bayang-bayang seperti ini, apa mungkin aku akan sanggup menahan semua ini.
Tidak aku tidak bisa tinggal diam seperti ini, dengan aku berdiam diri yang ada aku bakal memperlambat keadaan. Jadi yang harus aku lakukan sekarang, aku harus mencari petunjuk. Karena aku yakin pasti ada petunjuk yang tersimpan dikamar-ku ini, jadi yang harus aku lakukan sekarang aku harus menggeledah seluruh isi kamar ini. Iya itu harus, ayo Richard kita mulai geledah semua ini.
Lantas ia pun bangkit dari tempat tidur. Bak seperti preman yang menggeledah rumah seseorang untuk mencari barang berharga yang inggin mereka curi. Ia pun akhirnya mulai mengeledah satu persatu barang-barang yang pada tertata rapi di-kamarnya. Mulai dari Almari, tempat buku maupun nakas.
Tapi semua usahanya ternyata sia-sia saja ia tidak juga menemukan barang yang ia cari. Hingga pandangannya pun tiba-tiba teralihkan setelah sekilas ia melihat buku tebal bersampul hitam putih yang agak tebal.
__ADS_1
Tanpa berfikir ia pun lantas menggambil buku yang tertata rapi dimeja tersebut. Dan ternyata memang benar buku tersebut bersampul dengan tulisan " DIARY KU".
"Buku Diary ku jika kebanyakan orang pasti akan menuliskan curhatan hatinya lewat buku diary, apa mungkin aku juga melakukan hal yang sama. Ini memang benar tulisan tanganku, jadi pastinya ini buku Diary ku sendiri. Mendingan sekarang aku baca aja buku ini, siapa tahu didalam sini aku menemukan petunjuk.
Satu persatu Richard pun membuka lembaran demi lembaran. Hingga ia pun mendapati tulisan yang mengatakan.
⭐ Lembaran satu ⭐
Jika kebanyakan orang di-dunia ini pasti akan sangat bahagia mendapat kekayaan yang sangat berlimpah, tapi kenapa semua itu sama sekali gak berhati bagiku. Karena pada kenyataanya orang yang paling aku sayang ternyata sama sekali gak akan pernah bisa aku miliki.
"Apa maksud dari perkataan dari tulisan ini?" gumam Richard yang merasa bingung, dan kemudian iya pun melanjutkan lagi baca lembaran selanjutnya.
💔 Lembaran kedua 💔.
Memang pada dasarnya yang namanya perasaan memang harus dikatakan dengan sejujurnya pada seseorang yang kita cintai, agar cinta itu bisa bersemi dan kita bisa bersatu dalam suatu ikatan yang pasti, tapi kenapa aku sangat sulit untuk mengungkapkan isi hatiku pada seseorang itu.
Apalagi dengan adanya ancaman. Aku tidak mau orang yang aku sayangi akan terluka karena aku, jadi cukuplah aku diam biar pun hatiku sangatlah rapuh ketika melihatnya menangis.
Cinta memang pada dasarnya sama-sama saling kita miliki tapi cinta tak seharusnya berlabuh dalam dua hati. Apalagi tahu jika cinta yang ada akan tambah membuat hati rapuh dan terluka.
"Sebuah arti dimana ia mencintai seseorang, tapi ia gak percaya jika cinta itu akan bisa ia miliki apa maksudnya dari ucapan ini. Astaga apalagi lagi ini, kenapa aku sudah mulai menemukan titik terang tapi kenapa teka-tekinya harus sesulit ini. Dan siapa orang yang aku kagumi secara diam-diam.
Beberapa lembar telah ia baca. Akan tetapi banyaknya lembaran itu tidak semua ia tulis. Dan akhirnya tepat di-lembaran terakhir ia menemukan satu buah foto seorang wanita yang tak lain adalah foto Resya. Terkejut dengan foto siapa yang ia dapati ia kemudian mengambilnya.
"Ini foto Resya tapi kenapa bisa foto itu ada dibuku Diary-ku?" apa mungkin aku sendiri yang menyimpannya tapi apa alasannya?" gumamnya yang merasa bingung sendiri, melihat dengan tatapan serius namun apa yang ingin ia ingat sama sekali tidaklah muncul dalam benak pikirannya.
MAAF SEKALIAN IJIN PROMO KARYA TEMAN-KU YA 🥰🥰
__ADS_1
BERSAMBUNG.