
Pasukan Elang adalah sebuah geng Mafia yang di pimpin oleh seorang lelaki bernama Erlangga Nicholas—pria berusia empat puluh lima tahun yang seumur hidupnya hanya penuh dengan kriminal dan kekerasan yang dimana dia juga dulunya seorang rentenir yang bersedia meminjamkan uang dalam bunga yang sangat besar.
Dan semua berawal dari kejadian beberapa tahun lalu di saat ia ingin sekali bertemu ddengan Ibunya akan tetapi semua keinginan yang ia impikan seketika hancur. Setelah ia harus menerima kepahitan jika Ibunya telah meninggal.
Sedangkan Richard adalah salah satu anak majikan yang telah diasuh oleh Ibunya Erlangga sendiri.
Entah informasi dari mana pria tua itu tahu identitas Richard . Ia tahu segala seluk beluk kehidupan yang pernah Richard jalani selama dulu. Pengintaian tentang Richard bermula setelah kematian sang Ibu yang ia duga Richard lah orang dibalik semua ini.
"Polisi...siapa Polisi yang dengan beraninya merusak rencananya. Apa mereka sadar apa yang mereka lakukan sama aja mengadu domba antara keduanya," gumam Richard yang merasa gelisah. Berusaha ia ingin melarikan diri tapi semua itu sia-sia lantaran tenaganya tidaklah cukup untuk melawan mereka.
07:00 pagi.
Malam yang gelap dengan cepatnya telah berganti menjadi pagi. Langkah Sifa yang berjalan memasuki halaman sekolah dan berlalu jalan melewati koridor Sekolah, ia terus berjalan sembari pikirannya yang masih fokus memikirkan masalah lain mengenai identitas Reno yang sebenarnya.
" Erlangga adalah kakek dari Reno laki-laki yang sudah membuat adikku menderita. Tapi kenapa bisa sampai kebetulan seperti ini, mereka sama-sama memiliki perilaku yang jahat dan segera mungkin harus dilenyapkan. Dan aku ingin sekali melenyapkan mereka tapi aku sadar aku masih punya banyak tugas yang belum aku selesaikan mengenai kasus ini. Jadi sebelum memberantas mereka akan lebih baik kalau sekarang aku mengatur rencana agar aku dan Reno bisa lebih dekat tapi gimana caranya?" gumamnya yang merasa bingung.
Berjalan sembari melamun, Sifa hampir saja menabrak seseorang yang kebetulan lewat dan seseorang itu yang tak lain adalah Reno sendiri.
"Sorry gue gak sengaja.
"Astaga kamu itu kalau jalan punya mata gak sih," celetuk Sifa yang kemudian pandangnya pun seketika terhenti.
"Reno?" ucapnya yang kemudian ia memikirkan sesuatu.
"Hey lo gak papa kan? tanya Reno yang merasa penasaran.
"Kenapa aku bisa secara kebetulan bisa bertemu dengannya," batinnya yang kemudian Reno mengagetkannya.
"Hey lo gak papa kan?
"Iya gue gak papa gak papa kok," balasnya yang kemudian Sifa berlalu pergi dari hadapannya.
Semua pelajar yang sudah duduk rapi didalam kelas sembari menunggu kehadiran guru pembimbingnya. Tak lama salah satu guru Wanita berjilbab pun akhirnya memasuki ruang kelas IPS Xll.
"Selamat pagi anak-anak.
"Selamat pagi juga buk.
"Berhubung hari ini Ibu Rusma ada rapat dadakan jadi pelajaran hari ini kalian akan Ibu pulangkan lebih cepat. Akan tetapi bukan berarti kalian akan bebas dari masa belajar jadi Ibu sudah putuskan membuat regu kelompok agar kalian bisa belajar di Rumah. Dan kelompok satu Reno, Amel dan Sifa. Dan kelompok 2 Alexa, Reiner, dan Bela. jadi kalian mengerti kan.
"Kenapa bisa kebetulan seperti ini. Padahal aku tidak mengaturnya. Dan mungkin dengan cara seperti ini aku bisa menjalankan misi ku," batinnya dengan tersenyum sinis.
__ADS_1
"Sayang kita kan sudah terbagi menjadi tiga termasuk ini wanita juga masuk kedalam kelompok kita, jadi sekarang kita akan memutuskan untuk belajar dimana apa perlu di Rumahku? tanya Amel yang kemudian Sifa menyahutnya.
"Jangan, akan lebih baik kita belajarnya di Rumah Reno aja itu lebih baik. Karena aku punya firasat kalau kita sampai belajar di Rumah elo yang ada lo akan tambah memperlambatnya nanti.
"Apa lo bilang," timpal Amel dengan kesal.
"Sudahlah yang dikatakan Sifa memang benar, gue setuju dengan idenya," balas Reno yang berbalik membuat Amel pun meliriknya dengan tatapan terheran.
"Sayang lo kok malah pilih dia sih.
"Mel... yang dikatakan dia benar lagi, jadi sudahlah jangan bikin susah nanti gue akan jemput lo.
"Apa lo puas sekarang," pekik Amel.
"Puas banget," balas Sifa dengan tersenyum sinis.
"Rencana satu berjalan dengan sangat lancar.
"Mana Erlangga kenapa aku tidak melihat kumis tebalnya," batinnya dengan pandangan mata yang terus melirik kesemua arah.
"Sifa apa yang lo lihat? tanya Reno.
"Ya iyalah besar memangnya rumah lo yang kecil dan dekil,"sahut Amel dengan nada menyindirnya.
"Sudah...sudah...ayo kita masuk sekarang.
"Baiklah ayo," balas Amel yang langsung menggandengnya untuk masuk kedalam rumah.
"Pelacak mengarah kearah Rumah ini. Sedangkan Erlangga adalah musuh dari Papaku. Dan pertanyaan ku dimana markas persembunyian mereka apa mungkin mereka membuat satu ruangan khusus untuk menaruh semua barang-barang haram itu.
"Reno apa aku boleh bertanya sesuatu sama kamu
"Mmm tanya aja.
"Memangnya Rumah sebesar ini tidak ada asisten rumah tangganya?
"Kalau soal asisten Rumah tangga ada satu Bibik Ijah tapi dia tiba-tiba pulang tanpa berpamitan, jadi akhirnya sekarang tidak ada.
"Tanpa berpamitan? tanyanya lagi.
"Iya," balasnya.
__ADS_1
"Apa mungkin asisten rumah tangga itu dibunuh oleh Erlangga karena Bibik itu tahu sebuah rahasia yang berada di Rumah ini," batin Sifa dengan pandangan mata yang terus menjalar kearah mana-mana.
Melihat tamunya sudahlah hadir. Segera Sandra pun menuruni anak tangga untuk menyambut kedatangan tamunya tersebut. Akan tetapi sesampainya ia dibuat terkejut setelah melihat wajah Sifa.
"Kamu..
"Iya Tante dengan saya, ada apa? apa Tante kenal dengan saya? tanya Sifa yang berpura-pura polos.
"Reno perlu berbicara sesuatu sama Mama, jadi kalian gak papa kan kalau aku tingal sendiri.
"Iya gak papa silahkan.
"Ada apa dengan Mamanya Reno kenapa dia sampai terkejut seperti itu melihatku. Aku tambah semakin yakin pasti ada sesuatu di Rumah ini, dari tata letak benda-benda di Rumah ini aja sudah sangat menunjukkan jika Rumah ini bukanlah Rumah biasa. Bahkan lantai yang aku injak ini sangatlah berbeda jadi aku sudah sangat menduga jika ada sesuatu yang berada didalam tanah ini. Dan pastinya ada ruang bawah tanah yang telah mereka buat untuk menghilangkan jejaknya," batinnya.
"Reno dia..dia bukannya
"Mama tenang aja dia bukanlah Silvi, dia itu Sifa mereka itu saudara kembar jadi Mama jangan bikin masalah atau membuatnya merasa curiga dengan perilaku Mama ini," timpalnya.
"Sifa, jadi mereka kembar," balas Sandra dengan muka terkejutnya.
"Iya seperti itu.
"Ya sudah sayang karena ini sudah Sore aku balik dulu ya. Dan kamu tidak perlu nganterin aku karena aku sudah terlebih dulu sama supirku.
"Baiklah kalau gitu.
"Itu kan Erlangga mau kemana dia? kenapa dia memasuki mobil. Apa dia berniat ingin menuju ke suatu tempat? batinnya yang kemudian Reno bertanya.
"Sifa ada apa? apa kamu sedang melihat sesuatu?
"Tidak, aku tidak melihat sesuatu. Ya sudah karena ini sudah sore aku pamit pulang ya karena Mama pastinya sudah menungguku sekarang.
"Baiklah berhati-hatilah.
"Tante saya pamit pulang dulu.
"Baiklah," balasnya yang terlihat kesel.
"Siapa sebenarnya Sifa kenapa dia melihat Erlangga dengan tatapan seperti itu? batinnya yang merasa penasaran
BERSAMBUNG.
__ADS_1