Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
Ancam Sifa


__ADS_3

Tak tahan dengan perkataan dan hinaan yang dilontarkan oleh Amel, tangan Sifa yang sedari tadi telah mengepal dalam hitungan detik tangan itu pun berhasil membungkam mulut Amel dan membuat bekas luka cakaran pada pipinya akibat cengkeramannya itu. Tak hanya itu Sifa juga dengan sengaja menendang kursi yang tadinya tertata rapi dan dalam sekejab kursi itu pun menjadi berantakan tak terurai.


Terkejut dengan apa yang barusan dilakukan Sifa dihadapan banyak orang. Amel yang menahan sakit dengan memegang wajahnya sembari berfikir dan tak percaya dengan siapa ia berhadapan sekarang.


"AW...apa kamu sudah gila? apa kamu berniat ingin merusak wajahku?


"Masih beruntung aku hanya merusak wajahmu. Jika kamu mengijinkan aku bisa melakukan lebih dari itu. Dan untuk kalian semua aku peringatkan ke kalian, jika aku tahu dan mendengar kalian menghina dan menyebutnya dengan kata hinaan maka jangan salahkan aku kalau aku akan melakukan tindakan yang sama seperti yang dialami olehnya. Apa kalian mengerti?, ucapnya yang tanpa berkata ia langsung membanting sesuatu yang membuat orang-orang yang berada disini menjadi tegang dengan tatapan yang sangat heran.


"Sekarang aku sadar dia bukanlah Silvi, karena Silvi dia tidak akan berani bertindak berandalan seperti itu, tapi siapa dia? tapi itu tidaklah penting karena yang penting sekarang aku harus membuatnya malu bahkan keluarganya juga harus menerima semua hinaan itu," batinnya dengan tersenyum sinis.

__ADS_1


Terduduk disalah satu meja kantin dan meminum sebotol air putih hingga habis amarah Sifa masih belum bisa mereda mendengar semua perkataan yang barusan dikatakan oleh Amel, mendengar semua kata-kata itu hati Sifa rasanya sangatlah panas. Dan inggin sekali ia menelan seseorang hidup-hidup.


"Gila. Wanita itu benar-benar sangatlah gila, untung saja tadi aku tidak menghabisinya, jika itu sampai terjadi mungkin bakal ada masalah baru disini. Ingatlah Sifa tujuan kamu bersekolah disini hanya satu yaitu balas dendam dengan seseorang yang bernama Reno jadi tahan amarahmu agar masalah tidak datang, apa kamu paham!, batinnya dengan tangan yang masih mengepal.


Sepulang dari Sekolah Sifa yang memutuskan untuk jalan kaki, ia tidak bisa menghindari lamunannya yang setiap hari menyerangnya. Setelah kehilangan adiknya Sifa merasa ia bukan hanya kehilangan adik kesayangannya saja tapi ia juga sadar jika ia juga telah kehilangan semangatnya sekarang.


Mengira jika saudara kembarnya telah meninggal, dengan langkah pelan tanpa ada tujuan yang pasti, Sifa berjalan kaki dengan santai dengan mata yang tertuju pada semua arah dan pemandangan yang ia lihat pada pandangan yang pada berseliweran didepan matanya.


Merasa terheran dan bingung, ia lantas bertanya pada salah seorang yang juga kebetulan lewat dihadapannya.

__ADS_1


"Maaf Pak itu ada apa ya? kenapa orang-orang pada berkerumun. Apa ada kecelakaan disini?


"Tidak, di jalur sana ada buronan yang selama telah jadi incaran para Polisi. Dan pelaku itu sedang berkendara melewati jalanan ini dan para Polisi mengatur rencana dengan memblokir jalanan ini,"


"Baik Pak makasih atas infonya,"


"Iya sama-sama," balas seseorang itu yang kemudian orang itu pun bergegas pergi dari hadapan Sifa.


"Buronan yang menuju kejalur ini, sedangkan disini para Polisi mengatur rencana dengan memblokir jalan ini sangatlah genius, tapi apa mereka punya pikiran resiko apa yang akan terjadi nanti," gumam Sifa yang tiba-tiba memikirkan sesuatu.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2